Khasiat belimbing wuluh memang patut dipertimbangkan, namun Anda juga perlu perhatikan efek sampingnya
Belimbing wuluh bentuknya berbeda dari belimbing biasa

Di Indonesia, buah belimbing wuluh sangat populer digunakan sebagai bahan tambahan pada kuliner tertentu untuk menambah rasa asam secara alami. Nah, di balik rasa asam tersebut, ternyata tersimpat berbagai khasiat belimbing wuluh untuk kesehatan tubuh Anda.

Belimbing wuluh (Averrhoa bilimbi) adalah salah satu tanaman yang asli berasal dari Asia Tenggara dan tumbuh subur hampir di seluruh wilayah Indonesia. Pohon belimbing wuluh rata-rata memiliki tinggi 5-10 meter dengan nyaris seluruh bagian tanamannya dapat dimanfaatkan sebagai obat herbal.

Khasiat belimbing wuluh untuk kesehatan

Rasa asam pada belimbing wuluh dihasilkan oleh adanya kandungan asam oxalic yang tinggi sehingga buah ini nyaris tidak mungkin dimakan mentah-mentah. Namun, belimbing wuluh banyak dimanfaatkan sebagai obat herbal untuk mengatasi berbagai masalah kesehatan.

Berikut beberapa khasiat belimbing wuluh yang dapat Anda rasakan:

  • Mengobati jerawat

Jika Anda memiliki jerawat membandel yang sulit hilang, tidak ada salahnya mencoba khasiat belimbing wuluh yang satu ini. Pasalnya, belimbing wuluh memiliki senyawa aktif, seperti flavonoid, tannin, saponin dan triterpenoid. Kandungan tersebut terbukti dapat menghambat aktivitas biologis bakteri penyebab jerawat, yakni Acne vulgaris.

  • Bersifat antimikroba

Sangat banyak mikroba yang dapat dibasmi oleh ekstrak belimbing wuluh. Sebuah penelitian mengungkap sedikitnya enam patogen tidak akan tahan dengan kandungan yang terdapat dalam buah berkulit hijau ini, yakni dua bakteria Gram-positif (Bacillus cereus dan Bacillus megaterium), dua bakteri Gram-negatif (Escherichia coli dan Pseudomonas aeruginosa), serta dua jenis jamur (Aspergillus ochraceous dan Cryptococcus neoformans).

Selain itu, buah belimbing wuluh juga dapat mengurangi kandungan mikroba L. monocytogenes Scott A dan S. typhimurium pada udang mentah yang telah dicuci dan disimpan dalam suhu 4 derajat celcius. Dengan kata lain, belimbing wuluh dapat dijadikan sebagai bahan alami pencuci udang sehingga aman untuk dikonsumsi.

  • Menetralisir penyakit yang berhubungan dengan radikal bebas

Khasiat belimbing wuluh ini datang dari kandungan antioksidan tingkat sedang yang terdapat di dalamnya. Zat antioksidan ini dapat menangkal radikal bebas yang merupakan salah satu faktor penyebab munculnya berbagai penyakit, seperti kanker, diabetes mellitus, hingga penyakit-penyakit neurodegeneratif.

  • Mengobati luka

Dalam sebuah penelitian terungkap bahwa belimbing wuluh dapat mengobati luka pada mulut, termasuk sakit gigi dan gusi. Jika memakan buah belimbing wuluh terlaku ekstrem untuk Anda, Anda dapat mengoleskan ekstrak daun belimbing wuluh pada area yang terluka.

Kandungan dalam tanaman belimbing wuluh terbukti dapat meningkatkan jumlah fibroblast alias benang-benang yang berfungsi menutup luka tersebut.

  • Menurunkan tekanan darah tinggi

Banyak obat tradisional yang dipercaya dapat menurunkan tekanan darah tinggi, salah satunya adalah belimbing wuluh. Klaim ini sudah pernah dibuktikan dalam sebuah penelitian dan hasilnya belimbing wuluh memang dapat menurunkan tekanan darah dengan cukup signifikan.

Meski demikian, kesimpulan tersebut baru didapat dari laboratorium. Khasiat belimbing wuluh yang satu ini masih perlu penelitian lebih lanjut.

Efek samping belimbing wuluh

Belimbing wuluh sangat aman dikonsumsi sebagai tambahan pada makanan, misalnya untuk memberi rasa asam pada olahan ikan, udang, maupun sambal. Anda pun bisa mendapatkan khasiat belimbing wuluh di atas dengan memakan buahnya secara langsung jika tahan dengan rasa asamnya.

Meski demikian, jangan sekali-sekali meminum jus belimbing wuluh, apalagi dengan jumlah banyak. Kandungan asam oxalic jika masuk ke dalam tubuh manusia dalam jumlah banyak sekaligus dapat menimbulkan keracunan, nefropati akut, bahkan sampai mengakibatkan gagal ginjal.

Ketika tubuh sudah keracunan asam oxalic, Anda harus segera dibawa ke instalasi gawat darurat dan menjalani hemodialisis alias cuci darah. Untungnya, berdasarkan kasus yang sudah ada, Anda dapat sembuh dari kondisi ini setelah menjalani perawatan selama 2-6 minggu.

Health Benefits Times. https://www.healthbenefitstimes.com/bilimbi/
Diakses pada 18 Desember 2019

Fakultas Kedokteran Universitas Lampung. https://juke.kedokteran.unila.ac.id/index.php/majority/article/download/984/712
Diakses pada 18 Desember 2019

NCBI. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC5314823/
Diakses pada 18 Desember 2019

Artikel Terkait

Diskusi Terkait di Forum

Banner Telemed