Kolesterol Jahat, Virtual Reality, dan Hubungannya dengan Alzheimer

Kolesterol jahat dan virtual reality pada lansia memiliki hubungan dengan penyakit Alzheimer
Lansia merupakan kelompok usia yang rentan terkena penyakit Alzheimer

Pertambahan usia menyebabkan seseorang mengalami penurunan fungsi kognitif, seperti daya ingat, berpikir, dan komunikasi. Penurunan kognitif berkaitan dengan berat ringannya demensia. Gangguan kognitif ringan dapat mengindikasikan adanya alzheimer, yaitu salah satu jenis demensia yang sering terjadi.

Alzheimer merupakan penyakit progresif di mana penderitanya akan mengalami penurunan kognitif yang semakin lama semakin memberat. Pada tahap awal, akan terjadi penurunan daya ingat ringan. Sementara dalam Alzheimer tahap lanjut, penderitanya tidak dapat berkomunikasi dan berinteraksi dengan lingkungan sekitarnya.

Alzheimer dini dan kolesterol jahat

Jutaan orang di seluruh dunia mengalami demensia Alzheimer ketika tua. Namun pada sebagian kelompok demensia, Alzheimer terjadi lebih dini, yaitu sebelum usia 65 tahun. Berbagai faktor yang menyebabkan hal tersebut masih terus diteliti. Salah satu faktor yang menjadi dicurigai adalah kolesterol jahat atau low density lipoprotein (LDL).

Alzheimer dipengaruhi oleh faktor genetik, tepatnya ekspresi dari gen APOE4 E4 yang berkaitan dengan kadar kolesterol LDL tinggi dalam darah. Tingginya kolesterol LDL dapat menumpuk pada arteri dan menyebabkan sumbatan. Kondisi ini meningkatkan risiko terjadinya penyakit kardiovaskular.

Penelitian yang dipublikasikan di JAMA Neurology membuktikan hubungan kolestrol LDL dengan kejadian Alzheimer dini. Peneliti melakukan analisis terhadap gen 2.125 responden yang memiliki kadar kolesterol LDL yang cukup tinggi. Hasilnya, 654 orang di antara responden memiliki Alzheimer dini, sedangkan sisanya merupakan responden sehat.

Pada setiap responden dilakukan pemeriksaan ekspresi gen APOE E4 dan varian genetik lainnya yang diduga memengaruhi, seperti APP, PSEN1, dan PSEN2. Peneliti juga mengambil sampel darah dari 267 orang penderita Alzheimer untuk dilakukan pemeriksaan kadar kolesterol LDL. Dari kelompok penderita Alzheimer dini, sebanyak 10,1% memiliki varian gen APOE E4, sedangkan varian gen lainnya ditemukan sebanyak 3%.

Selain varian genetik, salah satu faktor risiko yang diduga memengaruhi adalah mutasi dari gen APOB. Gen APOB berperan mengatur protein yang memengaruhi metabolisme lemak yang berperan dalam proses pembentukkan kolesterol dalam tubuh.

[[artikel-terkait]]

Virtual reality, terobosan baru mendeteksi dan memantau alzheimer

Penelitian dari Universitas Cambridge membuat suatu terobosan dengan menggunakan virtual reality (VR) untuk memantau penyakit Alzheimer. VR bisa menjadi alat pengukuran yang lebih akurat dibandingkan pemeriksaan standar untuk menilai fungsi kognitif.

VR juga memiliki peluang untuk digunakan dalam pengobatan Alzheimer. Walaupun belum dicoba pada manusia, percobaan pada binatang tengah dilakukan. Apabila percobaan tersebut berhasil, maka akan dimulai percobaan dengan melibatkan partisipan manusia.

Uji kognitif yang sudah ada saat ini tidak bisa digunakan untuk menguji kesulitan navigasi yang dialami. Penelitian VR dilakukan dengan melibatkan 45 orang yang mengalami penurunan kognitif ringan dan 41 orang yang tidak memiliki penurunan kognitif. Seluruh responden akan diberikan headset VR dan diminta untuk berjalan mengikuti simulasi lingkungan yang muncul.

Selain itu, peneliti juga sedang mengembangkan teknologi baru berbasis aplikasi untuk membantu melacak perubahan aktivitas sehari-hari dan deteksi dini adanya Alzheimer. Berbagai penelitian untuk memahami penyakit Alzheimer ini diharapkan mampu membuka jalan untuk dapat mencegah terjadinya, memperlambat, dan kemungkinan pengobatan bagi penderita Alzheimer.

Artikel Terkait

Banner Telemed