Diare pada Bayi, Inilah Penyebab dan Cara Mengatasinya


Diare pada bayi bisa disebabkan infeksi mikroorganisme hingga alergi. Cara mengatasinya adalah dengan minum oralit, obat antibiotik, dan memberikan makanan dengan tekstur yang lembut

(0)
Diare pada bayi mampu sebabkan dehidrasi yang membuat bayi rewelDiare pada bayi cukup umum terjadi sehingga membuat bayi dehidrasi dan rewel
Diare pada bayi merupakan salah satu gejala penyakit pada bayi yang harus segera ditangani. Namun, ada baiknya jika Anda terlebih dahulu mengetahui penyebab diare pada bayi. Tujuannya, agar Anda lebih waspada dan sebisa mungkin menghindarinya.Kotoran bayi memberikan petunjuk penting untuk mengetahui apakah bayi mencret atau tidak. Biasanya, feses berubah warna berdasarkan apa yang dikonsumsinya.Akan tetapi, jika tinja berubah signifikan mulai dari tekstur, warna, hingga bau, bisa jadi itu adalah diare. Meski kerap terjadi, bayi diare tetap perlu diperhatikan dengan serius. 

Penyebab diare pada bayi

Intoleransi laktosa pada susu sebabkan diare pada bayi
Waspadai beberapa penyebab bayi mencret di bawah ini:
  • Infeksi virus, bakteri, atau parasit. Bayi dan batita dapat terkena infeksi dari kuman yang menyebar melalui kontak dengan anak lain yang terinfeksi, makanan dan minuman yang kotor, alat makan dan minum yang tidak higienis, ataupun bertukar barang-barang dengan anak lain.
  • Konsumsi susu formula dengan penyajian yang tidak tepat.
  • Intoleransi laktosa.
  • Alergi makanan atau alergi terhadap obat-obatan, hal ini biasanya merupakan penyebab diare pada bayi 0-6 bulan. Sebab, sistem pencernaan bayi belum berkembang dengan sempurna.
  • Terlalu banyak minum jus buah.
  • Keracunan makanan.

Efek diare pada bayi

Efek diare pada bayi adalah dehidrasi dan bayi rewel
Sebenarnya, diare pada bayi merupakan salah satu jenis perlindungan tubuh untuk membuang racun di dalam tubuh. Namun, ada efek bayi diare yang perlu diwaspadai. Sebab, kondisi ini bisa membuat tubuh kehilangan banyak cairan dan mineral yang disebut elektrolit.Jika dibiarkan, bayi bisa mengalami dehidrasi dengan cepat. Tentunya, hal ini sangat berbahaya bagi bayi, terutama bayi baru lahir. Segera hubungi dokter, apabila Anda melihat tanda-tanda dehidrasi pada bayi ini:
  • Frekuensi pipis berkurang.
  • Rewel dan menangis.
  • Mulut kering.
  • Tidak ada air mata saat menangis.
  • Bagian atas kepala bayi cekung dan lunak.
  • Mengantuk dan lesu.
  • Kulit bayi tidak kembali setelah dicubit perlahan dan dilepaskan dengan lembut.
Selain tanda-tanda dehidrasi, bawa segera ke dokter jika diare diikuti dengan:
  • Lendir dengan bau tidak sedap.
  • Darah yang mengikuti feses.
  • Demam.

Cara mengatasi diare pada bayi

Beri oralit untuk mengatasi dehidrasi saat diare pada bayi
Cara mengatasi mencret pada bayi tentu akan berbeda dengan orang dewasa. Beberapa langkah harus benar-benar Anda perhatikan agar perawatan yang dilakukan tidak berbalik menjadi merugikan untuk bayi.Langkah pertama yang perlu dilakukan saat Anda menyadari bahwa Si Kecil diare adalah membawanya ke dokter. Bayi yang mengalami diare berat dan dehidrasi harus segera dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan cairan infus. Selain itu, inilah cara mengatasi bayi diare lain yang bisa dilakukan:
  • Beri antibiotik untuk mencegah infeksi bakteri atau parasit. Pada umumnya, dokter tidak merekomendasikan obat antidiare yang dijual bebas untuk anak-anak.
  • Beri minuman oralit untuk bayi yang berguna untuk mengembalikan cairan dan elektrolit yang  hilang bersamaan dengan feses. Penelitian yang terbit pada jurnal menemukan, oralit efektif mengurangi tingkat kematian akibat dehidrasi saat diare hingga 93%.
  • Beralih ke makanan bayi yang lunak, seperti pisang, saus apel, dan sereal beras hingga diare berhenti. Namun, ini berlaku jika bayi sudah mengonsumsi makanan padat.
  • Tetap berikan ASI eksklusif jika memang buah hati belum mengonsumsi makanan berat
  • Menghindari makanan yang memicu diare untuk ibu menyusui, seperti makanan pedas, produk susu dan keju, dan makanan berminyak. Sebab, sari-sari makanan ini bisa diserap ASI yang justru diisap bayi dan menyebabkan diare.

Cara mencegah diare

Cuci tangan untuk mencegah diare pada bayi
Meski menurut Kementerian Kesehatan diare merupakan penyebab kematian nomor satu pada bayi dan balita, hal ini bukan berarti diare tidak bisa dicegah. Inilah langkah yang bisa dilakukan untuk mencegah bayi diare.
  • Cuci tangan secara teratur untuk menghindari infeksi bakteri yang semakin menyebar. Sebab, diare juga bisa disebabkan oleh infeksi virus dan bakteri yang berpindah dari tangan. 
  • Jagalah area kulit yang terkena popok selalu bersih dan lembap. Gunakan krim popok agar kulit bayi tidak iritasi dan tetap nyaman.
  • Bersihkan mainan serta lantai tempat Si Kecil bermain. Bukan tidak mungkin jika Buah Hati memasukkan mainannya ke mulut.
  • Jaga kebersihan makanan dan minuman agar terhindar dari bakteri penyebab diare.

Catatan dari SehatQ

Diare pada bayi bisa menyebabkan kematian jika tidak ditangani dengan segera. Sebab, hal ini membuat Si Kecil akan mengalami dehidrasi.Untuk itu, segera ketahui penyebab dan cara mengatasi diare. Tidak lupa pula untuk selalu menjaga kebersihan agar bayi tidak terinfeksi bakteri dan virus penyebab diare.Jika diare diikuti dengan dehidrasi, feses berdarah, demam, dan lendir yang berbau, segera hubungi dokter anak melalui chat dokter di aplikasi kesehatan keluarga SehatQ dan bawa bayi ke fasilitas pelayanan kesehatan terdekat untuk mendapat penanganan lebih lanjut.Apabila Anda ingin memenuhi kebutuhan kebersihan agar bayi terhindar dari diare, kunjungi   untuk mendapatkan penawaran menarik. di Google Play dan Apple Store. 
cara mengatasi diare
diare pada bayipenyakit anakbayiinfografis
WebMD. https://www.webmd.com/parenting/baby/baby-diarrhea-causes-treatment#1
Diakses pada 2 November 2018
Parents. https://www.parents.com/baby/health/sick-baby/is-your-baby-dehydrated/
Diakses pada 2 November 2018
Very Well Family. https://www.verywellfamily.com/diarrhea-in-the-breastfed-baby-431632
Diakses pada 2 November 2018
International Journal of Epidemiology. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC2845864/
Diakses pada 22 Oktober 2020
Kementerian Kesehatan RI. https://www.depkes.go.id/resources/download/pusdatin/profil-kesehatan-indonesia/profil-kesehatan-indonesia-2013.pdf
Diakses pada 22 Oktober 2020 
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)
0

Artikel Terkait