Ketahui Kebutuhan ASI Bayi Sesuai Usianya, Ini Rekomendasinya

(0)
20 Sep 2020|Asni Harismi
Ditinjau olehdr. Karlina Lestari
Jika kebutuhan ASI bayi terpenuhi, ia bisa tertidur pulas.Bayi dengan kebutuhan ASI yang terpenuhi, dapat tidur dengan nyenyak.
Memiliki produksi air susu ibu (ASI) yang melimpah adalah dambaan setiap ibu menyusui alias busui. Namun, wanita dengan jumlah ASI lebih sedikit di awal kelahiran si buah hati bukan berarti dijamin gagal menyusui. Sebab, kebutuhan ASI bayi berbeda-beda berdasarkan usianya.Menyusui merupakan proses alamiah untuk memberi nutrisi terbaik kepada bayi secara optimal. Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) sangat menyarankan ibu menyusui secara eksklusif selama 6 bulan dan dilanjutkan bersama dengan pemberian makanan pendamping ASI alias MPASI, hingga anak berusia 2 tahun, dan menyesuaikan kebutuhan ASI bayi sesuai jenjang usianya.

Menghitung kebutuhan ASI bayi menurut usianya

Tidak perlu panik ketika ASI Anda baru keluar satu-dua tetes di masa awal setelah melahirkan. Bayi baru lahir memiliki ukuran lambung yang masih sangat kecil, sehingga kebutuhannya akan susu juga sedikit.Kebutuhan ASI bayi akan mengalami peningkatan seiring bertambahnya usia, karena perubahan ukuran lambungnya. Semakin besar ukuran lambung, semakin banyak kebutuhan mereka akan ASI. Namun, semakin panjang pula jeda di antara 2 waktu menyusu.
Kebutuhan ASI bayi berubah-ubah sesuai usianya.
IDAI sendiri menyarankan agar ibu menyusui bayi secara langsung. Selain untuk menstimulasi produksi ASI, menyusui bayi langsung (direct breastfeeding) juga dapat memberi rasa hangat dan nyaman pada Si Kecil sekaligus menjalin ikatan (bonding) antara ibu dan buah hatinya.Meskipun demikian, kadang kala ibu harus meninggalkan bayi sehingga harus memerah dan menyimpan ASI untuk diberikan kepada bayi oleh pengasuh (ayah, nenek, kakek, dan sebagainya). Oleh karena itu, perhitungan kebutuhan ASI bayi sesuai usia berikut ini bisa dijadikan patokan.

1. Bayi baru lahir (newborn)

Kebutuhan ASI bayi baru lahir akan berubah-ubah dalam hitungan hari, yaitu:
  • Bayi berusia 24 jam: 5-7 ml
  • Bayi berusia 3-5 hari: 22-27 ml
  • Bayi berusia 10-14 hari: 60-85 ml
Kebanyakan bayi baru lahir akan menyusu setiap 2-3 jam sekali atau 8-12 kali dalam kurun 24 jam. Namun, Anda bisa langsung memberi ASI jika bayi memperlihatkan tanda-tanda ingin menyusu, seperti mengikuti arah sentuhan di dekat mulut (rooting), memasukkan tangan ke mulut, gelisah, hingga menangis.

2. Bayi 1-6 bulan

Hingga usianya menginjak 6 bulan, bayi masih sangat bergantung pada ASI ibu. Di usia ini pula ibu bekerja sudah mempersiapkan diri untuk kembali ke kantor, sehingga harus mulai menyimpan stok ASI perah untuk diminum Si Kecil saat Anda tinggalkan selama 8-10 jam per hari.Berikut ini perkiraan kebutuhan ASI bayi pada usia 2-6 bulan.
  • Bayi berusia 1-2 bulan: 120-150 ml per menyusu (setiap 3-4 jam)
  • Bayi berusia 3-4 bulan: 120-180 ml per menyusu
  • Bayi berusia 5-6 bulan: maksimal 240 ml per menyusu (setiap 4-5 jam)
Rata-rata kebutuhan ASI bayi pada usia ini akan bertambah 30 ml setiap bulan dibanding bulan sebelumnya. Ketika sudah genap berusia 6 bulan, bayi harus mulai diberikan makanan padat pendamping ASI (MPASI).

3. Bayi 6-24 bulan

Setelah bayi menginjak usia 6 bulan, ibu menyusui mungkin bisa bernapas sedikit lega karena kebutuhan ASI bayi akan berkurang secara bertahap. Menurut panduan Pusat Pelayanan Kesehatan Inggris (NHS), kebutuhan ASI bayi yang berusia di atas 6 bulan adalah sebagai berikut.
  • 7-9 bulan: 600 ml per hari
  • 10-12 bulan: 400 ml per hari
  • 13-24 bulan: 350-400 ml per hari
Merupakan hal yang normal bagi bayi yang menyusu langsung untuk minum lebih banyak dari jumlah tersebut. Tetap susui bayi seusuai kemauannya.

Tanda kebutuhan ASI bayi tercukupi

Bayi yang mendapat cukup ASI akan pulas tertidur.
Untuk memastikan terpenuhinya kebutuhan bayi akan ASI, volume air susu bukanlah satu-satunya patokan, apalagi jika bayi menyusu langsung dari payudara ibu. IDAI sendiri menyebut indikator kebutuhan ASI Bayi terpenuhi dapat dilihat dari beberapa kondisi berikut ini.
  • Tampak puas atau tertidur

    Bayi yang cukup menyusu tidak akan rewel lagi, bahkan bisa tidur saat sudah merasa puas menyusu.
  • Frekuensi buang air kecil

    Bayi akan buang air kecil lebih dari 6 kali sehari, urine jernih dan tidak kekuningan. Sebaliknya, buang air kecil yang disertai butiran halus kemerahan (yang mungkin merupakan kristal urat pada urine) adalah salah satu tanda kurangnya asupan ASI.
  • Feses kekuningan

    Tanda kebutuhan ASI bayi tercukupi juga terlihat dari fesesnya yang kekuningan dengan butiran berwarna putih susu, dimulai saat bayi berumur 4-5 hari. Jika feses bayi masih hitam (mekonium) atau hijau kecokelatan setelah usianya di atas 5 hari, itu adalah tanda kurangnya asupan ASI.
  • Pertambahan berat badan

    Bayi akan mengalami penurunan berat badan (BB) di hari-hari pertama kelahirannya. Namun, BB-nya akan kembali ke titik semula, setidaknya di usia 2 minggu asalkan kebutuhan ASI bayi terpenuhi.
Selanjutnya, berat badan beserta tanda-tanda bayi sehat lainnya akan terus dipantau menggunakan grafik pertumbuhan sesuai jenis kelaminnya.Bila Anda menemukan kendala seputar kebutuhan ASI bayi, jangan sungkan untuk berkonsultasi dengan dokter atau konselor laktasi terdekat di kota Anda
produksi asimenyusuiasi eksklusifmakanan ibu menyusuiibu menyusui
IDAI. https://www.idai.or.id/artikel/klinik/asi/nilai-menyusui
Diakses pada 4 September 2020
IDAI. https://www.idai.or.id/artikel/klinik/asi/asi-sebagai-pencegah-malnutrisi-pada-bayi
Diakses pada 4 September 2020
NHS. https://www.thh.nhs.uk/documents/_Patients/PatientLeaflets/breastfeeding/Feeding_Your_Baby_Folder.pdf
Diakses pada 4 September 2020
NHS. https://www.nth.nhs.uk/content/uploads/2018/12/infant-milks-a-simple-guide.pdf
Diakses pada 4 September 2020
CDC. https://www.cdc.gov/nutrition/infantandtoddlernutrition/breastfeeding/how-much-and-how-often.html
Diakses pada 4 September 2020
Healthy Children. https://www.healthychildren.org/English/ages-stages/baby/feeding-nutrition/Pages/How-Often-and-How-Much-Should-Your-Baby-Eat.aspx
Diakses pada 4 September 2020
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait