Hati-hati, Inilah 6 Komplikasi Akibat Gondongan pada Anak!

Gondongan pada anak bisa menimbulkan komplikasi jika tidak segera diatasi
Pipi anak membesar salah satu tanda gondongan pada anak

Jika mengalami demam, sulit menelan, sakit dan bengkak di pipi, bisa saja itu merupakan tanda bahwa anak terkena gondongan. Gondongan atau gondok adalah infeksi virus menular yang mempengaruhi kelenjar parotis.

Kelenjar parotis merupakan penghasil air liur yang terletak di dekat telinga. Gondongan pada anak memang hal yang biasa terjadi. Hal tersebut ditandai dengan pembengkakan yang menyakitkan pada wajah bagian sisi, tepatnya di bawah telinga.

[[artikel-terkait]]

10 Tanda atau gejala gondongan pada anak

Anda dapat mengamati perubahan bentuk pipi anak yang mengalami gondongan. Salah satu pipi, atau bahkan keduanya, berubah membesar.

Penyakit ini umumnya terjadi pada anak yang tidak menerima vaksin gondongan. Berikut ini beberapa tanda atau gejala gondongan pada anak.

  • Pipi membesar akibat pembengkakan kelenjar ludah
  • Nyeri di satu atau kedua sisi wajah, akibat pembengkakan yang terjadi
  • Sulit mengunyah dan menelan karena sakit
  • Sakit kepala
  • Nyeri otot dan sendi
  • Mulut kering
  • Sakit perut ringan
  • Demam
  • Kehilangan nafsu makan
  • Kelelahan dan lesu

Tanda dan gejala biasanya berkembang kurang lebih 2-3 minggu setelah terpapar virus. Hal ini tentu akan membuat anak anda tidak nyaman. Anak tidak dapat melakukan kegiatan  seperti biasanya, bahkan tidak bersemangat untuk melakukan apapun.

Anak juga dapat menjadi lebih rewel, karena rasa sakit yang dirasakannya. Jika memiliki gejala gondongan, sebaiknya anak tidak beraktivitas di luar rumah, untuk menghindari penylaran virus kepada orang lain.

Sebab, gondongan sangatlah menular. Selain itu, sebaiknya anda memeriksakan anak ke dokter, untuk mendapatkan penanganan yang tepat.

Komplikasi penyakit gondongan pada anak

Jika tidak ditangani dengan tepat, gondongan dapat menyebabkan terjadinya komplikasi. Meski jarang terjadi, komplikasi gondongan berpotensi menjadi masalah serius. Sebab, komplikasinya bisa menyebabkan peradangan dan pembengkakan di beberapa bagian tubuh.

Berikut ini beberapa komplikasi yang mungkin terjadi.

1. Radang otak

Infeksi virus gondong dapat menyebabkan terjadinya radang otak atau ensefalitis. Radang otak ini bisa memicu gangguan saraf dan mengancam jiwa.

2. Radang testis

Pada anak laki-laki yang telah mencapai pubertas, virus gondong dapat menyebabkan penurunan ukuran testis atau atrofi testis.

3. Meningitis

Virus gondong yang menyebar melalui aliran darah untuk menginfeksi sistem saraf pusat, dapat menyebabkan meningitis virus. Kondisi ini terjadi akibat pembengkakan selaput di sekitar sumsum tulang belakang dan otak.

4. Pankreatitis

Virus gondong yang memengaruhi pankreas, dapat menyebabkan pankreatitis. Tanda atau gejala dari kondisi ini, berupa rasa sakit di perut bagian atas dan tengah, mual dan muntah.

5. Gangguan pendengaran

Gondongan dapat menyebabkan terjadinya gangguan pendengaran pada satu atau kedua telinga. Virus merusak koklea, yang merupakan salah satu struktur pada telinga bagian dalam, untuk memfasilitasi pendengaran. Meski jarang, gangguan pendengaran tersebut dapat menjadi permanen.

6. Masalah jantung

Gondongan dapat menyebabkan detak jantung abnormal, dan penyakit pada otot jantung. Akan tetapi, hal tersebut jarang terjadi.

Jika melihat adanya komplikasi pada gondongan, maka segera bawa anak anda ke dokter. Dokter akan memberi penanganan yang tepat untuk anak anda. Jika dibiarkan, gondongan bisa berakibat fatal.

Akan tetapi, infeksi gondongan biasanya bukanlah hal yang serius, meski gondong memiliki gejala yang mirip dengan infeksi lain yang lebih serius, seperti halnya tonsilitis.

Oleh sebab itu, pastikan kondisi kesehatan anak. Jika memang terkena gondongan, rawatlah anak anda dengan baik agar gondongan yang dimilikinya segera pulih.

Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/mumps/symptoms-causes/syc-20375361
Diakses pada 4 Mei 2019

NHS UK. https://www.nhs.uk/conditions/mumps/
Diakses pada 4 Mei 2019

NHS UK. https://www.nhs.uk/conditions/mumps/symptoms/
Diakses pada 4 Mei 2019

Healthline. https://www.healthline.com/health/mumps#complications
Diakses pada 4 Mei 2019

CDC. https://www.cdc.gov/mumps/about/complications.html
Diakses pada 4 Mei 2019

Artikel Terkait

Banner Telemed