Kompres Penurun Panas dan Cara Lain untuk Mengatasi Panas Demam

Kompres penurun panas dapat membantu mengatasi demam
Kompres merupakan pertolongan pertama untuk menurunkan panas demam

Demam merupakan reaksi tubuh untuk melawan infeksi dan peradangan. Seseorang dikatakan demam jika suhu tubuhnya di atas 37,4 derajat celcius atau lebih.

Selain suhu tubuh yang meningkat, demam dapat ditandai dengan munculnya gejala seperti sakit kepala, meriang, dahi panas, tidak nyaman pada mata, tubuh terasa lemas, dehidrasi, dan pembengkakan kelenjar getah bening.

Ketika seseorang mengalami demam, hal yang paling umum dilakukan adalah memberikan obat dan kompres. Meski demikian, tidak sedikit orang yang masih bingung dalam menentukan kompres penurun panas seperti apa yang sebaiknya diberikan.

Kompres penurun panas yang tepat

Kompres merupakan pertolongan pertama yang bisa dilakukan untuk menurunkan panas karena demam. Kompres penurun panas yang disarankan adalah kompres dengan suhu dingin (tanpa es batu).

Caranya juga cukup mudah dilakukan. Cukup basahi handuk yang berukuran kecil atau sedang dengan air, peras handuk hingga tidak ada air yang menetes. Lalu, letakkan handuk tersebut di dalam kulkas hingga cukup dingin. Keluarkan handuk dari kulkas jika sudah cukup dingin. Setelah itu Anda bisa meletakkannya di dahi, pipi, atau leher.

Selain membantu menurunkan suhu tubuh, kompres dingin juga dapat meredakan sakit kepala, nyeri, hingga pembengkakan pada tubuh Anda.

Cara lain menurunkan panas

Selain dengan menggunakan kompres penurun panas, Anda juga bisa melakukan beberapa hal lain untuk menurunkan panas, seperti:

1. Rutin minum air

Demam dapat menyebabkan menurunnya cairan dalam tubuh Anda. Oleh karena itu, pastikan Anda terhidrasi dengan baik dengan minum cukup air. Tahukah Anda tiap kenaikan suhu demam 1 derajat, Anda akan kehilangan 10 persen cairan tubuh sehingga cairan tubuh yang hilang perlu diganti.

2. Istirahat yang cukup

Demam adalah tanda tubuh Anda sedang melawan infeksi. Hal ini akan sangat menguras energi. Jadi, pastikan Anda istirahat dengan cukup.

3. Mandi air hangat

Anda juga disarankan untuk mandi dengan menggunakan air hangat atau suam-suam kuku. Pasalnya, mandi dengan menggunakan air dingin justru akan membuat Anda mengigil.

4. Jangan gunakan pakaian berlapis

Meski demam terkadang dapat membuat Anda merasa kedinginan, Anda disarankan untuk tidak menggunakan baju yang berlapis-lapis karena dapat membuat panas di dalam tubuh Anda terperangkap dan suhu tubuh Anda bisa meningkat.

Selain itu, Anda juga bisa minum obat penurun panas, seperti acetaminophen atau ibuprofen. Khusus untuk anak-anak dan remaja, tidak disarankan untuk minum obat yang mengandung aspirin untuk menurunkan panas.

Segera ke dokter jika gejala ini muncul

Apabila kondisi demam yang dialami semakin tinggi dan memburuk, kondisi ini tidak boleh dibiarkan begitu saja karena dapat memicu komplikasi yang serius, baik pada orang dewasa maupun anak-anak. Oleh karena itu, segeralah periksakan diri ke dokter jika demam disertai dengan gejala lain atau semakin tinggi.

Berikut ini adalah beberapa kondisi demam yang perlu penanganan dokter berdasarkan usia.

1. Orang dewasa

Orang dewasa umumnya belum memerlukan obat jika demam yang dialami masih berada di angka 38 derajat Celcius. Jika demam sudah mencapai angka 39 derajat Celcius atau lebih dan upaya mengatasi demam tidak berhasil, maka periksakan diri Anda ke dokter.

Sementara, orang dewasa yang berusia sekitar 60 tahun ke atas perlu perhatian khusus jika demam disertai dengan linglung atau sesak napas.

2. Bayi

Demam pada bayi hingga usia 3 bulan yang mencapai 38 derajat Celcius perlu mendapatkan penanganan segera, sekalipun tidak ada gejala lain.

Bayi usia 3-6 bulan masih belum membutuhkan penanganan dokter jika suhu tubuhnya 38,9 derajat celcius. Tapi jika demam disertai dengan gejala lain, segera periksakan mereka ke dokter.

Sedangkan, anak usia 6 bulan hingga setahun boleh menggunakan obat yang dijual di pasaran jika demamnya mencapai 38,9 derajat celcius. Namun, pastikan bahwa Anda sudah mengonsultasikan penggunaan obat tersebut ke dokter

3. Anak-anak dan remaja

Anak usia 2 hingga 17 tahun umumnya tidak memerlukan obat penurun panas. Jika anak Anda merasa tidak nyaman, atau jika demam terjadi lebih dari tiga hari, Anda harus memeriksakan mereka ke dokter.

Kompres penurun panas dan beberapa cara menurunkan panas di atas bisa membantu Anda menurunkan demam. Jika demam terus berlanjut hingga dua atau tiga hari, segera periksakan mereka ke dokter guna mendapatkan penanganan yang tepat.

Healthline
https://www.healthline.com/health/how-to-tell-if-you-have-a-fever
Diaskes 13 April 2020

Medical News Today
https://www.medicalnewstoday.com/articles/321950#uses-for-headaches-and-fevers
Diakses 13 April 2020

Webmd
https://www.webmd.com/first-aid/fevers-causes-symptoms-treatments#2-5
Diakses 14 April 2020

Artikel Terkait