7 Komplikasi IUGR Ini Dapat Mengancam Bayi Baru Lahir

08 Agt 2019 | Oleh
Ditinjau oleh dr. Karlina Lestari
IUGR atau pertumbuhan janin terhambat bisa mengakibatkan komplikasi pada bayi baru lahir
IUGR menyebabkan bayi baru lahir memiliki ukuran dan berat yang lebih kecil

Semua ibu hamil pasti menginginkan janinnya sehat dan tumbuh dengan baik. Akan tetapi, jika janin tidak berkembang sesuai yang diharapkan tentunya akan berdampak buruk pada kesehatan bayi. Kondisi ini disebut dengan pertumbuhan janin terhambat atau Intrauterine Growth Restriction (IUGR).

IUGR menyebabkan janin memiliki ukuran dan berat yang kecil sehingga tidak sesuai dengan usia kehamilan, yaitu berat janin di bawah 10% dari berat janin normal sesuai usia kehamilannya. Beragam komplikasi pun dapat terjadi setelah bayi dilahirkan. Lantas, apa saja komplikasi IUGR pada bayi baru lahir?

Komplikasi IUGR pada bayi baru lahir

IUGR dapat terjadi sangat parah hingga menimbulkan komplikasi. Namun, pada kasus-kasus yang ringan kondisi ini tidak menyebabkan masalah jangka panjang.

Bahkan pada usia 2 tahun, bayi dengan IUGR mampu mengejar tinggi dan berat badan bayi yang normal. Komplikasi-komplikasi IUGR pada bayi baru lahir, di antaranya:

  • Kelahiran prematur dan berat badan lahir rendah

Bayi yang mengalami IUGR terkadang perlu dilahirkan lebih cepat jika dianggap membahayakan dirinya ataupun ibu, sehingga kelahiran prematur tidak dapat dielakkan. Selain itu, bayi juga memiliki kemungkinan dilahirkan dengan berat badan yang rendah. Ukuran dan berat janin yang kecil dalam kandungan, otomatis membuat bayi juga berukuran kecil ketika dilahirkan. Bayi dengan IUGR biasanya jauh lebih kecil dibanding bayi pada umumnya.

  • Rentan terhadap infeksi

Meski bisa memiliki fisik yang sempurna, namun bayi dengan IUGR cenderung lebih lemah. Mereka rentan mengalami infeksi karena perkembangan sistem kekebalan tubuhnya tidak terbentuk dengan sempurna. Oleh sebab itu, hal ini dapat menyebabkan bayi yang baru lahir dengan IUGR mudah sakit, bahkan bisa berujung pada kematian.

  • Hipoglikemia

Hipoglikemia adalah kadar glukosa atau gula darah yang rendah dalam tubuh. Kondisi ini dapat menjadi komplikasi IUGR pada bayi baru lahir. Bayi IUGR yang memiliki berat badan rendah cenderung mengalami hipoglikemia karena tubuhnya tidak mampu menghasilkan cukup glukosa. Jika tidak segera diatasi, kondisi ini berpeluang menyebabkan gangguan pada otak karena sebagian besar glukosa digunakan oleh otak.

  • Skor Apgar rendah

Apgar merupakan tes yang dilakukan sesaat setelah bayi lahir untuk mengevaluasi kondisi fisik bayi, serta menentukan perlu atau tidaknya perawatan medis khusus. Semakin tinggi skor Apgar, maka semakin baik. Namun, bayi yang baru lahir dengan IUGR kemungkinan memiliki skor Apgar yang rendah karena pertumbuhannya tidak berjalan dengan baik.

  • Sulit menjaga suhu tubuh normal

Rendahnya cadangan lemak pada bayi baru lahir dengan IUGR membuatnya sulit menjaga suhu tubuh normal sehingga rentan mengalami hipotermia atau kedinginan. Hal ini juga disebabkan karena kulit mereka cenderung lebih tipis. Oleh sebab itu, bayi yang baru lahir dengan IUGR harus diletakkan dalam inkubator.

  • Jumlah sel darah merah sangat tinggi

Bayi baru lahir dengan IUGR kemungkinan memiliki jumlah sel darah merah yang sangat tinggi. Hal ini disebabkan oleh pertumbuhan bayi yang buruk ketika berada di dalam kandungan. Banyaknya sel darah merah bisa membuat darah menjadi terlalu kental sehingga sulit untuk mengedarkan oksigen ataupun nutrisi ke seluruh tubuh. Jika dibiarkan, kondisi ini dapat berakibat fatal bagi bayi.

  • Hipoksia

Hipoksia adalah kondisi di mana tubuh kurang mendapat pasokan oksigen. Kondisi ini merupakan salah satu komplikasi IUGR pada bayi baru lahir. Bayi IUGR dengan berat badan rendah atau mengalami aspirasi mekonium, di mana tinja pertama bayi terhirup sehingga menghalangi jalan pernapasan, bisa mengakibatkan bayi terkena hipoksia. Bantuan alat atau terapi pernapasan untuk bayi sangat diperlukan agar mereka bisa mendapat oksigen dengan baik.

Mencegah IUGR atau pertumbuhan janin terhambat

Komplikasi IUGR pada bayi baru lahir tentu sangat mengerikan. Anda pasti tidak ingin itu terjadi pada bayi Anda bukan? Oleh sebab itu, perlu dilakukan pencegahan agar bayi terhindar dari komplikasi IUGR.

Cara terbaik untuk mencegah IUGR adalah dengan melakukan pemeriksaan prenatal secara rutin. Hal ini dapat membantu Anda mendeteksi IUGR sedini mungkin dan mencegah terjadinya komplikasi. Lalu, konsumsi berbagai makanan sehat untuk membantu menjaga gizi bayi yang ada dalam kandungan Anda.

Istirahat cukup juga sangat diperlukan agar Anda merasa lebih segar, dan membantu bayi untuk tumbuh dengan baik. Selain itu, biasakan gaya hidup sehat dengan melakukan olahraga ringan, seperti berjalan kaki santai atau prenatal yoga, serta hindari merokok maupun minum beralkohol. Menjaga kesehatan Anda dan bayi harus dilakukan untuk mencegah terjadinya IUGR.

Referensi

WebMD. https://www.webmd.com/baby/potential-complication-iugr#1
Diakses pada 07 Agustus 2019

WebMD. https://www.webmd.com/baby/iugr-intrauterine-growth-restriction#1
Diakses pada 07 Agustus 2019

Kids Health. https://kidshealth.org/en/parents/iugr.html
Diakses pada 07 Agustus 2019

What to expect. https://www.whattoexpect.com/pregnancy/pregnancy-health/complications/intrauterine-growth-restriction.aspx
Diakses pada 07 Agustus 2019

NCBI. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC4946587/
Diakses pada 07 Agustus 2019

Medline plus. https://medlineplus.gov/ency/article/007306.htm
Diakses pada 07 Agustus 2019

Yang juga penting untuk Anda
Baca Juga
Diskusi Terkait:
Lihat pertanyaan lainnya
Back to Top