Ketika Anak Tak Pede dengan Body Image, Orangtua Harus Berbuat Apa?


Persepsi yang salah tentang body image bisa berakar dari gambaran di media hingga komentar orang lain. Mengajarkan rasa percaya diri pada anak dapat mengatasinya.

(0)
12 Feb 2021|Azelia Trifiana
Anak bisa merasa minder dengan body imagenyaAnak bisa merasa minder dengan body imagenya
Bukan hanya orang dewasa, isu soal body image atau bentuk tubuh juga merupakan hal sensitif bagi remaja. Ini adalah cara seorang individu menggambarkan bagaimana bentuk tubuhnya. Tidak jarang, penggambaran yang negatif akan membuat mental dan rasa percaya dirinya hancur lebur.Belum lagi persepsi tentang bentuk tubuh di media yang menyebut tubuh langsing, kulit putih, hingga wajah mulus sebagai indikator penting. Orangtua punya peran penting di sini, untuk membuat anak tidak merasa kecewa dengan tubuhnya sendiri.

Masalah body image dan remaja

Sebenarnya, body image adalah pemicu masalah bagi remaja bukanlah hal baru. Ada banyak penelitian yang memperkuat hal ini. Bukan hanya di Indonesia. Rupanya, polemik ini juga terjadi di seluruh dunia.Beberapa penelitian menemukan bahwa pihak childcare profesional melihat fakta seperti:
  • 47% melihat ada kecemasan berlebih pada anak berusia 6-10 tahun
  • 24% melihat anak berusia 3-5 tahun merasa tidak bahagia tentang penampilan tubuh mereka
  • 31% anak menyebut diri mereka “gendut”
  • 16% pegawai childcare mendengar anak berandai-andai tampak lebih cantik seperti orang lain
  • 19% melihat anak menolak makan karena khawatir menyebabkan gendut
Memperkuat hal ini, laporan dari Common Sense Media pada tahun 2015 menunjukkan bahwa kecemasan tentang bentuk tubuh telah ada sejak usia anak masih sangat muda.Tak hanya itu, ada juga laporan 1 dari tiap 4 anak berusia 7 tahun pernah berusaha melakukan diet

Faktor yang mempengaruhi body image

Anak bisa merasa insecure akan bentuk tubuh mereka, bahkan jauh sebelum memasuki fase pubertas. Bahkan, ada fakta bahwa anak berusia 5 tahun saja sudah bisa mengekspresikan rasa tidak suka mereka terhadap tubuhnya. Mereka ingin tampak lebih langsing.Sebenarnya, apa saja faktor yang berpengaruh terhadap hal ini?
  • Komentar orang lain

Sudah saatnya berhenti memberikan komentar terkait bentuk tubuh orang lain. Bahkan pada detik pertama bayi lahir ke dunia, ada saja komentar tentang bagaimana penampilan hingga warna kulitnya. Padahal, tidak ada gunanya.Komentar yang terus menerus muncul sejak anak masih kecil inilah yang membuat rasa tidak percaya diri tentang bentuk tubuh telah ada sejak dini. Anak yang menyerap informasi layaknya spons akan menganggap bahwa bentuk tubuh yang ideal adalah apa yang dilontarkan oleh orang dewasa di sekitarnya.
  • Media

Gambaran bagaimana tubuh yang ideal di media seperti buku, majalah, televisi, dan media lain juga turut membentuk persepsi tentang body image. Tidak menutup kemungkinan, ini bisa menimbulkan tekanan tersendiri tentang konsep yang ideal dan tidak.
  • Lingkungan terdekat

Keluarga, saudara, hingga teman-teman terdekat juga turut berperan dalam membentuk bagaimana body image yang dipandang ideal. Ini akan berpengaruh terhadap ukuran, bentuk, berat, hingga tinggi badan. Terlebih jika ada anggota yang bentuk tubuhnya berbeda dari orang lain, ini bisa menjadi “sasaran” empuk.

Bagaimana cara mengatasinya?

Mengingat bahasan tentang bentuk tubuh bisa berpengaruh signifikan terhadap kesehatan mental, orangtua perlu tahu bagaimana mencegah agar anak tidak sampai merasa down. Hal yang harus dilakukan orangtua adalah:

1. Beri contoh kepercayaan diri

Bahkan ketika Anda merasa anak tidak memerhatikan, mereka bisa saja menyerap apa yang pernah diucapkan orangtuanya. Contohnya ketika ibu berkaca dan berkata, “Baju ini membuat aku tampak gendut”, anak akan mendengar dan menyerapnya.Menurut penelitian, anak berusia 5-8 tahun yang ibunya tidak bahagia dengan tubuhnya akan ikut merasa tidak puas dengan tubuh mereka sendiri. Oleh sebab itu, orangtua perlu menunjukkan rasa percaya diri dan menyayangi diri sendiri.

2. Jangan fokus pada penampilan

Ingatkan anak bahwa dunia tak hanya seputar penampilan saja. Caranya adalah dengan tidak membicarakan tentang bentuk tubuh orang lain. Sebaliknya, fokuskan pada hal yang lebih penting seperti sifat baik dan ramah yang dimiliki orang lain. Hal-hal abstrak seperti sopan dan pekerja keras juga lebih krusial.

3. Pentingnya gaya hidup sehat

Orangtua juga memegang kendali dalam mencontohkan gaya hidup sehat, seperti makan sayur dan berolahraga. Untuk itu, ajak anak terlibat dalam kegiatan fisik seperti jalan pagi, bersepeda, atau berenang.Ketika belanja bulanan, biarkan anak memilih buah dan sayuran. Ajak mereka membaca label nutrisi sebagai langkah awal mengajarkan kebiasaan makan yang sehat.

4. Bicarakan tentang stereotype

Apabila anak sudah mengerti, ajak mereka berdiskusi tentang stereotype tentang bentuk tubuh yang ada di media. Ketika melihat iklan tentang perempuan bertubuh langsing, bahas bahwa hal itu bukanlah yang utama. Tidak ada yang salah dengan bentuk tubuh seseorang. Justru yang perlu dibenahi adalah kebiasaan buruk di baliknya seperti eating disorder hingga pola makan yang buruk.

5. Batasi screen time

Apabila tidak didampingi, bisa saja anak mendapatkan persepsi yang salah tentang bentuk tubuh lewat tayangan di gadget mereka. Untuk itu, kurangi screen time untuk mengurangi risiko-risiko buruk. Selalu tekankan tentang kebiasaan baik untuk kesehatan sekaligus bagaimana body image bukanlah hal yang mutlak menjadi parameter kepercayaan diri seseorang.

Ketika orangtua bisa menjadi teladan, anak pun akan mengikuti. Jadilah sosok yang memberi contoh baik agar anak tahu bahwa body image bukanlah hal yang begitu merisaukan.Untuk berdiskusi lebih lanjut seputar cara menyaring persepsi tentang bentuk tubuh pada anak, tanyakan langsung pada dokter di aplikasi kesehatan keluarga SehatQ. Download sekarang di App Store dan Google Play.
tips parentinggaya parentingpola hidup sehat
Verywell Family. https://www.verywellfamily.com/ways-to-help-young-children-avoid-body-image-issues-4114718
Diakses pada 27 Januari 2021
Research Gate. https://www.researchgate.net/publication/302370836_Factors_Influencing_Body_Image_During_Adolescence
Diakses pada 27 Januari 2021
Better Health. https://www.betterhealth.vic.gov.au/health/healthyliving/body-image-women
Diakses pada 27 Januari 2021
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait