Kifosis Adalah Gangguan yang Berbeda dengan Skoliosis

Kifosis memiliki perbedaan postir dengan skoliosis
Kifosis beda dengan skoliosis

Pemandangan orang tua yang berjalan sambil membungkuk-bungkuk merupakan hal yang tidak jarang terjadi. Banyak jenis gangguan tulang belakang yang tidak hanya terjadi pada orang tua, tetapi juga pada kalangan usia lainnya.

Skoliosis dan Kifosis adalah salah satu dari banyaknya gangguan tulang belakang. Meskipun sama-sama gangguan tulang belakang, tetapi skoliosis dan kifosis adalah dua hal yang berbeda.

Perbedaan antara kifosis dan skoliosis secara umum

Kifosis dan skoliosis adalah gangguan tulang belakang yang menyebabkan perubahan bentuk di tulang belakang. Namun, kifosis adalah gangguan tulang belakang yang membuat penderitanya menjadi bungkuk.

Kondisi kifosis terjadi karena tulang belakang melengkung keluar secara berlebih yang menghasilkan fenomena bungkuk. Kifosis adalah kondisi yang bisa dialami oleh segala usia.

Sementara itu, skoliosis merupakan kondisi langka saat tulang belakang melengkung ke samping. Meskipun dapat muncul saat baru lahir, tetapi biasanya skoliosis berkembang saat masa kanak-kanak atau remaja, serta lebih rentan dialami oleh wanita.

Penyebab kifosis dan skoliosis

Penyebab kifosis adalah tulang belakang bagian atas yang makin melengkung. Pelengkungan ini bisa diakibatkan oleh berbagai hal, seperti osteoporosis, retakan di tulang belakang, penanganan kanker, dan penuaan pada lempengan-lempengan di antara tulang belakang

Selain itu, pelengkungan yang memicu kifosis juga bisa disebabkan karena kondisi atau penyakit medis tertentu, seperti penyakit Scheuermann, sindrom Ehler-Danlos, cacat saat lahir, sindrom Marfan, dan sebagainya.

Berbeda dengan kifosis, penyebab skoliosis belum diketahui secara pasti. Namun, kondisi tertentu, seperti distrofi otot atau hilangnya kekuatan dan massa otot, serta cerebral palsy dapat menimbulkan skoliosis.

Ciri-ciri penderita kifosis dan skoliosis

Hanya dari bentuk badan, Anda sudah mampu membedakan kedua gangguan tulang belakang ini. Penderita kifosis dan skoliosis memiliki bentuk badan yang berbeda. Bentuk badan penderita kifosis adalah bentuk tulang belakang yang terlalu membungkuk.

Sementara, penderita skoliosis memiliki pinggul dan bahu yang tidak rata, satu sisi pinggul lebih besar dari yang lain, dan satu sisi bahu yang lebih menonjol dari sisi lainnya. Sehingga akan terlihat tulang belakang yang miring ke kiri atau kanan.

Jika skoliosis makin parah, maka tulang belakang bisa terputar dan membuat satu sisi dari tulang rusuk lebih terlihat daripada sisi satunya.

Mengapa kifosis perlu ditangani?

Umumnya, kifosis adalah kondisi yang tidak menimbulkan gejala tertentu, tetapi terkadang penderita merasakan kaku atau sakit di bagian punggung. Kifosis yang parah dapat menekan paru-paru dan memicu masalah pernapasan.

Tidak hanya organ paru-paru, kifosis yang parah juga dapat menekan organ pencernaan dan menyebabkan kesulitan dalam menelan dan masalah pada asam lambung. Kifosis juga dapat membuat otot punggung melemah.

Melemahnya otot punggung membuat penderita sulit untuk bangkit dari kursi, berjalan, mengendarai kendaraan, dan melihat ke atas. Ditambah pelemahan otot mampu menimbulkan rasa sakit saat berbaring.

Kifosis tidak hanya berdampak secara fisik, tetapi juga secara mental. Kifosis pada remaja dan orang lanjut usia bisa memunculkan gambaran diri yang tidak menarik karena bentuk punggung yang bungkuk.

Bagaimana dengan skoliosis?

Skoliosis yang parah bisa menyebabkan tulang rusuk menekan jantung dan paru-paru yang memicu kesulitan pada jantung untuk memompa darah dan kesusahan dalam bernapas. Orang dewasa yang memiliki skoliosis dapat mengalami rasa sakit di punggung yang kronis.

Serupa dengan kifosis, skoliosis juga mempengaruhi mental dengan membuat penderitanya semakin sensitif terhadap bentuk badannya. Hal ini karena skoliosis yang parah akan memperburuk penampilan penderita.

Apa yang harus dilakukan?

Skoliosis dan kifosis adalah kondisi yang bisa ditangani. Meskipun demikian, skoliosis yang parah tidak bisa disembuhkan secara total.

Bila Anda atau kerabat terganggu dengan kifosis dan skoliosis yang dialami, berkonsultasilah dengan dokter ortopedi untuk mendapatkan penanganan yang tepat.

Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/kyphosis/symptoms-causes/syc-20374205
Diakses pada 18 Juni 2019

Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/scoliosis/symptoms-causes/syc-20350716
Diakses pada 18 Juni 2019

Medical News Today. https://www.medicalnewstoday.com/articles/187618.php
Diakses pada 18 Juni 2019

ONS. https://onsmd.com/treatment/scoliosis-kyphosis/
Diakses pada 18 Juni 2019

Artikel Terkait

Diskusi Terkait di Forum

Banner Telemed