Ketika Fungsi Hormon Estrogen Lebih Dominan pada Pria, Apa yang Terjadi?

24 Jul 2019 | Oleh
Pria yang kelebihan hormon estrogen akan mengalami disfungsi seksual dan pembesaran payudara
Saat pria mengalami kelebihan hormon estrogen atau hormon wanita, ia akan mengalami beberapa masalah kesehatan

Estrogen adalah hormon yang identik dengan wanita, itu benar. Meski demikian, fungsi hormon estrogen juga penting baik untuk pria maupun wanita. Namun jika berlebihan, ada risiko yang mengikuti.

Beberapa risiko yang mungkin terjadi ketika level hormon estrogen pada pria terlalu tinggi adalah gangguan fungsi hormon estrogen. Di antaranya adalah disfungsi seksual, pembesaran payudara, bahkan masalah emosi seperti depresi.

Untuk mengatasinya, bisa dengan terapi diet makanan-makanan yang bisa menyeimbangkan hormon estrogen dan testosteron. Jika tidak juga membaik, waktunya mencari pengobatan yang tepat ke dokter.

Dampak estrogen terlalu tinggi

Hormon bekerja layaknya permainan jungkat jungkit. Levelnya perlu dijaga dan bisa berisiko jika terjadi ketidakseimbangan. Ketika hormon estrogen terlalu tinggi dibandingkan dengan testosteron, yang bisa terjadi di antaranya:

  • Masalah kesuburan

Fungsi hormon estrogen adalah turut menghasilkan sperma yang sehat. Ketika level estrogen terlalu tinggi, level sperma bisa turun dan menyebabkan seorang pria punya masalah  kesuburan.

  • Ginekomastia

Estrogen juga memicu pertumbuhan jaringan payudara. Itu sebabnya pria dengan level estrogen terlalu tinggi bisa memiliki payudara yang lebih besar.

  • Disfungsi ereksi

Pria dengan level estrogen tinggi bisa kesulitan merasakan atau menjaga ereksi yang lama

  • Penyumbatan darah

Dominasi estrogen dalam tubuh pria membuatnya berisiko mengalami penyumbatan pembuluh darah pemicu stroke

  • Migrain

Temuan terbaru dari peneliti Jaime Rosenberg pada pertengahan tahun 2018 menyebut bahwa tingginya hormon estrogen pada pria dapat memicu terjadinya migrain. Dari 39 pria yang diteliti dan mengalami migrain 3x setiap minggunya, diketahui level estrogennya mencapai 97 pg/ml. 

Selain itu, level testosteron pria juga turun dalam kurun waktu 24 jam sebelum merasakan migrain. Mereka juga merasa lelah, tidak nafsu makan, dan sulit berkonsentrasi.

  • Mudah merasa lelah

  • Gangguan emosi yang bisa berlanjut menjadi depresi

Level estrogen yang normal bagi pria berbeda bergantung pada usia mereka, yaitu:

  • Pra pubertas: tidak terdeteksi – 16 pg/ml
  • Pubertas: tidak terdeteksi – 60 pg/ml
  • Pria dewasa: 10-60 pg/ml

Fungsi hormon estrogen pada pria

Sama seperti wanita, pria juga memproduksi hormon estrogen. Fungsi hormon estrogen sangat krusial, mulai dari mengontrol testosteron, mengatur fungsi otak, menjaga kesehatan tulang dan kulit, hingga memastikan fungsi seksual seorang pria tetap optimal.

Lebih jauh lagi, hormon estrogen juga berperan dalam mengatur fungsi jantung dan memastikan kolesterol tetap berada di level yang normal.

Meski demikian, kadang hormon estrogen bisa menjadi tidak seimbang, baik terlalu tinggi maupun terlalu rendah. Kondisi ini bisa terjadi karena beberapa faktor, seperti:

  • Penuaan

Kondisi penuaan pada pria dapat memicu peningkatan produksi enzim aromatase, yaitu enzim yang berfungsi mengubah testosteron menjadi estrogen.

Pada pria lanjut usia, fungsi ini kadang tak lagi optimal. Itu sebabnya orang yang lebih tua bisa saja memiliki level hormon estrogen yang lebih tinggi ketimbang testosteron.

  • Melemahnya massa otot

Hilangnya massa otot dan menumpuknya jaringan lemak pada tubuh pria juga biasanya terjadi ketika mereka menginjak usia lanjut. Jaringan lemak ini yang menyimpan aromatase, pengubah testosteron menjadi estrogen. 

Tak hanya itu, jaringan lemak juga menjadi tempat penyimpanan estradiol. Kedua hal ini berisiko meningkatkan produksi hormon estrogen pada pria.

  • Terapi testosteron

Pria yang mendapatkan terapi suntikan testosteron buatan justru bisa memicu tingginya level estrogen dalam tubuhnya. Ada siklus yang terus terjadi ketika hormon menjadi tidak seimbang. Otak dan testis justru menganggap tubuh sudah cukup memiliki testosteron dan tak perlu memproduksi lebih banyak lagi.

Kendalikan estrogen dengan jaga pola makan

Sebelum melakukan rangkaian pengobatan lebih lanjut, pria yang mengalami ketidakseimbangan fungsi hormon estrogen bisa menjalani diet pola makan. Beberapa jenis makanan yang dapat menurunkan level hormon estrogen pada pria di antaranya:

  • Sayuran kaya mineral dan tinggi serat (brokoli, kubis, kembang kol, kale)
  • Jamur
  • Anggur merah
  • Flaxseeds
  • Gandum

Tak kalah penting terutama bagi pria yang mengalami obesitas, mengurangi berat badan dapat membantu menurunkan level estrogen. Ingat, jaringan lemak dalam tubuh memproduksi estrogen secara berlebih.

Ketika hormon estrogen tetap tinggi meskipun rangkaian diet makanan di atas telah dilakukan, saatnya berkonsultasi dengan dokter. Dengan demikian, dokter bisa mengetahui apa pemicu dan bagaimana pengobatan yang paling tepat sasaran.

Referensi

Mayo Clinic Laboratory. https://www.mayocliniclabs.com/test-catalog/Clinical+and+Interpretive/81418
Diakses pada 3 Juli 2019

Healthline. https://www.healthline.com/health/high-estrogen#complications
Diakses pada 3 Juli 2019

University Health News. https://universityhealthnews.com/daily/aging-independence/8-surprising-high-estrogen-symptoms-in-men/
Diakses pada 3 Juli 2019

Medical News Today. https://www.medicalnewstoday.com/articles/323280.php
Diakses pada 3 Juli 2019

American Journal of Managed Care. https://www.ajmc.com/newsroom/increased-estrogen-levels-associated-with-migraine-in-men
Diakses pada 3 Juli 2019

Yang juga penting untuk Anda
Baca Juga
Diskusi Terkait:
Lihat pertanyaan lainnya
Back to Top