Kompres Bayi Saat Demam, Bagaimana Cara yang Tepat?


Kompres bayi untuk demam seringkali salah. Sebenarnya, mengompres bayi yang demam tidak boleh pakai air dingin.

(0)
Kompres bayi untuk demam sebaiknya menggunakan air hangatKompres bayi untuk demam tidak boleh menggunakan air dingin
Kompres bayi adalah cara penanganan paling pertama yang dilakukan orang tua saat bayi mengalami demam.Tak jarang, bayi yang demam ditempelkan handuk dingin pada keningnya. Suhu handuk yang dingin dipercaya dapat menurunkan suhu panas anak akibat demam.Namun, cara kompres untuk bayi yang sedang panas sebetulnya tidak disarankan seperti ini.

Kompres bayi dengan air dingin justru bikin demam makin naik

Kompres dengan air dingin justru sebabkan suhu tubuh bayi meningkat
Kompres dengan air dingin justru sebabkan suhu tubuh bayi meningkat
Perlu diketahui dulu bahwa demam sebetulnya merupakan reaksi alami dari sistem imun tubuh untuk melawan peradangan yang disebabkan oleh hal-hal penyebab penyakit, seperti infeksi.Begitu peradangan terjadi dalam tubuh, sistem imun akan meningkatkan suhu inti tubuh.Nasehat nenek moyang selama ini menganggap bahwa kompres bayi dengan air dingin saat demam adalah solusi paling jitu. Namun, jangan gunakan air dingin.Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) menyatakan, cara mengompres bayi dengan kompres dingin akan membuat badan menggigil.Kompres dingin pun juga membuat pembuluh darah mengecil (vasokonstriksi) sehingga sirkulasi darah jadi kurang lancar.Alih-alih menurunkan panas, sistem imun justru menganggap suhu dingin ini sebagai ancaman seperti halnya infeksi sehingga malah akan semakin meningkatkan suhu tubuh.Riset dari Journal of School of Nursing juga memaparkan, pemberian kompres dingin dengan es justru mampu meningkatkan suhu tubuh hingga lebih dari 38,3 derajat celcius dalam jangka waktu 45 menit setelah pemberian.Lantas, bagaimana seharusnya kompres bayi yang tepat?

Cara mengompres bayi yang sedang panas

Menurut kacamata medis, cara menurunkan panas dengan kompres dingin kurang tepat. Nah jika si Kecil demam, beginilah cara mengompres bayi yang sedang panas. 

1. Gunakan kompres air hangat

Gunakan handuk hangat untuk mengompres bayi demam
Gunakan handuk hangat untuk mengompres bayi demam
Cara mengompres bayi yang benar ketika demam adalah dengan menggunakan air suam kuku.Menurut penelitian yang diterbitkan Enfermería Clínica, pemberian kompres hangat terbukti lebih efektif untuk menurunkan suhu akibat demam.Studi ini menjelaskan, pemberian kompres bayi dengan air hangat mampu membuat pembuluh darah dan pori-pori kulit melebar (vasodilatasi).Kompres hangat juga mampu mendinginkan suhu tubuh dengan membiarkan si Kecil berkeringat. Alternatifnya, Anda bisa memandikan atau menyeka Si Kecil dengan air hangat.

2. Taruh kompres di lipatan tubuh

Alih-alih di dahi, letakkan kompres bayi di ketiak dan lipatan selangkangan
Alih-alih di dahi, letakkan kompres bayi di ketiak dan lipatan selangkangan
IDAI menyarankan kompres sebaiknya jangan diletakkan di dahi, Kompres air hangat akan lebih efektif bila ditaruh di ketiak dan lipatan selangkangan.Lakukan cara mengompres bayi dengan memberikan kompres hangat ini selama 10 hingga 15 menit. 

Cara merawat bayi demam

Penanganan demam adalah salah satu cara merawat bayi baru lahir yang harus sipahami setiap orang tua.Ada pilihan serta kiat-kiat lain yang bisa Anda lakukan selain dengan menggunakan kompres bayi.Inilah cara yang bisa Anda ikuti:

1. Berikan obat penurun demam

Selain kompres air hangat, berikan obat penurun panas saat bayi demam
Selain kompres air hangat, berikan obat penurun panas saat bayi demam
Selain dengan kompres bayi, Anda juga bisa memberikan obat penurun panas seperti paracetamol atau ibuprofen.Obat ini bekerja cukup cepat dan meringankan demam selama empat hingga delapan jam.Namun, obat paracetamol hanya bisa digunakan pada bayi berusia 2 bulan ke atas sementara ibuprofen baru boleh diberikan mulai 6 bulan ke atas. Selalu konsultasikan dengan dokter terlebih dahulu sebelum memberikan obat demam pada bayi usia 3 bulan dan kurang dari itu.Jangan pernah berikan aspirin pada bayi. Obat ini baru bisa diberikan pada orang dewasa berusia 18 tahun ke atas.

2. Berikan bayi banyak minum

Tetap beri asupan ASI agar bayi tetap terhidrasi saat demam
Tetap beri asupan ASI agar bayi tetap terhidrasi saat demam
Menjaga bayi agar tetap terhidrasi terbukti bisa atasi bayi demam. Tubuh yang panas saat demam dapat memicu dehidrasi dengan cepat.Konsumsi minuman yang dingin mampu kurangi risiko dehidrasi.Bahkan, penelitian dari jurnal Children memaparkan, konsumsi air yang cukup juga mampu menurunkan suhu tubuh.Namun, jangan berikan air putih jika bayi masih berusia kurang dari 6 bulan. Anda dapat meningkatkan asupan cairan bayi dengan terus memberikannya ASI atau susu formula seperti biasa 

3. Tenangkan bayi

Tetap tenangkan bayi agar bisa beristirahat dengan tenang saat demam
Tetap tenangkan bayi agar bisa beristirahat dengan tenang saat demam
Agar bayi Anda lebih cepat sembuh, ia perlu banyak istirahat yang berkualitas. Jadi, bantu ia agar rileks dan tertidur.Anda bisa bacakan cerita selalu tenangkan Si Kecil apabila terlihat rewel saat demam.Selain itu, menurut penelitian lain dari National Center for Biotechnology Information, cara lain yang bisa Anda berikan saat bayi demam adalah:
  • Berikan pakaian, seprai, dan selimut dengan bahan tipis sehingga ada efek dingin
  • Buka jendela agar udara tetap segar
  • Kipasi Si Kecil, tetapi jangan sampai terlalu kedinginan.

Catatan dari SehatQ

Kompres bayi lebih dianjurkan dengan suhu hangat atau suam kuku, alih-alih dengan suhu dingin.Sebab, kompres dingin justru membuat badan menggigil dan akhirnya suhu tubuh semakin naik. Cara mengompres bayi pun sebaiknya diletakkan di selangkangan dan ketiak agar mempercepat penguapan panas.Ingat selalu untuk dahulukan konsultasi dengan dokter anak jika Anda ingin memberikan obat demam untuk bayi.Nantinya, dokter akan memberikan jenis dan dosis obat yang tepat sesuai penyebab demamnya.Jika Anda ingin mengetahui lebih lanjut mengenai penyebab dan cara mengatasi demam pada bayi, Anda bisa konsultasikan gratis melalui chat dokter di aplikasi kesehatan keluarga SehatQ.Download aplikasinya sekarang di Google Play dan Apple Store.
bayi & menyusuipenyakit anakibu dan anakkesehatan anakbayidemamanak sakitmerawat bayi
Medical News Today. https://www.medicalnewstoday.com/articles/168266 Diakses pada 10 Maret 2021National Center for Biotechnology Information. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK562334/ Diakses pada 10 Maret 2021Enfermería Clínica. https://www.elsevier.es/es-revista-enfermeria-clinica-35-articulo-effect-tepid-sponge-on-changes-S1130862119300294 Diakses pada 10 Maret 2021Ikatan Dokter Anak Indonesia. https://www.idai.or.id/artikel/klinik/keluhan-anak/penanganan-demam-pada-anak Diakses pada 10 Maret 2021Journal of School of Nursing. https://www.scielo.br/pdf/reeusp/v50n5/0080-6234-reeusp-50-05-0824.pdf Diakses pada 10 Maret 2021Verywell Health. https://www.verywellhealth.com/safe-ways-to-treat-a-fever-4023633 Diakses pada 10 Maret 2021Children. https://www.mdpi.com/2227-9067/4/9/81/htm Diakses pada 10 Maret 2021Baby Centre. https://www.babycentre.co.uk/a84/fever Diakses pada 10 Maret 2021National Center for Biotechnology Information. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK279453/ Diakses pada 10 Maret 2021
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait