Komunikasi Tanpa Menuding Kesalahan, Solusi Berdamai Setelah Bertengkar

(0)
13 May 2020|Azelia Trifiana
Komunikasi yang terbuka dan jujur adalah salah satu cara berbaikan setelah bertengkarKomunikasi yang baik adalah solusi mengatasi pertengkaran dengan pasangan
Mustahil jika sebuah hubungan berjalan mulus-mulus saja, pertengkaran pasti terjadi. Tidak masalah beradu argumen dengan pasangan, yang terpenting adalah bagaimana menyelesaikannya setelah bertengkar. Kuncinya adalah komunikasi, awal mula koneksi dan kepercayaan.Untuk dapat membangun hubungan yang terbuka dan jujur, masing-masing orang harus bisa berkomunikasi dengan bebas dan sehat. Tak semudah teorinya, karena faktanya pertengkaran kadang “meledak” karena buntunya komunikasi dengan pasangan.

Identifikasi konflik saat bertengkar

Secara umum, konflik terjadi ketika satu orang dan lainnya tidak sepakat. Pasangan bisa bertengkar dengan cara berbeda seperti verbal hingga non-verbal.Untuk tahu apa yang harus dilakukan saat bertengkar, identifikasi terlebih dahulu jenis konfliknya:

1. Konflik pseudo

Konflik jenis pseudo biasanya terjadi karena beberapa faktor seperti:
  • Kesalahpahaman sehingga opininya berbeda
  • Merasa memiliki tujuan berbeda
  • Salah satu pihak cenderung mengejek lainnya
Pada sebagian besar kasus, konflik pseudo saat bertengkar bisa diselesaikan dengan mudah. Hanya perlu sedikit klarifikasi tentang apa yang tiap orang inginkan dan penjelasan lebih lanjut. Terkadang, konflik pseudo menjadi lebih buruk jika salah satu pihak cenderung melecehkan atau mengejek pandangan pasangannya di depan orang lain.

2. Konflik fakta

Bertengkar karena konflik fakta juga tidak terhindarkan dalam sebuah hubungan. Ini terjadi ketika ada perbedaan pendapat antarpasangan tentang informasi atau fakta di sekitar. Sama seperti konflik pseudo, cara menyelesaikan pertengkaran seputar hal ini cukup mudah, cari saja fakta yang sebenarnya bersama-sama.

3. Konflik nilai

Ketika ada perbedaan nilai yang diusung dan memicu pasangan bertengkar, itu disebut konflik nilai atau value conflict. Temanya bisa beragam, mulai dari hal sederhana hingga isu besar yang mendunia. Solusi dari bertengkar semacam ini tidak selalu mudah karena setiap orang punya keyakinan berbeda.Solusinya adalah menghormati pandangan masing-masing dengan respek. Selain itu, terima juga fakta bahwa tidak semua orang harus memiliki pandangan yang sama dengan diri sendiri.

4. Konflik kebijakan

Konflik kebijakan terjadi ketika pasangan tidak setuju pada sebuah strategi dalam situasi tertentu. Ada banyak faktor yang ikut berperan seperti sifat pribadi, pendidikan, dan banyak lagi. Contohnya ketika pasangan tidak menemui kata sepakat tentang batasan berinteraksi dengan lawan jenis selain pasangan.

5. Konflik ego

Pasangan juga bisa bertengkar karena konflik ego, ketika argumen tidak akan menemui titik temu karena tak ada yang mau mengalah. Konflik ego sedikit menantang untuk diselesaikan karena sudah benar-benar masuk ke ranah personal.

6. Metakonflik

Metakonflik terjadi saat konflik bermula dari konflik yang telah ada sebelumnya. Contohnya pasangan yang merasa ketika sedang bercerita tidak didengarkan. Atau saat merasa pasangannya selalu tidak mengangkat telepon meskipun sedang memegang ponsel.Kunci dalam menyelesaikan metakonflik adalah dengan berkomunikasi dengan jelas. Sampaikan apa akar masalahnya secara produktif dan jangan melebar ke mana-mana. Semakin jelas apa yang menjadi permasalahan, semakin kecil kemungkinan terjadi komplikasi.Dari semua jenis konflik yang mungkin memicu pasangan bertengkar, mendiamkan satu sama lain dalam jangka waktu lama hingga berteriak atau berbuat kasar sama sekali bukan solusi. Justru ketika hal itu terjadi, akar masalahnya semakin kabur dan membuat masalah menjadi semakin panjang.

Berdamai setelah bertengkar dengan pasangan

Beberapa hal ini bisa dilakukan sebagai cara untuk berdamai setelah bertengkar dengan pasangan:
  • Validasi emosi

Kenali dulu apa yang dirasakan sebelum berbicara dengan pasangan tentang konflik. Hal pertama yang dilakukan adalah menenangkan diri agar saat berbicara dengan pasangan tidak berujung pada kekerasan baik verbal maupun nonverbal.
  • Cari waktu yang tepat

Waktu yang tepat mendiskusikan masalah bisa membuat perbedaan besar. Beri tahu pasangan bahwa Anda ingin mendiskusikan masalah yang sedang terjadi bersama-sama, tanpa saling mendiamkan terlalu lama.
  • Tidak menuding satu sama lain

Menuding satu sama lain saat mendiskusikan masalah justru bisa memicu pertengkaran selanjutnya. Untuk itu, selalu mulai kalimat dengan “aku” untuk tahu bagaimana perasaan diri sendiri. Jadi, ketimbang berkata “Kamu selalu mengabaikan aku” lebih baik “Aku sedih setiap kali kamu mengabaikan aku”.
  • Buat kesepakatan

Penting untuk membuat kesepakatan untuk diaplikasikan ke depannya sebagai antisipasi jika konflik serupa terulang. Berikan pemahaman bagi kedua belah pihak agar bisa memaafkan dan kembali menjalani hubungan dengan baik. Hal ini bisa menambah ikatan dan kedekatan dengan pasangan.

Akar dari semua hubungan yang baik dengan pasangan adalah komunikasi yang jelas. Setiap dari kita bukan pembaca pikiran yang bisa tahu apa yang tengah dipikirkan atau dirasakan. Untuk itu, sebisa mungkin jadikan komunikasi sebagai fondasi hubungan yang sehat.
hidup sehatmenjalin hubunganpola hidup sehat
Healthline. https://www.healthline.com/health/lack-of-communication#communication-tipsDiakses 27 April 2020Healthline. https://www.healthline.com/health/interpersonal-conflict#conflict-resolution-strategiesDiakses 27 April 2020Psychology Today. https://www.psychologytoday.com/us/blog/close-encounters/201704/10-tips-solving-relationship-conflictsDiakses 27 April 2020
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait