Klasifikasi Jamur alias Kingdom Fungsi dan Pengaruhnya ke Kesehatan


Kingdom fungi dibagi menjadi empat, yaitu zygomycota, ascomycota, basidiomycota, dan deuteromycota. Fungi atau jamur bisa bermanfaat untuk kesehatan tapi bisa juga menyebabkan penyakit.

0,0
26 Jul 2021|Nina Hertiwi Putri
Ditinjau olehdr. Reni Utari
Kingdom fungi terbagi menjadi empat yaitu zygomycota, ascomycota, basidiomycota, dan deuteromycota.Fungi atau jamur bisa bermanfaat atau berbahaya bagi manusia
Fungi adalah salah satu klasifikasi makhluk hidup yang sering juga disebut sebagai jamur. Klasifikasi jamur sendiri jumlahnya cukup banyak, yaitu zygomycota, ascomycota, basidiomycota, dan deuteromycota.Untuk manusia, fungsi bisa bermanfaat, bisa juga merugikan. Dalam kondisi terkontrol, jenis fungi atau jamur tertentu bisa dipakai untuk membuat makanan fermentasi, pestisida, hingga antibiotik penicillin. Namun jenis fungi lainnya bisa menjadi penyebab berbagai penyakit dari yang ringan hingga berbahaya.Berikut ini penjelasan seputar kingdom fungi yang perlu diketahui.

Klasifikasi kingdom fungi

Kingdom fungi dibagi empat salah satunya zygomycota
Gambaran fungi zygomycota secara mikroskopis
Kingdom fungi atau jamur dibagi menjadi empat klasifikasi, yaitu Zygomycota, Ascomycota, Basidiomycota, Deuteromycota.

1. Zygomycota

Zygomycota adalah salah satu jenis kingdom fungi yang hidup di darat, tanah, ataupun organisme lain yang sudah mati. Jamur ini dapat membentuk spora yang dinamakan sebagai zigospora.Umumnya, zygomycota hidup sebagai saprofit. Ia memiliki hifa yang bersifat senosistik dan melakukan reproduksi secara seksual maupun aseksual. Reproduksi seksualnya dilakukan dengan meleburkan hifa jantan dan betina.Sedangkan reproduksi aseksualnya dilakukan pada spora yang telah pecah dari sporangium.

2. Ascomycota

Jamur ascomycota memiliki hifa berseptum. Reproduksinya dilakukan secara seksual dengan menghasilkan askospora atau aseksual dengan menghasilkan konidia.Contoh jamur yang masuk dalam kelompok ini adalah ragi, Penicillium, Piedraia hotai, dan Candida Albicans.

3. Basidiomycota

Basidiomycota adalah kelompok jamur berukuran besar yang bereproduksi secara aseksual dengan membentuk spora di atas sel yang bernama basidium. Sementara itu, reproduksi seksualnya dilakukan dengan membentuk spora konidia.Basidiomycota adalah jamur multiseluler yang memiliki hifa bersekat atau berseptum. Dinding selnya tersusun atas zat kitin. Badan jamur terlihat seperti payung atau kuping dan beberapa di antaranya dapat dijadikan sebagai sumber makanan.Contoh jamur basidiomycota yang bisa dimakan antara lain Auricularia polytricha atau jamur kuping dan Vorvariella volvaceae atau jamur merang.

4. Deuteromycota

Deuteromyocota adalah kelompok jamur yang belum diketahui cara reproduksinya, sehingga klasifikasi ini sering juga disebut sebagai jamur tidak sempurna. Contoh jamur yang masuk ke dalam kelompok ini adalah Monilia.Berbeda dari jamur jenis lain, jamur ini jarang membentuk tubuh buah dan sebagian besarnya berbentuk mikroskopis yang sulit dilihat dengan mata telanjang. Deuteromycota memiliki hifa bersekat dengan dinding sel yang terbuat dari bahan kitin dan dapat bersifat uniseluler maupun multiseluler.

Ciri-ciri fungi

Ciri-ciri fungi adalah tidak punya klorofil dan eukariotik
Jamur atau fungi tidak memiliki klorofil
Setiap klasifikasi di kingdom fungi memiliki ciri khasnya masing-masing. Namun secara umum, ada beberapa kesamaan yang bisa menjadi ciri umum dari fungi atau jamur.Berikut ini ciri-ciri kingdom fungi secara umum:
  • Tidak punya klorofil
  • Merupakan organisme eukariotik
  • Mayoritas merupakan organisme multiseluler, namun sebagian kecilnya ada yang uniseluler
  • Bersifat heterotrof alias tidak bisa membuat makanannya sendiri, sehingga jamur hidup sebagai parasit, saprofit, atau bersimbiosis dengan organisme lain
  • Banyak hidup di tempat-tempat lembap yang tidak mendapatkan banyak cahaya dan memiliki komponen organik, seperti tumpukan kayu lapuk dan tempat sampah.
  • Bisa bereproduksi secara seksual dan aseksual menggunakan spora.

Struktur fungi

Struktur utama dari jamur atau fungi adalah hifa. Hifa merupakan benang serat tipis yang kemudian bersatu dan membentuk miselium. Miselium inilah yang menyusun bentuk tubuh jamur.Hifa pada jamur umumnya terbagi menjadi sel-sel oleh dinding yang disebut septum. Septum ini memiliki lubang-lubang cukup untuk jalan lewat ribosom, mitokondria, dan nukleus. Sementara itu, hifa yang tidak dipisahkan oleh septum disebut sebagai hifa senositik.Macam-macam hifa yang menyusun fungi antara lain:
  • Aseptat. Aseptat adalah hifa yang tidak mempunya sekat atau septum yang sering disebut hifa senosistik.
  • Septat atau septum uninukleus. Ini adalah hifa bersel inti tunggal.
  • Septat multinukleus. Septat multinukleus adalah hifa bersel inti banyak.

Manfaat fungi untuk kehidupan manusia

Manfaat fungi salah satunya untuk fermentasi tempe
Manfaat fungi salah satunya sebagai bahan fermentasi tempe
Manfaat fungi untuk kehidupan manusia ada beragam, seperti:

• Sebagai bahan makanan

Beberapa jenis makanan ada yang diolah menggunakan jamur jenis tertentu. Roti, misalnya, dibuat menggunakan ragi yang merupakan salah satu jenis jamur. Jamur juga berperan dalam fermentasi untuk membuat tempe dan keju.

• Untuk mengontrol hama

Beberapa jenis jamur juga bisa diolah untuk menghambat pertumbuhan bakteri dan hama yang bisa merusak tanaman.

• Bahan utama pembuat antibiotik penicillin

Penicillin adalah bahan dasar berbagai jenis antibiotik. Salah satunya amoxicillin, yang paling sering digunakan. Pada tahun 1928, seorang peneliti bernama Alexander Fleming menemukan bahwa jamur jenis tertentu bisa menghambat pertumbuhan bakteri.Fakta ini kemudian diteliti lebih lanjut dan ditemukan bahwa Penicillin efektif untuk mengatasi berbagai penyakit yang disebabkan oleh infeksi bakteri.

Penyakit yang disebabkan oleh fungi

Infeksi jamur kuku salah satu bahaya jamur untuk tubuh
Infeksi jamur kuku sering terjadi pada manusia
Jamur atau fungi jenis tertentu juga bisa menyebabkan berbagai penyakit di tubuh manusia. Beberapa yang paling sering terjadi antara lain:

• Infeksi jamur kuku

Infeksi jamur kuku sangat umum terjadi dan bisa membuat kuku terlihat berwarna keruh, menebal namun rapuh. Orang yang mengalami penyakit ini biasanya tidak merasakan nyeri, kecuali jika infeksinya sudah parah.Infeksi jamur kuku bisa disebabkan oleh berbagai jenis fungi yang ada di lingkungan. Fungsi tersebut bisa masuk merusak kuku ketika di kulit sekitar kuku ada jaringan yang terbuka atau luka.

• Candidiasis

Candidiasis adalah infeksi yang disebabkan oleh jamur bernama Candida. Infeksi jamur ini bisa terjadi di rongga mulut, tenggorokan, hingga vagina.Infeksi Candida membuat permukaan rongga mulut terlihat diselimuti bercak-bercak putih. Gejalanya antara lain terasa nyeri di area infeksi, tidak bisa merasakan makanan, dan nyeri saat menelan.

• Infeksi jamur kulit ringworm

Infeksi jamur kulit ringworm adalah salah satu jenis penyakit yang disebabkan oleh jamur dan akan membuat kulit pengidapnya memiliki ruam melingkar yang gatal dan kemerahan.Infeksi biasanya terjadi akibat jamur yang menempel di berbagai barang sehari-hari seperti baju, handuk, dan seprei. Dalam bahasa medis, penyakit ini disebut sebagai dermatophytosis.Kingdom fungi atau jamur punya berbagai peran untuk kehidupan manusia. Sebagian bermanfaat namun sebagian lainnya merugikan. Kalau Anda ingin berdikusi lebih lanjut soal penyakit yang bisa disebabkan oleh jamur dan cara mengobatinya, diskusikan langsung dengan tim dokter SehatQ lewat fitur Chat Dokter. Unduh aplikasinya secara gratis di App Store dan Playstore.
infeksi jamurjamur kuku
Medicine Net. https://www.medicinenet.com/penicillins-injection/article.htm#what_are_the_uses_for_penicillin_antibiotics
Diakses pada 14 Juli 2021
CDC. https://www.cdc.gov/fungal/diseases/index.html
Diakses pada 14 Juli 2021
Biology Libre Text. https://bio.libretexts.org/Bookshelves/Introductory_and_General_Biology/Book%3A_Introductory_Biology_(CK-12)/08%3A_Protists_and_Fungi/8.15%3A_Human_Uses_of_Fungi
Diakses pada 14 Juli 2021
CK-12. https://flexbooks.ck12.org/cbook/ck-12-biology-flexbook-2.0/section/8.9/primary/lesson/fungi-structure-bio
Diakses pada 14 Juli 2021
Kusnadi, dkk. 2009. Buku Saku Biologi SMA. Jakarta: Kawan Pustaka. Diakses dari https://books.google.co.id/books?id=QxWH_12ocAcC&printsec=frontcover&source=gbs_ge_summary_r&cad=0#v=onepage&q=fungi&f=false
pada 14 Juli 2021
Widiyanto, Prasida. 2020. Modul Pembelajaran Biologi SMA Kelas X. Jakarta: Direktorat SMA, Direkorat Jenderal PAUD, DIKDAS, dan DIKMEN.
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait