Klaster Keluarga Bermunculan, Ini Protokol Saat Orang Rumah Positif Covid-19

(0)
30 Sep 2020|Nina Hertiwi Putri
Ditinjau olehdr. Reni Utari
Saat orang rumah positif Covid-19, ada protokol yang perlu dijalankan Anda sekeluargaKlaster keluarga banyak menyumbang angka positif Covid-19
Semakin maraknya klaster keluarga sebagai penyumbang angka positif Covid-19, perlu mendapat perhatian khusus. Jika dulu penyakit ini terasa jauh dari jangkauan, kini lingkungan terdekat seperti keluarga dan teman, terbukti bisa menjadi sumber penularan.Lantas, apa yang harus kita lakukan jika ada keluarga yang terbukti positif Covid-19? Langkah-langkah selanjutnya perlu benar-benar diperhatikan. Sebab jika tidak, penyebaran virus ini akan semakin meluas dan pada akhirnya membentuk klaster keluarga yang baru.

Apa itu kluster keluarga?

Klaster keluarga jadi sumber penularan utama Covid-19 di Indonesia
Klaster keluarga mudah terbentuk karena di rumah jarang melakukan protokol kesehatan
Kluster secara harafiah dapat diartikan sebagai kumpulan. Dalam hubungannya dengan Covid-19, klaster merupakan kumpulan kasus positif pada suatu komunitas.Klaster keluarga memperlihatkan kumpulan kasus positif Covid-19 di dalam satu keluarga. Hal ini menandakan penularan virus corona terjadi secara masif di kalangan orang-orang terdekat.Penularan antar anggota keluarga memang tidak bisa dipungkiri cukup mudah terjadi. Sebab, sebagai keluarga, kita cenderung tidak menerapkan protokol kesehatan satu sama lain. Di rumah, tentu akan sulit bagi kita untuk menggunakan masker dan menjaga jarak satu sama lain.Permasalahannya, orang yang masuk ke rumah belum tentu sehat. Ayah atau ibu yang baru pulang dari kantor, anak yang baru selesai bermain di luar, hingga nenek atau kakek yang baru menjalani pemeriksaan kesehatan di rumah sakit, bisa menjadi awal penularan di keluarga.

Apa yang harus dilakukan jika ada keluarga yang positif Covid-19?

Ada beberapa langkah yang harus dilakukan jika ada keluarga yang positif Covid-19. Langkah ini perlu dilakukan secara benar dan tepat, sehingga penyebaran virus corona tidak meluas ke anggota keluarga yang lain maupun orang sekitar lingkungan rumah.
Saat ada anggota keluarga positif Covid-19, harus lapor RT untuk pendataan agar tidak muncul kluster keluarga
Saat ada keluarga yang positif Covid-19, harus lapor agar didata

1. Lapor ke petugas kesehatan atau dinas terkait

Jika ada keluarga yang positif Covid-19, hal pertama yang harus dilakukan adalah melapor ke ketua RT atau RW setempat. Selanjutnya, ketua RT akan menunjukkan jalur pelaporan selanjutnya.Pelaporan juga bisa dilakukan ke puskesmas di daerah tempat tinggal Anda. Apabila komplek perumahan atau tempat tinggal Anda memiliki Gugus Tugas Covid-19 sendiri, maka melapor ke organisasi tersebut pun diperbolehkan.Pelaporan perlu dilakukan agar data Anda masuk dan terhitung sebagai data resmi. Dengan begitu, Anda bisa mendapatkan surat rujukan maupun penanganan lebih lanjut.Pelaporan mandiri juga bisa dilakukan melalui situs Covid-19 milik pemerintah. Dari pelaporan tersebut, petugas akan menghubungi Anda lebih lanjut jika memang diperlukan.
Agar aman, karantina mandiri jika ada keluarga yang positif Covid-19
Jika ada keluarga satu rumah yang positif Covid-19, Anda harus karantina mandiri

2. Karantina mandiri

Setelah melapor, maka Anda dan anggota keluarga lain yang telah melakukan kontak erat dengan orang yang positif Covid-19, harus menjalani karantina.Karantina mandiri harus dilakukan meskipun Anda tidak menunjukkan gejala dan merasa sehat-sehat saja.Jika memungkinkan, langsung jalani tes PCR dengan metode swab untuk memastikan Anda tidak tertular infeksi virus corona. Anda bisa mencari fasilitas tes PCR swab terdekat di SehatQ. Setelah menerima hasilnya, berikut ini hal-hal yang harus diperhatikan:

• Jika negatif Covid-19 dan tidak akan bertemu keluarga yang positif Covid-19 lagi

Apabila negatif Covid-19 dan setelah itu tidak akan lagi bertemu anggota keluarga yang positif Covid-19 karena ia akan menjalani isolasi di fasilitas kesehatan pemerintah ataupun rumah sakit rujukan Covid-19,  maka Anda harus tetap di rumah (karantina) selama 14 hari karena gejala dapat muncul 2-14 hari setelah terpapar virus.

• Jika negatif Covid-19 dan masih harus merawat keluarga yang positif Covid-19

Apabila negatif Covid-19 tapi harus merawat anggota keluarga yang positif Covid-19 yang menjalani isolasi mandiri di rumah, maka Anda juga perlu menjalani karantina.Karantina perlu dilakukan selama merawat anggota keluarga tersebut dan setidaknya 14 hari setelah terakhir kali berkontak dengan anggota keluarga tersebut, atau sejak terakhir kali Anda melakukan perawatan tersebut.

• Jika positif Covid-19 karena tertular dari keluarga

Jika positif Covid-19 karena tertular keluarga, maka lakukan sesuai protokol yang diperlukan pasien yang positif Covid-19, yaitu diawali dengan pelaporan dan penanganan selanjutnya disesuaikan dengan kondisi kesehatan. Berikut jabaran langkah-langkah yang perlu dilakukan jika Anda positif Covid-19.

• Sehat dari rumah: Penuhi kotak P3K di rumah dengan 10 jenis obat dan alat medis ini• Soal masker: Naik mobil pakai masker perlu atau tidak? Ini kata dokter

Apa yang harus dilakukan jika Anda merawat keluarga yang positif Covid-19?

Berikut ini hal yang perlu dilakukan apabila Anda harus merawat keluarga yang positif Covid-19 di rumah.
Saat di rumah, tetap harus menjaga jarak dan memakai masker jika ada anggota keluarga yang positif Covid-19
Saat merawat anggota keluarga yang positif Covid-19, harus tetap menjaga jarak dan pakai masker

1. Menjaga jarak

Jika menurut petugas kesehatan, keluarga yang positif Covid-19 bisa menjalani isolasi mandiri di rumah, maka keluarga yang rentan seperti lansia, maupun yang memiliki penyakit penyerta, sebaiknya diungsikan sementara ke tempat lain.Anak-anak maupun bayi juga sebaiknya tidak satu rumah dengan orang positif Covid-19 yang menjalani isolasi mandiri.Namun jika tidak memungkinkan, pindah kamar dan membatasi interaksi adalah hal terbaik yang bisa dilakukan. Kamar mandi pasien yang positif Covid-19 juga sebaiknya dipisahkan dari anggota keluarga lain di rumah.

2. Memastikan kesehatan diri sendiri

Menurut Kementerian Kesehatan RI, orang yang mendampingi atau merawat orang yang isolasi mandiri di rumah sebaiknya hanya satu orang.Orang tersebut juga harus dalam kondisi yang sehat, tanpa gangguan kesehatan bawaan maupun masalah kekebalan tubuh.Penjenguk atau pengunjung tidak diizinkan datang ke rumah sampai pasien benar-benar sehat dan tidak bergejala.

3. Memastikan pasien melakukan langkah-langkah penyembuhan

Pengidap Covid-19 yang diperbolehkan untuk melakukan isolasi mandiri di rumah adalah yang tidak bergejala (OTG) ataupun yang bergejala ringan.Apabila keluarga Anda termasuk yang bergejala ringan, maka pastikan ia mengonsumsi obat-obatan yang diperlukan untuk meredakan gejala, seperti obat demam, vitamin, maupun suplemen lainnya.Pastikan juga kebutuhan cairan dan nutrisi hariannya terpenuhi dengan banyak minum air putih dan mengonsumsi makanan yang sehat dan bergizi seimbang.Buka jendela rumah saat siang hari agar sirkulasi atau pertukaran udara berlangsung lancar.
Membersihkan ruangan dengan disinfektan penting jika ada anggota keluarga yang positif Covid-19
Disinfektan perlu untuk menjaga kebersihan jika di rumah ada anggota keluarga yang positif corona

4. Tetap menjaga kebersihan rumah

Salah satu kunci dalam melawan infeksi virus adalah menjalani perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS). Jadi, sebagai perawat di rumah, Anda harus rutin membersihkan benda yang sering disentuh seperti ponsel atau gagang pintu dengan disinfektan.Jangan menggunakan alat makan bergantian dengan anggota keluarga lain dan selalu cuci alat makan pasien menggunakan air panas. Baju yang digunakan oleh pasien juga perlu dicuci dengan air panas atau air hangat.Tetap gunakan kamar dan kamar mandi yang berbeda dari anggota keluarga dengan kondisi positif corona.

5. Selalu melindungi diri

Meski Anda satu rumah dan merawat anggota keluarga sendiri, bukan berarti protokol kesehatan bisa diabaikan.Anda tetap harus menjaga jarak dan rajin mencuci tangan dengan sabun atau hand sanitizer. Saat berkontak untuk mengantarkan makanan, obat, maupun hal lainnya, baik Anda maupun pasien harus menggunakan masker.Gunakan sarung tangan saat mencuci piring, gelas, maupun baju keluarga yang positif Covid-19. Sarung tangan dan masker juga perlu digunakan saat membuang sampah, dan membersihkan rumah maupun kamar pasien.Selama menjadi perawat untuk anggota keluarga yang sakit, pastikan Anda juga memantau kondisi kesehatan diri sendiri.

6. Mengetahui waktu yang tepat untuk memanggil dokter

Walaupun pasien yang dirawat di rumah adalah OTG atau gejala ringan, tidak menutup kemungkinan kondisinya akan bertambah parah. Segera hubungi dokter apabila anggota keluarga yang positif Covid-19 mengalami gejala seperti:
  • Sesak napas
  • Nyeri dada yang tidak kunjung hilang
  • Pusing dan linglung
  • Sakit pada seluruh badan hingga tidak bisa bangun
  • Wajah dan bibirnya membiru
Anda juga perlu segera menghubungi dokter atau menjalani tes apabila saat merawat, merasakan gejala Covid-19 seperti demam, batuk, diare, pusing, hingga mual.Selama menjalani isolasi mandiri, jangan lupa juga untuk selalu mencatat dan memberitahukan status kesehatan Anda dan pasien kepada dokter yang merawat. Anda juga bisa menggunakan aplikasi telemedicine untuk rutin berkonsultasi dengan dokter tanpa harus tatap muka.Jika Anda masih punya pertanyaan tentang hal yang harus dilakukan apabila ada anggota keluarga yang positif Covid-19, tanyakan langsung pada dokter di aplikasi kesehatan keluarga SehatQ. Download sekarang di App Store dan Google Play.
penyakit paru-paruinfeksi saluran pernapasaninfeksi viruscoronavirus
Kementerian Kesehatan RI. https://covid19.kemkes.go.id/download/KMK_No._HK.01.07-MENKES-413-2020_ttg_Pedoman_Pencegahan_dan_Pengendalian_COVID-19.pdf
Diakses pada 29 September 2020
Universitas Gadjah Mada. https://ugm.ac.id/en/news/20037-ugm-epidemiologist-community-gathering-might-cause-covid-transmission-in-family-clusters
Diakses pada 29 September 2020
Satuan Tugas Penanganan Covid-19. https://covid19.go.id/pelaporan-mandiri
Diakses pada 29 September 2020
CDC. https://www.cdc.gov/coronavirus/2019-ncov/if-you-are-sick/care-for-someone.html
Diakses pada 29 September 2020
CDC. https://www.cdc.gov/coronavirus/2019-ncov/if-you-are-sick/quarantine.html
Diakses pada 29 September 2020
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait