logo-sehatq
logo-kementerian-kesehatan
SehatQ for Corporate
TokoObatArtikelTindakan MedisDokterRumah SakitPenyakitChat DokterPromo
Hidup Sehat

Manfaat Obat Kombinasi Ranitidin dan Omeprazole untuk Asam Lambung

open-summary

Kombinasi ranitidin dan omeprazole terbukti dapat meredakan asam lambung (GERD), asalkan dikonsumsi sesuai anjuran dokter. Keduanya tersedia dalam bentuk generik.


close-summary

15 Agt 2020

| Asni Harismi

Ditinjau oleh dr. Karlina Lestari

Kombinasi ranitidin dan omeprazole mampu mengatasi penyakit asam lambung atau GERD.

Kombinasi ranitidin dan omeprazole bisa digunakan untuk meringankan penyakit GERD alias asam lambung.

Table of Content

  • Kapan dokter meresepkan kombinasi ranitidin dan omeporazole?
  • Efektivitas pemberian obat kombinasi ranitidin dan omeporazole
  • Mekanisme aksi kombinasi obat ranitidin dan omeprazole
  • Efek samping konsumsi obat kombinasi ranitidin dan omeporazole

Dokter bisa meresepkan kombinasi ranitidin dan omeprazole agar asam lambung beserta gejala yang dirasakan para penderita gastroesophageal reflux disease (GERD) segera reda.

Advertisement

Ternyata, meminum beberapa jenis obat sekaligus kadang kala tidak terhindarkan agar penyakit Anda lekas sembuh. Meski sama-sama bertujuan meredakan asam lambung, ranitidin dan omeprazole memiliki cara kerja tersendiri.

Omeprazole bekerja dengan menyumbat pompa produksi asam lambung. Sementara itu, ranitidin menghambat produksi zat kimia bernama histamine yang bertugas mengaktifkan pompa asam lambung tersebut.

Kapan dokter meresepkan kombinasi ranitidin dan omeporazole?

Obat ranitidin dan omeprazole sama-sama tersedia dalam bentuk generik dan dijual bebas tanpa resep dokter. Kendati demikian, Anda tetap disarankan untuk mengonsumsinya berdasarkan rekomendasi dokter, apalagi jika tengah hamil, menyusui, maupun menjalani perawatan medis lainnya.

Kombinasi ranitidin dan omeporazole biasanya diberikan untuk penderita penyakit GERD. Juga dikenal sebagai sakit lambung, GERD sendiri adalah penyakit yang terjadi ketika asam lambung naik kembali ke esofagus, yakni saluran penghubung perut dan mulut.

GERD biasanya ditandai dengan beberapa gejala khas, seperti:

  • Rasa terbakar di area dada (heartburn) yang mungkin akan memburuk di malam hari atau setelah makan
  • Rasa nyeri di sekitar dada
  • Kesulitan menelan
  • Regurgitasi atau naiknya kembali makanan maupun minuman sehingga membuat mulut terasa asam
  • Sensasi mengganjal di tenggorokan

Di malam hari, Anda juga bisa mengalami gejala tambahan seperti batuk kronis, laringitis, sesak napas (terutama jika menderita asma), hingga sulit tidur. Gejala ini bisa ringan, tapi dapat juga parah, tergantung kondisi dan riwayat kesehatan Anda.

Baca Juga

  • 12 Cara Menurunkan Asam Lambung Tanpa Obat
  • Efektifkah Cara Mengobati Luka Lambung dengan Madu?
  • Kondisi di Balik Cegukan Terus-Menerus, Bisakah Disembuhkan?

Efektivitas pemberian obat kombinasi ranitidin dan omeporazole

no caption
Kombinasi ranitidin dan omeprazole efektif untuk GERD.

Kombinasi ranitidin dan omeprazole sendiri sudah umum diberikan untuk penderita GERD. Penelitian di Tehran University menunjukkan bahwa pemberian kombinasi obat yang mengandung ranitidin dan omeprazole lebih efektif mengatasi GERD pada anak dibanding pemakaian masing-masing obat secara tersendiri.

Dokter juga bisa memberikan kombinasi obat ini untuk meredakan GERD parah pada pasien dewasa. Dosis dan cara pemakaian obat ini harus berdasarkan rekomendasi dokter. Sebab, dosis yang tidak sesuai akan membuat obat tidak efektif untuk meredakan asam lambung.

Selain itu, sebaiknya Anda memberikan jeda 30 menit antarobat, jika ingin mengonsumsi obat lainnya, agar masing-masing dapat memberikan efektivitas yang baik.

Dokter biasanya tidak menyarankan pemberian kombinasi ranitidin dan omeprazole untuk meredakan luka (tukak) lambung, yang juga mengakibatkan perut perih.

Dalam kasus ini, pengobatan akan berfokus pada penyembuhan luka lambung itu sendiri. Misalnya, dokter akan memberikan omeprazole plus antibiotik untuk meredakan luka akibat infeksi Helicobacter pylori.

Mekanisme aksi kombinasi obat ranitidin dan omeprazole

Asam lambung naik merupakan penyakit yang umum terjadi dan sering mengalami kekambuhan. Munculnya ulkus atau luka di lambung diketahui terjadi karena adanya produksi asam lambung berlebih.

Omeprazole merupakan obat Proton Pump Inhibitor (PPI) yang bekerja secara spesifik dengan menghambat mikrotubulus sel parietal sekresi dan vesikel tubular dalam sitoplasma – dengan menghambat aktivitas H-K-ATPase. Dengan demikian, menghambat langkah terakhir dari sekresi asam lambung.

Sedangkan ranitidine, merupakan antagonis reseptor H2 selektif. Maka dari itu, ranitidine bekerja dengan menghambat sekresi asam lambung dan pepsin – dengan efek jangka panjang.

Maka dari itu, kombinasi kedua obat ini seringkali diberikan mengingat efeknya yang langsung (omeprazole) dan jangka panjang (ranitidine).

Efek samping konsumsi obat kombinasi ranitidin dan omeporazole

Kombinasi ranitidin dan obat omeprazole aman dikonsumsi, rekomendasi dokter. Namun, tidak tertutup kemungkinan juga adanya efek samping dari masing-masing obat.

Efek samping omeprazole sendiri antara lain:

  • Diare
  • Mual dan muntah
  • Pusing dan sakit kepala
  • Bercak merah pada kulit

Meski jarang terjadi, omeprazole juga bisa mengakibatkan efek samping berupa detak jantung tidak beraturan, rasa gugup, nyeri atau lemah otot, dan kram kaki.

Sementara itu, penggunaan omeprazole dalam jangka panjang (lebih dari 1 tahun berturut-turut) juga dapat mengakibatkan efek samping, mulai dari osteoporosis hingga serangan jantung.

Di sisi lain, efek samping obat ranitidin adalah:

  • Konstipasi maupun diare
  • Lelah dan nyeri otot
  • Mual dan muntah
  • Pusing
  • Insomnia

Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) sempat menginstruksikan produsen obat yang mengandung ranitidin untuk menarik produknya dari pasaran.

Sebab, obat ini dikhawatirkan telah tercemar N-Nitrosodimethylamine yang bila digunakan berlebihan, akan menimbulkan efek karsiogenik alias mengakibatkan kanker.

Meskipun demikian, BPOM akhirnya menyatakan bahwa produk ranitidin boleh diedarkan di Indonesia, selama kandungan N-Nitrosodimethylamine di dalamnya tidak melebihi ambang batas aman. Obat ini boleh dikonsumsi maksimal 96 ng perhari.

Terdapat 37 merek yang diklaim BPOM sudah aman dan boleh kembali beredar. Anda dapat melihat daftar obat ranitidin yang aman tersebut di situs resmi BPOM.

Advertisement

asam lambunggerdtukak lambung

Referensi

Bagikan

Artikel Terkait

Diskusi Terkait di Forum

Advertisement

logo-sehatq

Langganan Newsletter

Jadi orang yang pertama tahu info & promosi kesehatan terbaru dari SehatQ. Gratis.

Metode Pembayaran

Bank BCABank MandiriBank BNIBank Permata
Credit Card VisaCredit Card Master CardCredit Card American ExpressCredit Card JCBGopay

Fitur

  • Toko
  • Produk Toko
  • Kategori Toko
  • Toko Merchant
  • Booking
  • Promo
  • Artikel
  • Chat Dokter
  • Penyakit
  • Forum
  • Review
  • Tes Kesehatan

Perusahaan

Follow us on

  • FacebookFacebook
  • TwitterTwitter
  • InstagramInstagram
  • YoutubeYoutube
  • LinkedinLinkedin

Download SehatQ App

Temukan di APP StoreTemukan di Play Store

Butuh Bantuan?

Jam operasional: 07.00 - 20.00

Hubungi Kami+6221-27899827

© SehatQ, 2022. All Rights Reserved