10 Komplikasi Kehamilan yang Perlu Diwaspadai Ibu Hamil, Salah Satunya Anemia


Tidak semua kehamilan berjalan dengan lancar karena ada risiko komplikasi kehamilan yang mengintai. Komplikasi tersebut bisa mengancam keselamatan ibu dan janin sehingga harus diwaspadai. Jenis komplikasi kehamilan beragam, mulai dari masalah pada tekanan darah hingga diabetes.

(0)
13 Aug 2019|Dina Rahmawati
Ditinjau olehdr. Karlina Lestari
Anemia merupakan salah satu komplikasi kehamilan yang membuat ibu hamil pusingAnemia merupakan salah satu komplikasi kehamilan yang bisa membuat ibu hamil pusing
Sebagian kecil kehamilan memiliki kemungkinan mengalami komplikasi atau masalah kesehatan yang serius. Komplikasi kehamilan tersebut bisa terjadi kapan saja, bahkan terkadang tidak disadari gejalanya.Kondisi ini bisa berdampak buruk bagi kesehatan ibu dan janin, serta dapat pula mengancam keselamatan jiwa keduanya. Ada beberapa jenis komplikasi kehamilan yang harus Anda waspadai, salah satunya adalah eklampsia.

Komplikasi kehamilan yang harus diwaspadai

Komplikasi kehamilan terjadi akibat kondisi yang mendasari ibu sebelum hamil, ataupun kondisi yang berkembang pada saat kehamilan. Berikut beberapa komplikasi kehamilan yang wajib ibu hamil ketahui:
  • Anemia

Anemia menjadi salah satu komplikasi yang sering terjadi pada ibu hamil. Anemia terjadi ketika jumlah sel darah merah yang sehat lebih rendah daripada batas normalnya.Anemia pada ibu hamil umumnya disebabkan oleh kekurangan zat besi atau folat. Akan tetapi, yang paling sering terjadi yaitu anemia defisiensi besi. Faktor penyebab lainnya dari kondisi ini, yaitu genetik, perubahan hormon, penyakit ginjal, gangguan sistem tubuh, dan lainnya.Kondisi ini memiliki gejala, seperti kelelahan, pusing, pucat, sesak napas, atau bahkan pingsan. Komplikasi anemia pada ibu hamil bisa menyebabkan kelahiran prematur atau berat badan lahir yang rendah pada bayi. Dalam mengobati anemia, Anda harus mengonsumsi makanan tinggi zat besi dan folat atau suplemen zat besi dan asam folat guna membantu memulihkan jumlah sel darah merah yang sehat. 
  • Keguguran

Keguguran adalah gugurnya kandungan dalam 20 minggu pertama kehamilan. Perlu Anda ketahui bahwa 10-20% kehamilan berakhir dengan keguguran, dan lebih dari 80% keguguran terjadi sebelum usia kehamilan mencapai 12 minggu. Keguguran paling umum disebabkan oleh kelainan kromosom pada sel telur yang dibuahi. Gejala keguguran yang dapat terjadi, yaitu nyeri perut bagian bawah, pendarah vagina yang tidak normal, kram, dan hilangnya gejala kehamilan seperti mual di pagi hari. Dalam banyak kasus, keguguran tidak dapat dicegah. Oleh sebab itu, jika Anda merasakan gejala tersebut, segera hubungi dokter.
  • Diabetes gestasional

Diabetes gestasional adalah diabetes yang terjadi ketika kadar gula darah terlalu tinggi saat hamil. Kondisi ini bisa menimbulkan gejala, seperti sangat haus, lapar, atau kelelahan. Diabetes gestasional terjadi akibat tubuh yang tidak merespons hormon insulin dengan benar.Diabetes gestasional bisa dikendalikan dengan mengikuti aturan makan sehat dari dokter agar gula darah bisa terkontrol. Tak hanya itu, sebagian wanita juga mungkin membutuhkan insulin untuk mengendalikan gula darahnya.Perlu Anda ketahui diabetes gestasional yang tidak terkontrol bisa menyebabkan preeklampsia, kelahiran prematur, bayi berukuran besar sehingga sulit saat dilahirkan. Bahkan diabetes jenis ini juga bisa menyebabkan bayi lahir dengan berbagai masalah kesehatan, seperti sesak napas atau penyakit kuning.
Diabetes gestasional adalah kondisi kadar gula tinggi selama kehamilan
  • Hiperemesis gravidarum

Hiperemesis gravidarum adalah mual dan muntah parah yang terjadi secara berulang selama kehamilan, dan lebih parah dari morning sickness. Penyebabnya dikaitkan dengan perubahan hormon yang terjadi selama kehamilan.Gejala hiperemesis gravidarum, yaitu mual tak kunjung hilang, muntah beberapa kali dalam sehari, turun berat badan, nafsu makan berkurang, serta dehidrasi atau pingsan.Makanan kering atau banyak minum air putih dipercaya dapat membantu mengatasinya. Namun, terkadang obat-obatan turut diresepkan untuk mengatasi mual. Selain itu, perawatan di rumah sakit dengan infus juga bisa dilakukan agar ibu hamil mendapat cairan dan nutrisi tambahan.
  • Kehamilan ektopik

Kehamilan ektopik atau hamil di luar kandungan terjadi ketika sel telur yang dibuahi tertanam di luar rahim, biasanya pada tuba falopi (saluran yang menghubungkan ovarium dengan rahim). Keterbatasan ruang dan kurangnya jaringan pemeliharaan menyebabkan janin tidak dapat berkembang dengan baik sehingga tidak mampu bertahan hidup.Kehamilan ektopik umumnya disebabkan oleh endometriosis, yaitu suatu kondisi di mana jaringan yang membentuk lapisan dalam dinding rahim malah tumbuh di luar rahim. Komplikasi ini dapat menyebabkan nyeri parah, pendarahan, dan kerusakan pada sistem reproduksi wanita.Mengakhiri kehamilan menjadi satu-satunya cara yang dapat dilakukan untuk mengatasi kondisi ini sehingga tindakan pembedahan oleh dokter mungkin diperlukan.
  • Solusio plasenta

Solusio plasenta adalah suatu kondisi di mana sebagian atau seluruh plasenta lepas dari rahim sebelum bayi lahir. Kondisi tersebut menyebabkan janin tidak mendapat oksigen dan nutrisi. Adapun gejala dari solusio plasenta, antara lain pendarahan vagina, sakit perut, dan kontraksi.Penyebab kondisi ini tidak diketahui secara pasti, namun trauma fisik atau tekanan darah tinggi dianggap mampu merusak koneksi plasenta dan rahim. Apabil plasenta hanya terlepas sedikit, Anda hanya memerlukan pemeriksaan ke dokter dan istirahat total untuk menghentikan pendarahan. Akan tetapi, jika lebih dari setengah plasenta terlepas maka persalinan dini diperlukan.
  • Plasenta previa

Plasenta previa adalah suatu kondisi yang terjadi ketika plasenta menutupi sebagian atau seluruh jalan lahir karena berada di bagian bawah rahim. Penyebab pasti plasenta previa tidak diketahui secara pasti, namun beberapa faktor risiko, seperti rahim yang abnormal dan kehamilan kembar, mampu meningkatkan kemungkinan Anda mengalami masalah ini.Plasenta previa bisa menyebabkan Anda mengalami pendarahan di vagina. Namun, sebagian wanita tidak mengalami gejala apapun. Jika tidak ada pendarahan atau hanya ringan, maka dibutuhkan istirahat total. Akan tetapi, jika pendarahan berat dan bayi harus dilahirkan maka operasi sesar diperlukan.
  • Preeklampsia

Preeklampsia atau keracunan kehamilan adalah kondisi serius yang ditandai dengan tekanan darah tinggi, atau adanya protein dalam urine biasanya setelah 20 minggu kehamilan. Komplikasi ini dapat menimbulkan gejala, seperti sakit kepala parah, gangguan penglihatan, mual, muntah, pusing, sakit perut bagian atas, bengkak di wajah dan tangan.Preeklampsia bisa memengaruhi kesehatan ibu dan bayi, seperti pertumbuhan lambat, berat badan lahir rendah, kelahiran prematur, hipoksia janin, solusio plasenta, sindrom HELLP, dan kejang. Untuk mengatasi masalah ini, dokter akan menyarankan persalinan jika usia kandungan ibu sudah cukup untuk dilahirkan.Akan tetapi, jika usia kandungan belum cukup, maka dokter akan menyarankan Anda untuk menunggu dan memantau kondisi Anda maupun janin. Obat antihipertensi dan obat antikejang mungkin akan diresepkan untuk membantu mengatasi keracunan kehamilan ini.
  • Eklampsia

Eklampsia terjadi saat preeklampsia berkembang dan menyerang otak. Komplikasi ini bisa menyebabkan ibu hamil mengalami kejang, kehilangan kesadaran, dan gelisah berat. Eklampsia merupakan masalah yang sangat serius karena dapat mengancam jiwa.Melahirkan menjadi satu-satunya cara untuk mengobati eklampsia. Jika tidak segera diobati, kondisi ini dapat berakibat fatal bagi ibu dan janin. Akan tetapi, preeklampsia sangat jarang berkembang menjadi eklampsia.
Preeklampsia yang tidak diobati berakibat fatal bagi ibu dan janin
  • Persalinan prematur

Persalinan prematur adalah suatu kondisi di mana ibu melahirkan bayi sebelum 37 minggu kehamilan. Sebelumnya, ibu akan mengalami kontraksi teratur yang menyebabkan leher rahim mulai melebar dan menipis.Sejumlah risiko bisa meningkatkan risiko Anda mengalami persalinan prematur, seperti perawatan prenatal yang tidak memadai, infeksi saluran kemih, pernah aborsi, memiliki fibroid rahim, dan lainnya.Obat untuk menghentikan kontraksi mungkin diperlukan jika usia kandungan terlalu dini untuk persalinan. Persalinan prematur bisa menyebabkan masalah kesehatan atau bahkan fatal bagi bayi apabila dilahirkan terlalu dini. Oleh sebab itu, ketika dilahirkan maka bayi prematur pun memerlukan perawatan khusus agar dapat tumbuh dengan baik.Anda dapat mendeteksi komplikasi kehamilan sedini mungkin dengan melakukan perawatan prenatal secara teratur. Jika kondisi ini diketahui lebih awal, maka Anda bisa segera mendapat penanganan dengan tepat.
anemiapreeklampsiahiperemesis gravidarumdiabetes gestasionaleklampsiaplasenta previasolusio plasenta
Healthline. https://www.healthline.com/health/pregnancy/complications-treatments#premature-labor.
Diakses pada 12 Agustus 2019
Baby Center. https://www.babycenter.com/0_7-pregnancy-complications-to-watch-out-for_10316818.bc#articlesection7
Diakses pada 12 Agustus 2019
Womens Health. https://www.womenshealth.gov/pregnancy/youre-pregnant-now-what/pregnancy-complications
Diakses pada 12 Agustus 2019
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait