Macam-macam Kesulitan Belajar pada Anak yang Perlu Diketahui Orang Tua


Kesulitan belajar atau gangguan belajar adalah sekumpulan gangguan yang membuat anak mengalami kesulitan membaca, menulis, berhitung, ataupun mengatur koordinasi tubuhnya.

0,0
01 Jul 2021|Nina Hertiwi Putri
Ditinjau olehdr. Reni Utari
Kesulitan belajar atau gangguan belajar membuat anak kesulitan membaca, menulis, atau berhitungSalah satu kesulitan belajar adalah ketidakmampuan untuk berhitung
Kesulitan belajar atau gangguan belajar adalah sekumpulan gangguan yang membuat seseorang, terutama anak-anak, mengalami kesulitan untuk membaca, berhitung, fokus pada pelajaran, ataupun mengkoordinasikan gerak anggota tubuh.Meski kondisi ini sebenarnya muncul sejak anak berusia dini, gangguan belajar biasanya baru terdeteksi saat ia masuk usia sekolah. Sebab di usia ini, akan terlihat bahwa Si Kecil lebih lambat menyerap informasi atau pelajaran dari teman-teman sebayanya.Perlu diingat, anak yang memiliki gangguan belajar bukanlah anak yang bodoh atau malas. Hanya saja, karena gangguan di satu area otaknya, ada cara yang berbeda dalam memproses dan menerima informasi. Dengan dukungan yang tepat, anak dengan kondisi ini masih bisa berprestasi di sekolah atau kehidupan sehari-hari.

Penyebab anak mengalami kesulitan belajar

Penyebab gangguan belajar pada anak adalah ibu minum alkohol saat hamil
Minum alkohol saat hamil bisa menyebabkan anak mengalami kesulitan belajar
Ada beberapa hal yang menyebabkan anak berisiko lebih tinggi mengalami kesulitan belajar, seperti:

• Kondisi janin saat masih di dalam kandungan

Kebiasaan ibu saat mengandung serta gangguan kesehatan janin bisa berpengaruh pada perkembangan otak anak kelak. Ibu yang saat hamil sering mengonsumsi minuman alkohol dan merokok, berisiko lebih tinggi melahirkan anak dengan kesulitan belajar.Selain itu, gangguan janin seperti pertumbuhan janin terhambat atau intrauterine growth restriction yang parah, kelahiran prematur, dan bayi yang lahir dengan berat badan terlalu rendah juga punya risiko tinggi mengalami kondisi ini.

• Genetik

Anak yang lahir di keluarga dengan riwayat gangguan belajar, berisiko lebih tinggi mengalami hal yang sama.

• Trauma

Anak dengan riwayat trauma, baik itu secara psikologis maupun fisik, berisiko mengalami kesulitan belajar. Sebab, trauma bisa menyebabkan gangguan perkembangan otak dan merusak saraf.Trauma psikologis pada anak bisa disebabkan oleh kekerasan yang diterimanya semasa kecil. Sementara itu, trauma fisik bisa disebabkan oleh kecelakaan, benturan keras karena sebab lain, dan juga kekerasan yang diterima secara fisik.

• Paparan dari lingkungan

Beberapa anak mengalami kesulitan belajar karena pernah terpapar racun dari lingkungan, seperti timbal. Komponen tersebut telah terbukti bisa meningkatkan risiko terjadinya gangguan ini.

Ciri umum anak yang memiliki kesulitan belajar

Kesulitan belajar salah satunya membuat anak sulit membaca
Anak kesulitan membaca karena memiliki gangguan belajar
Gejala dan ciri gangguan belajar pada anak bisa berbeda-beda, tergantung dari jenisnya. Namun secara umum, berikut ini ciri yang biasanya muncul berdasarkan usianya.

• Ciri gangguan belajar pada anak usia prasekolah atau balita

  • Punya kesulitan pengucapan kata
  • Kesulitan untuk mengikuti instruksi
  • Tidak bisa menemukan kata-kata yang ingin diucapkan
  • Kesulitan merangkai kata
  • Kesulitan mengenali huruf, angka, warna, bentuk, atau hari
  • Kesulitan memegang alat tulis dan tidak bisa mewarnai di dalam garis
  • Kesulitan untuk memasang kancing, memakai resleting, atau belajar mengikat sepatu

• Ciri gangguan belajar pada anak usia 5-9 tahun

  • Kesulitan menghubungkan suara dan bentuk huruf
  • Lambat ketika mempelajari hal baru
  • Kebingungan saat membaca kata-kata dasar
  • Sering salah mengeja
  • Tidak bisa menggabungkan huruf-huruf untuk membentuk kata
  • Kesulitan mempelajari matematika dasar
  • Kesulitan mempelajari cara membaca waktu dan menghapalkan urutan

• Ciri gangguan belajar pada anak usia 10-13 tahun

  • Kesulitan mengerti konteks dari suatu bacaan atau deret matematika
  • Tulisannya tidak bagus
  • Tidak suka membaca dan menulis, menolak jika diminta untuk membaca dengan lantang
  • Kesulitan menjawab pertanyaan terbuka (yang tidak diakhiri dengan pilihan)
  • Kesulitan mengikuti diskusi di kelas
  • Menulis ejaan satu kata dengan berbeda-beda meski masih dalam satu tulisan
  • Memiliki kemampuan organisasi yang buruk. Biasanya ditandai dengan kamar yang berantakan dan pekerjaan sekolah yang tidak dikerjakan sesuai instruksi.

Macam-macam kesulitan belajar

Disleksia adalah salah satu jenis kesulitan belajar pada anak
Salah satu jenis kesulitan belajar adalah disleksia
Ada beberapa jenis gangguan belajar pada anak. Sebagian membuat anak kesulitan berhitung, sebagian lagi membuat mereka kesulitan membaca atau berbicara.Namun perlu diingat, bahwa attention deficit hyperacitvity disorder (ADHD) dan gangguan spektrum autisme tidaklah sama dengan kondisi kesulitan belajar.Berikut ini jenis-jenis kesulitan belajar yang perlu diketahui:

1. Disleksia

Disleksia adalah gangguan belajar yang menyebabkan seseorang kesulitan untuk membaca atau menulis. Anak dengan kondisi ini tidak biasanya akan sulit merangkai huruf menjadi kata, kata menjadi kalimat, dan kalimat menjadi paragraf.Kesulitan ini juga akan dialami saat berbicara, karena anak akan kesulitan untuk mencari kata-kata yang tepat sesuai dengan maksudnya.Anak dengan disleksia umumnya memiliki kemempuan mengerti konteks bacaan yang rendah dan tidak memiliki tata bahasa yang baik.

2. Dispraksia

Dispraksia adalah jenis gangguan belajar yang ditandai dengan gangguan pada kemampuan motorik anak. Anak dengan kemampuan motorik yang rendah, akan kesulitan melakukan pergerakan atau mengoordinasikan anggota tubuhnya.Salah satu ciri yang bisa diamati orang tua adalah kondisi ini akan membuat anak sering terbentur atau tabrakan dengan orang lain atau benda-benda diam. Anak juga akan kesulitan untuk belajar memegang sendok atau mengikat tali sepatunya.Anak yang sudah lebih besar dengan kondisi ini biasanya akan terlihat kesulitan untuk belajar menulis, mengetik, berbicara, atau bahkan menggerakkan matanya.

3. Disgrafia

Disgrafia adalah gangguan belajar yang membuat pengidapnya kesulitan menulis. Anak dengan kondisi ini biasanya punya tulisan tangan yang jelek, tidak bisa mengeja, dan kesulitan untuk menuliskan apa yang dirasakan.

4. Diskalkulia

Jenis gangguan belajar lainnya adalah diskalkulia. Kondisi ini membuat pengidapnya kesulitan untuk berhitung atau memahami konsep matematika.Tergantung dari usia dan kondisi, gambaran diskalkulia pada setiap orang bisa berbeda. Pada anak-anak usia balita atau sekolah dasar awal, misalnya, kondisi ini akan membuat mereka kesulitan untuk mengenali angka atau belajar berhitung.Seiring bertambahnya usia, gangguan ini akan makin jelas terlihat ketika kesulitan untuk memecahkan hitung-hitungan sederhana atau menghafalkan tabel perkalian.

5. Auditory processing disorder

Kondisi ini adalah kelaianan otak dalam memproses suara yang masuk. Ini bukanlah gangguan pendengaran, tapi karena ada kelainan dalam memahami suara, orang yang mengalaminya bisa kesulitan membedakan suara yang satu dengan suara yang lain.Mereka juga akan kesulitan mengikuti perintah suara, dan mengingat hal yang didengar.

6. Visual processing disorder

Visual processing disorder membuat para pengidapnya kesulitan dalam menginterpretasi informasi visual. Mereka akan kesulitan membedakan dua objek yang bentuknya mirip dan mengoordinasikan tangan dan mata secara bersamaan.

Mendeteksi kesulitan belajar pada anak

Mendeteksi kesulitan belajar pada anak biasanya akan sulit, karena gejala yang muncul cukup umum dan tidak khas.Belum lagi, pada anak-anak yang sudah sedikit besar, mereka biasanya akan merasa malu memiliki masalah gangguan belajar, sehingga menyembunyikan kesulitannya.Meski begitu, jika orang tua merasa anaknya menunjukkan gejala yang sangat mirip dengan gangguan belajar, maka hal pertama yang perlu dilakukan adalah membawanya ke dokter anak. Anda juga bisa berbincang pada guru di sekolah mengenai kemampuan belajar anak sehari-hari secara lebih rinci.Berkonsultasi dengan psikolog, psikiater, atau ahli tumbuh kembang anak pun bisa dilakukan sebagai salah satu usaha untuk mengetahui kondisi gangguan belajar pada anak.

Merawat anak dengan kesulitan belajar

Jika Si Kecil sudah didiagnosis mengalami kesulitan belajar, dokter biasanya akan menyarankan beberapa langkah perawatan ataupun terapi di bawah ini.

• Terapi

Terapi okupasi bisa membantu meningkatkan kemampuan motorik anak-anak dengan gangguan belajar sehingga mereka bisa belajar menulis dengan baik sesuai kondisinya.Selain terapi okupasi, anak yang mengalami kesulitan untuk bicara atau merangkai kata-kata yang tepat juga bisa menjalani terapi wicara.

• Medikasi

Pada beberapa kasus, dokter juga bisa meresepkan obat untuk meredakan depresi dan gangguan kecemasan yang bisa dirasakan oleh anak dengan kesulitan belajar. Anak dengan gangguan belajar sekaligus ADHD, akan memperoleh obat khusus yang bisa membantunya untuk berkonsentrasi saat di sekolah.

• Bantuan belajar

Anak dengan kesulitan belajar bisa mendapatkan bantuan belajar tambahan dari guru sekolah ataupun guru les yang memang sudah terlatih untuk mengajar anak dengan gangguan belajar.Beberapa sekolah juga ada yang memiliki fasilitas khusus untuk mengajarkan anak dengan gangguan belajar.Pada sekolah umum, bantuan bisa diberikan dengan kerjasama antara sekolah, guru, dan orang tua. Misalnya, anak bisa mendapat tempat duduk di dekat guru, sehingga lebih mudah bertanya ketika tertinggal dari teman sekelasnya, memperoleh tugas yang sedikit berbeda menyesuaikan kondisinya, dan lain-lain.Kesulitan belajar yang sering juga disebut sebagai learning disabilities adalah kondisi yang bisa ditangani selama terdeteksi.Anak-anak dengan kondisi ini sangat mungkin untuk tumbuh tanpa masalah dan memiliki prestasi akademik yang setara dengan teman-temannya. Mereka hanya butuh penyesuaian karena kerja otaknya yang berbeda dari anak kebanyakan.
tumbuh kembang anaksekolahanak sekolah
National Institute of Neurological Disorders and Stroke. https://www.ninds.nih.gov/Disorders/All-Disorders/Learning-Disabilities-Information-Page#disorders-r1
Diakses pada 22 Juni 2021
Help Guide. https://www.helpguide.org/articles/autism-learning-disabilities/learning-disabilities-and-disorders.htm#
Diakses pada 22 Juni 2021
WebMD. https://www.webmd.com/children/guide/detecting-learning-disabilities
Diakses pada 22 Juni 2021
Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/healthy-lifestyle/childrens-health/in-depth/learning-disorders/art-20046105
Diakses pada 22 Juni 2021
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait