logo-sehatq
logo-kementerian-kesehatan
SehatQ for Corporate
TokoObatArtikelTindakan MedisDokterRumah SakitPenyakitChat DokterPromo
Penyakit

KIPI Adalah Reaksi Tubuh Setelah Vaksinasi COVID-19, Apa yang Harus Dilakukan?

open-summary

KIPI adalah reaksi yang muncul setelah mendapatkan vaksin COVID-19. Meski membuat badan tidak nyaman, umumnya hal ini tidak berlangsung lama.


close-summary

4.17

(12)

3 Mar 2021

| Larastining Retno Wulandari

Ditinjau oleh dr. Karlina Lestari

KIPI adalah reaksi tubuh setelah vaksin COVID-19 dan berupa kemerahan pada area yang disuntik

KIPI adalah reaksi tubuh setelah vaksin COVID-19 dan umumnya berupa kemerahan pada area yang disuntik

Table of Content

  • Apa itu KIPI?
  • Pingsan karena cemas sebelum vaksin juga termasuk KIPI
  • Apa yang harus dilakukan jika mengalami KIPI?
  • Catatan dari SehatQ

KIPI adalah singkatan dari Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi. Istilah ini mulai mencuat di publik seiring dengan digalakkannya vaksinasi COVID-19 karena banyak orang yang melaporkan mengalami reaksi setelah mendapatkan vaksin. Apakah ini wajar?

Advertisement

Apa itu KIPI?

Reaksi KIPI setelah vaksin COVID-19 bisa berupa demam
Reaksi KIPI setelah vaksin COVID-19 bisa berupa demam

KIPI adalah respon tubuh yang timbul setelah Anda vaksinasi. Reaksi yang umum muncul umumnya berupa demam atau nyeri ringan di bagian yang disuntik.

Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menyatakan reaksi ini tidak hanya muncul pada saat Anda mendapatkan vaksin COVID-19 saja. Semua jenis imunisasi dapat menimbulkan kondisi ini.

Kemenkes lebih lanjut memaparkan bahwa selain demam dan nyeri ringan, reaksi lain yang muncul setelah vaksin COVID-19 adalah:

  • Reaksi lokal, meliputi rasa nyeri, bengkak, maupun kemerahan pada tempat suntikan. Reaksi lokal berat biasanya ditandai dengan adanya selulitis.
  • Reaksi sistemik, yakni jika Anda mengalami demam, nyeri otot tubuh, nyeri sendi, sakit kepala, serta lemas
  • Reaksi lainnya, seperti biduran hingga kulit melepuh (urtikaria) hingga reaksi anafilaksis atau reaksi syok berat yang mengancam jiwa ditandai sesak napas, dan pingsan.

Perlu diingat, reaksi setelah vaksin yang timbul pada setiap orang bisa berbeda-beda. Umumnya, respon tubuh yang muncul adalah reaksi lokal dan sistemik. Anda tidak perlu khawatir karena kedua reaksi ini bisa hilang dengan mudah.

Baca Juga

  • Memahami CT Value Dalam tes PCR pada Diagnosis Covid-19
  • Pernah Mengalami Memar Berwarna Ungu? Bisa Jadi Itu Ekimosis
  • BPOM Izinkan Vaksin Sinovac untuk Anak 6-11 Tahun

Sementara meski memang ada risiko syok, Ketua Komnas KIPI Dr. dr. Hindra Irawan Satari, SpA(K), MTroPaed mengatakan bahwa reaksi anafilaksis akibat vaksinasi sangat jarang terjadi.

Dari satu juta dosis, mungkin hanya terjadi sebanyak 1 atau 2 kasus. Sejauh ini, reaksi anafilaksis tidak ditemukan dalam pelaksanaan vaksinasi COVID-19 di Indonesia. 

Pingsan karena cemas sebelum vaksin juga termasuk KIPI

Rasa sakit serta melihat jarum suntik mampu menimbulkan KIPI kecemasan
Rasa sakit serta melihat jarum suntik mampu menimbulkan KIPI kecemasan

WHO juga menambahkan, KIPI bisa muncul berupa vasovagal syncope, yaitu pingsan karena tekanan darah dan denyut jantung menurun secara drastis dalam waktu singkat.

Umumnya, respons stres akut ini muncul akibat:

  • Rasa cemas
  • Rasa sakit saat disuntik
  • Melihat darah
  • Melihat jarum suntik
  • Respon orang-orang sekitar
  • Kondisi tempat vaksinasi yang penuh, sesak, dan/atau panas.

Bila Anda memang memiliki riwayat gangguan kecemasan, pastikan Anda melakukan hal-hal yang membuat Anda merasa nyaman sebelum mendapatkan vaksin COVID-19.

Tetap konsumsi obat antikecemasan dengan rutin sesuai dengan anjuran dokter. Pastikan pula Anda lebih dulu melapor kepada petugas vaksinasi jika Anda mengonsumsi obat tersebut.

Apa yang harus dilakukan jika mengalami KIPI?

Konsumsi paracetamol bantu redakan reaksi KIPI
Konsumsi paracetamol bantu redakan reaksi KIPI

KIPI adalah fenomena yang umum terjadi setelah penyuntikan vaksin, termasuk vaksin COVID-19.

Maka, sesaat setelah mendapatkan vaksin Corona, respon tubuh Anda akan terus dipantau oleh tenaga kesehatan.

Sebagai prosedurnya, Anda diwajibkan untuk tetap tinggal di tempat vaksinasi setidaknya 30 menit sesudahnya agar petugas kesehatan mampu menanggulangi reaksinya jika hal ini Anda alami.

Apabila Anda merasakan beberapa keluhan setelah vaksin, penanganannya akan disesuaikan dengan jenis reaksi yang muncul.

Berdasarkan peraturan Kemenkes, inilah langkah yang bisa dilakukan jika KIPI timbul berdasarkan jenis reaksinya:

  • Reaksi lokal (nyeri bengkak kemerahan di tempat suntik): beri kompres dingin serta konsumsi paracetamol sesuai dosis yang dianjurkan.
  • Reaksi sistemik (demam, sakit kepala, nyeri otot dan sendi): Kenakan pakaian nyaman, kompres atau mandi air hangat, dan minum paracetamol sesuai dosis.
  • Reaksi anafilaksis: Reaksi anafilasis tergolong ke dalam KIPI serius yang butuh penanganan darurat. Petugas kesehatan di tempat vaksinasi sudah dilengkapi dengan kit anafilaktik dan obat untuk penanganan syok anafilaktik. Bila kondisi ini terjadi, hubungi ambulans agar pasien segera mendapat pertolongan.

 

 

Lagi-lagi, Anda tidak perlu khawatir. Pemerintah sudah mengantisipasi apabila respon tubuh ini terjadi. Kemenkes pun membentuk Komite Nasional Pengkajian dan Penanggulangan KIPI yang memayungi berbagai Komite di setiap provinsi. 

Setelah mendapatkan vaksin Coronavirus, Anda akan diberikan petunjuk oleh petugas kesehatan yang berisikan kontak untuk Anda hubungi apabila mengalami keluhan sepulangnya dari tempat vaksin.

Anda juga dipantau oleh petugas kesehatan dengan mengecek kondisi serta perkembangan yang Anda alami setiap harinya setelah divaksin.

Anda tetap harus melapor kepada petugas kesehatan yang bertanggung jawab bila Anda mengalami keluhan tertentu, baik yang ringan, berat, hingga yang tidak berkaitan dengan pemberian vaksinasi.

Catatan dari SehatQ

KIPI adalah reaksi tubuh yang umum muncul setelah imunisasi, termasuk sesudah mendapatkan vaksin COVID-19.

Meski kerap berupa keluhan yang membuat tidak nyaman, umumnya hal ini tidak berlangsung lama.

Artinya, hal ini bukanlah menjadi alasan untuk menunda vaksinasi COVID-19. Namun, cek dulu apakah Anda sudah terdaftar sebagai penerima vaksin COVID-19 atau belum.

Dapatkan vaksinasi sesuai jadwal yang telah ditentukan, yaitu sebanyak dua kali dengan selang 14 hingga 28 hari, tergantung pada jenis vaksin yang diberikan. 

Bila Anda memiliki penyakit penyerta, seperti diabetes atau hipertensi, sedang sakit, memiliki riwayat autoimun, pernah terpapar virus COVID-19, sedang hamil dan menyusui, serta di bawah usia 18 tahun, sebaiknya konsultasi terlebih dahulu pada dokter untuk memastikan apakah Anda diperbolehkan mendapat vaksin COVID-19 atau tidak.

Jika Anda ingin mengetahui lebih lanjut mengenai keamanan dan efek samping vaksin COVID-19, tanyakan langsung melalui chat dokter di aplikasi kesehatan keluarga SehatQ.

Download aplikasinya sekarang di Google Play dan Apple Store.

Advertisement

penyakitalergisyok anafilaksiscovid-19vaksin corona

Referensi

Terima kasih sudah membaca.

Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?

(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Bagikan

Artikel Terkait

Diskusi Terkait di Forum

Advertisement

logo-sehatq

Langganan Newsletter

Jadi orang yang pertama tahu info & promosi kesehatan terbaru dari SehatQ. Gratis.

Metode Pembayaran

Bank BCABank MandiriBank BNIBank Permata
Credit Card VisaCredit Card Master CardCredit Card American ExpressCredit Card JCBGopay

Fitur

  • Toko
  • Produk Toko
  • Kategori Toko
  • Toko Merchant
  • Booking
  • Promo
  • Artikel
  • Chat Dokter
  • Penyakit
  • Forum
  • Review
  • Tes Kesehatan

Perusahaan

Follow us on

  • FacebookFacebook
  • TwitterTwitter
  • InstagramInstagram
  • YoutubeYoutube
  • LinkedinLinkedin

Download SehatQ App

Temukan di APP StoreTemukan di Play Store

Butuh Bantuan?

Jam operasional: 07.00 - 20.00

Hubungi Kami+6221-27899827

Kumpulan Artikel dan Forum

© SehatQ, 2022. All Rights Reserved