Khasiat Bawang Dayak untuk Obati Penyakit Kulit Akibat Bakteri dan Jamur

Khasiat bawang dayak populer sebagai obat herbal di Indonesia, khususnya di Kalimantan Tengah
Bawang dayang banyak digunakan sebagai obat tradisional

Bawang dayak, bawang sabrang, bawang hantu, adalah sebutan umum untuk tanaman dengan nama latin Eleutherine palmifolia (L.)Merr. Tanaman ini berasal dari Amerika, tetapi banyak tumbuh di Kalimantan Tengah sehingga populer dengan nama bawang dayak.

Khasiat bawang dayak yang dipercaya oleh masyarakat lokal sebagai obat tradisional. Mulai dari mengatasi sakit kulit, tekanan darah tinggi, kencing manis, hingga mencegah stroke

Karena sudah dijadikan obat tradisional secara turun-menurun oleh masyarakat, beberapa penelitian di Indonesia mencoba membuktikan klaim tentang khasiat bawang dayak tersebut. 

Khasiat bawang dayak yang sudah diteliti

Terdapat beberapa penelitian yang sudah membuktikan khasiat bawang dayak. Namun hampir semuanya belum sampai pada tahap uji klinis terhadap manusia.

Meski demikian, hasil penelitian cukup menegaskan potensi bawang dayak dalam mengatasi berbagai masalah kesehatan. Apa sajakah khasiat bawang dayak sebagai obat herbal?

1. Antimikroba untuk kulit

Masyarakat lokal Kalimantan Tengah sering menggunakan bawang dayak sebagai obat bisul. Karena itu, sebuah penelitian pun dilakukan untuk melihat aktivitas antimikroba dari umbi bawang dayak terhadap Staphylococcus  aureus dan Trichophyton rubrum. Keduanya merupakan mikroba kulit. 

Ekstrak etanol dalam bawang dayak dengan konsentrasi 1% ternyata memiliki potensi sama dalam menghambat bakteri Staphylococcus aureus dengan tetrasiklin HCl konsentrasi 0,06%. Sedangkan ekstrak etanol dengan konsentrasi 15% memiliki potensi yang serupa dengan ketokonazol 0,2 persen untuk menghambat Trichophyton rubrum.

2. Sebagai sediaan krim antipenuaan

Satu penelitian in vitro menunjukkan adanya potensi antioksidan dalam umbi bawang dayak. Tanaman ini mengandung flavonoid, fenolat, dan tanin, yang bisa mengikat radikal bebas perusak sel dan penyebab penuaan dini.

Maka dari itu, para peneliti mencoba membuat sediaan krim antiaging dengan ekstrak etanol dari bawang dayak, dengan emulgator TEA emulgator dan asam stearat. 

Dari hasil percobaan ilmiah tersebut, ekstrak etanol bawang dayak ternyata dapat diformulasi menjadi krim antipenuaan dengan perbandingan konsentrasi 3% emulgator TEA dan 12% asam stearat. Krim antiaging ini juga memiliki potensi antioksidan yang tinggi. 

3. Penurun kadar kolesterol

Kadar kolesterol darah yang tinggi akan meningkatkan risiko penyakit jantung serta stroke. Sebuah penelitian untuk menguji klaim khasiat bawang dayak sebagai penurun kolesterol pun dilakukan.

Percobaan baru diterapkan pada tikus jantan putih di laboratorium. Meski perlu penelitian lebih lanjut untuk menjadikan bawang dayak sebagai obat penurun kolesterol pada manusia, setidaknya sudah ada hasil menjanjikan pada tikus putih tersebut.

Tikus yang diberi ekstrak umbi bawang dayak dengan dosis 200 mg per kilogram berat badan, mengalami penurunan kadar kolesterol total dan kolesterol LDL, sementara tidak terjadi penurunan kolesterol HDL. Menarik, bukan? 

4. Antidiabetes

Kandungan senyawa alkaloid, flavonoid, saponin, tanin, dan fenolik dalam bawang dayak diduga berpotensi sebagai antidiabetes. Penelitian ini juga baru dilakukan di laboratorium terhadap tikus putih jantan yang mengalami obesitas dan mengidap diabetes tipe 2

Hasil percobaan ilmiah menunjukkan bahwa pemberian ekstrak umbi bawang dayak dosis 500 mg per kilogram berat badan pada tikus, efektif dalam menurunkan kadar glukosa dalam darah tikus jantan pengidap diabetes.

5. Antijamur

Sebuah penelitian yang dilakukan untuk mengetahui khasiat bawang dayak dalam mengobati infeksi jamur seperti dermatofitosis yang disebabkan oleh jamur jenis Trichophyton mentagrophytes

Ekstrak umbi bawang dayak yang diuji ternyata memiliki aktivitas antijamur, yang mampu menghambat pertumbuhan Trichophyton mentagrophytes.

Semua hasil penelitian tersebut tentu masih butuh riset lebih lanjut dan lebih luas untuk memastikan khasiat bawang dayak sebagai obat herbal. Oleh sebab itu, Anda yang berniat menggunakan tanaman ini sebaiknya tetap berkonsultasi dengan dokter terlebih dulu.

Jangan asal percaya dengan klaim obat herbal dan langsung menggunakannya. Selalu cek apakah obat yang akan Anda konsumsi terdaftar di Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) atau tidak. Dengan ini, efeknya bisa dioptimalkan dan tidak akan merugikan kesehatan Anda.

Research Gate. https://www.researchgate.net/publication/320143667_KHASIAT_UMBI_BAWANG_DAYAK_Eleutherine_palmifolia_L_Merr_SEBAGAI_HERBAL_ANTIMIKROBA_KULIT
Diakses pada 23 Oktober 2019

Formulasi Krim Antioksidan Ekstrak Etanol Bawang Hutan (Eleutherine palmifolia L. Merr) Nela Sharon, Syariful Anam , Yuliet, Online Jurnal of Natural Science,Vol 2 (3) :111-122 ISSN: 2338-0950 Desember 2013 DOI: http://dx.doi.org/10.2012/
Diakses pada 23 Oktober 2019

AL-KAUNIYAH; Journal of Biology, 11(1), 2018, 33-40. http://journal.uinjkt.ac.id/index.php/kauniyah
Diakses pada 23 Oktober 2019

Dewi, N. P., Allia, R., & Sabang, S. M. (2016). Uji Efektivitas Antidiabetes Eleutherine Bulbosa (MILL.) URB. terhadap Penurunan Kadar Glukosa Darah Tikus Obesitas. Proceeding of Mulawarman Pharmaceuticals Conferences, 3(2), 51-63. https://doi.org/10.25026/mpc.v3i2.88
Diakses pada 23 Oktober 2019

Woris Christoper, Diana Natalia, Sari Rahmayanti Jurnal Kesehatan Andalas Vol.6 No 3 (2017) DOI: https://doi.org/10.25077/jka.v6.i3.p685-689.2017
Diakses pada 23 Oktober 2019

Artikel Terkait

Banner Telemed