Komplikasi Akibat Benturan Kepala: Benjol Sampai Cedera Otak

Benturan di kepala bisa memicu perdarahan atau hemoragik di dalam tulang tengkorak
Perdarahan atau hemoragik bisa disebabkan oleh benturan di kepala

Benturan kepala bisa mengakibatkan cedera kepala berat, yaitu cedera yang menyebabkan kerusakan pada otak. Dampak dari cedera otak tergolong berat karena umumnya tidak bisa sembuh total, memengaruhi fungsi otak, serta menimbulkan efek sisa. 

Dampak dari benturan kepala yang mengakibatkan cedera otak, antara lain terganggunya kemampuan berbahasa dan berbicara, koma, sakit kepala kronis, kejang-kejang, kelumpuhan, serta terganggunya kemampuan indera penglihatan, pendengaran, pencium, perasa atau pengecap. 

Benturan kepala tak hanya karena kecelakaan berkendara

Penyebab paling sering dari cedera kepala adalah benturan akibat kecelakaan lalu lintas, benturan saat aktivitas olahraga penuh kontak fisik, terjatuh dan perkelahian, atau kekerasan fisik.

Anak-anak termasuk kelompok yang rentan mengalami cedera kepala. Pasalnya, mereka sangat aktif dan kemampuan menyeimbangkan tubuhnya belum berkembang dengan sempurna sehingga sering terjatuh. 

Di samping itu, kaum lanjut usia (lansia) juga memiliki risiko lebih tinggi untuk mengalami benturan kepala. Kemungkinan ini terjadi karena proses penuaan akan memicu penurunan fungsi anggota tubuh, termasuk keseimbangan.

Meski demikian, berapapun usia Anda, benturan kepala tetap mungkin mengakibatkan cedera kepala berat maupun ringan.

6 jenis cedera kepala berat akibat benturan kepala

Terdapat beberapa jenis cedera kepala berat yang bisa terjadi akibat benturan. Mari simak penjelasan berikut:

  • Hematoma

Cedera kepala hematoma berarti ada sekumpulan gumpalan darah yang terjadi di luar pembuluh darah. Hematoma di otak adalah cedera yang amat serius.

Gumpalan darah bisa menyebabkan tekanan dalam tulang tengkorak hingga penderitanya hilang kesadaran atau mengalami kerusakan otak permanen.

  • Hemoragik

Hemoragik adalah perdarahan yang tidak terkontrol. Benturan kepala dapat menyebabkan hemoragik subarachnoid dan hemoragik intracerebral.

Hemoragik subarachnoid merupakan perdarahan di rongga sekitar otak. Perdarahan subarachnoid akan menimbulkan gejala berupa sakit kepala dan muntah-muntah

Sementara hemoragik intracerebral adalah perdarahan pada jaringan otak. Gejala dan keparahannya tergantung dari seberapa banyak darah yang keluar. Risiko perdarahan di jaringan ini adalah meningkatnya tekanan dalam otak yang berujung pada kerusakan otak. 

  • Gegar otak

Cedera gegar otak muncul bila benturan kepala terjadi cukup keras hingga menyebabkan cedera pada otak. Saat terjadi benturan kepala yang keras, otak akan terayun dan membentur dinding tengkorak.

Biasanya, gangguan fungsi otak akibat cedera seperti ini hanya bersifat sementara dan dapat pulih total. Tetapi gegar otak yang terjadi berkali-kali juga bisa berakibat kerusakan otak secara permanen. 

  • Edema

Cedera otak apapun dapat menimbulkan edema, yaitu pembengkakan otak. Kondisi ini sungguh berbahaya karena tengkorak tidak mungkin meregang untuk memberi ruang pada otak yang membengkak. Akibatnya, otak akan terdesak ke dinding tengkorak sehingga berisiko timbul kerusakan yang parah. 

  • Retak atau patah tulang tengkorak

Tulang tengkorak sesungguhnya amat keras dibandingkan tulang-tulang lain di tubuh kita. Pasalnya tengkorak tidak mengandung sumsum tulang.

Jika tulang tengkorak sampai retak atau patah, berarti tak ada yang akan menyerap getaran dari benturan kepala. Dengan demikian, ada kemungkinan cukup besar penderita retak tulang tengkorak juga mengalami cedera atau kerusakan pada otak. 

  • Cedera aksonal difus

Cedera aksonal difus adalah dampak benturan kepala yang tidak menyebabkan terjadinya perdarahan, tapi tetap memicu kerusakan pada sel-sel otak.

Kerusakan tersebut mengakibatkan otak tidak dapat menjalankan fungsinya. Selain itu, pembengkakan otak yang mengakibatkan kerusakan lebih parah pun bisa saja terjadi.

Dari luar, keberadaan cedera aksonal difus tidaklah sejelas jenis cedera kepala lainnya. Inilah yang justru berbahaya karena cedera ini sulit disadari, padahal sangat berbahaya karena sering mengakibatkan kerusakan otak permanen bahkan kematian. 

Mengingat kondisinya yang parah dan komplikasinya yang bisa berakibat fatal, cedera kepala berat harus ditangani secepat mungkin di rumah sakit. 

Cedera kepala ringan akibat benturan kepala

Cedera kepala ringan merupakan hal yang umum terjadi dan dapat menimpa segala usia. Benturan kepala yang berujung pada cedera ringan hampir tidak pernah menyebabkan kerusakan otak, apalagi kerusakan otak yang permanen.

Jika mengalami benturan kepala yang mengakibatkan memar atau benjol, beristirahatlah dan beri kompres dingin pada lokasi benturan. Keluhan-keluhan yang timbul akibat cedera kepala ringan biasanya tidak serius dan cepat mereda.

Keluhan yang umum dirasakan oleh penderita meliputi sakit kepala ringan, pusing, mual, dan pandangan yang sedikit kabur.

Penderita cedera kepala ringan yang ditangani di rumah sakit biasanya tidak memerlukan rawat inap, namun dokter akan melakukan observasi selama 2-6 jam dan akan pulih sepenuhnya dalam waktu beberapa hari.

Meski begitu, kondisi pasien sebaiknya tetap dipantau selama 24 jam setelah benturan kepala terjadi. Langkah ini dilakukan untuk berjaga-jaga jika ada gejala yang bertambah parah.

Healthline. https://www.healthline.com/health/head-injury#types
Diakses pada 2 September 2019

NHS. https://www.nhsinform.scot/illnesses-and-conditions/injuries/head-and-neck-injuries/minor-head-injury
Diakses pada 2 September 2019

Livestrong. https://www.livestrong.com/article/19029-blunt-head-trauma-effects/
Diakses pada 2 September 2019 

Artikel Terkait

Banner Telemed