10 Komplikasi Corona Ini Berisiko pada Pasien Positif Covid-19

Komplikasi corona merupakan penyebab banyaknya korban meninggal
Jika sampai terjadi, komplikasi corona bisa menyebabkan kematian

Berdasarkan data yang dipublikasikan, hingga saat ini sebagian besar infeksi Covid-19 bersifat ringan hingga sedang. Namun di satu sisi, angka kematian akibat penyakit ini pun terus meningkat. Kematian tersebut banyak yang dipicu oleh komplikasi corona.

Ada berbagai penyakit yang bisa muncul sebagai komplikasi dari infeksi virus corona. Selain yang berhubungan dengan pernapasan, penyakit jantung serta kerusakan hati hingga ginjal juga bisa menjadi komplikasi Covid-19 yang perlu diwaspadai.

Tentu, tidak semua orang yang positif corona pasti akan mengalami komplikasi parah. Hanya saja, beberapa kelompok individu memang berisiko lebih tinggi mengalami komplikasi akibat infeksi Covid-19.

Jenis-jenis komplikasi corona

Bagi sebagian besar orang, gejala yang muncul akibat infeksi virus corona memang dirasa tidak terlalu berat. Beberapa di antaranya bahkan bisa dirawat sendiri di rumah. Namun sayangnya, tidak semua kondisi penderita infeksi ini dapat menjalani perawatan sendiri di rumah hingga sembuh.

Bagi kelompok individu rentan seperti lansia dan pengidap penyakit penyerta seperti penyakit jantung atau diabetes, infeksi Covid-19 bisa berkembang menjadi kondisi yang sangat parah. Mereka berisko lebih tinggi mengalami komplikasi corona, seperti di bawah ini.

Pneumonia adalah salah satu komplikasi corona yang berbahaya
Pneumonia bisa menyebabkan kematian pada pasien Covid-19

1. Pneumonia

Pneumonia akan menyebabkan kantung udara yang ada di paru-paru meradang dan membuat Anda sulit bernapas. Pada sebuah riset pada pasien positif Covid-19 yang kondisinya parah, terlihat bahwa paru-parunya terisi oleh cairan, nanah, dan sisa-sisa atau kotoran sel.

Hal ini menghambat oksigen yang seharusnya diantarkan ke seluruh tubuh. Padahal, oksigen sangat dibutuhkan agar berbagai organ di tubuh bisa menjalankan fungsinya. Jika tidak ada oksigen, maka organ tersebut akan rusak.

2. Gagal napas akut

Saat mengalami gagal napas, tubuh tidak bisa menerima cukup oksigen dan tidak dapat membuang cukup banyak karbon dioksida. Kondisi gagal napas akut terjadi pada kurang lebih 8% pasien yang positif Covid-19 dan merupakan penyebab utama kematian pada penderita infeksi virus corona.

3. Acute respiratory distress syndrome (ARDS)

ARDS adalah salah satu komplikasi corona yang cukup umum terjadi. Menurut beberapa penelitian yang dilakukan di Tiongkok, sekitar 15% - 33% pasien mengalaminya.

ARDS akan membuat paru-paru rusak parah karena penyakit ini membuat paru-paru terisi oleh cairan. Akibatnya, oksigen akan susah masuk, sehingga menyebabkan penderitanya kesulitan bernapas hingga perlu bantuan ventilator atau alat bantu napas.

Kerusakan hati akut, salah satu komplikasi corona yang berbahaya
Infeksi virus corona bisa meluas hingga merusak hati

4. Kerusakan hati akut

Meski virus corona menyebabkan infeksi di saluran pernapasan, tapi komplikasinya bisa menjalar hingga ke organ hati. Orang dengan infeksi corona yang parah berisiko paling besar mengalami kerusakan hati.

5. Kerusakan jantung

Covid-19 disebut bisa menyebabkan komplikasi yang berkaitan dengan jantung. Gangguan jantung yang berisiko muncul antara lain aritmia atau kelainan irama jantung, dan miokarditis atau peradangan pada otot jantung.

6. Infeksi sekunder

Infeksi sekunder adalah infeksi kedua yang terjadi setelah infeksi awal dan tidak berhubungan dengan penyakit yang awalnya diderita. Misalnya, Covid-19 adalah infeksi yang disebabkan oleh virus SARS-CoV-2. Lalu, penderitanya kemudian mengalami infeksi lain yang disebabkan oleh bakteri staphylococcus atau streptococcus.

Pada pasien Covid-19, komplikasi ini jarang terjadi, tapi masih berpotensi untuk muncul. Sebagian ada yang ringan dan bisa sembuh. Namun, sebagian lagi mengalami infeksi sekunder yang parah hingga menyebabkan kematian.

Gagal ginjal, salah satu komplikasi Covid-19
Gagal ginjal juga bisa terjadi pada pasien yang positif Covid-19

7. Gagal ginjal akut

Komplikasi corona yang satu ini jarang terjadi. Namun saat muncul, komplikasi tersebut bisa sangat berbahaya. Jika fungsi ginjal sampai terganggu, maka dokter mungkin saja melakukan proses cuci darah hingga kondisi ini sembuh.

Namun terkadang, kondisi ini tidak bisa disembuhkan dan membuat penderitanya terkena gagal ginjal kronis dan butuh perawatan jangka panjang.

8. Syok septik

Syok septik terjadi ketika respons tubuh terhadap infeksi malah salah sasaran. Jadi, bukannya menghancurkan virus penyebab penyakit, zat-zat kimia yang dibuat tubuh justru menghancurkan organ yang sehat.

Jika proses ini tidak segera berhenti, tekanan darah akan turun drastis hingga pada tahap yang berbahaya dan menyebabkan kematian.

9. Disseminated intravascular coagulation (DIC)

Penyakit ini akan membuat proses pembekuan darah terganggu. Sehingga, tubuh akan membentuk gumpalan-gumpalan darah yang tidak pada tempatnya. Hal ini bisa menyebabkan perdarahan pada organ dalam atau gagal organ vital (gagal ginjal, gagal hati, gagal jantung, dan lainnya).

Di Tiongkok, penyakit ini umum dialami oleh pasien yang meninggal akibat infeksi Covid-19.

10. Rhabdomyolisis

Penyakit ini sebenarnya sangat jarang terjadi. Namun, para dokter dan peneliti menilai penyakit ini perlu dimonitor pada pasien-pasien berisiko tinggi yang positif Covid-19.

Pada rhabdomyolisis, jaringan otot akan rusak dan mati. Hal ini menyebabkan protein dalam sel yang disebut myoglobin menjadi tumpah memenuhi aliran darah. Jika ginjal tidak bisa menyaring myoglobin dengan baik, maka akan terjadi kerusakan fungsi di tubuh dan mengakibatkan kematian.

Informasi lengkap seputar infeksi virus corona

• Seputar tes corona masal: Tes masif corona efektif untuk tekan angka penularan

• Hoax viral corona: Makan telur rebus tengah malam bisa cegah corona? Ini kata dokter

• Herd immunity untuk hentikan pandemi: Benarkah herd immunity satu-satunya jalan?

Siapa saja yang berisiko tinggi mengalami komplikasi corona?

Lansia rentan alami komplikasi corona
Lansia rentan alami komplikasi corona

Komplikasi adalah salah satu faktor yang menyebabkan seorang pasien positif Covid-19 masuk dalam kategori parah. Semua orang yang positif, memiliki risiko ini. Namun, beberapa kelompok individu dengan kondisi di bawah ini memiliki risiko yang lebih tinggi terkena komplikasi corona.

  • Berusia 65 tahun ke atas
  • Tinggal di panti jompo
  • Punya riwayat asma atau penyakit paru kronis lainnya
  • Menderita penyakit jantung yang parah
  • Memiliki sistem imun yang rendah, termasuk yang sedang menjalani pengobatan kanker
  • Mengalami obesitas dengan indeks massa tubuh di atas 40
  • Punya riwayat diabetes tidak terkontrol
  • Menderita gagal ginjal
  • Mengidap penyakit hati
  • Memiliki kebiasaan merokok
  • Mengidap HIV/AIDS dan tidak rutin minum obat
  • Baru menjalani transplantasi organ
  • Memiliki daya tahan tubuh yang lemah

Memang tidak semua orang akan mengalami komplikasi corona. Namun, tentu lebih baik jika Anda tidak berisiko sama sekali, bukan? Karena itu, lakukanlah langkah pencegahan sebaik mungkin agar diri Anda tidak tertular Covid-19.

Terutama untuk anak muda yang masih abai dan santai menghadapi pandemi ini, segeralah lakukan social distancing atau physical distancing. Jangan keluar rumah jika tidak benar-benar mendesak, apalagi untuk sekadar berkumpul bersama teman dan makan di kafe. Anda bisa menjadi sumber penularan bagi orang-orang di rumah, termasuk orangtua dan kakek-nenek, yang berisiko tinggi mengalami kematian jika sampai terinfeksi Covid-19.

BMJ Best Practice. https://bestpractice.bmj.com/topics/en-us/3000168/complications#referencePop303
Diakses pada 31 Maret 2020

WebMD. https://www.webmd.com/lung/coronavirus-complications#1
Diakses pada 31 Maret 2020

CDC. https://www.cdc.gov/coronavirus/2019-ncov/need-extra-precautions/people-at-higher-risk.html
Diakses pada 31 Maret 2020

Artikel Terkait