Kondisi di Balik Cegukan Terus-Menerus, Bisakah Disembuhkan?

Cegukan terus-menerus bisa tidak berhenti selama beberapa hari
Cegukan umumnya akan berhenti dengan sendirinya selama beberapa waktu

Cegukan terjadi ketika otot diagframa di antara dada dan perut berkontraksi tanpa mampu kita kontrol. Sebagian besar cegukan akan berhenti dengan sendirinya dalam waktu beberapa menit dan tidak menimbulkan dampak kesehatan apa pun.

Namun ada juga kasus cegukan terus-menerus yang bisa berlangsung beberapa hari, bahkan beberapa minggu. Pada dasarnya, cegukan terus-menerus bukanlah penyakit, melainkan gejala dari kondisi kesehatan tertentu. Karena itu, cegukan ini umumnya butuh penanganan secara medis.

Cegukan terus-menerus selama beberapa hari atau beberapa minggu disebut cegukan kronis. Mengatasi cegukan seperti ini tidak mempan hanya dengan meminum segelas air seperti mengatasi cegukan biasa. 

Apa sebenarnya penyebab cegukan terus-menerus?

Belum jelas benar apa yang menyebabkan terjadinya cegukan terus-menerus. Diduga penggunaan obat-obatan tertentu atau mengidap suatu kondisi medis bisa menimbulkan gejala cegukan kronis ini. 

Beberapa kondisi di bawah ini diduga dapat menjadi pemicu cegukan kronis yang Anda alami:

1. Peradangan pada sistem pernapasan

Karena cegukan merupakan kontraksi atau kejang pada otot diagframa, kondisi-kondisi seperti iritasi dan peradangan pada sistem pernapasan bisa saja jadi faktor penyebabnya.

Pneumonia atau pleuritis termasuk beberapa jenis penyakit yang berpotensi memicu kondisi iritasi maupun peradangan di saluran napas tersebut.

2. Masalah saraf

Kerusakan atau iritasi pada saraf-saraf yang mengendalikan proses pernapasan bisa saja menimbulkan gejala cegukan terus-menerus. Misalnya, adanya tekanan pada saraf akibat tumor atau perubahan pada bentuk tubuh dan kehamilan.

3. Cedera otak

Cedera pada bagian otak yang mengontrol gerakan refleks, seperti bernapas, mungkin saja menjadi penyebab cegukan terus-menerus yang tak terkendali. Beberapa contohnya meliputi cedera akibat kecelakaan atau stroke.

Tak hanya itu, penyakit yang menyerang sistem saraf pusat pun memiliki kemungkinan menjadi penyebab cegukan kronis. Misalnya, multiple sclerosis

4. Penyakit saluran pencernaan

Cegukan terus-menerus mungkin merupakan gejala dari penyakit pada sistem pencernaan. Gangguan ini bisa terjadi di tenggorokan, lambung, usus, hati, pankreas, dan kantung empedu. 

5. Prosedur medis tertentu

Cegukan terus-menerus juga diperkirakan dapat berkaitan dengan prosedur medis tertentu. Apa alasannya?

Beberapa penderita cegukan kronis juga ditemukan pernah menjalani prosedur operasi tertentu. Contohnya, operasi otak maupun prosedur saluran cerna (seperti gastrokopi).

Diperkirakan cegukan kronis bisa terjadi karena prosedur medis bisa saja menyebabkan perubahan pada bagian tubuh yang berkaitan dengan pemicu cegukan.

6. Obat-obatan tertentu

Kombinasi beberapa obat termasuk sebagai salah satu faktor yang dicurigai sebagai dalang di balik cegukan terus-menerus. Misalnya obat kortikosteroid dan obat-obatan kemoterapi.

Diagnosis medis seringkali butuh waktu lama untuk menemukan penyebab cegukan terus-menerus. Terkadang, dokter bahkan tidak berhasil menemukan penyebabnya sama sekali. Meski demikian, bantuan dokter tetap diperlukan dalam mengatasi cegukan kronis.

Butuh bantuan dokter untuk menangani cegukan terus-menerus

Bila dokter bisa menemukan penyebab terjadinya cegukan kronis, mengobati penyebabnya otomatis akan menyembuhkan cegukan ini.

Sementara itu, beberapa hal di bawah ini juga bisa Anda lakukan untuk bertahan dalam kondisi cegukan kronis:

  • Makan dan minum sebisanya

Meski cegukan yang tak berhenti membuat susah untuk makan dan minum, tetap saja hal ini mesti dilakukan demi menjaga kesehatan. Yang perlu diperhatikan adalah porsi dan ukuran suapannya.

Anda bisa makan lebih sering dengan porsi yang lebih kecil dari biasanya. Misalnya, frekuensi makan yang biasanya tiga kali sehari dijadikan lima kali sehari tanpa menambah porsinya.

Makan dan minum saat cegukan terus-menerus memang bisa menambah risiko tersedak. Karena itu, hindari ukuran suapan makanan yang besar dan kunyah hingga benar-benar lembut sebelum menelannya.

  • Hindari makanan dan minuman ini

Makanan pedas dan minuman bersoda bisa membuat cegukan bertambah parah. Jadi, jauhi jenis makanan dan minuman ini.  

Cegukan terus-menerus bisa memicu komplikasi ini

Jika cegukan terus-menerus terjadi dalam jangka waktu lama, tentu bisa berdampak pada kondisi kesehatan atau menimbulkan komplikasi tertentu. Berikut penjelasannya:

  • GERD

Yang sering terjadi, cegukan terus-menerus memicu gangguan asam lambung naik atau GERD (gastroesophageal reflux disease). GERD menyebabkan asam lambung kembali naik ke kerongkongan (esofagus) dan ditandai dengan heartburn, rasa asam dan pahit di mulut, sakit saat menelan, kembung, serta bau mulut.

  • Penurunan berat badan

Berat badan juga bisa terpengaruh oleh gangguan cegukan kronis. Pasalnya, cegukan kronis membuat penderita kehilangan nafsu makan. Dalam jangka waktu lama, berat badan bisa mengalami penurunan dan menjadi kekurangan energi. 

  • Kelelahan dan kurang tidur

Penderita cegukan kronis juga bisa mengalami kelelahan dan lesu akibat kurang tidur atau istirahatnya terganggu cegukan yang tidak berhenti. 

Cegukan memang tampak sepele dan tidak membahayakan. Namun bila terjadi cegukan terus-menerus, kesehatan Anda bisa terpengaruh.

Oleh sebab itu, periksakan diri ke dokter agar penyebab cegukan kronis bisa diketahui dan pengobatan bisa dilakukan dengan tepat.

Healthline. https://www.healthline.com/health/chronic-hiccups
Diakses pada 19 September 2019

Medical News Today. https://www.medicalnewstoday.com/articles/320234.php
Diakses pada 19 september 2019

Artikel Terkait

Banner Telemed