Kondisi Fotofobia Mengganggu Anda? Kenali Penyebab dan Cara Menanganinya

Fotofobia bukanlah kondisi, melainkan gejala dari penyakit lainnya, seperti migrain contohnya.
Meningitis menjadi salah satu penyakit yang bisa sebabkan fotofobia.

Saat mendengar kata fotofobia, mungkin Anda langsung berpikir bahwa itu adalah kondisi yang membuat orang takut jika difoto. Sebab, terdapat kata foto dan juga fobia. Namun ternyata, fotofobia sama sekali tidak ada hubungannya dengan rasa takut akan difoto.

Dalam dunia medis, fotofobia adalah rasa takut akan cahaya. Akan tetapi, jika mengidapnya, bukan berarti Anda takut akan cahaya, hanya saja, sensitif terhadapnya.

Cahaya matahari atau ruangan yang terang, bisa membuat penderita fotofobia tidak nyaman, atau merasakan rasa sakit. Seperti apa penjelasannya?

Gejala dan penyebab fotofobia

Apabila mengidap fotofobia, maka Anda akan cenderung menyipitkan atau menutup mata, saat terpapar lampu terang dan sinar matahari. Lebih parah dari itu, rasa sakit dan tidak nyaman akan timbul pada mata Anda.

Selain itu, orang dengan mata berwarna terang, seperti yang ditemukan pada ras Kaukasia, lebih berisiko mengalami fotofobia.

Perlu diingat, fotofobia bukanlah sebuah kondisi, melainkan gejala dari penyakit-penyakit lainnya, yang menyebabkan mata jadi sensitif terhadap cahaya. Kenapa fotobia bisa terjadi?

Fotofobia terjadi karena munculnya gangguan pada hubungan antara sel di mata, yang bertugas mendeteksi cahaya, serta saraf yang menyambung ke otak.

Migrain menjadi salah satu jenis sakit kepala, yang bisa menyebabkan fotofobia. Diperkirakan, sekitar 80% orang yang mengalami migrain, akan mengidap fotofobia juga. Migrain bukan satu-satunya jenis sakit kepala, yang bisa membuat orang mengidap fotofobia.

Beberapa kondisi otak di bawah ini, berisiko menyebabkan fotofobia:

  • Meningitis (radang selaput otak)
  • Cedera otak serius
  • Supranuclear palsy (cedera otak serius, yang menyebabkan seseorang mengalami masalah keseimbangan, berjalan, dan gerakan mata)
  • Tumor di kelenjar pituitari
  • Ensefalitis (radang otak)

Tidak hanya itu, kerusakan pada mata juga bisa menjadi alasan seseorang mengalami fotofobia:

  • Abrasi kornea (cedera pada kornea, terjadi karena adanya kotoran, pasir, logam, dan zat lainnya yang mengenai kornea)
  • Skleritis (bagian putih mata meradang)
  • Konjungtivis
  • Sindrom mata kering

Bagaimana cara mengatasi fotofobia?

Jika fotofobia sudah sangat mengganggu, ada baiknya Anda menghindari sinar matahari atau tempat terang. Hal ini dilakukan untuk meringankan gejala fotofobia.

Selain itu, menggunakan kaca mata hitam, atau menutup mata Anda, saat harus melewati tempat terang, akan sangat membantu mengurangi rasa sakit pada mata.

Perawatan di rumah sakit, termasuk pemeriksaan fisik dan mata oleh dokter, pun diperlukan. Dokter akan menanyakan hal-hal yang berkaitan dengan penyebab fotofobia pada mata. Dengan demikian, dokter bisa menemukan pengobatan tepat, untuk menanganinya.

Jenis perawatan di rumah sakit untuk mengobati fotofobia sangat beragam, tergantung dari jenisnya, misalnya:

  • Penggunaan obat-obatan untuk mengatasi migrain
  • Beristirahat di rumah
  • Pemberian antibiotik untuk penderita konjungtivis
  • Pemakaian tetes air mata antibiotik untuk abrasi kornea
  • Penggunaan air mata buatan untuk mengatasi sindrom mata kering
  • Pemberian obat antiinflamasi

Terlepas dari fotofobia, mata Anda akan tetap sensitif terhadap cahaya terang dan sinar matahari, namun tidak separah mereka yang mengidap fotofobia.

Ada beberapa tips yang bisa Anda lakukan, demi mencegah kondisi yang menyebabkan fotofobia, seperti:

  • Menghindari hal-hal yang bisa sebabkan migrain
  • Mencegah konjungtivis dengan menjalani gaya hidup sehat
  • Mendapatkan imunisasi meningitis
  • Rajin mencuci tangan
  • Mendapatkan vaksin untuk cegah ensefalitis

Mungkin beberapa penyakit di atas, tidak ada hubungannya dengan fotofobia. Namun, penelitian menunjukkan bahwa penyakit-penyakit ini memang bisa menyebabkan fotofobia.

Catatan dari SehatQ

Anda mungkin pernah berpikir, sensitivitas mata terhadap cahaya adalah kondisi medis yang mudah ditangani. Namun, tidak selamanya mata sensitif terhadap cahaya, karena adanya gangguan pada mata Anda. Bisa jadi, ada penyakit parah yang menyebabkannya.

Jika kondisi itu tidak segera ditangani, maka gejala dan juga dampaknya bisa memburuk. Segera datang ke dokter untuk berkonsultasi, dan cari tahu kondisi medis yang menyebabkan fotofobia.

Healthline. https://www.healthline.com/health/photophobia

Diakses pada 18 November 2019

 

Medicine Net. https://www.medicinenet.com/photophobia/symptoms.htm

Diakses pada 18 November 2019

 

Web MD. https://www.webmd.com/eye-health/photophobia-facts#1

Diakses pada 18 November 2019

Artikel Terkait

Banner Telemed