4 Kondisi Ini Bisa Menyebabkan Hidung Tersumbat pada Bayi

Hidung tersumbat pada bayi merupakan keluhan yang dapat membuat bayi mengalami kesulitan menyusui hingga bernapas
Hidung tersumbat dapat menyebabkan kesulitan saat menyusui pada bayi

Hidung tersumbat terjadi ketika pembuluh darah dan jaringan dalam rongga hidung tertutup dengan terlalu banyak cairan sekret (lendir). Kondisi ini dapat menyebabkan gangguan tidur. Pada bayi, hidung tersumbat bisa mengakibatkan kesulitan dalam menyusui karena mereka tidak mampu bernapas dengan baik melalui hidungnya.

Bayi, terutama yang berusia di bawah 6 bulan, lebih sering mengalami hidung tersumbat. Kondisi hidung tersumbat pada bayi merupakan hal yang normal. Bayi mengalami perubahan pernapasan pada saat lahir. Mereka bernapas melalui hidung dan tidak mampu menghembuskan napas untuk membersihkan sekret pada hidungnya. Kondisi ini mengakibatkan terjadinya akumulasi sekret pada hidung sehingga hidung tersumbat pada bayi terjadi.

4 kondisi yang menyebabkan hidung tersumbat pada bayi

Beberapa kondisi lainnya yang dapat menyebabkan hidung tersumbat pada bayi, antara lain:

1. Infeksi

Warna cairan (sekret) menjadi pertanda penting dalam menentukan hidung tersumbat pada bayi. Apabila hidung tersumbat disertai sekret berwarna bening dan cair maka kemungkinan besar terjadi infeksi virus. Terkadang sekret dapat berubah menjadi kuning atau kehijauan lalu kembali bening.

Respiratory syncytial virus (RSV) merupakan virus yang umumnya menjadi penyebab hidung tersumbat pada bayi. Infeksi ini umumnya tidak berbahaya, namun pada keadaan tertentu dapat menyebabkan komplikasi gangguan paru-paru.

Bayi yang lahir secara prematur, sistem imunitas tubuh yang lemah, memiliki penyakit paru atau jantung, tinggal pada pemukiman padat, dan sering berada di ruang publik terbuka lebih rentan untuk mengalami infeksi virus ini.

Infeksi bakteri menyebabkan hidung mengalami reaksi peradangan. Hidung tersumbat yang disebabkan oleh infeksi bakteri akan memiliki sekret berwarna kuning kehijauan, kental, dan dapat disertai demam. Jika bayi mengalami gejala tersebut, segeralah berkonsultasi dengan dokter anak Anda agar mendapat pengobatan segera.

2. Alergi

Adanya alergi pada bayi juga mungkin menyebabkan gejala seperti hidung tersumbat. Umumnya, gejala hidung tersumbat pada bayi akan muncul setelah melakukan kontak dengan alergen. Adanya riwayat alergi pada keluarga menyebabkan bayi Anda lebih rentan mengalami hidung tersumbat akibat alergi.

Seringkali alergi disebabkan oleh paparan terjadap udara dingin. Alergi makanan juga dapat menimbulkan gejala berupa hidung tersumbat pada bayi. Apabila penyebab alergi tidak diketahui, mungkin perlu dilakukan tes alergi pada bayi untuk memastikannya.

3. Benda asing pada hidung

Tanpa Anda sadari, mungkin bayi yang sudah memasuki fase oral dimana ia akan memasukkan potongan makanan atau mainan ke dalam mulut atau hidung. Apabila benda tersebut berada di dalam rongga hidung, kondisi hidung tersumbat pada bayi dapat terjadi.

Jika benda asing yang masuk ke dalam hidung adalah baterai, Anda harus segera mencari pertolongan dokter. Baterai memiliki kandungan zat kimia yang bisa menyebabkan kerusakan hidung apabila tidak dikeluarkan dalam waktu sekitar 4 jam.

[[artikel-terkait]]

4. Deviasi septum

Septum merupakan tulang lunak (kartilago) yang memisahkan kedua lubang hidung. Septum hidung normalnya terletak di tengah dan membagi lubang hidung menjadi dua bagian yang sama. Akan tetapi, pada kondisi deviasi septum, salah satu lubang hidung lebih besar dibandingkan sisi lainnya.

Deviasi septum merupakan hal yang umum terjadi. Pada umumnya kondisi ini terjadi pada bayi adalah berasal dari perkembangan pada masa janin. Pada derajat ringan dan tidak menyebabkan gangguan kesehatan, kondisi ini tidak memerlukan penanganan apa pun. Akan tetapi, bila deviasi septum menyebabkan perbedaan besar lubang hidung yang signifikan. komplikasi berupa hidung tersumbat pada bayi dan sulit bernapas bisa terjadi.

Secara umum, hidung tersumbat pada bayi tidak perlu dikhawatirkan terutama jika disebabkan oleh paparan udara. Apabila bayi Anda tidak dapat bernapas dan menyusui pada saat yang bersamaan, cobalah memberikan beberapa tetes cairan salin ke dalam lubang hidung bayi untuk mengencerkan sekret. Kemudian, secara perlahan, sedot cairan keluar menggunakan aspirator.

Adanya demam, nyeri telinga, dan pembengkakan pada kelenjar getah bening (umumnya di leher) merupakan pertanda Anda perlu membawa bayi ke dokter. Kondisi ini juga berlaku apabila dicurigai terdapat benda asing pada hidung.

Healthline. https://www.healthline.com/symptom/stuffy-nose
Diakses pada Mei 2019

Patient.info. https://patient.info/childrens-health/blocked-nose-in-babies-snuffles
Diakses pada Mei 2019

Healthline. https://www.healthline.com/health/deviated-septum
Diakses pada Mei 2019

Healthline. https://www.healthline.com/health/foreign-body-in-the-nose
Diakses pada Mei 2019

WebMD. https://www.webmd.com/children/features/help-child-stuffy-nose#1
Diakses pada Mei 2019

Artikel Terkait

Banner Telemed