Kondisi-kondisi yang Dapat Dikenali Sebagai Gejala Campak

Bersin-bersin dan mata berair bisa menandakan adanya gejala campak
Gejala campak akan muncul 9-11 hari setelah infeksi virus terjadi.

Dengan berkembangnya informasi yang meragukan efektivitas dari vaksin MR yang berguna untuk mencegah campak dan rubella, angka kejadian campak di Indonesia cenderung meningkat. Karena itu, penting bagi Anda untuk mengenali berbagai gejala campak, sebagai salah satu langkah pencegahan di samping pemberian vaksin.

Namun, sebelum melihat kondisi-kondisi yang dapat dikenali sebagai gejala campak, ada baiknya Anda mengetahui terlebih dahulu penyebab dari terjadinya infeksi ini.

Penyebab Campak yang Perlu Anda Waspadai

Campak disebabkan oleh virus rubeola. Virus ini sangatlah menular dan umumnya menetap di cairan atau lendir yang terdapat di hidung serta tenggorokan orang yang terinfeksi.

Lalu, saat orang tersebut batuk, bersin, atau berbicara, cairan berisi virus tersebut dapat keluar ke udara. Hal ini menyebabkan orang lain dapat menghirupnya, sehingga tertular penyakit tersebut.

Butiran-butiran halus dari cairan bervirus tersebut juga dapat menetap di permukaan-permukaan tertentu, dan bertahan selama beberapa jam. Anda dapat tertular virus campak saat secara tidak sengaja menyentuhnya, lalu mengusap mulut, hidung, atau mata menggunakan tangan tersebut .

Apabila belum pernah menerima vaksin campak dan berada di ruangan yang sama dengan orang yang terinfeksi virus ini, terdapat 90 persen kemungkinan Anda akan tertular. Hal yang membuat campak berbahaya adalah, Anda bisa jadi sudah terinfeksi 4 hari, sebelum gejala campak yang khas yaitu bercak-bercak merah muncul.

Kondisi ini membuat Anda dapat dengan mudah menyebarkan virus ini tanpa mengetahuinya. Bahkan hingga 4 hari setelah bercak kulit hilang, campak masih dapat Anda tularkan ke orang lain.

Kondisi yang Dapat Dikenali Sebagai Gejala Campak

Gejala campak akan muncul 9-11 hari setelah Anda terinfeksi virus campak. Pada tahap awal, virus akan menyebabkan timbulnya demam, batuk, mata merah, serta munculnya cairan atau lendir pada hidung.

Selain itu, orang yang menderita campak juga akan terlihat mengalami kondisi-kondisi di bawah ini.

  • Mata berair dan merah
  • Menjadi lebih sensitif terhadap cahaya
  • Bersin-bersin dan flu
  • Muncul bercak merah kecokelatan di kulit
  • Muncul bercak-bercak putih keabuan dengan inti yang berwarna putih kebiruan di rongga mulut, maupun tenggorokan (disebut sebagai bercak koplik)
  • Tubuh terasa nyeri

1. Demam pada Campak 

Demam yang muncul sebagai gejala campak dapat bervariasi, mulai dari ringan hingga parah. Bahkan, penderita campak dapat mengalami demam hingga suhu tubuhnya mencapai 40 derajat Celcius. Demam ini dapat berlangsung selama beberapa hari dan mereda sesaat, sebelum kembali naik, ketika bercak merah mulai muncul.

2. Bercak pada Campak

Bercak tersebut akan muncul 3-4 hari setelah gejala awal dirasakan, dan dapat terjadi hingga lebih dari 1 minggu. Pertama-tama, bercak umumnya akan muncul di belakang telinga, lalu menyebar hingga ke kepala dan leher.

Setelah beberapa hari, bercak tersebut akan menyebar ke seluruh tubuh termasuk kaki. Seiring dengan pertumbuhannya, bercak tersebut akan terlihat menyatu sebagai area kemerahan yang besar.

Apabila mengalami kondisi yang serupa dengan gejala campak seperti di atas, ada baiknya Anda segera memeriksakan diri ke dokter. Dengan begitu, dokter dapat memberikan perawatan yang tepat dan efektif. Semakin cepat perawatan dimulai, maka tingkat keberhasilan pun akan semakin baik.

WebMD. https://www.webmd.com/children/vaccines/what-is-measles#1
Diakses pada 24 April 2019

Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/measles/symptoms-causes/syc-20374857
Diakses pada 24 April 2019

Medical News Today. https://www.medicalnewstoday.com/articles/37135.php
Diakses pada 24 April 2019

Kementerian Kesehatan RI, WHO, UNICEF. http://www.searo.who.int/indonesia/topics/immunization/mr_measles_status.pdf?ua=1
Diakses pada 24 April 2019

Artikel Terkait

Banner Telemed