Biduran pada bayi menyebabkan munculnya ruam kemerahan dan bengkak di bagian-bagian tubuh tertentu seperti kaki, tangan, dan wajah
Biduran pada bayi terlihat mirip seperti gigitan serangga, tetapi dengan ruam yang lebih banyak serta menyebar

Tak perlu cemas ketika muncul biduran pada bayi, atau istilah medisnya urtikaria. Ciri-cirinya adalah kulit bayi menjadi kemerahan dan sedikit membengkak. Biasanya, biduran pada bayi bisa hilang setelah beberapa jam, namun juga bisa bertahan hingga beberapa minggu. 

Biduran pada bayi biasanya muncul ketika baru mengalami kontak dengan alergen. Jenis alergen ini berbeda-beda pada setiap bayi. Selain itu, adanya gigitan serangga juga bisa menyebabkan biduran.

Gejala biduran pada bayi

Biduran pada bayi terlihat sangat mirip seperti gigitan serangga. Lokasinya bisa terisolasi hanya di area tubuh tertentu dan bisa juga menyebar ke seluruh tubuh. Beberapa gejala biduran pada bayi yang umum terjadi adalah:

  • Muncul ruam kemerahan di kulit dengan ukuran berbeda-beda
  • Kulit membengkak
  • Rasa gatal pada ruam
  • Sensasi terbakar pada ruam
  • Mual
  • Muntah
  • Nyeri perut 

Pada bayi, biduran seringkali muncul di wajah, tangan, kaki, atau area kelamin. Meski demikian, biduran bisa juga muncul di bagian tubuh manapun. Jika biduran pada bayi termasuk akut, maka akan hilang dalam hitungan jam hingga mingguan. Namun jika kronis, bisa bertahan hingga lebih dari 6 bulan.

Penyebab biduran pada bayi

Jika mendeteksi adanya biduran pada bayi, orangtua biasanya akan langsung merunut apa saja yang baru dilakukan atau dikonsumsi. Hal ini dilakukan karena ada banyak faktor yang menyebabkan biduran pada bayi. 

Penyebab biduran pada bayi yang paling umum adalah:

  • Infeksi virus dan bakteri

Virus dan bakteri yang menyebabkan demam, infeksi saluran pernapasan atas, hingga virus yang menyerang pencernaan dapat menyebabkan munculnya biduran pada bayi. Dibandingkan dengan orang dewasa, bayi dan anak-anak lebih rentan mengalami biduran akut.

  • Konsumsi makanan tertentu

Selain infeksi virus dan bakteri, biduran pada bayi juga bisa muncul akibat alergi setelah mengonsumsi makanan tertentu. Bahkan pada bayi yang masih belum mulai mengonsumsi MPASI, bisa saja reaksi alergi terjadi karena apa yang dikonsumsi oleh ibu dan ikut berdampak setelah menyusu. 

  • Konsumsi obat

Konsumsi obat tertentu seperti antibiotik atau obat anti-peradangan non-steroid juga bisa menyebabkan munculnya biduran pada bayi

  • Lingkungan

Selain apa yang dikonsumsi, perhatikan pula faktor lingkungan ketika muncul biduran pada bayi. Apakah ada perubahan cuaca ekstrem, debu berlebih, atau polusi lain yang menyebabkan tubuh anak bereaksi dengan munculnya ruam kemerahan.

  • Gigitan serangga

Terkadang, biduran pada bayi juga terjadi karena gigitan serangga. Untuk mengetahui hal ini, periksa kebersihan tempat tidur bayi. Jika berada di luar, cegah gigitan serangga dengan mengenakan pakaian yang melindungi.

Selain beberapa faktor di atas, tiap bayi juga bisa memiliki alergen lain. Contohnya ada bayi yang alergi dengan minyak tertentu dan mengakibatkan munculnya ruam.

Cara mengatasi biduran pada bayi

Ketika muncul biduran pada bayi, sebisa mungkin terus pantau perkembangannya. Sebelum memutuskan memberi obat tertentu, konsultasikan terlebih dahulu dengan dokter spesialis anak agar tidak ada kesalahan. 

Perhatikan pula jika biduran disertai dengan gejala kesulitan bernapas. Bisa jadi, itu adalah kondisi darurat yang harus segera ditangani secara medis di rumah sakit.

Jika bayi merasa tidak nyaman, coba berikan kompres es batu untuk membuat mereka merasa lebih nyaman. Selain itu, jauhkan anak dari hal yang sekiranya menjadi pemicu biduran.

Pakaikan baju yang nyaman untuk mencegah munculnya iritasi akibat gesekan dengan kulit yang sedang ruam. Pastikan bahan baju menyerap keringat dan tidak panas.

Penting juga untuk memastikan telah memotong kuku bayi dengan tepat untuk menghindari luka karena bayi mencoba menggaruk kulit yang ruam. Jika sampai luka, kemungkinan terjadinya iritasi semakin besar.

Apabila biduran tidak kunjung hilang setelah beberapa minggu atau terus-menerus muncul, perlu pemeriksaan lebih lanjut untuk mendiagnosis penyebabnya. 

What to Expect. https://www.whattoexpect.com/first-year/health/baby-hives/
Diakses 15 Maret 2020

WebMD. https://www.webmd.com/first-aid/hives-children
Diakses 15 Maret 2020

Healthline. https://www.healthline.com/health/baby/hives-on-baby#when-to-call-the-doctor
Diakses 15 Maret 2020

Artikel Terkait