Ketahui Cara Membersihkan Luka Terbuka yang Benar Agar Tidak Infeksi

Cara membersihkan luka sebenarnya sama saja untuk semua jenis luka terbuka
Sebelum menutup luka dengan plester, Anda harus melakukan cara membersihkan luka yang benar agar terhindar dari infeksi

Jatuh dari motor, tergores atau tertusuk benda yang tajam bisa bikin Anda terluka. Saat mengalami luka, Anda mungkin berpikir untuk segera menutupinya dengan plester atau perban. 

Namun, sebelum ditutup dengan plester, Anda harus membersihkan luka terlebih dulu agar tidak menimbulkan infeksi. Lantas, bagaimana cara membersihkan luka yang benar? 

Jenis-jenis luka terbuka yang perlu diketahui

Pada dasarnya, cara membersihkan luka terbuka apa pun sama saja. Meski demikian, Anda perlu mengetahui jenis-jenis luka terbuka yang umum dialami berikut ini. Apa sajakah?

1. Luka abrasi 

Luka abrasi adalah jenis luka yang terjadi ketika kulit bergesekan atau menggores permukaan kasar atau keras, misalnya jalanan beraspal. Contoh luka abrasi adalah saat Anda terjatuh dari motor atau sepeda. 

Walaupun tidak menimbulkan banyak perdarahan, jenis luka ini perlu dibersihkan dengan benar agar terhindar dari infeksi. 

2. Luka laserasi

Luka laserasi adalah jenis luka robek atau goresan ringan, tetapi bisa juga berupa luka yang dalam dengan bentuk tidak teratur.

Beberapa contoh luka laserasi adalah tergores pisau atau benda tajam lainnya dan luka akibat kecelakaan kerja. Pada kasus luka laserasi yang dalam, perdarahan yang timbul bisa lebih cepat dan meluas. 

3. Luka sayatan

Luka sayatan biasanya disebabkan oleh tusukan benda yang ujungnya runcing, seperti paku atau jarum. 

4. Luka avulsi 

Luka avulsi adalah robeknya sebagian atau seluruh kulit dan jaringan di bawahnya. Beberapa contoh luka avulsi, di antaranya luka robek yang terjadi akibat tembakan, ledakan, kecelakaan berat, atau perkelahian. 

Umumnya darah yang keluar akibat jenis luka ini sangat cepat dan banyak sehingga dibutuhkan penanganan medis dengan segera. 

Cara membersihkan luka terbuka dengan benar

Luka sehabis jatuh dari motor, tertusuk paku, atau teriris pisau sebaiknya tidak boleh langsung ditutup menggunakan plester atau perban. Anda harus membersihkan luka terbuka tersebut terlebih dahulu guna mengurangi risiko infeksi dan mempercepat proses penyembuhannya. 

Jangan sampai salah, berikut adalah cara membersihkan luka terbuka dengan benar dan aman. 

1. Mencuci tangan

Sebelum memulai cara membersihkan luka, pastikan Anda mencuci tangan terlebih dahulu menggunakan air mengalir dan sabun. Jika tidak menemukan sumber air mengalir, gunakan cairan pembersih yang mengandung alkohol pada kedua tangan. Kemudian, keringkan kedua tangan. 

Bila ada, Anda bisa menggunakan sarung tangan medis agar lebih steril dalam membersihkan luka. Kondisi tangan yang bersih dan tertutup dapat membantu mencegah munculnya infeksi pada luka terbuka. 

2. Menekan area kulit yang terluka

Cara membersihkan luka terbuka selanjutnya adalah menekan area kulit yang terluka. Perlu diketahui bahwa langkah ini hanya berlaku untuk jenis luka yang berdarah. 

Tekan area kulit yang terluka menggunakan kain bersih atau kasa steril secara perlahan hingga perdarahan berhenti. Untuk jenis luka sayatan atau goresan yang kecil, sebaiknya area kulit tidak perlu ditekan. 

Jika kulit yang terluka merupakan area lengan atau kaki, sebaiknya angkat lengan atau kaki setinggi posisi jantung berada. 

Tambahkan kain bersih atau kasa steril berikutnya apabila darah mengalir terus tanpa henti. 

3. Membersihkan luka dengan air

Selanjutnya, Anda bisa membersihkan luka dengan air bersih yang mengalir selama 5-10 menit. Langkah ini dilakukan untuk menghilangkan kotoran yang menempel pada luka yang berisiko memicu infeksi.

Setelah itu, gunakan kain bersih dan sabun yang lembut guna membersihkan area di sekitar luka. Pastikan Anda tidak menggunakan sabun tepat pada kulit yang terluka karena dapat menimbulkan rasa perih dan menyebabkan iritasi. 

Jika sudah, ambil pinset yang sudah dibersihkan dengan isopropil alkohol, lalu bersihkan area kulit yang terluka. Ini bertujuan untuk mengambil kotoran yang mungkin masih menempel di area sekitar luka. 

5. Mengoleskan krim atau salep antibiotik

Sesaat selesai membersihkan luka, Anda bisa mengoleskan area kulit yang terluka menggunakan krim atau salep antibiotik (seperti neosporin atau polysporin) tipis-tipis. Krim atau salep antibiotik bisa didapatkan di toko obat atau apotek terdekat. 

Obat antibiotik oles ini bertujuan untuk menjaga kulit tetap lembap, mencegah infeksi, dan mencegah pertumbuhan jaringan parut pada bekas luka. 

Kendati demikian, bagi Anda yang hanya memiliki luka sayatan atau goresan kecil tidak perlu menggunakan antibiotik ini. Hentikan penggunaan obat antibiotik oles bila muncul ruam, kulit terasa perih, atau tanda-tanda alergi. 

6. Membalut luka dengan perban

Setelah mengetahui cara membersihkan luka dan melakukannya, Anda bisa menutup luka terbuka yang besar menggunakan pembalut luka yang tidak lengket agar tidak terpapar kuman. Pastikan untuk mengganti perban setidaknya sekali sehari atau saat perban basah dan kotor. 

Namun, sebenarnya, tidak semua jenis luka harus dibalut menggunakan perban. Jika lukanya hanya sedikit dan tidak terlalu dalam, Anda cukup membersihkan luka tersebut tanpa harus membalutnya dengan perban.

 

Kapan harus memeriksakan diri ke dokter? 

Selama proses penyembuhan, sebaiknya jangan coba-coba untuk menyentuh atau mengelupas area kulit yang terluka. Hal tersebut dapat menimbulkan bekas luka di kemudian hari. 

Segera periksakan diri ke dokter jika Anda mengalami berbagai gejala setelah melakukan cara membersihkan luka di atas, seperti: 

  • Demam 
  • Muncul kemerahan atau pembengkakan
  • Rasa nyeri yang semakin memburuk
  • Area kulit yang terluka terasa hangat
  • Muncul aroma tidak sedap yang berasal dari kulit yang terluka
  • Perdarahan berlebihan
  • Muncul nanah dari luka

Pasalnya, gejala-gejala tersebut bisa saja menunjukkan adanya tanda-tanda infeksi. Dengan ini, dokter akan memberikan penanganan yang tepat. 

Healthline. https://www.healthline.com/health/open-wound#types

Diakses pada 6 Maret 2020

Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/first-aid/first-aid-cuts/basics/art-20056711

Diakses pada 6 Maret 2020

NHS. https://www.nhs.uk/common-health-questions/accidents-first-aid-and-treatments/how-do-i-clean-a-wound/

Diakses pada 6 Maret 2020

Web Md. https://www.webmd.com/first-aid/relieving-wound-pain#1

Diakses pada 6 Maret 2020

Artikel Terkait