9 Komplikasi dan Efek Negatif Operasi Plastik yang Umum Terjadi


Ada berbagai pertimbangan seseorang melakukan operasi plastik. Umumnya, komplikasi prosedur operasi ini jarang terjadi. Meski demikian, efek negatif operasi plastik bisa jadi lebih besar pada perokok, orang berusia lanjut, dan juga obesitas.

(0)
15 Mar 2021|Azelia Trifiana
Operasi plastik bisa memiliki efek samping yang tidak menyenangkanOperasi plastik bisa memiliki efek samping yang tidak menyenangkan
Ada berbagai pertimbangan seseorang melakukan operasi plastik. Umumnya, komplikasi prosedur operasi ini jarang terjadi. Meski demikian, efek negatif operasi plastik bisa jadi lebih besar pada perokok, orang berusia lanjut, dan juga obesitas.Oleh sebab itu, orang yang akan melakukan operasi ini harus berdiskusi matang dengan dokter. Tak hanya itu, lakukan riset lengkap dengan berbagai pertimbangan. Apabila masih ada yang mengganjal, tanyakan kepada ahlinya sebelum sepakat.

Efek negatif operasi plastik

Tentu tidak ada satu orang pun yang menginginkan adanya efek samping dari bedah plastik. Namun, terkadang beberapa efek negatif hingga komplikasi operasi plastik terjadi, contohnya seperti:

1. Kerusakan saraf

Ada risiko terjadinya kerusakan saraf dalam berbagai jenis prosedur operasi. Contoh yang paling umum adalah rasa kebas dan sensasi gatal di kulit. Ini bisa jadi merupakan gejala terjadinya kerusakan saraf. Kondisi ini mungkin hanya sementara, tapi tak menutup kemungkinan terjadi secara permanen.Lebih jauh lagi, sebagian besar perempuan merasakan perubahan sensitivitas setelah melakukan operasi di payudara. Sebanyak 15% merasakan perubahan permanen pada sensasi puting payudara.

2. Kerusakan organ

Pada beberapa kasus, melakukan sedot lemak atau liposuction bisa jadi hal menyebabkan cedera bagi organ internal. Jenisnya bisa berupa tusukan atau kontak dengan organ dalam. Untuk mengatasinya, bisa diperlukan operasi lanjutan.

3. Luka

Ini merupakan efek samping operasi plastik yang memicu masalah, utamanya karena umumnya tujuan utama dari operasi ini adalah memperbaiki penampilan. Munculnya komplikasi berupa luka ini bisa sangat berbahaya.Lebih jauh lagi, luka hipertrofik ditandai dengan kulit yang kemerahan dan sangat tebal. Ini bisa dialami 1-4% orang setelah melakukan prosedur tummy tuck.

4. Hematoma

Sekilas terlihat seperti luka yang berukuran besar dan menyakitkan, hematoma adalah kantung berisi darah. Ini adalah komplikasi yang paling umum terjadi setelah prosedur facelift dilakukan. Utamanya, lebih sering terjadi pada pasien laki-laki ketimbang perempuan.Sebenarnya, hematoma adalah risiko dari setiap jenis operasi. Untuk mengatasinya, dokter terkadang melakukan operasi tambahan untuk mengeringkan darahnya.

5. Seroma

Kondisi ini terjadi ketika cairan tubuh yang steril terkumpul di bawah permukaan kulit. Konsekuensinya, terjadi pembengkakan dan juga rasa nyeri. Ini bisa terjadi bukan hanya sebagai efek negatif operasi plastik saja, melainkan operasi apapun terutama tummy tuck.Mengingat seroma berisiko mengakibatkan infeksi, umumnya dokter akan mengeringkannya dengan jarum. Cara ini efektif meski tak menutup kemungkinan kembali terulang.

6. Hilang darah

Segala jenis operasi tentunya berisiko menyebabkan kehilangan darah. Apabila terjadi tak terkendali, tekanan darah bisa menurun drastis dan konsekuensinya berbahaya. Bukan hanya menjadi risiko ketika ada di meja operasi, pendarahan pun bisa terjadi secara internal setelah operasi.

7. Infeksi

Terlepas dari penanganan pascaoperasi yang mencegah terjadinya infeksi, hal ini masih menjadi salah satu komplikasi operasi plastik yang paling rentan terjadi. Contohnya adaah selulitis yang bisa terjadi seusai operasi plastik. Apabila parah, penanganan perlu dengan pemberian antibiotik lewat cairan intravena.

8. Komplikasi obat bius

Mengingat operasi plastik akan diawali dengan pemberian obat bius untuk menghilangkan kesadaran, ini juga bisa menjadi pemicu terjadinya komplikasi. Jenis komplikasinya mulai dari infeksi paru, stroke, serangan jantung, hingga kematian.Meski sangat jarang, terbangun di tengah-tengah prosedur operasi meski sudah mendapatkan anestesi juga mungkin terjadi. Risiko lainnya adalah mengalami mual, muntah, terbangun bingung dan disorientasi, serta menggigil.

9. Trombosis arteri

Ini merupakan terbentuknya gumpalan darah di pembuluh darah, seringkali di kaki. Apabila gumpalan darah ini pecah dan mencapai paru-paru, di situlah terjadi emboli paru.Komplikasi ini jarang terjadi, hanya terjadi pada sekitar 0,09% kasus operasi plastik. Meski demikian, risikonya bisa cukup fatal. Risiko terjadinya penggumpalan 5 kali lipat lebih tinggi pada orang yang menjalani prosedur berlapis ketimbang yang hanya satu prosedur.

Catatan dari SehatQ

Jangan lelah mengedukasi diri ketika akan melakukan hal yang permanen terhadap tubuh seperti operasi plastik. Analoginya, membeli produk skincare saja juga perlu riset terlebih dahulu, apalagi melakukan operasi plastik yang berisiko.Lebih jauh lagi, tak ada pertanyaan yang konyol atau sepele ketika berkaitan dengan tindakan medis ini. Tak usah segan menyampaikan pertanyaan atau apapun yang mengganjal.Apabila melakukannya untuk keperluan kosmetik, pastikan juga telah melakukan riset terhadap kredibilitas dokter yang melakukannya. Mencari tahu testimoni orang yang pernah menggunakan jasa mereka juga bisa menjadi pertimbangan tersendiri.Untuk berdiskusi lebih lanjut seputar risiko dan efek samping operasi plastik, tanyakan langsung pada dokter di aplikasi kesehatan keluarga SehatQ. Download sekarang di App Store dan Google Play.
kulit sehatperawatan kulitkulit dan kecantikan
Healthline. https://www.healthline.com/health/most-common-plastic-surgery-complications
Diakses pada 28 Februari 2021
Michigan Medicine. https://www.uofmhealth.org/conditions-treatments/surgery/plastic/breast/faqs
Diakses pada 28 Februari 2021
Aesthetic Surgery Journal. https://academic.oup.com/asj/article/37/3/337/2622824
Diakses pada 28 Februari 2021
Archives of Plastic Surgery. https://www.e-aps.org/journal/view.php?doi=10.5999/aps.2017.44.5.457
Diakses pada 28 Februari 2021
Journal of the American Society of Plastic Surgeons. https://journals.lww.com/plasreconsurg/Abstract/2018/04000/An_Update_on_the_Safety_and_Efficacy_of_Outpatient.14.aspx
Diakses pada 28 Februari 2021
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait