Pilihan Obat Tetes Telinga dan Cara Menggunakannya untuk Orang Dewasa dan Anak

(0)
Obat tetes telinga sering jadi solusi saat Anda mengalami telinga bermasalahSaat Anda mengalami telinga bermasalah, penggunaan obat tetes telinga mungkin sering jadi solusinya
Sakit telinga dapat menyerang siapa saja, baik pada orang dewasa maupun anak-anak. Ketika Anda mengalami telinga bermasalah, penggunaan obat tetes telinga mungkin kerap menjadi solusinya.Meski demikian, tidak semua kondisi telinga bermasalah memerlukan pengobatan dengan obat tetes telinga. Oleh karena itu, Anda perlu mengetahui kondisi apa saja yang memerlukan obat tetes telinga, serta cara menggunakan obat tetes telinga yang benar.

Kondisi telinga bermasalah yang membutuhkan obat tetes telinga

Seperti yang sudah disebutkan sebelumnya bahwa tidak semua kondisi telinga bermasalah memerlukan pengobatan dengan obat tetes telinga. Ketika telinga infeksi, peradangan dan penumpukan tekanan di dalam telinga terjadi.Berikut ini beberapa infeksi telinga yang membutuhkan obat tetes telinga sebagai pengobatan.

1. Infeksi telinga tengah akut

Ada berbagai jenis infeksi telinga yang mungkin dialami orang dewasa dan anak-anak. Namun, radang telinga bagian tengah akut atau dikenal dengan otitis media adalah yang paling umum terjadi pada banyak orang.Infeksi telinga tengah akut atau otitis media adalah gangguan telinga yang terjadi akibat penumpukan cairan dan kotoran di bagian tengah telinga, tepatnya di belakang gendang telinga (membran timpani), sehingga menyebabkan rasa nyeri di telinga.Gangguan telinga ini juga dapat disebabkan oleh flu, alergi dingin, serta virus atau bakteri sehingga menyebabkan peradangan.Radang telinga tengah juga dapat terjadi akibat tertutupnya saluran eustachius. Saluran eustachius adalah saluran yang menghubungkan telinga tengah dengan rongga hidung. Kondisi ini biasa terjadi saat seseorang sedang pilek.

2. Infeksi telinga luar

Infeksi telinga luar disebut juga dengan otitis eksterna. Infeksi yang terjadi di bagian luar telinga ini dapat disebabkan oleh jamur dan bakteri.Biasanya infeksi terjadi di bagian saluran telinga yang terletak di antara gendang telinga dan telinga bagian luar. Beberapa gejala dari kondisi ini, di antaranya rasa nyeri, kemerahan, gatal, hingga kulit bersisik. Kondisi ini umumnya membutuhkan pertolongan medis dari dokter.

3. Telinga tersumbat oleh kotoran

Kondisi lain yang membutuhkan obat tetes telinga adalah saat saluran telinga bagian luar tersumbat oleh tumpukan kotoran telinga. Salah satu penyebabnya adalah oleh produksi kotoran di telinga yang berlebihan.

Berbagai jenis obat tetes telinga sesuai kebutuhan

Ada berbagai jenis obat tetes telinga yang bisa digunakan untuk meringankan masalah pada indera pendengaran Anda. Sebagian besar obat tetes telinga merupakan antibiotik yang bekerja dengan mengobati infeksi pada saluran telinga.Umumnya, dokter mungkin akan meresepkan obat tetes telinga berdasarkan kondisi telinga yang tengah Anda alami. Berdasarkan jenisnya, berikut beberapa obat tetes telinga yang bisa Anda temui, yakni:
  • Obat tetes telinga antibiotik untuk mengobati infeksi akibat bakteri.
  • Obat tetes telinga anestesi untuk meredakan rasa nyeri di telinga.
  • Obat tetes telinga dengan kandungan alkohol dan asam asetat untuk mencegah infeksi pada telinga akibat air yang terbawa ke dalam telinga. Biasanya terjadi setelah seseorang berenang.

Obat tetes telinga yang dijual di pasaran

Ada beberapa obat tetes telinga yang umum dijual di pasaran. Harganya tentu akan bervariasi tergantung merek yang Anda pilih. Beberapa di antaranya:

1. Neomycin, polymyxin, dan hidrokortison

Salah satu obat tetes telinga yang dijual di pasaran adalah kombinasi neomycin, polymyxin, dan hidrokortison. Jenis obat tetes telinga ini digunakan untuk mengatasi radang pada telinga akibat infeksi bakteri. Kombinasi neomycin dan polumyxin merupakan antibiotik yang bekerja dengan menghentikan pertumbuhan bakteri penyebab radang. Sedangkan, hidrokortison bersifat antiradang yang berkeja dengan mengurangi rasa tidak nyaman dan pembengkakakn di telinga. 

2. Clotrimazole 

Obat tetes telinga berikutnya adalah clotrimazole. Clotrimazole digunakan untuk mengatasi infeksi di telinga akibat adanya pertumbuhan jamur. Clotrimazole bekerja melawan pertumbuhan jamur kulit atau jamur di kulit liang telinga. Obat tetes telinga clotrimazole digunakan untuk mengobati infeksi jamur di dalam telinga. 

3. Chloramphenicol

Chloramphenicol juga menjadi obat tetes telinga lainnya. Chloramphenicol berfungsi melawan pertumbuhan bakteri. Kandungan ini sering digunakan sebagai obat tetes telinga anak. Dokter tentu akan memberi anjuran yang berbeda mengenai dosis untuk anak dan orang dewasa. Tingkat keparahan penyakit juga menentukan dosis yang akan diberikan. 

Efek samping penggunaan obat tetes telinga

Obat tetes telinga merupakan jenis obat topikal, yakni penggunaannya khusus di satu tempat yang memang memerlukan obat, dalam kasus ini di liang telinga. Jenis obat ini biasanya hanya dipakai dalam beberapa minggu. Maka dari itu, apabila digunakan tidak sesuai dengan anjurannya bisa jadi menimbulkan efek samping tertentu. Selain itu, dosis yang terlalu besar dan jangka waktu yang digunakan terlalu lama bisa juga menimbulkan masalah baru di telinga.Jadi, sangat penting untuk berkonsultasi dengan dokter sebelum menggunakan obat tetes telinga guna mengetahui efek samping yang mungkin terjadi. Dengan berkonsultasi, efek samping obat tetes telinga yang Anda gunakan dapat diminimalisir. 

Bagaimana cara menggunakan obat tetes telinga yang tepat?

Meski terkesan sepele, penggunaan obat tetes telinga perlu memerhatikan beberapa hal saat digunakan. Cara yang salah justru dapat menghilangkan manfaat yang terkandung dalam obat tetes telinga tersebut.

Cara menggunakan obat tetes telinga pada orang dewasa

Pada orang dewasa, berikut adalah beberapa langkah mudah dalam menggunakan obat tetes telinga yang tepat.
  • Cek botol kemasan obat tetes telinga yang akan Anda gunakan. Pastikan botol kemasan obat tetes telinga yang digunakan belum melewati tanggal kedaluwarsa.
  • Cuci tangan terlebih dahulu menggunakan air mengalir dan sabun. Jika sulit menemukan air mengalir, Anda dapat menggunakan cairan pembersih tangan (hand sanitizer).
  • Selanjutnya, kocok botol obat tetes telinga.
  • Jika botol obat tetes telinga menggunakan pipet terpisah, angkat pipet dari botolnya dengan hati-hati. Letakkan botol obat tetes telinga di atas alas yang kokoh.
  • Miringkan kepala Anda ke sisi kiri atau kanan sesuai telinga yang sakit.
  • Dekati posisi obat tetes ke area telinga Anda. Tarik dan tahan daun telinga saat hendak meneteskan obat tetes telinga.
  • Lalu, tekan kemasan obat tetes atau pipet obat tetes guna mengeluarkan cairan ke dalam telinga.
  • Tetap miringkan kepala Anda selama kurang lebih 1-2 menit guna memastikan obat menyerap sempurna ke dalam telinga.
  • Lakukan langkah yang sama pada sisi telinga lainnya, bila diperlukan.
  • Segera letakkan pipet kembali dalam botol dan tutup dengan rapat.
  • Bersihkan tetesan obat yang mungkin tumpah di sekitar telinga Anda.
  • Jika sudah selesai, Anda dapat menyimpan obat tetes telinga sesuai anjuran yang terdapat pada label botol.

Cara menggunakan obat tetes telinga pada anak

Menggunakan obat tetes telinga pada anak akan lebih menantang dibandingkan orang dewasa. Pasalnya, anak akan lebih banyak bergerak dan merasa tidak nyaman. Jika sudah begini, anak akan lebih rentan meronta-ronta, bahkan menangis.Berikut adalah langkah menggunakan obat tetes telinga pada anak.
  • Cuci tangan Anda terlebih dahulu menggunakan air mengalir dan sabun.
  • Selanjutnya, kocok botol obat tetes telinga sebelum digunakan.
  • Ingat, jangan menempelkan ujung botol dengan telinga karena dapat menyebarkan kuman.
  • Selanjutnya, minta Si Kecil untuk tiduran di atas kasur serta memiringkan tubuh dan kepalanya. Alasi kepala anak dengan bantal tipis.
  • Untuk bayi atau anak yang masih berusia di bawah 2 tahun, Anda dapat membungkusnya dengan selimut atau bedong agar tidak banyak bergerak. Lalu, tarik dan tahan daun telinga saat hendak meneteskan obat tetes telinga.
  • Untuk anak di atas usia 3 tahun, tarik dan tahan daun telinga saat hendak meneteskan obat tetes telinga.
  • Dekati posisi obat tetes ke area telinga anak Anda. Lalu, tekan kemasan obat tetes atau pipet obat tetes guna mengeluarkan cairan ke dalam telinga.
  • Minta atau tahan Si Kecil agar tetap diam dalam posisi tersebut setidaknya selama 1-2 menit setelah obat diteteskan.
  • Lakukan langkah yang sama pada sisi telinga lainnya, bila diperlukan.
  • Segera letakkan pipet kembali dalam botol dan tutup dengan rapat.
  • Bersihkan tetesan obat yang mungkin tumpah di sekitar telinga anak Anda.
  • Jika sudah selesai, Anda dapat menyimpan obat tetes telinga sesuai anjuran yang terdapat pada label botol.

Kapan harus ke dokter?

Obat tetes telinga umumnya dapat digunakan untuk mengobati beberapa gejala kondisi telinga yang bermasalah. Akan tetapi, jika gejala kondisi telinga tidak kunjung membaik setelah menggunakan obat tetes telinga yang dianjurkan, sebaiknya segera temui dokter.Anda juga perlu berkonsultasi dengan dokter apabila mengalami gejala yang serius, seperti pusing, iritasi, ruam, rasa gatal, sensasi rasa terbakar, atau kemerahan.Jangan lupa untuk membawa obat tetes telinga yang sempat Anda gunakan ketika memeriksakan diri ke dokter.
kebersihan telingapenyakit telingatelingainfeksi telinga
Healthline. https://www.healthline.com/health/general-use/how-to-use-ear-drops
Diakses pada 4 Desember 2019
Drugs. https://www.drugs.com/cg/how-to-use-ear-drops-in-children.html
Diakses pada 4 Desember 2019
Verywell Health. https://www.verywellhealth.com/how-to-use-ear-drops-correctly-1192039
Diakses pada 4 Desember 2019
Verywell Health. https://www.verywellhealth.com/managing-ear-pain-1192206
Diakses pada 4 Desember 2019
Verywell Health. https://www.verywellhealth.com/all-about-ear-wax-blockage-1192040
Diakses pada 4 Desember 2019
Web Md. https://www.webmd.com/cold-and-flu/ear-infection/understanding-swimmer-ear-basics#1
Diakses pada 4 Desember 2019
Everyday Health. https://www.everydayhealth.com/specialists/pediatrics/hammond/qa/ear-drops-safe-for-tots/index.aspx
Diakses pada 4 Desember 2019
University of Maryland Medical Center. https://www.umms.org/ummc/health-services/hearing-balance/patient-information/eardrops
Diakses pada 4 Desember 2019
Web Md. https://www.webmd.com/drugs/2/drug-64869-8196/neomycin-polymyxin-hydrocortisone-otic/neomycin-polymyxin-hydrocortisone-suspension-otic/details
Diakses pada 20 Agustus 2020
Medicines for Children. https://www.medicinesforchildren.org.uk/chloramphenicol-ear-drops-ear-infections-otitis-externa-0
Diakses pada 20 Agustus 2020
Patient. https://patient.info/medicine/clotrimazole-for-ear-infections-canesten
Diakses pada 20 Agustus 2020
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait