Ketahui Cara Menggunakan Obat Tetes Telinga yang Tepat dan Aman

Sakit telinga dapat menyerang siapa saja, baik pada orang dewasa maupun anak-anak. Ketika Anda mengalami telinga bermasalah, penggunaan obat tetes telinga mungkin kerap menjadi solusinya.

Meski demikian, tidak semua kondisi telinga bermasalah memerlukan pengobatan dengan obat tetes. Oleh karena itu, Anda perlu mengetahui kondisi apa saja yang memerlukan obat tetes telinga, serta cara menggunakan obat tetes telinga yang benar.

Kondisi telinga bermasalah yang membutuhkan obat tetes telinga

Seperti yang sudah disebutkan sebelumnya bahwa tidak semua kondisi telinga bermasalah memerlukan pengobatan dengan obat tetes telinga. Berikut ini beberapa infeksi telinga yang membutuhkan obat tetes sebagai pengobatan.

1. Infeksi telinga tengah akut

Ada berbagai jenis infeksi telinga yang mungkin dialami orang dewasa dan anak-anak. Namun, infeksi telinga bagian tengah akut atau dikenal dengan otitis media adalah yang paling umum terjadi pada banyak orang.

Infeksi telinga tengah akut atau otitis media adalah kondisi di mana terjadi penumpukan cairan dan kotoran di bagian tengah telinga, tepatnya di belakang gendang telinga (membran timpani) sehingga menyebabkan rasa nyeri di telinga.

Kondisi ini juga disebabkan oleh flu, alergi dingin, serta virus atau bakteri, sehingga menyebabkan peradangan.

Radang telinga tengah juga dapat terjadi akibat tertutupnya saluran eustachius. Saluran eustachius adalah saluran yang menghubungkan telinga tengah dengan rongga hidung. Kondisi ini biasa terjadi saat seseorang sedang pilek.

2. Infeksi telinga luar

Infeksi telinga luar disebut juga dengan otitis eksterna. Infeksi yang terjadi di bagian luar telinga ini dapat disebabkan oleh jamur dan bakteri.

Biasanya infeksi terjadi di bagian saluran telinga yang terletak di antara gendang telinga dan telinga bagian luar. Beberapa gejala dari kondisi ini, di antaranya rasa nyeri, kemerahan, gatal, hingga kulit bersisik. Kondisi ini umumnya membutuhkan pertolongan medis dari dokter.

3. Telinga tersumbat oleh kotoran

Kondisi lain yang membutuhkan obat tetes telinga adalah saat saluran telinga bagian luar tersumbat oleh tumpukan kotoran telinga. Salah satu penyebabnya adalah oleh produksi kotoran di telinga yang berlebihan.

Berbagai jenis obat tetes telinga sesuai kebutuhan

Ada berbagai jenis obat tetes telinga yang bisa digunakan untuk meringankan masalah pada indera pendengaran Anda. Sebagian besar obat tetes telinga merupakan antibiotik yang bekerja dengan mengobati infeksi pada saluran telinga.

Umumnya, dokter mungkin akan meresepkan obat sakit telinga dalam bentuk tetes berdasarkan kondisi telinga bermasalah yang tengah Anda alami. Berdasarkan jenisnya, berikut beberapa obat tetes telinga yang bisa Anda temui, yakni:

  • Obat tetes telinga antibiotik untuk mengobati infeksi akibat bakteri.
  • Obat tetes telinga anestesi untuk meredakan rasa nyeri di telinga.
  • Obat tetes telinga dengan kandungan alkohol dan asam asetat untuk mencegah infeksi pada telinga akibat air yang terbawa ke dalam telinga. Biasanya terjadi setelah seseorang berenang.

Bagaimana cara menggunakan obat tetes telinga yang tepat?

Meski terkesan sepele, penggunaan obat tetes telinga perlu memerhatikan beberapa hal saat digunakan. Cara yang salah justru dapat menghilangkan manfaat yang terkandung dalam obat tetes tersebut.

Cara menggunakan obat tetes telinga pada orang dewasa

Pada orang dewasa, berikut adalah beberapa langkah mudah dalam menggunakan obat tetes telinga yang tepat.

  • Cek botol kemasan obat tetes telinga yang akan Anda gunakan. Pastikan botol kemasan obat tetes telinga yang digunakan belum melewati tanggal kedaluwarsa.
  • Cuci tangan terlebih dahulu menggunakan air mengalir dan sabun. Jika sulit menemukan air mengalir, Anda dapat menggunakan cairan pembersih tangan (hand sanitizer).
  • Selanjutnya, kocok botol obat tetes.
  • Jika botol obat tetes menggunakan pipet terpisah, angkat pipet dari botolnya dengan hati-hati. Letakkan botol obat tetes di atas alas yang kokoh.
  • Miringkan kepala Anda ke sisi kiri atau kanan sesuai telinga yang sakit.
  • Dekati posisi obat tetes ke area telinga Anda. Lalu, tekan kemasan obat tetes atau pipet obat tetes guna mengeluarkan cairan ke dalam telinga.
  • Tetap miringkan kepala Anda selama kurang lebih 1-2 menit guna memastikan obat menyerap sempurna ke dalam telinga.
  • Lakukan langkah yang sama pada sisi telinga lainnya, bila diperlukan.
  • Segera letakkan pipet kembali dalam botol dan tutup dengan rapat.
  • Bersihkan tetesan obat yang mungkin tumpah di sekitar telinga Anda.
  • Jika sudah selesai, Anda dapat menyimpan obat tetes telinga sesuai anjuran yang terdapat pada label botol.

Cara menggunakan obat tetes telinga pada anak

Menggunakan obat tetes telinga pada anak akan lebih menantang dibandingkan orang dewasa. Pasalnya, anak akan lebih banyak bergerak dan merasa tidak nyaman. Jika sudah begini, anak akan lebih rentan meronta-ronta, bahkan menangis.

Berikut adalah langkah menggunakan obat tetes telinga pada anak.

  • Cuci tangan Anda terlebih dahulu menggunakan air mengalir dan sabun.
  • Selanjutnya, kocok botol obat tetes telinga sebelum digunakan.
  • Ingat, jangan menempelkan ujung botol dengan telinga karena dapat menyebarkan kuman.
  • Selanjutnya, minta Si Kecil untuk tiduran di atas kasur serta memiringkan tubuh dan kepalanya. Alasi kepala anak dengan bantal tipis.
  • Untuk bayi atau anak yang masih berusia di bawah 2 tahun, Anda dapat membungkusnya dengan selimut atau bedong agar tidak banyak bergerak. Lalu, tarik daun telinga anak bagian bawah ke belakang secara perlahan.
  • Untuk anak di atas usia 3 tahun, tarik daun telinga anak bagian atas ke belakang secara perlahan.
  • Dekati posisi obat tetes ke area telinga anak Anda. Lalu, tekan kemasan obat tetes atau pipet obat tetes guna mengeluarkan cairan ke dalam telinga.
  • Minta atau tahan Si Kecil agar tetap diam dalam posisi tersebut setidaknya selama 1-2 menit setelah obat diteteskan.
  • Lakukan langkah yang sama pada sisi telinga lainnya, bila diperlukan.
  • Segera letakkan pipet kembali dalam botol dan tutup dengan rapat.
  • Bersihkan tetesan obat yang mungkin tumpah di sekitar telinga anak Anda.
  • Jika sudah selesai, Anda dapat menyimpan obat tetes telinga sesuai anjuran yang terdapat pada label botol.

Kapan harus ke dokter?

Obat tetes telinga umumnya dapat digunakan untuk mengobati beberapa gejala kondisi telinga yang bermasalah. Akan tetapi, jika gejala kondisi telinga tidak kunjung membaik setelah menggunakan obat tetes telinga yang dianjurkan, sebaiknya segera temui dokter.

Anda juga perlu berkonsultasi dengan dokter apabila mengalami gejala yang serius, seperti pusing, iritasi, ruam, rasa gatal, sensasi rasa terbakar, atau kemerahan. Jangan lupa untuk membawa obat tetes telinga yang sempat Anda gunakan ketika memeriksakan diri ke dokter.

Healthline. https://www.healthline.com/health/general-use/how-to-use-ear-drops
Diakses pada 4 Desember 2019

Drugs. https://www.drugs.com/cg/how-to-use-ear-drops-in-children.html
Diakses pada 4 Desember 2019

Verywell Health. https://www.verywellhealth.com/how-to-use-ear-drops-correctly-1192039
Diakses pada 4 Desember 2019

Verywell Health. https://www.verywellhealth.com/managing-ear-pain-1192206
Diakses pada 4 Desember 2019

Verywell Health. https://www.verywellhealth.com/all-about-ear-wax-blockage-1192040
Diakses pada 4 Desember 2019

Web Md. https://www.webmd.com/cold-and-flu/ear-infection/understanding-swimmer-ear-basics#1
Diakses pada 4 Desember 2019

Everyday Health. https://www.everydayhealth.com/specialists/pediatrics/hammond/qa/ear-drops-safe-for-tots/index.aspx
Diakses pada 4 Desember 2019

University of Maryland Medical Center. https://www.umms.org/ummc/health-services/hearing-balance/patient-information/eardrops
Diakses pada 4 Desember 2019

Artikel Terkait

Diskusi Terkait di Forum

Banner Telemed