Ketahui Penyebab Betis Besar dan Cara Mengatasinya secara Alami

0,0
11 Jul 2021|Nenti Resna
Ditinjau olehdr. Reni Utari
Penyebab betis besar dapat berupa genetik, olahraga, hingga gangguan kesehatanPenyebab betis besar umumnya adalah otot betis yang besar
Memiliki betis yang berukuran besar dapat mengganggu penampilan bagi sebagian orang. Meski punya andil dalam betis besar, sebenarnya lemak yang berada di bawah kulit betis tidak begitu banyak. Pada dasarnya, penyebab betis besar adalah otot betis yang juga berukuran besar.Otot betis yang besar dan lemak dapat dipengaruhi sejumlah faktor, yaitu genetik, jenis olahraga, serta pertambahan berat badan. Selain itu, pembengkakan di area kaki akibat gangguan kesehatan juga dapat menjadi penyebab betis besar.

Kemungkinan penyebab betis besar

Berikut adalah sejumlah faktor yang menjadi penyebab betis besar.

1. Faktor genetik

Sebagian besar penyebab betis besar adalah faktor genetik. Jika Anda memiliki orangtua dan saudara yang memiliki betis yang besar, maka kemungkinan Anda untuk memiliki betis yang sama menjadi lebih besar.

2. Peningkatan massa otot

Pembentukan atau peningkatan massa otot betis dapat membuat ukurannya terlihat lebih besar. Berikut adalah sejumlah faktor yang dapat memicu penambahan massa otot betis:
  • Jika Anda rajin olahraga dengan resistensi tinggi, seperti jalan cepat, melompat, memanjat, peluang membuat otot betis menjadi lebih besar semakin tinggi.
  • Gaya berjalan dengan menggunakan kaki depan layaknya penari balet atau otot di bagian depan tungkai bawah lemah, juga dapat menyebabkan pembentukan otot betis.
  • Pemendekan tendon achilles dapat membuat betis terlihat lebih pendek dan besar.

3. Penambahan lemak

Makanan tinggi lemak yang dapat menambah berat badan secara umum, termasuk salah satu faktor penyebab betis besar. Lemak tidak hanya terakumulasi di bawah kulit, tetapi juga di dalam otot.Ketika berat badan bertambah, paha dan betis dapat menjadi tempat pertama lemak menumpuk, tetapi cenderung menjadi area terakhir lemak berkurang saat berat badan turun.

4. Gangguan kesehatan

Ukuran betis yang membesar juga dapat mengindikasikan adanya gangguan kesehatan yang perlu diwaspadai. Berikut adalah beberapa kondisi yang bisa membuat betis Anda terlihat besar.
  • Asupan garam berlebih

Makanan tinggi sodium merupakan salah satu makanan yang membuat betis besar. Jumlah garam yang berlebih dapat menarik cairan dari arteri, vena, dan kapiler, kemudian mengirimnya ke berbagai jaringan tubuh, termasuk area betis.Kondisi ini dapat menyebabkan betis terlihat membesar. Anda juga dapat melihat pembengkakan pada bagian tubuh lainnya, seperti jari, wajah, atau perut.
  • Kurang aktif bergerak

Gaya hidup yang kurang aktif atau jarang bergerak juga dapat memicu terjadinya penumpukan cairan di area kaki sehingga menjadi penyebab betis besar.
  • Trombosis vena dalam
Trombosis vena dalam adalah penyebab betis besar yang lebih serius. Kondisi ini menandakan adanya penyumbatan pembuluh darah vena sehingga berisiko menghalangi aliran darah ke paru-paru yang bisa membahayakan penderitanya.Salah satu ciri trombosis vena dalam adalah adanya pembengkakan yang terjadi pada salah satu kaki.
  • Gangguan jantung
Saat mekanisme pemompaan jantung mengalami gangguan, kondisi ini membuat pembuluh darah tidak elastis sehingga darah yang dipompa ke jantung menjadi lebih lambat dan mengakibatkan bertumpuknya cairan di kaki. Pada akhirnya, kondisi ini dapat menjadi penyebab betis besar.

Cara mengecilkan betis yang bisa Anda lakukan

Perempuan jogging
Latihan resistensi rendah seperti jogging dapat membantu mengecilkan betis
Pada dasarnya, cara mengecilkan betis tergantung pada penyebabnya. Jika Anda mencurigai penyebab betis besar dikarenakan gangguan kesehatan serius, sebaiknya segera hubungi dokter untuk mendapatkan penanganan yang semestinya.Sementara itu, untuk penyebab-penyebab umum, ada beberapa cara mengecilkan betis yang dapat Anda lakukan.
  • Konsumsi makanan sehat yang rendah garam. Anda bisa memasak sendiri untuk mengurangi asupan garam harian.
  • Jika Anda duduk terlalu lama, sebaiknya lakukan peregangan, angkat kaki, atau berjalan sebentar setelah 1-2 jam untuk melancarkan aliran darah di kaki dan mencegah penumpukan cairan di kaki.
  • Penggunaan stoking kompresi juga dapat membantu melancarkan aliran darah balik dari kaki ke jantung.
  • Jika Anda berada di pesawat, usaakan untuk sesekali berjalan menyusuri kabin supaya membantu mencegah penumpukan cairan di kaki.
  • Melakukan olahraga dengan resistensi rendah, seperti jogging jarak jauh, jalan cepat di permukaan datar, dan berenang, bisa jadi cara mengecilkan betis besar.
  • Berjalan dengan menggunakan tumit terlebih dahulu.
  • Peregangan kaki, yoga, atau pilates, juga termasuk cara mengecilkan otot betis yang bisa Anda lakukan.
  • Tindakan medis berupa pengangkatan sebagian (reseksi parsial) otot betis dapat membuat betis tampak lebih kecil dan panjang. Tindakan ini mungkin disarankan jika upaya yang lain tidak membuahkan hasil atau penyebab betis besar diakibatkan masalah genetik.
Apabila betis besar disebabkan pertambahan berat badan atau kegemukan, maka diet dan olahraga kardio dapat dipertimbangkan sebagai cara mengecilkan betis. Sedot lemak tidak dianjurkan untuk mengecilkan betis, kecuali jika ketebalan lemak pada betis mencapai 2 cm.Apabila Anda memiliki pertanyaan seputar masalah kesehatan, Anda bisa bertanya langsung dengan dokter di aplikasi kesehatan keluarga SehatQ secara gratis. Unduh aplikasi SehatQ sekarang di App Store atau Google Play.
latihan fisikmasalah otot
Oz Clinic. https://ozclinic.com/eng/oz-club/oz-talk/?ckattempt=1&mod=document&uid=46
Diakses 29 Juni 2021
Womens Health Magazine. https://www.womenshealthmag.com/weight-loss/g19913675/bloated-calves/
Diakses 29 Juni 2021
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait