Radang sendi (artritis) atau rematik adalah penyakit yang sering menyerang kaum lansia
Penyebab rematik menentukan jenis rematik dan bagaimana menanganinya

Radang sendi (artritis) atau yang sering dikenal dengan sebutan rematik sering dikaitkan dengan kaum lansia. Meskipun demikian, rematik juga dapat dialami oleh segala usia. Apa sebenarnya penyebab rematik?

Rematik merupakan peradangan pada sendi dengan ciri khas kekakuan dan rasa sakit pada sendi. Gejala rematik dapat bertambah dengan seiring bertambahnya usia.

Rasa sakit dan kekakuan pada sendi dapat menimbulkan rasa tidak nyaman pada penderitanya. Oleh karenanya, penanganan akan rematik harus segera dilakukan.

Penanganan rematik tergantung dari penyebab rematik, karenanya penting bagi Anda untuk mengetahui apa-apa saja penyebab rematik.

Penyebab rematik

Penyebab rematik secara umum adalah karena berkurangnya tulang rawan atau tulang kartilago di sekitar sendi. Tulang rawan berfungsi untuk melindungi sendi dengan menyerap tekanan atau getaran saat bergerak.

Penyebab rematik dapat dilihat dari jenis-jenisnya karena jenis rematik yang berbeda memiliki penyebab yang berbeda pula.

Jenis-jenis rematik

Terdapat lebih dari 100 jenis rematik. Namun, beberapa jenis rematik yang paling umum adalah:

  • Rheumatoid Arthritis (RA)

Penyebab rematik jenis ini adalah karena sistem imun tubuh yang terlalu reaktif menyerang bagian sendi. Bagian sendi yang diserang adalah pada bagian lapisan sendi (synovium).

Namun, sistem imun juga dapat menyerang bagian tubuh lain seperti tulang dan otot ligamen. Jika tidak segera ditangani, RA dapat menyebabkan kerusakan pada sendi secara permanen.

  • Osteoarthritis (OA)

OA merupakan jenis rematik yang paling umum terjadi. Penyebab rematik jenis OA adalah karena rusaknya tulang rawan pada sendi karena faktor usia, terlalu sering dipakai, obesitas, ataupun karena cedera sendi.

Saat tulang rawan bertambah rusak, penderita akan merasakan sakit yang parah dan kesulitan saat bergerak. Hal ini dikarenakan tulang sendi yang saling bergesek satu sama lainnya.

Serupa dengan RA, OA juga dapat menimbulkan sakit di daerah tubuh lainnya, seperti tulang, otot ligamen, dan lapisan sendi.

  • Asam urat (gout)

Asam urat merupakan salah satu penyakit yang cukup dikenal dalam masyarakat. Penyebab rematik jenis asam urat adalah karena kristal-kristal asam urat yang muncul pada persendian.

Kristal-kristal asam urat ini muncul karena penumpukan asam urat dalam darah yang tidak dapat dikeluarkan dari tubuh seutuhnya. Kristal-kristal asam urat tersebut yang menyebabkan peradangan pada sendi.

Asam urat muncul secara mendadak dan dapat dipicu oleh stres, alkohol, medikasi ataupun kondisi medis tertentu.

Namun, asam urat yang menumpuk dapat diakibatkan oleh tubuh yang menghasilkan asam urat berlebih, konsumsi makanan yang dapat meningkatkan asam urat dalam tubuh, atau ginjal yang tidak dapat memproses asam urat dalam tubuh.

Pemeriksaan Rematik

Penyebab rematik menentukan jenis rematik dan penanganan yang dilakukan. Oleh karenanya, periksakan dan konsultasikan ke dokter jika Anda mengalami sakit atau kekakuan pada persendian Anda.

Dokter akan melakukan pemeriksaan fisik untuk mengecek cairan pada persendian yang meradang. Setelahnya, dokter akan menganalisis tingkat peradangan pada darah dan cairan pada persendian.

Tes darah akan dilakukan untuk mengecek antibodi-antibodi jenis tertentu dalam darah. Tes darah yang dapat dilakukan adalah anti-CCP (anti-cyclic citrullinated peptide), RF (rheumatoid factor), dan ANA (antinuclear antibody).

Dokter juga dapat menggunakan x-ray, MRI, dan CT scans untuk melihat tulang-tulang dan tulang rawan penderita.

Penanganan rematik secara umum

Konsultasi ke dokter diperlukan untuk mengatahui penyebab rematik yang dialami. Setelah dilakukan pemeriksaan, barulah dokter akan memberikan penderita penanganan yang tepat sesuai dengan penyebabnya.

Secara umum, penanganan yang diberikan bertujuan untuk meringankan gejala rematik dan mencegah rematik semakin parah. Biasanya penanganan yang akan diberikan oleh dokter adalah berupa:

  • Medikasi, berupa analgesik untuk meredakan rasa sakit, antiinflamasi dan immunosuppressant untuk mengurangi peradangan, serta salep mentol atau capsaicin untuk memblokir sinyal rasa sakit di persendian.
  • Terapi fisik, berguna untuk menguatkan otot di sekitar persendian yang mengalami rematik dan merupakan penanganan yang utama dalam mengatasi rematik.
  • Bedah, umumnya dilakukan untuk mengganti persendian di pinggul dan lutut dengan persendian buatan, dokter juga bisa melakukan bedah untuk menggabungkan persendian pada jemari atau pergelangan tangan yang terkena rematik.

Artikel Terkait

Banner Telemed