Kolesterol pada Ibu Hamil Memang Rentan Lebih Tinggi, Ini Sebabnya

Ibu hamil perlu mengonsumsi serat dari buah dan sayur untuk mencegah kolesterol tinggi saat hamil
Cegah kolesterol tinggi saat hamil dengan menghindari konsumsi junk food

Ada saatnya kadar kolesterol pada ibu hamil menjadi lebih tinggi selama kehamilan. Jika sebelum hamil kolesterol seorang perempuan cenderung tinggi, artinya level kolesterol bisa naik semakin tinggi. Hal ini terjadi selain karena pengaruh level estrogen yang meningkat, kolesterol diperlukan untuk memberi nutrisi bagi janin.

Tentu mengontrol level kolesterol tubuh tak semudah saat sedang tidak hamil. Tidak sembarang obat penurun kolesterol bisa dikonsumsi karena belum tentu aman untuk janin. Meski demikian, ada beberapa cara yang bisa dilakukan agar level kolesterol terjaga.

Kolesterol pada ibu hamil

Kolesterol adalah substansi penting yang bisa ditemukan di hampir semua jaringan tubuh. Namun bahayanya, apabila level kolesterol terlalu tinggi, maka berisiko menyebabkan plak di dinding pembuluh darah. Konsekuensinya? Tentu saja penyakit jantung hingga stroke.

Kolesterol yang berisiko adalah LDL atau low-density lipoprotein. Biasanya, kolesterol ini disebut kolesterol jahat. Sementara high-density lipoprotein atau HDL adalah kolesterol yang baik bagi tubuh.

Level kolesterol pada ibu hamil yang ideal adalah:

  • LDL: tidak lebih dari 160 mg/dL
  • HDL: tidak kurang dari 80 mg/dL
  • Total kolesterol: 200 mg/dL
  • Trigliserida: tidak lebih dari 150 mg/dL

Kolesterol pada ibu hamil bisa menjadi lebih tinggi daripada perempuan biasa hingga 25-50 persen. Angka-angka level kolesterol di atas telah menyesuaikan kenaikan itu. Hal ini terutama rentan terjadi pada trimester kedua dan ketiga kehamilan.

Pada tahap ini, kolesterol diperlukan untuk produksi dan menjamin fungsi hormon steroid, seperti estrogen dan progesteron. Hormon-hormon ini sangat penting bagi lancarnya sebuah kehamilan.

Tak hanya itu, kolesterol pada ibu hamil juga penting untuk pertumbuhan janin. Kolesterol penting untuk perkembangan otak, tungkai, lengan, dan pertumbuhan sel-sel.

Bagi ibu hamil, kolesterol ini juga krusial dalam persiapan menuju fase berikutnya setelah persalinan yaitu menyusui.

Apakah perlu khawatir?

Mengingat kolesterol pada ibu hamil wajar mengalami kenaikan, maka tak perlu khawatir berlebihan apabila mendeteksi kadar kolesterol naik. Biasanya, level kolesterol pada ibu hamil akan kembali normal dengan sendirinya dalam waktu 4-6 minggu setelah persalinan.

Namun bagi perempuan yang sebelum hamil punya kecenderungan kolesterol tinggi, konsultasikan pada dokter kandungan. Bisa jadi obat-obatan penurun kolesterol yang selama ini dikonsumsi perlu diganti dengan yang lebih aman.

Sebenarnya, dokter kandungan tidak akan khawatir tentang kolesterol pada ibu hamil selama tidak ada risiko terjadinya penyakit jantung.

Jika berlebihan, kolesterol terlalu tinggi dapat menyebabkan hipertensi. Di sisi lain, kolesterol terlalu rendah bisa memicu kehamilan prematur atau bayi dengan berat badan lahir rendah.

Selain obat, ada beberapa cara lain untuk menjaga level kolesterol tetap normal seperti:

1. Perbanyak aktivitas fisik

Tentunya bagi ibu hamil, aktivitas fisik tidak bisa disamakan dengan mereka yang tidak sedang hamil. Cari tahu jenis olahraga ringan yang aman untuk ibu hamil dan lakukan secara rutin. Pilates, yoga, atau berjalan bisa menjadi pilihan.

2. Konsumsi serat

Pastikan mengonsumsi serat yang seimbang baik dari buah dan sayuran yang kaya serat.

3. Konsumsi lemak baik

Sumber lemak baik seperti dari buah alpukat dan kacang-kacangan sangat direkomendasikan untuk menjaga level kolesterol.

4. Batasi konsumsi gorengan dan makanan manis

Gorengan atau makanan yang diproses terlalu banyak serta makanan dengan kadar gula tinggi hanya akan memperburuk level kolesterol pada ibu hamil

Konsumsi obat penurun kolesterol tidak direkomendasikan, bahkan sebaiknya dihentikan 3 bulan sebelum seorang perempuan memulai program kehamilan. Periode 3 bulan yang disebut washout period ini dilakukan untuk memastikan tidak ada sisa statin dan ezetimibe dalam tubuh.

Meskipun risikonya kecil, namun obat-obatan ini dianggap tidak aman untuk kehamilan. Bahkan selama menyusui, obat penurun kolesterol juga tidak direkomendasikan.

Tak kalah penting, selalu periksakan level kolesterol secara berkala. Setelah persalinan, sebaiknya menunggu hingga 6-8 minggu kemudian karena level kolesterol pada ibu hamil masih tinggi hingga sebulan setelah melahirkan.

Heart UK. https://www.heartuk.org.uk/cholesterol/pregnancy-and-blood-fats
Diakses 5 Desember 2019

Healthline. https://www.healthline.com/health/pregnancy/manage-cholesterol-levels-during-pregnancy
Diakses 5 Desember 2019

Parents. https://www.parents.com/getting-pregnant/pre-pregnancy-health/is-high-cholesterol-during-pregnancy-normal/
Diakses 5 Desember 2019

The Bump. https://www.thebump.com/a/high-cholesterol-during-pregnancy
Diakses 5 Desember 2019

Artikel Terkait