IUGR adalah Komplikasi Berbahaya pada Bayi Baru Lahir


IUGR adalah kondisi ketika pertumbuhan janin di dalam kandungan terhambat dan ditandai dengan ukuran atau berat badan lahir bayi yang rendah.

0,0
08 Aug 2019|Dina Rahmawati
Ditinjau olehdr. Karlina Lestari
IUGR adalah komplikasi kehamilan yang memuat bayi baru lahir tidak berkembang dengan optimalIUGR adalah komplikasi kehamilan yang menyebabkan bayi baru lahir memiliki ukuran dan berat yang lebih kecil
IUGR adalah kondisi ketika pertumbuhan janin di dalam kandungan terhambat dan ditandai dengan ukuran atau berat badan lahir bayi yang rendah. IUGR adalah singkatan dari  Intrauterine Growth Restriction atau Intrauterine Growth Retardation.Semua ibu hamil pasti menginginkan janinnya sehat dan tumbuh dengan baik. Akan tetapi, jika janin tidak berkembang sesuai yang diharapkan tentunya akan berdampak buruk pada kesehatan bayi. IUGR adalah komplikasi kehamilan yang menyebabkan janin memiliki ukuran dan berat yang kecil sehingga tidak sesuai dengan usia kehamilan. Dalam hal ini, berat janin berada di bawah 10% dari berat janin normal sesuai usia kehamilannya. Beragam komplikasi pun dapat terjadi setelah bayi dilahirkan. Lantas, apa saja komplikasi IUGR pada bayi baru lahir?

IUGR adalah komplikasi yang disebabkan oleh berbagai faktor

Kelainan genetik merupakan faktor penyebab IUGR
Kelainan genetik merupakan faktor penyebab IUGR
Terdapat berbagai faktor yang dapat memicu janin tidak berkembang di dalam kandungan. Namun, umumnya, penyebab janin tidak berkembang akibat IUGR adalah gangguan pada plasenta.Plasenta yang tidak berfungsi dengan baik dapat menghambat pasokan oksigen dan nutrisi ke janin, yang mengakibatkan terjadinya janin gagal berkembang.Selain masalah pada plasenta, beberapa kondisi lain yang bisa memicu bayi mengalami IUGR adalah:
  • Kelainan genetik, seperti sindrom Down.
  • Gangguan pembentukan organ janin atau kelainan kongenital.
  • Infeksi selama hamil, seperti rubella, cytomegalovirus, toksoplasmosis, tuberkulosis, dan sifilis.
  • Berat badan ibu rendah, misalnya akibat kekurangan gizi selama hamil.
  • Ibu hamil memiliki gangguan pada organ tertentu, seperti jantung, ginjal, dan paru-paru.
  • Komplikasi kehamilan, seperti preeklampsia.
  • Riwayat penyakit pada ibu, seperti anemia, penyakit autoimun, asma, dan sindrom antifosfolipid.
  • Kehamilan kembar, khususnya pada janin yang mengalami Twin to Twin Transfusion Syndrome (TTTS).
  • Jumlah air ketuban sedikit atau oligohidramnion.
Selain beberapa kondisi medis di atas, kandungan tidak berkembang apabila saat hamil ibu sering mengalami kelelahan, mengalami stres berat, atau gaya hidup yang kurang sehat selama masa kehamilan. Kebiasaan seperti merokok, konsumsi minuman beralkohol, dan menggunakan narkoba adalah kebiasaan yang harus dihindari agar masa kehamilan dan kesehatan ibu tetap terjaga dengan baik.

Jenis IUGR

Salah satu atau seluruh bagian tubuh yang ukurannya kecil dibandingkan usia kehamilannya adalah ciri IUGR
Menurut jurnal yang diterbitkan Clinical Medicine Insights: Pediatrics, umumnya, jenis IUGR adalah:

1. IUGR simetris

Komplikasi kehamilan ini ditandai dengan adanya ukuran yang kecil di setiap bagian tubuh. Dalam artian, seluruh tubuhnya kecil secara proporsional, termasuk organ tubuh di dalamnya.

2. IUGR asimetris

Janin tidak berkembang dengan jenis ini ditandai dengan ukuran tubuh yang tidak proporsional. Salah satu anggota tubuhnya mengecil. Misalnya, ukuran kepalanya normal dan sesuai dengan usia kehamilannya. Akan tetapi, ukuran tubuh lainnya tidak sesuai.

Ciri-ciri bayi tidak berkembang dalam kandungan

  • Janin tidak bergerak di dalam kandungan
  • Hasil USG abnormal
  • Kadar hormon kehamilan (hCG) menurun
  • Tidak ada tanda jantung janin berdetak
  • Tinggi fundus tidak sesuai usia kehamilan.

Komplikasi IUGR pada bayi baru lahir

IUGR adalah masalah kehamilan yang dapat terjadi sangat parah hingga mengalami komplikasi. Namun, pada kasus-kasus yang ringan, kondisi ini tidak menyebabkan masalah jangka panjang.Bahkan pada usia 2 tahun, bayi dengan IUGR mampu mengejar tinggi dan berat badan bayi yang normal. Akibat janin tidak berkembang karena IUGR adalah timbulnya beragam komplikasi, di antaranya:

1. Kelahiran prematur dan berat badan lahir rendah

Bayi prematur merupakan salah satu komplikasi IUGR
Bayi prematur merupakan salah satu komplikasi IUGR
Bayi yang mengalami IUGR terkadang perlu dilahirkan lebih cepat jika dianggap membahayakan dirinya ataupun ibu, sehingga kelahiran prematur tidak dapat dielakkan.Selain itu, bayi juga memiliki kemungkinan dilahirkan dengan berat badan yang rendah. Ukuran dan berat janin yang kecil dalam kandungan, otomatis membuat bayi juga berukuran kecil ketika dilahirkan. Bayi dengan IUGR biasanya jauh lebih kecil dibanding bayi pada umumnya.

2. Rentan terhadap infeksi

Meski bisa memiliki fisik yang sempurna, namun bayi dengan IUGR cenderung lebih lemah.Mereka rentan mengalami infeksi karena perkembangan sistem kekebalan tubuhnya tidak terbentuk dengan sempurna.Oleh sebab itu, hal ini dapat menyebabkan bayi yang baru lahir dengan IUGR mudah sakit, bahkan bisa berujung pada kematian.

3. Hipoglikemia

Hipoglikemia adalah kadar glukosa atau gula darah yang rendah dalam tubuh. Kondisi ini dapat menjadi komplikasi IUGR pada bayi baru lahir.Bayi IUGR yang memiliki berat badan rendah cenderung mengalami hipoglikemia karena tubuhnya tidak mampu menghasilkan cukup glukosa. Jika tidak segera diatasi, kondisi ini berpeluang menyebabkan gangguan pada otak karena sebagian besar glukosa digunakan oleh otak.

4. Skor Apgar rendah

Skor Apgar rendah menyebabkan bayi lahir butuh perawatan medis khusus
Skor Apgar rendah menyebabkan bayi lahir butuh perawatan medis khusus
Apgar merupakan tes yang dilakukan sesaat setelah bayi lahir untuk mengevaluasi kondisi fisik bayi, serta menentukan perlu atau tidaknya perawatan medis khusus.Semakin tinggi skor Apgar, maka semakin baik. Namun, bayi yang baru lahir dengan IUGR kemungkinan memiliki skor Apgar yang rendah karena pertumbuhannya tidak berjalan dengan baik.

5. Sulit menjaga suhu tubuh normal

Rendahnya cadangan lemak pada bayi baru lahir dengan IUGR membuatnya sulit menjaga suhu tubuh normal sehingga rentan mengalami hipotermia atau kedinginan.Hal ini juga disebabkan karena kulit mereka cenderung lebih tipis. Oleh sebab itu, bayi yang baru lahir dengan IUGR harus diletakkan dalam inkubator.

6. Jumlah sel darah merah sangat tinggi

Bayi baru lahir dengan IUGR kemungkinan memiliki jumlah sel darah merah yang sangat tinggi. Hal ini disebabkan oleh pertumbuhan bayi yang buruk ketika berada di dalam kandungan.Banyaknya sel darah merah bisa membuat darah menjadi terlalu kental sehingga sulit untuk mengedarkan oksigen atau pun nutrisi ke seluruh tubuh.Jika dibiarkan, kondisi ini dapat berakibat fatal bagi bayi.

8. Hipoksia

IUGR adalah komplikasi yang juga menimbulkan hipoksia pada bayi.Hipoksia adalah kondisi ketika tubuh kurang mendapat pasokan oksigen. Kondisi ini merupakan salah satu komplikasi IUGR pada bayi baru lahir.Bayi IUGR dengan berat badan rendah atau mengalami aspirasi mekonium, di mana tinja pertama bayi terhirup sehingga menghalangi jalan pernapasan, bisa mengakibatkan bayi terkena hipoksia.Bantuan alat atau terapi pernapasan untuk bayi sangat diperlukan agar mereka bisa mendapat oksigen dengan baik.

Diagnosis IUGR

IUGR dapat diperiksa dengan melihat berat badan ibu
IUGR dapat diperiksa dengan melihat berat badan ibu
IUGR dapat dideteksi dengan mengetahui beberapa kondisi ibu hamil. Pemeriksaan yang dapat dilakukan untuk mengetahui adanya IUGR adalah:
  • Berat badan ibu hamil
  • Ukuran tinggi fundus
  • USG untuk memprediksi berat janin dan cairan ketuban
  • Pemeriksaan doppler atau aliran darah plasenta dan pembuluh darah yang ditemukan di otak janin.
Saat melakukan pemeriksaan rutin, dokter akan memantau kondisi janin di dalam rahim Anda melalui pemeriksaan USG. Apabila hasil pemeriksaan USG menunjukkan adanya tanda-tanda yang dicurigai sebagai IUGR, dokter kemungkinan akan melakukan pemeriksaan lain, seperti analisis cairan ketuban (amniocentesis).

Cara mengatasi pertumbuhan janin terhambat

Istirahat cukup saat hamil membantu cegah IUGR
Istirahat cukup saat hamil membantu cegah IUGR
Komplikasi IUGR pada bayi baru lahir tentu sangat mengerikan. Anda pasti tidak ingin itu terjadi pada bayi Anda bukan?Oleh sebab itu, perlu dilakukan pencegahan agar bayi terhindar dari komplikasi IUGR.Cara mengatasi pertumbuhan janin terhambat adalah dengan melakukan pemeriksaan prenatal secara rutin. Hal ini dapat membantu Anda mendeteksi IUGR sedini mungkin dan mencegah terjadinya komplikasi.Pastikan Anda mengonsumsi berbagai makanan sehat untuk membantu menjaga gizi bayi yang ada dalam kandungan Anda.Istirahat cukup juga sangat diperlukan agar Anda merasa lebih segar, dan membantu bayi untuk tumbuh dengan baik.Selain itu, biasakan gaya hidup sehat dengan melakukan olahraga ringan, seperti berjalan kaki santai atau prenatal yoga, serta hindari merokok maupun minum beralkohol.Menjaga kesehatan Anda dan bayi harus dilakukan untuk mencegah terjadinya IUGR.

Catatan dari SehatQ

IUGR adalah kondisi saat janin tidak berkembang. Bila bayi lahir dalam keadaan ini, maka ia akan berisiko mengalami beragam komplikasi.Untuk itu, Anda sebaiknya menerapkan pola hidup sehat untuk mencegah terjadinya kandungan tidak berkembang.Selain itu, selalu periksakan kehamilan Anda dengan pada dokter kandungan Anda.Untuk mengetahui lebih lanjut terkait IUGR atau pun komplikasi kehamilan lainnya, Anda bisa  tanyakan langsung pada dokter di aplikasi kesehatan keluarga SehatQ. Download sekarang di App Store dan Google Play.
masalah kehamilaniugrmenjaga kehamilanhamilkehamilanibu hamil
WebMD. https://www.webmd.com/baby/potential-complication-iugr#1
Diakses pada 07 Agustus 2019
WebMD. https://www.webmd.com/baby/iugr-intrauterine-growth-restriction#1
Diakses pada 07 Agustus 2019
Kids Health. https://kidshealth.org/en/parents/iugr.html
Diakses pada 07 Agustus 2019
What to expect. https://www.whattoexpect.com/pregnancy/pregnancy-health/complications/intrauterine-growth-restriction.aspx
Diakses pada 07 Agustus 2019
NCBI. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC4946587/
Diakses pada 07 Agustus 2019
Medline plus. https://medlineplus.gov/ency/article/007306.htm
Diakses pada 07 Agustus 2019
Medline Plus. https://medlineplus.gov/ency/article/001500.htm
Diakses pada 30 Oktober 2020
Clinical Medicine Insights: Pediatrics. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC4946587/
Diakses pada 8 Maret 2021
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait