logo-sehatq
logo-kementerian-kesehatan
SehatQ for Corporate
TokoObatArtikelTindakan MedisDokterRumah SakitPenyakitChat DokterPromo
Bayi & Menyusui

Hidung Tersumbat pada Bayi, Ini Penyebab dan Cara Mengatasinya

open-summary

Hidung tersumbat pada bayi umumnya terjadi saar pembuluh darah dan jaringan dalam rongga hidung tertutup karena terlalu banyak cairan. Penyebab hidung tersumbat pada bayi salah satunya adalah alergi.


close-summary

3.4

(25)

26 Mei 2019

| Giovanni Jessica

Ditinjau oleh dr. Karlina Lestari

Hidung tersumbat pada bayi menyusui

Hidung tersumbat dapat menyebabkan kesulitan saat menyusui pada bayi

Table of Content

  • Penyebab hidung tersumbat pada bayi
  • Cara mengatasi hidung tersumbat pada bayi dengan mudah

Hidung tersumbat terjadi ketika pembuluh darah dan jaringan dalam rongga hidung tertutup dengan terlalu banyak cairan sekret (lendir). Kondisi ini dapat menyebabkan gangguan tidur. Pada bayi, hidung tersumbat bisa mengakibatkan kesulitan dalam menyusui karena mereka tidak mampu bernapas dengan baik melalui hidungnya.

Advertisement

Bayi, terutama yang berusia di bawah 6 bulan, biasanya lebih rentan mengalami hidung tersumbat. Tak perlu khawatir, kondisi hidung tersumbat pada bayi merupakan hal yang normal.

Bayi mengalami perubahan pernapasan pada saat lahir. Mereka bernapas melalui hidung dan tidak mampu menghembuskan napas untuk membersihkan sekret pada hidungnya. Kondisi ini mengakibatkan terjadinya akumulasi sekret pada hidung sehingga hidung tersumbat pada bayi terjadi.

Penyebab hidung tersumbat pada bayi

Mengatasi hidung tersumbat pada bayi tak jarang membuat panik orangtua merasa panik. Tak boleh dibiarkan begitu saja, beberapa kondisi  serius bisa menyebabkan hidung tersumbat pada bayi. Berikut beberapa di antaranya:

1. Infeksi

Warna cairan (sekret) menjadi pertanda penting dalam menentukan hidung tersumbat pada bayi. Apabila hidung tersumbat disertai sekret berwarna bening dan cair maka kemungkinan besar terjadi infeksi virus. Terkadang sekret dapat berubah menjadi kuning atau kehijauan lalu kembali bening.

Respiratory syncytial virus (RSV) merupakan virus yang umumnya menjadi penyebab hidung tersumbat pada bayi. Infeksi ini umumnya tidak berbahaya, namun pada keadaan tertentu dapat menyebabkan komplikasi gangguan paru-paru.

Bayi yang lahir secara prematur, sistem imunitas tubuh yang lemah, memiliki penyakit paru atau jantung, tinggal pada pemukiman padat, dan sering berada di ruang publik terbuka lebih rentan untuk mengalami infeksi virus ini.

Infeksi bakteri menyebabkan hidung mengalami reaksi peradangan. Hidung tersumbat yang disebabkan oleh infeksi bakteri akan memiliki sekret berwarna kuning kehijauan, kental, dan dapat disertai demam. Jika bayi mengalami gejala tersebut, segeralah berkonsultasi dengan dokter anak Anda agar mendapat pengobatan segera.

2. Alergi

Adanya alergi pada bayi juga mungkin menyebabkan gejala seperti hidung tersumbat. Umumnya, gejala hidung tersumbat pada bayi akan muncul setelah melakukan kontak dengan alergen. Adanya riwayat alergi pada keluarga menyebabkan bayi Anda lebih rentan mengalami hidung tersumbat akibat alergi.

Seringkali alergi disebabkan oleh paparan terjadap udara dingin. Alergi makanan juga dapat menimbulkan gejala berupa hidung tersumbat pada bayi. Apabila penyebab alergi tidak diketahui, mungkin perlu dilakukan tes alergi pada bayi untuk memastikannya.

3. Benda asing pada hidung

Tanpa Anda sadari, mungkin bayi yang sudah memasuki fase oral dimana ia akan memasukkan potongan makanan atau mainan ke dalam mulut atau hidung. Apabila benda tersebut berada di dalam rongga hidung, kondisi hidung tersumbat pada bayi dapat terjadi.

Jika benda asing yang masuk ke dalam hidung adalah baterai, Anda harus segera mencari pertolongan dokter. Baterai memiliki kandungan zat kimia yang bisa menyebabkan kerusakan hidung apabila tidak dikeluarkan dalam waktu sekitar 4 jam.

Baca Juga

  • 12 Cara Mengatasi Hidung Tersumbat pada Bayi agar Bisa Tidur Nyenyak
  • Ketahui Cara Mengatasi Hidung Tersumbat yang Efektif Berikut Ini
  • Ketahui Penyebab Hidung Meler dan Cara Mengatasinya Berikut Ini

4. Deviasi septum

Septum merupakan tulang lunak (kartilago) yang memisahkan kedua lubang hidung. Septum hidung normalnya terletak di tengah dan membagi lubang hidung menjadi dua bagian yang sama. Akan tetapi, pada kondisi deviasi septum, salah satu lubang hidung lebih besar dibandingkan sisi lainnya.

Deviasi septum merupakan hal yang umum terjadi. Pada umumnya kondisi ini terjadi pada bayi adalah berasal dari perkembangan pada masa janin. Pada derajat ringan dan tidak menyebabkan gangguan kesehatan, kondisi ini tidak memerlukan penanganan apa pun. Akan tetapi, bila deviasi septum menyebabkan perbedaan besar lubang hidung yang signifikan. komplikasi berupa hidung tersumbat pada bayi dan sulit bernapas bisa terjadi.

Cara mengatasi hidung tersumbat pada bayi dengan mudah

Sebelum memeriksakan bayi Anda ke dokter anak, cobalah untuk melakukan beberapa cara berikut untuk mengurangi rasa tidak nyaman yang dirasakan bayi saat pilek. Di antaranya:

1. Bantu bayi mengeluarkan ingus

Bayi tidak dapat membuang ingusnya sendiri. Bayi sangat memerlukan bantuan Anda untuk mengeluarkannya dengan cara perlahan. Terdapat beberapa cara yang bisa Anda coba untuk mengeluarkan ingus bayi.

  • Pertama, sediakan wadah untuk membuang ingus bayi.
  • Kedua, isap ingus dari hidung bayi dengan cara perlahan-lahan menggunakan aspirator (alat isap cairan hidung) atau infant nasal bulb (sejenis pipet kecil).
  • Ketiga, gunakan cairan saline (air garam steril yang dijual di apotik) yang dapat diteteskan ke hidung bayi Anda untuk mengencerkan dan memudahkan ingus keluar apabila Anda tidak memiliki dua alat sebelumnya.
  • Setelahnya, isap kembali ingus bayi dengan menggunakan alat pengisap ingus yang biasa dijual di toko perlengkapan bayi.

2. Cukupi kebutuhan cairan bayi

Saat bayi Anda pilek, biasanya ia akan sangat membutuhkan cairan dan merasa lemas. Jika usia bayi Anda sudah cukup untuk diberikan makanan seperti sup dan bubur, berikanlah bayi Anda sup hangat untuk membuatnya merasa lebih baik dan mudah mengeluarkan ingus. Apabila usia buah hati Anda belum cukup untuk diberikan MPASI, Anda tetap bisa memberikan ASI atau susu formula seperti biasa.

3. Lakukan penguapan udara

Hidung yang tersumbat membuat bayi Anda kesulitan bernapas. Untuk memudahkannya bernapas, bayi Anda memerlukan udara yang lembap dan juga hangat agar ingus bisa lebih mudah mengalir.

Anda bisa membantunya untuk menghirup uap dari sebaskom air hangat yang diberikan beberapa sentimeter dari wajah. Jika di rumah Anda memiliki fasilitas air panas di kamar mandi, bawa anak Anda ke dalam kamar mandi dengan keran air panas yang menyala, sehingga anak dapat menghirup uapnya dengan hati-hati. Tak hanya itu saja, Anda juga bisa menggunakan humidifier untuk melembapkan udara di dalam ruangan.

4. Perhatikan udara di rumah agar tetap bersih

Udara yang kotor dan iritan seperti asap rokok bisa memicu saluran pernapasan bayi menjadi radang dan memperberat hidung tersumbat yang dialaminya.Sebaiknya, orangtua harus selalu menjaga kebersihan rumah dan menjauhkan bayi dari asap rokok dan udara yang berpolusi.

Secara umum, hidung tersumbat pada bayi tidak perlu dikhawatirkan terutama jika disebabkan oleh paparan udara. Apabila bayi Anda tidak dapat bernapas dan menyusui pada saat yang bersamaan, cobalah memberikan beberapa tetes cairan salin ke dalam lubang hidung bayi untuk mengencerkan sekret. Kemudian, secara perlahan, sedot cairan keluar menggunakan aspirator.

Adanya demam, nyeri telinga, dan pembengkakan pada kelenjar getah bening (umumnya di leher) merupakan pertanda Anda perlu membawa bayi ke dokter. Kondisi ini juga berlaku apabila dicurigai terdapat benda asing pada hidung.

Advertisement

hidung tersumbat

Referensi

Terima kasih sudah membaca.

Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?

(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Bagikan

Artikel Terkait

Diskusi Terkait di Forum

Advertisement

logo-sehatq

Langganan Newsletter

Jadi orang yang pertama tahu info & promosi kesehatan terbaru dari SehatQ. Gratis.

Metode Pembayaran

Bank BCABank MandiriBank BNIBank Permata
Credit Card VisaCredit Card Master CardCredit Card American ExpressCredit Card JCBGopay

Fitur

  • Toko
  • Produk Toko
  • Kategori Toko
  • Toko Merchant
  • Booking
  • Promo
  • Artikel
  • Chat Dokter
  • Penyakit
  • Forum
  • Review
  • Tes Kesehatan

Perusahaan

Follow us on

  • FacebookFacebook
  • TwitterTwitter
  • InstagramInstagram
  • YoutubeYoutube
  • LinkedinLinkedin

Download SehatQ App

Temukan di APP StoreTemukan di Play Store

Butuh Bantuan?

Jam operasional: 07.00 - 20.00

Hubungi Kami+6221-27899827

Kumpulan Artikel dan Forum

© SehatQ, 2022. All Rights Reserved