Kolangitis Adalah Peradangan pada Saluran Empedu, Waspadai Komplikasinya

Gejala kolangitis adalah hal yang bisa terjadi mendadak dan langsung parah maupun terjadi perlahan
Penyebab kolangitis beragam dan sebaiknya konsultasikan dengan dokter untuk menanganinya

Kolangitis adalah peradangan pada saluran empedu. Peradangan ini ditandai dengan area berwarna kemerahan dan membengkak. Kolangitis bisa terjadi mendadak atau berkembang perlahan hingga 20 tahun.

Idealnya, saluran empedu akan mengalirkan cairan empedu berwarna kuning kecokelatan dari liver dan kantung empedu menuju usus halus. Cairan empedu ini membantu tubuh menyerap lemak.

Namun jika saluran empedu mengalami peradangan atau tersumbat, cairan empedu justru kembali ke liver. Konsekuensinya adalah kerusakan hati dan masalah lainnya.

Gejala kolangitis

Pada penderitanya, gejala kolangitis adalah hal yang bisa terjadi mendadak dan langsung parah maupun terjadi perlahan selama periode waktu 5-20 tahun. Gejalanya pun bisa berbeda-beda pada orang yang sama-sama menderita kolangitis sekalipun.

Beberapa gejala kolangitis adalah:

  • Merasa lemas dan lesu
  • Kulit terasa gatal
  • Mata kering
  • Mulut kering
  • Rasa nyeri di perut kanan atas
  • Berkeringat berlebih saat malam hari
  • Kaki bengkak
  • Kulit menjadi lebih gelap (hiperpigmentasi)
  • Nyeri otot
  • Kembung
  • Penumpukan lemak di kulit sekitar mata
  • Diare
  • Penurunan berat badan drastis
  • Perubahan mood drastis
  • Penurunan daya ingat

Apabila kolangitis yang diderita termasuk akut, maka bisa juga muncul gejala lain secara mendadak seperti:

  • Demam tinggi
  • Mual dan muntah
  • Nyeri tulang belakang
  • Rasa nyeri di bagian tengah perut
  • Tekanan darah rendah
  • Merasa hilang orientasi
  • Kulit berwarna kekuningan
  • Kolesterol tinggi
  • Liver bengkak atau jadi lebih besar

Bagaimana mengatasi kolangitis?

Cara mengatasi kolangitis adalah dengan melihat apa pemicunya pada setiap pasien. Semakin dini diagnosis dilakukan, akan semakin besar kemungkinan penanganannya berhasil.

Jika kolangitis dibiarkan, maka ada kemungkinan terjadi komplikasi. Contohnya adalah masalah pada liver dan bisa menjalar ke organ tubuh lainnya.

Beberapa cara mengatasi kolangitis adalah:

  • Mengatasi kolangitis akut

Untuk kolangitis akut, penanganan paling awal yang umumnya direkomendasikan oleh dokter adalah memberikan antibiotik selama 10 hari. Jenis antibiotik bisa penicillin, metronidazole, ceftriaxone, atau ciprofloxacin. 

Selain itu, ada prosedur medis seperti memberikan infus atau mengeringkan saluran empedu. Prosedur ini hanya bisa dilakukan lewat rawat inap di rumah sakit.

  • Mengatasi kolangitis kronis

Sementara untuk mengatasi kolangitis kronis, tidak ada pengobatan yang khusus untuk menyembuhkannya. Memang ada obat yang dapat memperbaiki aliran cairan empedu dan melindungi liver. Namun tetap, bukan kolangitisnya yang diobati.

Untuk itu, penderita kolangitis kronis harus selalu memantau gejala yang dirasakan, memeriksakan fungsi liver, dan mempertimbangkan prosedur untuk membuka sumbatan saluran empedu.

  • Terapi endoskopi

Pada terapi endoskopi, bisa dimasukkan selang elastis kemudian dikembangkan menjadi balon untuk membuka saluran empedu sehingga cairan empedu bisa disalurkan lebih lancar. Terapi ini perlu dilakukan beberapa kali untuk mengatasi kolangitis. Saat prosedur dilakukan, pasien perlu diberikan anestesi lokal atau total.

  • Terapi percutaneous

Mirip seperti terapi endoskopi, hanya saja terapi percutaneous dilakukan lewat kulit. Tujuannya adalah untuk menemukan lokasi sumbatan empedu dan membebaskannya. Dokter akan memberikan anestesi di area kulit atau membuat pasien tertidur sebelum melakukan prosedur ini.

  • Operasi

Dokter juga bisa membuang saluran empedu yang tersumbat lewat prosedur operasi. Saat prosedur ini dilakukan, pasien akan mendapatkan bius total.

  • Transplantasi hati

Pada kasus yang lebih serius, hal yang bisa membantu penderita kolangitis adalah transplantasi hati. Dokter akan mengganti hati yang rusak dengan donor hati yang sehat. Setelah itu, pasien harus mengonsumsi obat anti-rejection seumur hidup.

Efek samping kolangitis

Gejala-gejala dari kolangitis tak hanya mengganggu kualitas hidup seseorang, namun antisipasi juga efek samping yang mungkin terjadi. Kolangitis adalah penyakit yang dapat mengganggu sistem pencernaan dan kemampuan tubuh menyerap vitamin. Untuk itu, direkomendasikan mengonsumsi suplemen vitamin A, D, E, dan juga K.

Selain itu, dokter biasanya juga akan meresepkan obat untuk osteoporosis atau pencegah pengeroposan tulang lainnya. Suplemen yang diperlukan adalah kalsium dan vitamin D.

Penyebab kolangitis adalah hal yang beragam, bahkan bisa jadi tidak diketahui apa pemicu seseorang menderita kolangitis. Penyebabnya bisa karena infeksi bakteri, batu empedu, tumor, kebiasaan merokok, terpapar zat kimia, atau gangguan kekebalan tubuh.

Untuk itu, penting memeriksakan kesehatan secara berkala untuk tahu apakah fungsi liver masih optimal. Menjalani gaya hidup sehat juga bisa mencegah seseorang mengalami kolangitis.

Healthline. https://www.healthline.com/health/cholangitis#outlook
Diakses 12 Februari 2020

Johns Hopkins Medicine. https://www.hopkinsmedicine.org/health/conditions-and-diseases/cholangitis
Diakses 12 Februari 2020

Medline Plus. https://medlineplus.gov/ency/article/000290.htm
Diakses 12 Februari 2020