logo-sehatq
logo-kementerian-kesehatan
SehatQ for Corporate
TokoObatArtikelTindakan MedisDokterRumah SakitPenyakitChat DokterPromo
Parenting

Penyebab Anak Punya Teman Khayalan dan Tips untuk Menyikapinya

open-summary

Teman khayalan adalah sosok teman berupa manusia yang seumuran dengan anak, makhluk fantasi, atau hewan yang muncul di dalam imajinasi si buah hati. Guna menyikapinya, orangtua disarankan untuk menghargai pertemanan anak dengan teman imajinasinya dan terus menjaga komunikasi dengannya.


close-summary

3

(5)

6 Jan 2022

| Azelia Trifiana

Ditinjau oleh dr. Anandika Pawitri

Teman khayalan bisa mengindikasikan bahwa pola pikir anak begitu kreatif

Bermain dengan teman khayalan bisa memunculkan ide-ide kreatif dalam diri anak

Table of Content

  • Penyebab anak punya teman khayalan
  • Normalkah anak punya teman khayalan?
  • Peran teman khayalan untuk anak
  • Bagaimana orangtua menyikapi anak yang mempunyai teman khayalan?
  • Kapan teman khayalan perlu dikhawatirkan?

Imajinasi anak tidak mengenal batas. Hal inilah yang ‘mengundang’ datangnya teman khayalan ke kehidupan anak. Teman khayalan adalah sosok teman yang bisa menyerupai manusia (anak-anak), makhluk fantasi, hewan, atau apa pun yang ada di imajinasi anak.

Advertisement

Teman imajinasi ini bisa mengindikasikan bahwa pola pikir anak Anda begitu hidup dan kreatif. Namun, wajar jika orangtua merasa khawatir ketika anak punya teman khayalan karena mengkhawatirkan adanya masalah psikologis. Lantas, apakah itu normal?

Penyebab anak punya teman khayalan

Menurut Laura Markham, penulis buku Peaceful Parent, Happy Kids, anak-anak yang memiliki teman imajiner merasa senang dengan keberadaan sosok tersebut. Sebab, anak menganggap teman imajinasinya sebagai seseorang yang bisa terus diajak bermain ketika ia merasa bosan atau kesepian.

Samantha Rodman, penulis buku How to Talk to Your Kids about Your Divorce, juga memiliki anggapan yang sama. Menurutnya, salah satu penyebab anak punya teman imajinasi adalah kurangnya jumlah teman yang ia miliki di dunia nyata.

Normalkah anak punya teman khayalan?

Setidaknya 40% dari anak-anak pasti pernah memiliki teman khayalan di masa kecilnya. Pada tahun 90an, memiliki teman imajinasi dianggap sebagai alarm tanda bahaya mengindikasikan adanya masalah psikologis.

Mulai dari dianggap kesepian hingga ketidakmampuan seorang anak untuk menerima kenyataan. Namun, stigma yang terbentuk perlahan berubah.

Memiliki teman khayalan di masa kanak-kanak merupakan hal yang normal. Umumnya, anak mulai mempunyai teman imajinasi pada usia 2,5 tahun dan bisa bertahan hingga beberapa tahun. Sebagian besar anak juga mengerti bahwa teman imajinernya tidaklah nyata.

Mempunyai teman khayalan dianggap sebagai tanda seorang anak yang kreatif, kehidupan sosialnya bagus, dan kemampuan verbal yang hebat.

Salah satu pemicu lain munculnya teman imajinasi adalah saat anak merasa bosan. Dalam fase ini, anak akan memutar otak dan kreativitas justru meningkat. Belum lagi ditambah dengan rasa ingin tahu anak yang seakan tak pernah berhenti setiap saat.

Kemungkinan besar, anak yang memiliki teman imajinasi adalah anak pertama, anak tunggal, atau anak yang tidak terlalu banyak menonton televisi. Kekosongan “teman” di dunia nyata ini membuat mereka berimajinasi dalam bentuk teman khayalan. 

Peran teman khayalan untuk anak

Memiliki teman khayalan bahkan dapat mendatangkan beberapa manfaat bagi perkembangan anak, seperti:

  • Kehidupan sosial semakin baik
  • Anak lebih banyak tertawa
  • Ide-ide kreatif bermunculan
  • Belajar berinteraksi dan mengurus orang lain
  • Mengatasi rasa takut atau trauma akan hal tertentu
  • Meningkatkan soft skill
  • Kemampuan adaptasi masuk lingkungan baru meningkat.

Namun, kehadiran teman imajinasi perlu orangtua perhatikan sebab bisa jadi adanya masalah pada anak. Berikut tanda bahwa anak memiliki teman khayalan yang tak wajar:

  • Anak cenderung melakukan hal-hal nekat bahkan berbahaya karena ajakan teman khayalan
  • Anak tidak punya teman atau tidak tertarik bergaul di kehidupan nyata
  • Anak merasa takut terhadap teman khayalannya dan selalu meminta izin kepadanya dalam melakukan suatu hal
  • Anak bersikap manipulatif. Contohnya, ketika melakukan kesalahan yang murni terjadi karena inisiatifnya sendiri, ia bisa saja menyebut teman khayalan sebagai pihak yang mendorongnya melakukan hal itu.

Jika anak menunjukkan tanda-tanda tersebut, sebaiknya bawalah anak untuk berkonsultasi pada dokter atau psikolog untuk mendapat penanganan yang tepat.

Bagaimana orangtua menyikapi anak yang mempunyai teman khayalan?

Keberadaan teman khayalan biasanya bukan menjadi persoalan yang serius. Wajar jika orangtua merasa khawatir anaknya akan lupa dengan dunia nyata atau melakukan hal-hal nekat. Namun di sisi lain, ada manfaat dari memiliki teman khayalan.

Adapun hal yang harus orangtua lakukan dalam menyikapi teman imajiner anak, yaitu:

1. Hargai pertemanan anak dengan teman khayalan

Tak perlu terlalu khawatir, tetaplah rileks dan nikmati fase anak memiliki teman khayalan. Justru, Anda perlu “berkenalan” dengan teman khayalan mereka. Ketika anak memberi tahu Anda, tanyakan hal-hal menarik tentang teman khayalan dan bagaimana anak Anda berinteraksi dengannya.

2. Dengarkan apa yang anak bicarakan dengan teman khayalan

Mendengarkan apa yang anak bicarakan dengan teman khayalannya dapat membantu Anda memahami apa yang anak rasakan atau pikirkan, misalnya takut, cemas, merasa bersalah, dan lainnya. Setelah memahaminya, Anda bisa mendukung atau meyakinkan anak jika ia bisa melewatinya.

3. Beri pengertian pada anak untuk tidak menjadikan teman khayalan sebagai alasan

Jika anak melakukan kesalahan dan menjadikan teman khayalan sebagai alasan, beri pengertian kepadanya bahwa itu merupakan hal yang salah. Katakan pada anak bahwa teman imajinasinya tidak mungkin melakukan hal tersebut.

Mintalah ia memperbaiki kesalahannya dengan tutur kata yang baik. Misalnya, ketika anak menumpahkan air dan ia mengaku yang melakukan adalah teman khayalan, Anda bisa menyebut bahwa apapun yang dilakukan teman khayalannya harus dipertanggungjawabkan oleh dirinya juga.

4. Terapkan batasan

Anda harus menerapkan batasan pada anak. Misalnya, jika saat makan, anak meminta Anda menghidangkan dua piring untuknya dan teman imajinernya, tolaklah permintaan tersebut. Hindari memarahinya dengan keras, namun bantu ia memahami bahwa hal tersebut tidak seharusnya dilakukan.

5. Jaga komunilasi dengan anak

Jangan sampai teman khayalan anak lebih menyenangkan daripada Anda sehingga ia lebih senang menghabiskan waktu dengannya. Jadi, jagalah komunikasi yang baik dengan anak. Anda akan menjadi orang pertama yang dicari anak untuk bercerita apapun dalam hidupnya.

Kapan teman khayalan perlu dikhawatirkan?

Meski teman khayalan kini dianggap normal, terdapat beberapa hal yang bisa membuat kondisi ini menjadi masalah.

Misalnya, anak kerap menggunakan teman khayalan untuk melakukan hal-hal yang tak masuk akal, seperti meminta orangtua untuk menyiapkan porsi lebih untuk teman khayalannya di jam makan malam. Jangan sampai anak menggunakan teman khayalan sebagai alasan untuk berperilaku buruk.

Selanjutnya, orangtua juga perlu waspada ketika anak lebih memilih bermain dengan teman khayalannya.

Bisa jadi, anak mengidap gangguan kecemasan atau sering di-bully di sekolah sehingga ia tak mau bermain dengan teman-temannya di dunia nyata dan lebih memilih bermain dengan teman imajinasi.

Sementara, jika memiliki pertanyaan lebih lanjut seputar kesehatan anak, tanyakan langsung pada dokter di aplikasi kesehatan keluarga SehatQ. Download sekarang di App Store dan Google Play

Advertisement

tips parentingperkembangan anakmembesarkan anak

Referensi

Terima kasih sudah membaca.

Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?

(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Bagikan

Artikel Terkait

Diskusi Terkait di Forum

Advertisement

logo-sehatq

Langganan Newsletter

Jadi orang yang pertama tahu info & promosi kesehatan terbaru dari SehatQ. Gratis.

Metode Pembayaran

Bank BCABank MandiriBank BNIBank Permata
Credit Card VisaCredit Card Master CardCredit Card American ExpressCredit Card JCBGopay

Fitur

  • Toko
  • Produk Toko
  • Kategori Toko
  • Toko Merchant
  • Booking
  • Promo
  • Artikel
  • Chat Dokter
  • Penyakit
  • Forum
  • Review
  • Tes Kesehatan

Perusahaan

Follow us on

  • FacebookFacebook
  • TwitterTwitter
  • InstagramInstagram
  • YoutubeYoutube
  • LinkedinLinkedin

Download SehatQ App

Temukan di APP StoreTemukan di Play Store

Butuh Bantuan?

Jam operasional: 07.00 - 20.00

Hubungi Kami+6221-27899827

Kumpulan Artikel dan Forum

© SehatQ, 2022. All Rights Reserved