Kondisi Hiponatremia, Saat Sodium dan Cairan Tubuh Tidak Seimbang


Hiponatremia adalah kondisi ketika kadar sodium dalam tubuh seseorang lebih rendah dari 135 miliekuivalen per liter (mEq/L). Artinya, kadar air dan sodium tidak seimbang. Padahal normalnya, kadar sodium antara 135-145 mEq/L.

(0)
07 Mar 2021|Azelia Trifiana
Hindari minum terlau banyak jika mengalami hiponatremiaHindari minum terlau banyak jika mengalami hiponatremia
Hiponatremia adalah kondisi ketika kadar sodium dalam tubuh seseorang lebih rendah dari 135 miliekuivalen per liter (mEq/L). Artinya, kadar air dan sodium tidak seimbang. Padahal normalnya, kadar sodium antara 135-145 mEq/L.Sodium adalah elektrolit penting yang membantu menjaga keseimbangan cairan di dalam dan sekitar sel-sel tubuh. Adanya sodium memungkinkan otot dan saraf berfungsi optimal.

Gejala hiponatremia

Setiap orang bisa merasakan gejala berbeda ketika berada dalam kondisi hiponatremia. Bahkan apabila kadar sodium turun perlahan, bisa saja tidak terasa gejala apapun.Namun ketika kadar sodium turun drastis, gejalanya bisa lebih parah seperti:
  • Tubuh terasa lesu
  • Sakit kepala
  • Mual
  • Muntah
  • Kram otot
  • Merasa bingung
  • Mudah tersinggung
  • Kejang
  • Koma
Apabila gejala yang muncul termasuk kehilangan orientasi, kejang, hingga hilang kesadaran, segera cari pertolongan medis darurat.

Penyebab terjadinya hiponatremia

Ada banyak faktor yang menyebabkan kadar sodium seseorang terlalu rendah. Utamanya, ketika tubuh kehilangan terlalu banyak cairan dan elektrolit.Berbagai faktor ini menyebabkan kadar sodium menjadi lebih encer. Artinya, kadar cairan dalam tubuh meningkat sehingga sel-sel mulai membengkak. Kondisi pembengkakan ini bisa menyebabkan berbagai masalah kesehatan, mulai dari yang ringan hingga mengancam nyawa.Beberapa hal yang bisa memicu terjadinya hiponatremia adalah:
  • Muntah atau diare parah
  • Mengonsumsi obat seperti antidepresan atau pereda nyeri
  • Dehidrasi
  • Penyakit ginjal atau gagal ginjal
  • Penyakit hati
  • Gagal jantung kongestif
  • Perubahan hormon akibat Addison’s disease
  • Hipotiroidisme
  • Mengonsumsi ekstasi
  • Polydipsia yang membuat seseorang haus dan minum terlalu banyak air
Selain beberapa pemicu di atas, ada juga kondisi yang lebih jarang terjadi seperti mengonsusmi terlalu banyak air saat berolahraga hingga Cushing’s syndrome yang menyebabkan kadar kortisol meningkat.Lebih jauh lagi, ada pula faktor risiko yang membuat seseorang lebih rentan mengalami kadar sodium rendah, seperti:
  • Berusia lanjut
  • Mengonsumsi obat antidepresan
  • Mengonsumsi obat dengan sifat diuretik
  • Atlet dengan aktivitas fisik berintensitas tinggi
  • Tinggal di daerah dengan cuaca panas
  • Menjalani diet rendah sodium
  • Menderita gagal jantung atau penyakit ginjal
  • Menderita sindrom hormon antidiuretik berlebih (SIADH)
Orang-orang yang termasuk golongan berisiko tinggi ini perlu lebih berhati-hati terhadap asupan elektrolit dan cairan.

Pemeriksaan hiponatremia

Untuk mengetahui kondisi hiponatremia secara pasti, dokter akan melakukan pemeriksaan darah. Bahkan jika tidak mengalami gejala apapun, dokter tetap akan melakukan tes panel metabolisme untuk menegakkan diagnosis. Dengan cara ini, bisa diketahui berapa kadar elektrolit dan mineral dalam darah.Apabila diketahui level sodium tidak normal, dokter akan melanjutkan ke pemeriksaan urine. Tujuannya untuk melihat berapa kadar sodium dalam urine.Apabila kadar sodium dalam darah rendah namun di urine cukup tinggi, artinya tubuh kehilangan terlalu banyak sodium.Sementara kadar sodium rendah baik pada darah maupun urine berarti tubuh tidak mendapat cukup asupan sodium. Bisa jadi pula, kadar cairan dalam tubuh terlalu banyak.

Bagaimana cara penanganannya?

Dokter akan menangani hiponatremia bergantung pada pemicunya. Beberapa langkah penanganan yang mungkin diberikan seperti:
  • Mengurangi asupan cairan
  • Menyesuaikan dosis obat diuretik yang dikonsumsi
  • Memberikan obat untuk meredakan gejala seperti sakit kepala, mual, dan kejang
  • Mengobati kondisi medis yang menjadi pemicu
  • Memberikan sodium lewat cairan intravenous atau infus
Ada risiko komplikasi yang mungkin terjadi pada kondisi hiponatremia akut dengan ancaman cukup berbahaya seperti pembengkakan otak. Ini dapat mengakibatkan koma hingga kematian.Tak kalah penting, perempuan yang berada dalam masa pra-menopause sangat rentan mengalami kerusakan otak akibat hiponatremia karena faktor hormonal. Pada tubuh mereka, kemampuan tubuh untuk menyeimbangkan kadar sodium tidak optimal.

Bisakah dicegah?

Cara efektif untuk mencegah kadar sodium terlalu rendah adalah dengan menjaga keseimbangan cairan dan elektrolit dalam tubuh. Terutama bagi seorang atlet, sangat penting untuk mengonsumsi cairan dalam jumlah tepat selama berolahraga. Tidak kurang, tidak pula berlebih.Ada pula beberapa faktor yang mengharuskan seseorang minum lebih banyak, seperti:
  • Cuaca cukup panas
  • Berada di ketinggian
  • Sedang mengandung
  • Sedang menyusui
  • Muntah
  • Diare
  • Demam
Meskipun penting minum cukup cairan agar tidak dehidrasi, ingat untuk membatasi konsumsi air tidak lebih dari 1 liter setiap jamnya. Lihat indikatornya dari warna urine. Apabila sudah tampak kuning pucat, artinya asupan cairan sudah mencukupi.Untuk berdiskusi lebih lanjut tentang gejala kekurangan ketidakseimbangan cairan dan sodium dalam tubuh, tanyakan langsung pada dokter di aplikasi kesehatan keluarga SehatQ. Download sekarang di App Store dan Google Play.
Healthline. https://www.healthline.com/health/hyponatremia
Diakses pada 21 Februari 2021
Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/hyponatremia/symptoms-causes/syc-20373711
Diakses pada 21 Februari 2021
Cleveland Clinic. https://my.clevelandclinic.org/health/diseases/17762-hyponatremia
Diakses pada 21 Februari 2021
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait