Koilonychia adalah Kondisi Kuku Sendok, Ini Cara Menyembuhkannya


Koilonychia adalah kondisi kuku yang terlihat seperti sendok karena memiliki cekungan di bawah permukaan kuku yang seharusnya penuh berisi daging. Apakah ini bisa disembuhkan?

(0)
14 Dec 2020|Asni Harismi
Ditinjau olehdr. Karlina Lestari
Koilonychia adalah gangguan kuku yang menimbulkan cekungan di bawah permukaannyaKoilonychia adalah gangguan kuku yang bisa terjadi akibat paparan zat kimia
Koilonychia adalah gangguan pada kuku yang bisa menandakan kekurangan zat besi dalam tubuh. Ternyata, kesehatan kuku bisa menggambarkan kondisi kesehatan secara keseluruhan.Koilonychia menjadikan kuku terlihat seperti sendok karena memiliki cekungan di bawah permukaan kuku yang seharusnya penuh berisi daging. Tergantung tingkat keparahannya, cekungan ini bahkan bisa sampai membuat tetesan air yang jatuh di atasnya menjadi menggenang.Pada bayi atau anak-anak, koilonychia normal dijumpai dan akan hilang sendiri seiring dengan bertambahnya usia. Akan tetapi pada orang dewasa, kondisi ini tidak normal dan bisa terjadi akibat benturan benda tumpul maupun penyakit tertentu.

Koilonychia adalah gangguan kulit akibat kondisi ini

Kekurangan zat besi berisiko menyebabkan koilonychia
Banyak hal dapat menjadi penyebab kuku menjadi cekung. Namun, beberapa hal yang umumnya menjadi pemicu adalah:

1. Kekurangan zat besi

Kekurangan nutrisi tertentu, terutama zat besi, merupakan penyebab utama munculnya koilonychia. Jenis anemia ini banyak menyerang anak-anak serta wanita dalam masa produktif, meski tidak menutup kemungkinan juga terjadi pada laki-laki dan semua kelompok umur.Kekurangan zat besi bukan hanya diakibatkan oleh kurangnya asupan zat besi, melainkan juga kurangnya konsumsi folat, protein, dan vitamin C. Jika Anda merasa mengalami defisiensi zat besi, konsultasikan dengan dokter mengenai penanganan yang tepat.

2. Penyakit autoimun

Penyakit autoimun yang dapat mengakibatkan munculnya koilonychia adalah erithematosus lupus systemic (ELS) atau dikenal sebagai penyakit lupus, serta autoimun yang mengakibatkan peradangan kulit, termasuk psoriasis dan lichen planus.

3. Paparan zat kimia

Para peneliti beranggapan ada pengaruh zat kimia tertentu yang mungkin dapat mengakibatkan munculnya koilonychia. Salah satu zat yang dimaksud adalah petroleum yang banyak terkandung pada produk perawatan rambut tertentu. Tak heran, koilonychia banyak terlihat pada kuku para penata rambut.

4. Faktor lingkungan

Orang-orang yang tinggal di daerah pegunungan atau dataran tinggi juga lebih rentan terkena koilonychia. Pasalnya, di sana kadar oksigen cukup rendah sehingga menuntut tubuh untuk memproduksi lebih banyak sel darah merah. Akibatnya, tubuh jadi rentan kekurangan zat besi.

5. Faktor genetik

Kondisi genetik tertentu yang bisa memicu munculnya koilonychia adalah hemokromatosis, yakni saat tubuh seseorang menyerap terlalu banyak zat besi dari makanan. Sama halnya dengan orang yang mengidap sindrom Nail-patella, yakni masalah genetik pada tempurung kuku, lutut, tulang pinggul, dan siku.

6. Kondisi lainnya

Kondisi lain yang dapat menyebabkan koilonychia adalah trauma pada kuku dan rendahnya suplai darah merah (seperti pada penderita penyakit Raynaud). Selain itu, koilonychia juga bisa muncul pada penderita penyakit kardiovaskular, hipotiroidisme, dan penyakit celiac.

Bagaimana cara menyembuhkan koilonychia?

Penderita koilonychia disarankan mengonsumsi sayuran hijau
Penanganan koilonychia sangat tergantung pada penyebab munculnya kondisi itu sendiri. Misalnya, jika cekungan kuku terjadi akibat defisiensi zat besi, maka dokter akan meresepkan suplemen zat besi plus menyarankan perubahan pola makan.Pastikan Anda mengonsumsi suplemen sesuai dengan saran dokter, mulai dari dosis, cara pakai, hingga durasinya. Penggunaan suplemen zat besi yang benar akan mengurangi gejala anemia dalam seminggu.Namun tetap butuh waktu lama bagi koilonychia untuk sepenuhnya hilang, karena tubuh juga memerlukan waktu untuk menstabilkan level zat besi.Sementara itu, makanan yang dianjurkan bagi penderita koilonychia adalah:
  • Daging merah
  • Daging babi atau unggas (ayam, burung dara, bebek, dan lain-lain)
  • Kacang-kacangan
  • Sayuran hijau
  • Polong-polongan
  • Makanan laut
  • Buah kering, seperti kismis
Selain itu, Anda juga dianjurkan mengonsumsi sumber pangan yang kaya akan vitamin C, sehingga tubuh lebih mudah menyerap zat besi dari makanan. Bila perlu, dokter akan menyuntikkan vitamin B-12 secara berkala untuk mencegah defisiensi.

Catatan dari SehatQ

Seiring dengan normalnya level zat besi di dalam tubuh, kuku Anda juga akan tumbuh secara idealnyal. Namun karena pertumbuhan kuku cenderung lambat, Anda mungkin baru melihat hasilnya dalam 6-18 bulan atau bahkan lebih.Untuk mengetahui informasi lebih lanjut tentang koilonychia, tanyakan langsung pada dokter di aplikasi kesehatan keluarga SehatQ. Download sekarang di App Store dan Google Play.
perawatan kulitkesehatan kulitkukujamur kuku
Medicine Net. https://www.medicinenet.com/koilonychia/symptoms.htm
Diakses pada 1 Desember 2020
Medical News Today. https://www.medicalnewstoday.com/articles/318761
Diakses pada 1 Desember 2020
Healthline. https://www.healthline.com/health/spoon-nails-koilonychia
Diakses pada 1 Desember 2020
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait