Terdapat macam-macam narkoba yang perlu untuk dijauhi dan pada dasarnya berbagai jenis narkoba tersebut terbagi berdasarkan efek yang ditimbulkan
Semua narkoba memang berbahaya, tetapi apakah Anda sudah mengenal macam-macam narkoba yang beredar di masyrakat?

Sudah bukan rahasia umum lagi bahwa narkoba seringkali disalahgunakan dan dijadikan salah satu pelarian dari berbagai masalah yang dihadapi. Mirisnya lagi, beberapa oknum bahkan sengaja mengedarkan dan memperjualbelikan macam-macam narkoba.

Anda mungkin mengenal narkoba, seperti ganja, sabu, dan sebagainya. Namun, yang membedakan macam-macam narkoba tersebut tidak hanya dari bentuknya, tetapi juga dari efek yang ditimbulkan.

Macam-macam narkoba berdasarkan efek yang ditimbulkan

Semua jenis narkoba berbahaya bila disalahgunakan dan berpotensi menimbulkan ketergantungan. Meskipun demikian, tiap narkoba memiliki efek yang berbeda-beda terhadap manusia. Berikut adalah macam-macam narkoba berdasarkan efek yang ditimbulkan:

  • Stimulan

Narkoba jenis stimulan memberikan efek yang dapat mempercepat sinyal antara otak dan badan. Narkoba jenis ini mampu membuat pemakainya merasa lebih segar, percaya diri, berenergi, dan bersemangat.

Umumnya, pemakai narkoba jenis stimulan akan merasakan kegelisahan, detak jantung yang makin cepat, nafsu makan yang berkurang, serta naiknya suhu tubuh dan tekanan darah. Efek samping dari narkoba jenis stimulan adalah paranoia, panik, kram perut, kejang, dan kecemasan.

Contoh macam-macam narkoba jenis ini adalah, ekstasi atau MDMA, amfetamin, sabu, dan kokain.

  • Depresan

Berbeda dengan narkoba jenis stimulan, narkoba jenis depresan memperlambat sinyal antara otak dan tubuh yang membuat pemakainya menjadi lebih tenang dan rileks.

Biasanya, pemakainya akan mengalami kesulitan dalam berkonsentrasi dan bergerak, serta susah untuk memberikan respon terhadap hal-hal yang terjadi di sekitarnya. Efek samping dari jenis narkoba depresan adalah tidak sadarkan diri, mengantuk, mual dan muntah, serta kematian.

Macam-macam narkoba jenis depresan yang biasa beredar adalah heroin, morfin, ganja, dan sebagainya.

  • Halusinogen

Narkoba jenis halusinogen memengaruhi persepsi akan realita yang dilihat karena berefek pada pancaindra. Pemakainya akan merasakan, melihat, mendengar, dan mencium berbagai hal yang berbeda dari normalnya.

Narkoba jenis halusinogen mampu memberikan efek pusing, disorientasi, kebas, sensasi seperti melayang, dan kebingungan pada pemakainya.

Efek samping yang dapat timbul akibat pemakaian adalah kehilangan memori, peningkatan detak jantung, panik dan menjadi agresif, halusinasi, kecemasan, dan peningkatan detak jantung.

Narkoba jenis halusinogen yang dapat ditemui adalah LSD, PCP, magic mushroom, dan sebagainya.

Meskipun macam-macam narkoba memiliki efek yang berbeda, tetapi beberapa narkoba memiliki tidak hanya satu efek saja. Misalnya saja, ganja bisa masuk ke dalam kategori narkoba jenis depresan, stimulan, dan halusinogen, karena memiliki efek menenangkan sekaligus mengubah persepsi pemakainya.

Apa saja macam-macam narkoba yang sering beredar di masyarakat?

Terdapat macam-macam narkoba dengan efek dan bentuk yang berbeda, karenanya untuk melindungi diri dan keluarga, Anda perlu mengetahui macam-macam narkoba yang sering beredar di masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan Anda.

  • Ganja

Ganja adalah salah satu dari macam-macam narkoba yang beredar di Indonesia, serta dikenal sebagai mariyuana atau cimeng. Ganja merupakan narkoba jenis stimulan, depresan, dan halusinogen.

Narkoba ini berasal dari tanaman Cannabis sativa dan dapat digunakan dengan cara dihisap seperti rokok ataupun dicampurkan ke dalam hidangan yang dimasak. Ganja memicu sensasi menenangkan.

Penggunaan ganja dapat menimbulkan masalah pada pernapasan, gangguan di perkembangan otak dan kognitif, meningkatnya risiko serangan jantung, kecemasan, pemikiran bunuh diri, dan depresi, serta kenaikan detak jantung.

  • Sabu

Selain ganja, sabu juga adalah salah satu dari macam-macam narkoba yang sering ditemui di Indonesia. Sabu merupakan jenis narkoba stimulan dan biasanya berbentuk bubuk putih yang dapat dihisap, ditelan, dan disuntikkan.

Sabu menimbulkan efek menyenangkan dengan durasi yang cepat, karenanya pengguna sabu akan terus-menerus memakai sabu untuk merasakan efek tersebut yang menyebabkan ketergantungan.

Pemakaian sabu berisiko menyebabkan bertambah cepatnya pernapasan, penurunan berat badan yang ekstrim, kenaikan suhu tubuh dan tekanan darah, detak jantung yang makin cepat, masalah pada gigi dan gusi, serta luka-luka pada kulit.

  • Ekstasi atau MDMA

Ekstasi merupakan jenis nakoba stimulan dan halusinogen yang dapat dikonsumsi dalam bentuk pil atau tablet, serta dapat disuntikkan ke pembuluh darah atau dihisap. Ekstasi memicu sensasi menyenangkan, peningkatan energi, dan membuat pemakainya merasa lebih dekat dengan orang-orang sekitarnya.

Saat efek ekstasi hilang, penggunanya akan mengalami masalah tidur, depresi, kebingungan, dan kecemasan. Efek samping lainnya adalah otot yang menegang, mual, peningkatan tekanan darah dan detak jantung, penglihatan kabur, berkeringat atau menggigil, serta pusing.

  • Kokain

Kokain merupakan jenis narkoba stimulan yang berisiko tinggi untuk menimbulkan ketergantungan. Kokain berasal dari tanaman coca dan bisa ditemukan dalam berbagai bentuk.

Kokain dapat dimasukkan ke dalam tubuh dengan cara disuntikkan ke pembuluh darah ataupun dengan cara menghisap uap atau bubuk kokain. Kokain menimbulkan sensasi menyenangkan yang membuat pemakainya ingin menggunakannya secara terus-menerus.

Kokain berbahaya karena dapat menyebabkan peningkatan tekanan darah, detak jantung, dan suhu tubuh, nafsu makan menurun, kerusakan atau serangan jantung, kram perut, mual, stroke, kehilangan indera penciuman, kesulitan menelan, mimisan, serta bahkan kematian.

  • LSD

LSD adalah salah dari macam-macam narkoba jenis halusinogen yang berasal dari senyawa asam pada jamur yang tumbuh di biji-bijian, seperti gandum hitam (rye). LSD menimbulkan halusinasi yang bisa berlangsung hingga 12 jam.

Efek samping LSD adalah mulut mengering, berkeringat, gemetar, pupil yang melebar, kurangnya nafsu makan, serta peningkatan pada tekanan darah dan detak jantung.

  • Heroin

Berbeda dengan apa yang ditampilkan di film-film, heroin tidak hanya bisa berupa bubuk berwarna putih, tetapi juga bisa berwarna hitam dan lengket. Penggunaannya tidak terbatas dari dihisap, tetapi juga bisa dijadikan rokok ataupun disuntikkan.

Heroin berasal dari bunga opium dan mudah untuk diserap tubuh dan karenanya bersifat sangat adiktif. Heroin menimbulkan rasa menyenangkan, pemikiran yang berkabut, mulut kering, dan sensasi berat pada lengan dan paha.

Efek samping yang bisa terjadi adalah infeksi kulit, masalah pada pencernaan, kesulitan bernapas, pembuluh darah yang tidak bisa berfungsi dengan baik, dan penyakit ginjal.

  • Magic mushroom

Magic mushroom adalah salah satu dari macam-macam narkoba jenis halusinogen yang terkenal. Magic mushroom bisa dikonsumsi secara langsung, diseduh, ataupun dikonsumsi bersama makanan lainnya.

Efek halusinasi dari magic mushroom akan terasa 20 menit setelah digunakan dan berlangsung hingga enam jam. Penggunaan magic mushroom dapat menimbulkan mual, muntah, panik, pelebaran pupil, dan psikosis atau kilas balik memori.

Catatan dari SehatQ

Terdapat macam-macam narkoba yang beredar di Indonesia dalam bentuk dan efek yang berbeda-beda. Berdasarkan efeknya, narkoba terbagi menjadi tiga jenis, yaitu:

  • Narkoba jenis stimulan
  • Narkoba jenis depresan
  • Narkoba jenis halusinogen

Umumnya, narkoba yang sering ditemui dan beredar dalam masyarakat adalah:

  • Ganja
  • Sabu
  • Ekstasi atau MDMA
  • Kokain
  • LSD
  • Heroin
  • Magic mushroom

Meskipun memiliki efek yang berbeda-beda, tetapi penyalahgunaan narkoba dapat merusak tubuh dan bahkan membahayakan nyawa Anda.

Australia Government Department of Health. https://www.health.gov.au/health-topics/drugs/about-drugs/types-of-drugs
Diakses pada 01 Oktober 2019

WebMD. https://www.webmd.com/mental-health/addiction/street-drugs-risks#1
Diakses pada 01 Oktober 2019

Artikel Terkait

Banner Telemed