Mengenal Berbagai Cara Membersihkan Luka Agar Tidak Infeksi


Cara membersihkan luka yang benar perlu Anda pahami agar terhindar dari infeksi. Mulai dari luka terbuka, hingga luka bernanah harus ditangani dengan langkah yang benar.

(0)
Cara membersihkan luka agar tidak infeksiSebelum menutup luka dengan plester, Anda harus melakukan cara membersihkan luka yang benar agar terhindar dari infeksi
Jatuh dari motor, tergores atau tertusuk benda yang tajam bisa bikin Anda terluka. Saat mengalami luka, Anda mungkin berpikir untuk segera menutupinya dengan plester atau perban. Namun, sebelum ditutup dengan plester, Anda harus membersihkan luka terlebih dulu agar tidak menimbulkan infeksi. Lantas, bagaimana cara membersihkan luka yang benar? 

Jenis-jenis luka terbuka yang perlu diketahui

Pada dasarnya, cara membersihkan luka terbuka apa pun sama saja. Meski demikian, Anda perlu mengetahui jenis-jenis luka terbuka yang umum dialami berikut ini. Apa sajakah?

1. Luka abrasi 

Luka abrasi adalah jenis luka yang terjadi ketika kulit bergesekan atau menggores permukaan kasar atau keras, misalnya jalanan beraspal. Contoh luka abrasi adalah saat Anda terjatuh dari motor atau sepeda. Walaupun tidak menimbulkan banyak perdarahan, jenis luka ini perlu dibersihkan dengan benar agar terhindar dari infeksi. 

2. Luka laserasi

Luka laserasi adalah jenis luka robek atau goresan ringan, tetapi bisa juga berupa luka yang dalam dengan bentuk tidak teratur. Beberapa contoh luka laserasi adalah tergores pisau atau benda tajam lainnya dan luka akibat kecelakaan kerja. Pada kasus luka laserasi yang dalam, perdarahan yang timbul bisa lebih cepat dan meluas. 

3. Luka sayatan

Luka sayatan biasanya disebabkan oleh tusukan benda yang ujungnya runcing, seperti paku atau jarum. 

4. Luka avulsi 

Luka avulsi adalah robeknya sebagian atau seluruh kulit dan jaringan di bawahnya. Beberapa contoh luka avulsi, di antaranya luka robek yang terjadi akibat tembakan, ledakan, kecelakaan berat, atau perkelahian. Umumnya darah yang keluar akibat jenis luka ini sangat cepat dan banyak sehingga dibutuhkan penanganan medis dengan segera. 

Cara membersihkan luka terbuka dengan benar

Luka sehabis jatuh dari motor, tertusuk paku, atau teriris pisau sebaiknya tidak boleh langsung ditutup menggunakan plester atau perban. Anda harus membersihkan luka terbuka tersebut terlebih dahulu guna mengurangi risiko infeksi dan mempercepat proses penyembuhannya. Jangan sampai salah, berikut adalah cara membersihkan luka terbuka dengan benar dan aman. 

1. Mencuci tangan

Sebelum memulai cara membersihkan luka, pastikan Anda mencuci tangan terlebih dahulu menggunakan air mengalir dan sabun. Jika tidak menemukan sumber air mengalir, gunakan cairan pembersih yang mengandung alkohol pada kedua tangan. Kemudian, keringkan kedua tangan. Bila ada, Anda bisa menggunakan sarung tangan medis agar lebih steril dalam membersihkan luka. Kondisi tangan yang bersih dan tertutup dapat membantu mencegah munculnya infeksi pada luka terbuka. 

2. Menekan area kulit yang terluka

Cara membersihkan luka terbuka selanjutnya adalah menekan area kulit yang terluka. Perlu diketahui bahwa langkah ini hanya berlaku untuk jenis luka yang berdarah. Tekan area kulit yang terluka menggunakan kain bersih atau kasa steril secara perlahan hingga perdarahan berhenti. Untuk jenis luka sayatan atau goresan yang kecil, sebaiknya area kulit tidak perlu ditekan. Jika kulit yang terluka merupakan area lengan atau kaki, sebaiknya angkat lengan atau kaki setinggi posisi jantung berada. Tambahkan kain bersih atau kasa steril berikutnya apabila darah mengalir terus tanpa henti. 

3. Membersihkan luka dengan air

Selanjutnya, Anda bisa membersihkan luka dengan air bersih yang mengalir selama 5-10 menit. Langkah ini dilakukan untuk menghilangkan kotoran yang menempel pada luka yang berisiko memicu infeksi.Setelah itu, gunakan kain bersih dan sabun yang lembut guna membersihkan area di sekitar luka. Pastikan Anda tidak menggunakan sabun tepat pada kulit yang terluka karena dapat menimbulkan rasa perih dan menyebabkan iritasi. Jika sudah, ambil pinset yang sudah dibersihkan dengan isopropil alkohol, lalu bersihkan area kulit yang terluka. Ini bertujuan untuk mengambil kotoran yang mungkin masih menempel di area sekitar luka. 

5. Mengoleskan krim atau salep antibiotik

Sesaat selesai membersihkan luka, Anda bisa mengoleskan area kulit yang terluka menggunakan krim atau salep antibiotik (seperti neosporin atau polysporin) tipis-tipis. Krim atau salep antibiotik bisa didapatkan di toko obat atau apotek terdekat. Obat antibiotik oles ini bertujuan untuk menjaga kulit tetap lembap, mencegah infeksi, dan mencegah pertumbuhan jaringan parut pada bekas luka. Kendati demikian, bagi Anda yang hanya memiliki luka sayatan atau goresan kecil tidak perlu menggunakan antibiotik ini. Hentikan penggunaan obat antibiotik oles bila muncul ruam, kulit terasa perih, atau tanda-tanda alergi. 

6. Membalut luka dengan perban

Setelah mengetahui cara membersihkan luka dan melakukannya, Anda bisa menutup luka terbuka yang besar menggunakan pembalut luka yang tidak lengket agar tidak terpapar kuman. Pastikan untuk mengganti perban setidaknya sekali sehari atau saat perban basah dan kotor. Namun, sebenarnya, tidak semua jenis luka harus dibalut menggunakan perban. Jika lukanya hanya sedikit dan tidak terlalu dalam, Anda cukup membersihkan luka tersebut tanpa harus membalutnya dengan perban. 

Cara membersihkan luka yang bernanah

 Jika Anda memiliki luka yang bernanah, Anda harus membersihkannya dengan cara yang tepat untuk mencegahnya semakin parah. Jika luka bernanah yang Anda miliki masih berukuran kecil dan belum parah, berbagai perawatan sederhana berikut bisa Anda terapkan di rumah. Berikut ini cara-caranya:

1. Kompres luka bernanah dengan kompres hangat

Berikan kompres pada luka yang bernanah dengan kain bertekstur lembut dan telah direndam air hangat sebelumnya. Lakukan setiap 6 jam sekali, dalam durasi 30 menit. Mengompres luka bernanah dengan kompres hangat dapat membantu proses pengeringan luka jadi lebih maksimal.

2. Jaga luka tetap dalam kondisi kering

Pastikan Anda menjaga kondisi luka agar tetap kering. Anda mungkin perlu  untuk menutupi luka dengan perban bersih saat mandi agar luka tidak terkena air.Rutinlah mengganti perban agar nanah dan bakteri tidak menumpuk pada luka.

3. Oleskan salep antibiotik

Agar proses penyembuhan luka bernanah lebih cepat pulih, Anda bisa mengoleskan salep antibiotik yang dijual secara bebas di apotek.Pastikan Anda menggunakan produk sesuai dengan petunjuk yang terdapat pada kemasan.

4. Pastikan Anda tidak mengeluarkan nanah secara paksa

Hindari mengeluarkan nanah secara paksa tanpa aturan yang benar. Metode ini hanya akan membuat luka jadi semakin parah.Jika cara-cara di atas telah Anda lakukan namun luka bernanah tidak kunjung membaik, segera konsultasikan dengan dokter. Umumnya dokter akan meresepkan obat antibiotik yang dapat Anda minum untuk mencegah penyebaran infeksi pada luka bernanah.

Kapan harus memeriksakan diri ke dokter? 

Selama proses penyembuhan, sebaiknya jangan coba-coba untuk menyentuh atau mengelupas area kulit yang terluka. Hal tersebut dapat menimbulkan bekas luka di kemudian hari. Segera periksakan diri ke dokter jika Anda mengalami berbagai gejala setelah melakukan cara membersihkan luka di atas, seperti: 
  • Demam 
  • Muncul kemerahan atau pembengkakan
  • Rasa nyeri yang semakin memburuk
  • Area kulit yang terluka terasa hangat
  • Muncul aroma tidak sedap yang berasal dari kulit yang terluka
  • Perdarahan berlebihan
  • Muncul nanah dari luka
Pasalnya, gejala-gejala tersebut bisa saja menunjukkan adanya tanda-tanda infeksi. Dengan ini, dokter akan memberikan penanganan yang tepat. 
penyembuhan lukabekas luka
Healthline. https://www.healthline.com/health/open-wound#typesDiakses pada 6 Maret 2020Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/first-aid/first-aid-cuts/basics/art-20056711Diakses pada 6 Maret 2020NHS. https://www.nhs.uk/common-health-questions/accidents-first-aid-and-treatments/how-do-i-clean-a-wound/Diakses pada 6 Maret 2020Web Md. https://www.webmd.com/first-aid/relieving-wound-pain#1Diakses pada 6 Maret 2020Healthline. https://www.healthline.com/health/pus
Diakses pada 22 September 2020
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait