logo-sehatq
logo-kementerian-kesehatan
SehatQ for Corporate
TokoObatArtikelTindakan MedisDokterRumah SakitPenyakitChat DokterPromo
Kulit & Kecantikan

Apa Saja Efek Samping Operasi Plastik yang Mungkin Terjadi?

open-summary

Risiko bahaya dan efek samping operasi plastik mungkin saja terjadi pada beberapa orang yang menjalaninya. Efek samping setelah operasi plastik yang mungkin terjadi, yakni bekas luka, infeksi, hematoma, kerusakan saraf, perdarahan, hingga pembekuan darah.


close-summary

2 Mar 2021

| Azelia Trifiana

Ditinjau oleh dr. Anandika Pawitri

Risiko efek samping operasi plastik ada beragam jenisnya

Operasi plastik bisa memiliki efek samping yang tidak menyenangkan

Table of Content

  • Berbagai efek samping operasi plastik yang mungkin terjadi
  • Tips mencegah bahaya operasi plastik 

Operasi plastik umumnya dilakukan untuk memperbaiki penampilan wajah untuk alasan kesehatan maupun kecantikan. Akan tetapi, sama seperti prosedur medis lainnya, risiko efek samping operasi plastik dan komplikasi dapat dialami oleh orang yang menjalaninya. 

Advertisement

Oleh sebab itu, sebelum melakukan operasi plastik, Anda wajib berkonsultasi dengan dokter spesialis bedah plastik terlebih dahulu. Termasuk, mengetahui risiko bahaya operasi plastik yang mungkin terjadi setelah melakukannya.

Berbagai efek samping operasi plastik yang mungkin terjadi

Memang, tidak ada satu orang pun yang menginginkan adanya bahaya operasi plastik terjadi.

Namun terkadang, beberapa risiko efek samping operasi plastik dan komplikasinya dapat terjadi pada beberapa orang. 

Berikut adalah berbagai efek samping operasi plastik yang mungkin terjadi. 

1. Hasil yang tidak sesuai keinginan

Salah satu risiko yang menjadi ketakutan terbesar setiap pasien operasi plastik adalah hasil yang tidak sesuai keinginan. 

Ya, bukannya memperoleh wajah atau area tubuh tertentu bak selebriti yang selama ini didambakan, penampilan Anda justru bisa jadi tidak memuaskan. 

2. Bekas luka 

Bekas luka berupa jaringan parut kerap muncul selama proses penyembuhan operasi, tak terkecuali operasi plastik. Meski demikian, kemunculan bekas luka tidak selalu dapat diprediksi.

Untuk mencegahnya, hindari merokok sebelum dan setelah operasi, menjaga pola makan dengan baik setelah operasi, dan mengikuti aturan pemulihan yang disarankan dokter. 

3. Kerusakan saraf atau mati rasa

Kerusakan saraf bisa menjadi efek samping operasi plastik yang mungkin terjadi selama prosedur dilakukan. Kondisi ini kerap ditandai dengan munculnya rasa kebas serta sensasi perih dan gatal di kulit. 

Jika melakukan bedah plastik pada area wajah, risiko ini bisa membuat saraf-saraf terluka sehingga membuat wajah tidak bisa berekspresi atau kondisi mata ptosis (kelopak mata atas turun). 

Kerusakan saraf mungkin dapat terjadi sementara waktu, tetapi tak menutup kemungkinan menjadi permanen. 

4. Infeksi 

Infeksi merupakan efek samping setelah operasi yang dapat terjadi. Kondisi ini dipicu oleh bakteri yang masuk saat atau setelah prosedur dilakukan, sehingga menyebabkan infeksi. 

Jika cukup parah, penanganan mungkin perlu dilakukan dengan pemberian antibiotik lewat cairan intravena.

Akan tetapi, peluang infeksi luka akibat operasi plastik tergolong kecil, yakni sekitar 1.1-2.5% dari total kasus. 

5. Hematoma

Efek samping berbagai prosedur operasi, termasuk operasi plastik, yakni hematoma. Hematoma adalah kumpulan darah di luar pembuluh darah. 

Kondisi ini lebih sering terjadi pada pasien pria ketimbang wanita sesaat setelah operasi dilakukan. Umumnya, area wajah atau tubuh yang dioperasi membengkak dan memar dengan kemunculan kantong darah di bawah kulit. 

Pada beberapa kasus, hematoma bisa menyebabkan rasa sakit, bahkan menghambat aliran darah melalui area wajah atau tubuh yang dioperasi. 

Untuk mengatasinya, dokter bedah mungkin akan mengeluarkan sebagian darah yang terkumpul menggunakan jarum suntik atau metode lain yang serupa. Terkadang, dokter bedah mungkin akan melakukan operasi tambahan. 

6. Seroma

Mirip dengan hematoma, seroma adalah kumpulan cairan tubuh di bawah permukaan kulit wajah atau tubuh yang dioperasi. Efek samping operasi plastik ini ditandai dengan adanya pembengkakan dan rasa nyeri. 

Seroma umum terjadi pada prosedur operasi bedah plastik apa saja, tetapi lebih sering terjadi setelah prosedur tummy tuck

Seroma dapat berisiko menyebabkan infeksi. Maka dari itu, ahli bedah akan mengeluarkan tumpukan cairan menggunakan jarum. Cara ini terbilang efektif walaupun tak menutup kemungkinan dapat kembali terulang.

7. Perdarahan

Sama halnya seperti prosedur operasi umumnya, perdarahan bisa menjadi efek samping operasi plastik. 

Perdarahan merupakan kondisi ketika darah keluar berlebihan, atau berlanjut setelah luka seharusnya sembuh. 

Jika perdarahan terjadi tak terkendali, tekanan darah bisa menurun drastis dan konsekuensinya sangat berbahaya.

Tidak hanya terjadi saat operasi berlangsung, kondisi ini dapat terjadi setelah prosedur dilakukan. 

8. Kerusakan organ

Pada beberapa kasus, bahaya operasi plastik bisa menyebabkan kerusakan organ. Kondisi ini dapat terjadi pada prosedur sedot lemak atau liposuction, yakni ketika peralatan bedah menyentuh organ internal sehingga menimbulkan cedera. 

Untuk mengatasinya, ahli bedah mungkin akan melakukan operasi lanjutan.  

9. Pembekuan darah

Pembekuan darah merupakan risiko efek samping operasi plastik yang kerap terjadi. 

Salah satu jenis pembekuan darah yang umum adalah trombosis vena atau deep vein thrombosis, yang terjadi pada kaki. 

Kondisi ini memerlukan penanganan medis, tetapi tidak mengancam jiwa. Akan tetapi, bila  bekuan darah pecah dan bergerak melalui pembuluh darah yang menuju jantung dan paru-paru, maka emboli paru bisa terjadi.

Bekuan darah yang pecah dan bergerak ke paru-paru merupakan kondisi darurat medis dan perlu penanganan dari dokter.

10. Nekrosis

Kematian jaringan atau nekrosis dapat disebabkan oleh operasi atau masalah yang timbul pascaoperasi. 

Pada sebagian kasus, efek samping operasi plastik ini sangat kecil atau bahkan hampir tidak ada.

Proses penyembuhan luka yang normal dapat menghilangkan jaringan mati dari area sayatan. 

11. Komplikasi obat bius

Penggunaan obat bius atau anestesi saat prosedur operasi plastik berlangsung ternyata dapat memicu terjadinya komplikasi. Beberapa komplikasi yang muncul, termasuk infeksi paru, stroke, serangan jantung, hingga kematian.

Meski sangat jarang, terbangun di tengah-tengah prosedur operasi walaupun sudah mendapatkan anestesi juga mungkin terjadi. 

Efek samping setelah operasi akibat penggunaan obat bius lainnya adalah mual, muntah, terbangun bingung dan disorientasi, serta menggigil.

12. Kematian

Kematian menjadi bahaya operasi plastik yang jarang terjadi. Bahkan, persentasenya kurang dari 1%. Sebagian kasus kematian akibat operasi plastik disebabkan oleh reaksi alergi terhadap obat anestesi. 

Tips mencegah bahaya operasi plastik 

Konsultasi dokter diperlukan untuk mencegah efek samping operasi plastik
Konsultasi dokter perlu dilakukan agar terhindari dari bahaya operasi plastik

Untuk mencegah bahaya operasi plastik yang mengintai, ada beberapa tips mencegah yang dapat dilakukan, seperti: 

  • Memilih ahli bedah berpengalaman
  • Tanyakan mengenai apa yang perlu disiapkan sebelum dan sesudah operasi plastik, termasuk risiko efek samping dan bahayanya
  • Lakukan operasi plastik pada momen yang tepat. Hindari melakukan prosedur bedah dalam kondisi stres

Baca Juga

  • Tidaklah Sama, Ini Perbedaan Stretch Mark dan Selulit yang Perlu Diketahui
  • Sederet Makanan agar Luka Cepat Kering yang Direkomendasikan
  • 7 Cara Merontokkan Bulu Ketiak yang Bisa Dicoba

Jika punya pertanyaan seputar efek samping dan bahaya operasi plastik, tanyakan langsung pada dokter di aplikasi kesehatan keluarga SehatQ. Download sekarang di App Store dan Google Play.

Advertisement

kulit dan kecantikanoperasimasalah kulitinfeksi luka pasca operasi

Referensi

Bagikan

Artikel Terkait

Diskusi Terkait di Forum

Advertisement

logo-sehatq

Langganan Newsletter

Jadi orang yang pertama tahu info & promosi kesehatan terbaru dari SehatQ. Gratis.

Metode Pembayaran

Bank BCABank MandiriBank BNIBank Permata
Credit Card VisaCredit Card Master CardCredit Card American ExpressCredit Card JCBGopay

Fitur

  • Toko
  • Produk Toko
  • Kategori Toko
  • Toko Merchant
  • Booking
  • Promo
  • Artikel
  • Chat Dokter
  • Penyakit
  • Forum
  • Review
  • Tes Kesehatan

Perusahaan

Follow us on

  • FacebookFacebook
  • TwitterTwitter
  • InstagramInstagram
  • YoutubeYoutube
  • LinkedinLinkedin

Download SehatQ App

Temukan di APP StoreTemukan di Play Store

Butuh Bantuan?

Jam operasional: 07.00 - 20.00

Hubungi Kami+6221-27899827

© SehatQ, 2022. All Rights Reserved