Kista Kelenjar Bartholin Bisa Sampai Bernanah, Apa Penyebabnya?

Kista pada kelenjar Bartholin yang mengalami infeksi bisa membentuk abses yang berisi nanah
Kista pada kelenjar Bartholin bisa menyebabkan nyeri di sekitar vagina, terutama jika terinfeksi

Kista bukan hanya bisa tumbuh pada rahim, melainkan juga pada alat kelamin wanita. Ketika tumbuh di kelenjar Bartholin yang terletak antara vagina dan vulva (lapisan terluar vagina), kista ini dinamakan kista kelenjar Bartholin atau kista Bartholin.

Kista Bartholin tergolong penyakit langka karena hanya 2% wanita yang pernah mengalami kista ini semasa hidupnya. Sebagian besar kista Bartholin juga tidak berbahaya, tidak terasa sakit, bahkan tidak menimbulkan gejala apapun. Namun kita Barthoin bisa saja mengganggu kenyamanan, terutama bila telah mengalami infeksi.

Kalangan wanita yang berisiko mengalami kista pada kelenjar Bartholin

Dari 2% wanita yang pernah menderita kista Bartholin, mayoritas berusia 20 hingga 29 tahun atau berada dalam usia reproduktif. Wanita yang belum pernah hamil atau hanya pernah satu kali hamil juga memiliki risiko lebih besar untuk terkena kista ini. 

Sebaliknya, kista Bartholin tidak mungkin terjadi pada wanita yang belum mengalami pubertas. Pasalnya, kelenjar Bartholin mereka belum aktif.

Sementara itu, pada wanita yang memasuki masa menopause, kista kelenjar Bartholin bisa menyusut dengan sendirinya.

Apa yang menyebabkan kista pada kelenjar Bartholin?

Kelenjar Bartholin bertugas memproduksi cairan ketika mendapatkan stimulasi. Cairan inilah yang akan menjadi pelumas pada vagina ketika kaum hawa berhubungan seksual. 

Cairan pelumas tersebut akan mengurangi gesekan antara penis dengan vagina, sehingga wanita tidak akan merasa nyeri saat penetrasi terjadi. Cairan ini dialirkan dari kelenjar Bartholin ke mulut vagina melalui saluran khusus sepanjang 2 cm. 

Jika terdapat sumbatan di saluran tersebut, cairan pelumas akan menumpuk. Bila dibiarkan, cairan ini akan terus bertambah dan menekan kelenjar Bartholin dan menyebabkan terbentuknya kista. Biasanya, butuh waktu bertahun-tahun bagi cairan pelumas vagina untuk menumpuk di saluran penghubung hingga menyebabkan munculnya kista Bartholin. 

Begitu kista Bartholin terbentuk, Anda akan rawan mengalami infeksi. Bila infeksi terjadi pada kista kelenjar Bartholin, peradangan bisa terjadi dengan cepat hingga menyebabkan kista mengalami abses, yaitu kantung berisi nanah seperti bisul.

Apa saja penyebab terjadinya abses pada kista kelenjar Bartholin?

Kista Bartholin yang sudah terinfeksi umumnya didahului dengan gejala membesarnya ukuran kista hingga 4 cm atau sebesar bola golf. Infeksi ini bisa disebabkan oleh beberapa jenis bakteri berikut:

  • Bakteri dari penyakit seksual menular, seperti gonococcus yang mengakibatkan penyakit gonore atau Chlamydia trachomatis yang menyebabkan klamidia.
  • Bakteri Escherechia coli yang terdapat dalam air kotor.

Jika infeksi dan bengkak terus berlangsung, kista kelenjar Bartholin akan membentuk abses atau kantung berisi nanah. Abses ini dapat membuat area kewanitaan menjadi nyeri.

Selain itu, kulit di sekitar kista akan menjadi kemerahan, bengkak, sakit ketika disentuh, dan hangat saat disentuh. Anda juga bisa mengalami demam hingga lebih dari 38 derajat Celcius.

Bisakah kista Bartholin dicegah?

Meski mekanisme terjadinya kista kelenjar Bartholin bisa diketahui, penyebab di balik kemunculannya belum jelas hingga saat ini. Dengan kata lain, mencegah tumbuhnya kista Bartholin nyaris mustahil dilakukan.

Hanya saja, Anda bisa menghindari faktor-faktor yang berpotensi meningkatkan risiko infeksi pada kista kelenjar Bartholin. Mengingat bakteri penyakit seksual menular termasuk faktor risiko yang utama, Anda sebaiknya selalu melakukan hubungan seks yang aman. Misalnya, dengan menggunakan kondom, serta setia pada pasangan dan tidak berganti-ganti pasangan.

Ketika kista Bartholin muncul, Anda tidak perlu panik. Kista ini kadang kala berukuran sangat kecil, sehingga tidak memicu gejala apapun atau bisa dirawat sendiri di rumah. Namun tetap periksakan ke dokter agar lebih mendapatkan diagnosis yang lebih pasti.

Jika Anda mengalami kista Bartholin yang terinfeksi dan terjadi berulang kali, Anda harus segera menghubungi dokter. Begitu pula jika Anda mengalami tanda-tanda kista kelenjar Bartholin saat berusia di atas 40 tahun atau sudah memasuki masa menopause. Pasalnya, benjolan ini bisa jadi itu bukan sekedar kista, melainkan kanker.

WebMD. https://www.webmd.com/women/guide/bartholins-gland-cyst#1
Diakses pada 3 Juli 2019

Healthline. https://www.healthline.com/health/bartholins-gland-cyst
Diakses pada 3 Juli 2019

American Family Physician. https://www.aafp.org/afp/2003/0701/p135.html
Diakses pada 3 Juli 2019

Medical News Today. https://www.medicalnewstoday.com/articles/185022.php
Diakses pada 3 Juli 2019

NHS. https://www.nhs.uk/conditions/bartholins-cyst/
Diakses pada 3 Juli 2019

Artikel Terkait

Diskusi Terkait di Forum

Banner Telemed