logo-sehatq
logo-kementerian-kesehatan
SehatQ for Corporate
TokoObatArtikelTindakan MedisDokterRumah SakitPenyakitChat DokterPromo
Penyakit

Catat Kasus Kematian, Ini 2 Komorbid yang Sebabkan Pasien Omicron Meninggal Dunia

open-summary

Komorbid adalah penyakit yang sudah lebih dulu ada saat seseorang terinfeksi atau mengalami penyakit tertentu. Penyakit penyerta ini bisa memperburuk kondisi Covid-19, bahkan menyebabkan kematian pada varian Omicron yang dianggap ringan.


close-summary

2 Feb 2022

| Rhandy Verizarie

Ditinjau oleh dr. Anandika Pawitri

penyakit komorbid

Komorbid adalah penyakit bawaan yang bisa memperparah COVID-19

Table of Content

  • Pasien Omicron yang meninggal memiliki komorbid
  • Apa itu penyakit komorbid?
  • Daftar penyakit komorbid yang bisa memperburuk kondisi Covid-19
  • Penanganan pasien Covid-19 dengan komorbid
  • Bisakah orang yang punya komorbid mendapatkan vaksin Covid-19 

Per Senin (31/1) lalu, Indonesia telah mencatatkan 5 kasus kematian Covid-19 varian Omicron. Dalam konferensi pers usai menjalani rapat terbatas dengan presiden, Menteri Kesehatan RI, Budi Gunadi mengatakan pasien yang meninggal beberapa belum vaksin lengkap dan punya penyakit komorbid.

Advertisement

Apa saja penyakit komorbid yang dapat memperburuk kondisi seseorang yang terinfeksi Covid-19, termasuk varian Omicron? 

Pasien Omicron yang meninggal memiliki komorbid

Dua kematian pertama yang dilaporkan adalah pada 22 Januari 2022. Kementerian Kesehatan RI melalui juru bicaranya, Siti Nadia Tarmizi, mengonfirmasi dua kasus kematian Covid-19 varian Omicron pertama di Indonesia. Nadia menyatakan kedua pasien tersebut diketahui memiliki penyakit komorbid yang memperburuk Covid-19 yang dialaminya.

“Satu kasus merupakan transmisi lokal, meninggal di RS Sari Asih Ciputat. Sementara, satu lagi adalah pelaku perjalanan luar negeri, meninggal di RSPI Sulianti Saroso,” ucapnya sebagaimana dilansir dari rilis Kemenkes RI.

Mengutip dari pemberitaan yang dimuat dalam situs Tempo, Siti Nadia Tarmizi menjelaskan komorbid yang dimiliki kedua pasien tersebut.

Pasien pertama yang meninggal di RSPI Sulianti Suroso, diketahui memiliki beberapa penyakit komorbid, yaitu diabetes, obesitas, dan hipertensi. “Diabetesnya tidak terkontrol,” tambah Nadia.

Sementara itu, pasien yang meninggal di RS Sari Asih Ciputat diketahui memiliki komorbid berupa hipertensi dan penyakit ginjal.

Jumlah kasus kematian Covid-19 varian Omicron kemudian bertambah menjadi lima orang. Hal ini disampaikan langsung oleh Menteri Kesehatan RI, Budi Gunadi, dalam konferensi pers usai rapat terbatas dengan presiden Senin (31/1) lalu. Selain komorbid, faktor vaksinasi yang belum lengkap juga berkontribusi dalam angka kematian.

"Saat ini sudah ada 5 kasus meninggal positif Omicron. Itu 60%-nya belum vaksinasi lengkap. Untuk yang dirawat dengan gejala sedang hingga berat, sekitar 63% juga belum divaksin lengkap," papar Budi.

Dengan demikian, belum mendapatkan vaksinasi secara lengkap bisa meningkatkan risiko kematian pada orang yang positif Omciron, sekalipun varian ini disebut lebih ringan dibanding varian lainnya.

BACA JUGA: 9 Gejala Varian Omicron dan Bedanya dengan Varian Lain

Apa itu penyakit komorbid?

Komorbid adalah penyakit penyerta yang sudah ada lebih dulu sebelum seorang pasien terinfeksi penyakit lain, dalam kasus ini Covid-19. Penyakit komorbid ini diketahui dapat memperburuk kondisi Covid-19 yang sudah ada (apa pun variannya), dan meningkatkan risiko kematian.

Seseorang yang memiliki penyakit penyerta berisiko lebih sulit sembuh ketika terserang penyakit lainnya. 

Terdapat beberapa penyakit komorbid yang paling umum, yang sering dihubungkan dengan perburukan penyakit Covid-19 apa pun variannya, antara lain:

  • Hipertensi
  • Stroke
  • Diabetes
  • Asma

Mengingat komorbiditas bisa berdampak fatal, maka penanganannya dilakukan secara khusus dan harus sedini mungkin. 

Daftar penyakit komorbid yang bisa memperburuk kondisi Covid-19

Data 23 Januari 2022 menunjukkan angka kematian Covid-19 di Indonesia sebanyak 3,4%. Salah satu yang menyumbang adalah adanya penyakit komorbid. 

Sebagaimana dilansir dari laman Kemenkes RI, mayoritas kasus kematian Covid-19 terjadi pada pasien yang memiliki penyakit penyerta. Bahkan, bukan hanya Covid-19, penyakit penyerta juga bisa menyebabkan beberapa penyakit lainnya menjadi lebih berat.

Data dari studi tahun 2020 yang dimuat dalam Nature Public Health Emergency Collection menunjukkan persentase jenis penyakit penyerta yang dialami oleh pasien positif Covid-19. Data ini diambil dari 1044 pria dan 742 wanita dengan rata-rata usia  41 tahun.

Hipertensi kemudian keluar sebagai penyakit bawaan terbanyak.

Berikut adalah daftar penyakit komorbid yang dapat memperburuk gejala Covid-19:

1. Hipertensi

Dari sekitar 1.700 orang yang mengalami Covid-19 dalam penelitian, 15,8% di antaranya mengalami tekanan darah tinggi, alias hipertensi.

Tekanan darah tinggi yang tidak terkontrol dalam jangka panjang berisiko menyebabkan kerusakan organ, seperti jantung dan ginjal.

Saat terserang Covid-19, tubuh yang seharusnya fokus pada perlawanan infeksi virus akhirnya harus terpecah untuk jantung dan ginjal yang mungkin bermasalah. 

Itu sebabnya orang yang memiliki hipertensi memiliki gejala yang lebih berat.

2. Diabetes 

Baik diabetes tipe 1 ataupun 2, menjadi salah satu penyakit komorbid yang patut diwaspadai penderita Covid-19. 

Diabetes yang tidak terkontrol membuat daya tahan tubuh menurun. Sementara, daya tahan tubuh sangat diperlukan untuk melawan infeksi virus Covid-19.

3. Penyakit jantung

Sekitar 11,7% penderita Covid-19 yang diteliti memiliki bawaan penyakit jantung dan pembuluh darah (kardiovaskuler). Jantung dan pembuluh darah adalah organ vital untuk mengantarkan darah dan sejumlah nutrisi ke seluruh tubuh.

Jika keduanya mengalami masalah, proses transportasi nutrisi yang dibutuhkan untuk penyembuhan Covid-19 juga akan terpengaruh.

Beberapa penyakit kardiovaskuler yang menjadi komorbid pada Covid-19, yaitu gagal jantung, kardiomiopati (lemah jantung), dan jantung koroner.

4. Penyakit pernapasan kronis

SARS-CoV-2 menyerang paru dan sistem pernapasan. Itu sebabnya, mereka yang memiliki komorbid berupa gangguan pernapasan kronis lebih rentan terserang Covid-19.

Tak hanya rentan, mereka juga berisiko mengalami gejala yang lebih berat. 

Beberapa gangguan pernapasan yang merupakan penyakit bawaan yang perlu diwaspadai, yaitu PPOK (penyakit paru obstruktif kronis), asma, dan fibrosis paru.

5. Penyakit ginjal kronis

Penyakit ginjal kronis juga menjadi salah satu penyakit bawaan yang dapat memperburuk gejala Covid-19. Apalagi, kondisi ini juga lebih rentan pada orang yang memiliki riwayat diabetes dan hipertensi.

Ditambah lagi, menjalani dialisis, atau cuci darah, juga dapat menurunkan sistem imun tubuh. Akibatnya, tubuh jadi lebih sulit melawan infeksi jika Anda terinfeksi Covid-19.

Meski begitu, tetap penting bagi Anda untuk taat pada jadwal dialisis sesuai dengan anjuran dokter.

BACA JUGA: Risiko Komplikasi Covid-19 pada Penderita Diabetes

6. Kanker

Memiliki kanker membuat Anda berisiko mengalami gejala berat saat mengalami Covid-19. Sebab, berbagai pengobatan kanker dapat melemahkan sistem imun Anda.

Hingga saat ini, berdasarkan studi yang ada, pernah mengalami kanker juga meningkatkan risiko Anda.

7. HIV 

Infeksi HIV menyerang sistem imun tubuh. Itu sebabnya, orang yang memiliki penyakit komorbid seperti HIV/AIDS mungkin mengalami gejala yang lebih berat.

Ini karena tubuh akan bekerja ekstra keras, dengan sistem imun yang lebih lemah, untuk melawan infeksi.

8. Penyakit hati (liver)

Penyakit liver juga merupakan salah satu komorbid yang dapat memperburuk kondisi Covid-19. Sebuah penelitian yang dimuat dalam jurnal Annals of Hepatology menyebut bahwa penyakit hati akut dapat meningkatkan pengeluaran enzim yang memperburuk kondisi Covid-19.

Beberapa penyakit hati yang perlu Anda waspadai, antara lain penyakit hati akibat konsumsi alkohol, hepatitis, perlemakan hati (fatty liver), dan sirosis.

9. Gangguan saraf

Gangguan saraf, seperti demensia dan Alzheimer juga berisiko memperberat gejala Covid-19. Itu sebabnya, keduanya merupakan penyakit bawaan yang perlu diwaspadai saat pandemi.

National Institute of Aging menyebutkan bahwa masalah memori menjadi penyebab orang dengan demensia dan Alzheimer lebih berisiko terhadap Covid-19.

Orang dengan masalah kognitif lebih sulit untuk menaati protokol kesehatan.

Selain itu, orang dengan masalah gangguan saraf ini berpotensi dirawat di rumah sakit saat terinfeksi Covid-19 dibandingkan yang tidak.

10. Gangguan autoimun

Gangguan autoimun juga menjadi salah satu komorbid yang memperburuk gejala Covid-19. Lagi-lagi, ini berhubungan dengan sistem imun.

Orang dengan gangguan autoimun (lupus atau rheumatoid arthritis) biasanya mengonsumsi obat untuk menekan sistem imun agar tidak kambuh. 

Meski begitu, bukan berarti Anda boleh berhenti minum obat. Konsultasikan pada dokter mengenai solusi terbaik di masa pandemi.

Selain penyakit di atas, terdapat beberapa kondisi kesehatan lain yang membuat Anda berisiko terinfeksi Covid-19, yaitu obesitas, hamil, perokok berat, dan orang yang pernah menerima transplantasi organ.

Kondisi-kondisi tersebut dapat membuat Anda lebih berisiko mengalami gejala berat saat terinfeksi Covid-19. 

Meski demikian, hingga saat ini, belum diketahui secara pasti komorbid tertentu yang berhubungan dengan infeksi varian Omicron.

BACA JUGA: Panduan Perawatan Setelah Sembuh dari Covid agar Cepat Kembali Bugar

Penanganan pasien Covid-19 dengan komorbid

Penanganan pasien positif Covid-19 dengan penyakit penyerta tentu saja akan berbeda dibandingkan pasien lainnya yang tidak memiliki penyakit penyerta. Terlebih, beberapa di antara datang dengan keluhan yang lebih berat dibandingkan mereka yang tak punya komorbid.

Begitu juga dengan peluang kesembuhannya. Mayoritas penderita covid-19 yang tidak memiliki komorbiditas umumnya lebih mudah dan cepat sembuh. 

Bahkan, beberapa di antaranya hanya merasakan gejala ringan atau bahkan tidak menunjukkan gejala apa pun, alias orang tanpa gejala (OTG). 

Pada pasien covid-19 dengan penyakit penyerta, dokter akan memberikan penanganan khusus, mulai dari pemasangan ventilator atau memberikan obat pengencer darah. 

Pasien juga perlu diberikan obat-obatan untuk mengatasi penyakit penyerta yang dimilikinya tersebut. Tak jarang, pasien Covid-19, varian apa pun (termasuk Omicron yang disebut lebih ringan), yang punya komorbid membutuhkan perawatan di ruang ICU.

BACA JUGA: Sedang Sakit Flu, Bolehkah Mendapatkan Vaksin Covid-19?

Bisakah orang yang punya komorbid mendapatkan vaksin Covid-19 

Selain menerapkan protokol kesehatan 5M, pemerintah juga terus meningkatkan jumlah vaksinasi. Bahkan, pada tahun ini, program vaksin booster pun sudah dimulai.

Orang yang memiliki penyakit komorbid sebaiknya tetap mendapatkan vaksin Covid-19 lengkap, termasuk vaksin booster Covid-19. Bahkan, CDC justru merekomendasikannya karena orang dengan komorbid termasuk kelompok orang dengan risiko tinggi mengalami keparahan akibat Covid-19.

Meski demikian, Anda harus memastikan bahwa penyakit penyerta yang Anda miliki dalam keadaan kontrol, alias tidak sedang memburuk atau akut. Apabila memiliki diabetes, Anda harus memiliki gula darah yang terkontrol normal untuk bisa mendapatkan vaksin utama ataupun booster

Berikut ini adalah beberapa syarat vaksin Covid-19 dan booster jika Anda punya komorbid:

  • Tekanan darah tidak melebihi 180/110 MmHg
  • Menderita diabetes dengan gula darah terkontrol dan belum sampai mengalami komplikasi akut
  • Sudah sembuh dari kanker

Akan lebih baik jika Anda memeriksakan diri terlebih dulu ke dokter sebelum mendapatkan vaksinasi. Dengan begitu, Anda lebih yakin untuk menjalani vaksinasi.

Jika masih ragu, Anda juga bisa berkonsultasi dengan dokter langsung dari smartphone melalui aplikasi kesehatan keluarga SehatQ sebagai permulaan. Download sekarang di App Store dan Google Play

Advertisement

penyakitdiabetespenyakit jantunghipertensicovid-19

Referensi

Bagikan

Artikel Terkait

Diskusi Terkait di Forum

Advertisement

logo-sehatq

Langganan Newsletter

Jadi orang yang pertama tahu info & promosi kesehatan terbaru dari SehatQ. Gratis.

Metode Pembayaran

Bank BCABank MandiriBank BNIBank Permata
Credit Card VisaCredit Card Master CardCredit Card American ExpressCredit Card JCBGopay

Fitur

  • Toko
  • Produk Toko
  • Kategori Toko
  • Toko Merchant
  • Booking
  • Promo
  • Artikel
  • Chat Dokter
  • Penyakit
  • Forum
  • Review
  • Tes Kesehatan

Perusahaan

Follow us on

  • FacebookFacebook
  • TwitterTwitter
  • InstagramInstagram
  • YoutubeYoutube
  • LinkedinLinkedin

Download SehatQ App

Temukan di APP StoreTemukan di Play Store

Butuh Bantuan?

Jam operasional: 07.00 - 20.00

Hubungi Kami+6221-27899827

© SehatQ, 2023. All Rights Reserved