Pendengaran Berkurang Seiring Bertambahnya Usia, Apa Penyebabnya?

Presbikusis adalah penurunan kemampuan mendengar yang dialami lansia
Berkurangnya pendengaran pada lansia juga disebut sebagai presbikusis

Para lansia mungkin sudah menyadari, bahwa pendengaran berkurang seiring bertambahnya usia adalah hal yang wajar terjadi. Sebab, kondisi ini sering dianggap angin lalu, dan dibiarkan tanpa menjalani pemeriksaan maupun perawatan.

Padahal, berkurangnya pendengaran pada lansia, dapat mengurangi kualitas hidup. Kondisi ini dipercaya berkaitan dengan perasaan terisolasi secara sosial, depresi, rendahnya rasa percaya diri, dan kesulitan menjalani aktivitas sehari-hari.

[[artikel-terkait]]

Presbikusis, kemampuan mendengar berkurang pada lansia

Berkurangnya pendengaran pada lansia bisa juga disebut presbikusis. Kondisi ini umumnya terjadi sangat perlahan. Sehingga tidak heran, banyak lansia yang tidak menyadari adanya gangguan pendengaran.

Berbeda dari tuli konduktif yang umumnya bisa dipulihkan, melalui perawatan terhadap penyebabnya, berkurangnya pendengaran pada lansia, merupakan kondisi yang berbeda. Presbikusis masuk ke dalam jenis tuli sensorineural, yang umumnya akan terjadi secara permanen.

Mengapa pendengaran berkurang seiring bertambahnya usia?

Banyak faktor yang dapat menyebabkan berkurangnya kemampuan mendengar pada lansia. Selain perubahan yang terjadi pada struktur telinga, pendengaran juga bisa berkurang akibat paparan jangka panjang dari suara yang keras.

Paparan suara keras dalam jangka panjang, dapat menyebabkan rusaknya sel-sel rambut di telinga yang berguna untuk membantu pendengaran. Sel rambut yang sudah rusak, tidak dapat tumbuh kembali. Akibatnya, gangguan pendengaran dapat terjadi secara permanen.

Tidak hanya itu, kondisi lain berikut ini bisa menyebabkan berkurangnya pendengaran pada  lansia.

    • Penyakit kronis seperti diabetes dan tekanan darah tinggi
    • Konsumsi obat-obatan yang bisa merusak sel sensori di telinga, seperti obat kemoterapi
    • Gangguan pada gendang telinga
    • Gangguan pada bagian tengah telinga

Perawatan untuk kondisi pendengaran berkurang pada lansia

Perawatan dilakukan berdasarkan tingkat keparahan gangguan yang dialami penderita gangguan pendengaran. Mulai dari alat bantu dengar hingga latihan membaca bibir, berikut ini perawatan yang bisa dilakukan pada lansia, yang mengalami penurunan kemampuan mendengar.

1. Pemasangan alat bantu dengar

Biasa ditempatkan di bagian belakang telinga, alat ini dapat membuat suara terdengar lebih keras bagi yang menggunakannya. Terdapat berbagai jenis alat bantu dengar. Sehingga, untuk mengetahui jenis yang paling tepat, Anda perlu mengonsultasikannya pada dokter spesialis THT.

2. Implan koklea

Alat ini akan ditanamkan di bagian dalam telinga melalui proses operasi. Jika gangguan pendengaran yang dialami cukup parah, maka dokter mungkin merekomendasikan untuk memasangnya di kedua telinga.

3. Latihan membaca bibir

Latihan ini dilakukan agar para lansia yang memiliki kesulitan untuk mendengar, tetap dapat berkomunikasi dengan lancar. Dengan melatih kemampuan ini, lansia akan bisa mengerti perkataan lawan bicaranya, dengan membaca gerakan bibir serta bahasa tubuh.

Kondisi pendengaran berkurang pada lansia sebaiknya tidak lagi dianggap remeh. Segera lakukan perawatan dan rutinlah melakukan pemeriksaan kesehatan telinga, sebelum kualitas hidup semakin menurun.

Oleh karena itu, kesadaran mengenai kesehatan pendengaran pada lansia masih perlu ditingkatkan. Salah satu caranya, dengan mengenali penyebab serta penanganan yang tepat untuk kondisi tersebut.

National Institute on Deafness and Other Communication Disorders. https://www.nidcd.nih.gov/health/age-related-hearing-los
Diakses pada 20 Mei 2019

Hear It. https://www.hear-it.org/hearing-loss-in-elderly-often-undiagnosed-
Diakses pada 20 Mei 2019

National Institute on Aging. https://www.nia.nih.gov/health/hearing-loss-common-problem-older-adults
Diakses pada 20 Mei 2019

John Hopkins Medicine. https://www.hopkinsmedicine.org/health/conditions-and-diseases/presbycusis
Diakses pada 20 Mei 2019

Artikel Terkait

Banner Telemed