Ketahui Alasan Kenapa Ibu Sering Marah pada Anak


Kenapa ibu sering marah pada anak dapat dipicu oleh beberapa faktor, seperti stres dan jenuh dengan rutinitas, tidak terpenuhinya kebutuhan pribadi, hingga merasa tidak becus mengurus anak. Hal tersebut juga bisa berdampak buruk pada psikologis anak.

0,0
24 Sep 2021|Dina Rahmawati
Ditinjau olehdr. Karlina Lestari
Kenapa ibu sering marah pada anak dapat terjadi karena stres dan jenuh dengan rutinitasIbu sering marah pada anak dapat disebabkan oleh stres dan jenuh pada rutinitas
Terkadang, ibu dianggap galak dan bawel daripada ayah sehingga lebih sering marah-marah kepada anak. Sebetulnya, ada alasan di balik kenapa ibu sering marah pada anak. Hal tersebut dapat berkaitan dengan peran ibu dalam keluarga yang harus mengurus banyak hal sehingga terkadang membuatnya stres dan kerepotan.Akan tetapi, jika ibu marah secara tidak terkendali, seperti berteriak, mencaci, membanting barang, atau memukul anak, perilaku ini mungkin dapat membuat anak merasa ketakutan dan memengaruhi mentalnya. 

Alasan kenapa ibu sering marah pada anak

Alasan kenapa ibu sering marah pada anak dapat dipicu oleh beberapa faktor, di antaranya:
  • Stres dan jenuh dengan rutinitas

Seorang ibu juga bisa merasa stres dan jenuh dengan rutinitas yang dilakukan. Hal ini membuatnya tidak menikmati hal-hal yang dilakukan dan justru ingin menghindari rutinitas tersebut. Ketika mendengar anak merengek dalam kondisi ini, ibu mungkin saja menjadi marah pada anak bahkan hingga membentaknya.
  • Kebutuhan pribadi yang tidak terpenuhi

ibu tidak cukup tidur
Tidak cukup tidur bisa membuat ibu lebih mudah emosi dan sulit menahan amarah
Alasan kenapa ibu sering marah pada anak dapat disebabkan oleh kebutuhan pribadi yang tidak terpenuhi. Ketika sibuk mengurus anak, ibu sering kali mengesampingkan kebutuhannya sendiri, misalnya tidak cukup tidur. Tak jarang, hal tersebut membuatnya lebih mudah emosi dan sulit menahan amarahnya.
  • Merasa tidak becus mengurus anak

Ibu yang merasa tidak becus mengurus anak dan sungkan meminta bantuan pada orang lain, bisa berubah menjadi pemarah. Misalnya, ketika ibu tidak mampu menenangkan anak yang menangis, ia justru bisa saja memarahi, berteriak, atau bahkan memukulnya.
  • Anak melakukan hal yang tidak disenangi

anak melakukan hal yang tidak ibu senangi
Anak melakukan hal yang tidak ibu senangi sehingga membuatnya marah
Alasan kenapa ibu sering marah pada anak dapat terjadi karena anak melakukan hal-hal yang tidak ibu senangi. Contohnya, apabila anak tidak mendengarkan apa yang ibu katakan atau berkelahi dengan saudaranya sendiri sampai terjadi keributan. Kedua contoh ini bisa membuat ibu marah kepada anak. 
  • Menjadikan anak sebagai pelampiasan

Selain dipicu oleh rasa kesal pada anak, terkadang ibu juga bisa sering marah karena hal lain. Ibu mungkin bertengkar dengan pasangan atau rekan kerja sehingga membuatnya lebih sensitif dan mudah marah. Akibatnya, anak pun menjadi pelampiasan kemarahannya.

Dampak ibu sering marah pada anak

Selain memahami alasan kenapa ibu sering marah pada anak, dampak kemarahan tersebut terhadap psikologis anak juga penting untuk diketahui. Sifat ibu yang sering marah kepada anak ternyata dapat membawa dampak yang buruk pada diri anak, seperti:
  • Menjadi lebih agresif dan tidak patuh
  • Memiliki empati yang rendah
  • Cenderung tumbuh menjadi anak nakal
  • Memiliki kontrol diri yang buruk
  • Meningkatkan risiko depresi
  • Menurunnya prestasi anak di sekolah
  • Menarik diri dari orang lain dan lingkungan.
Merasa sering dimarahi juga bisa membuat anak berbalik marah kepada ibu dan menciptakan jarak dengannya. Anda tentu tidak ingin menjadi seperti itu, bukan? Memang wajar jika terkadang ibu marah kepada anak. Namun, Anda harus tetap dapat mengendalikan amarah tersebut. Jangan sampai melukai hati anak apalagi berbuat kasar kepadanya. Untuk mengendalikannya, cobalah penuhi kebutuhan pribadi Anda. Misalnya, tidur dengan cukup dan makan teratur. Selain itu, supaya Anda merasa lebih tenang, lakukan me time atau meditasi.Hal tersebut dapat membuat tubuh menjadi lebih rileks dan meningkatkan suasana hati Anda. Akan tetapi, jika Anda tetap merasa kesulitan untuk mengendalikan amarah, tak ada salahnya untuk berkonsultasi dengan psikolog.Jika ingin berdiskusi lebih lanjut seputar ibu dan anak, tanyakan langsung pada dokter di aplikasi kesehatan keluarga SehatQ. Download sekarang di App Store dan Google Play.
ibu dan anaktips mendidik anakanak nakalcara mendidik anak
Todays Parent. https://www.todaysparent.com/family/family-health/mom-rage-is-a-real-thing-heres-how-to-deal-with-it/
Diakses pada 10 September 2021
Psychology Today. https://www.psychologytoday.com/intl/blog/anger-in-the-age-entitlement/201508/why-parents-really-get-angry-their-kids
Diakses pada 10 September 2021
NCBI. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC6006266/
Diakses pada 10 September 2021
Lakeside. https://lakesidelink.com/blog/lakeside/how-does-a-parents-anger-impact-his-or-her-child/
Diakses pada 10 September 2021
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait