Pentingnya Keselamatan Kerja Agar Anda Waspada

(0)
15 Oct 2020|Asni Harismi
Ditinjau olehdr. Karlina Lestari
Keselamatan kerja di Indonesia dijamin oleh undang-undang.Keselamatan kerja di Tanah Air mendapat jaminan undang-undang.
Meski selalu dituntut untuk bekerja secara profesional dan memenuhi target, para pekerja harus tetap mengutamakan kesehatan dan keselamatan kerja. Hal ini pun sudah diatur dan dijamin oleh pemerintah melalui undang-undang.Kesehatan dan keselamatan kerja adalah rangkaian usaha dan upaya menciptakan suasana kerja yang aman dari risiko kecelakaan fisik, mental, maupun emosional. Hal ini dilakukan untuk memberi perlindungan kepada tenaga kerja, terutama dari segi keselamatan dan kesehatan.

Undang-Undang keselamatan kerja di Indonesia

UU Keselamatan Kerja memastikan pertolongan bagi pekerja.
Penerapan protokol kesehatan dan keselamatan kerja yang sesuai aturan akan menjamin tenaga kerja melakukan pekerjaannya dengan aman. Hasil kerja dan produktivitas pekerja juga akan terjamin, sehingga mendatangkan keuntungan bagi semua pihak.Menurut Pasal 3 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1970 tentang Keselamatan Kerja, protokol keselamatan kerja harus dibuat dengan memenuhi standar yang bertujuan:
  • Memberi kesempatan kepada pekerja untuk menyelamatkan diri pada waktu terjadi kebakaran atau kejadian lain yang membahayakan keselamatannya
  • Memberi pertolongan saat pekerja mengalami kecelakaan
  • Memberi alat-alat perlindungan diri pada para pekerja
  • Mencegah dan mengendalikan munculnya suhu, kelembapan, debu, kotoran, asap, uap, gas, hembusan angin, cuaca, sinar atau radiasi, suara, dan getaran yang membahayakan keselamatan kerja
  • Mencegah dan mengendalikan timbulnya penyakit akibat kerja, baik fisik maupun psikis, keracunan, infeksi, dan penularan
  • Memperoleh penerangan yang cukup dan sesuai selama bekerja
  • Memastikan sirkulasi udara yang baik
  • Memelihara kebersihan, kesehatan, dan ketertiban selama bekerja
  • Memastikan keamanan dan kelancaran proses kerja
  • Mencegah pekerja terkena aliran listrik yang berbahaya
  • Mencegah dan mengurangi kecelakaan serta bahaya peledakan
  • Mencegah, mengurangi, dan memadamkan kebakaran
Para pengusaha juga harus selalu memperbarui sistem keamanan kerja tersebut sesuai dengan pengetahuan, teknik, dan teknologi terbaru. Selain itu, sejak 1 Juli 2015, perusahaan juga wajib mendaftarkan karyawannya ke BPJS Ketenagakerjaan untuk mengikuti program jaminan kecelakaan kerja.

Apa fungsi BPJS Ketenagakerjaan dalam keselamatan kerja?

Seperti dilansir dari situs BPJS Ketenagakerjaan, program pemerintah ini bertujuan memberi perlindungan atas risiko kecelakaan yang terjadi ketika Anda melakukan pekerjaan.Lingkup kecelakaan yang ditangani oleh BPJS Ketenagakerjaan adalah perjalanan dari rumah menuju tempat kerja atau sebaliknya, serta penyakit yang disebabkan oleh pekerjaan Anda.
BPJS Ketenagakerjaan memberi manfaat rawat inap.
Setiap bulan, Anda harus membayar sejumlah iuran yang besarannya tergantung tingkat risiko lingkungan kerjanya. BPJS sendiri membagi besaran iuran ini menjadi 5 kategori, dengan pegawai yang bekerja di tempat kerja risiko rendah membayar 0,24% dari upah sebulan hingga risiko sangat tinggi sebesar 1,74% dari upah sebulan.Dengan membayar iuran tersebut, Anda akan mendapat manfaat BPJS Ketenagakerjaan yang berhubungan dengan keselamatan kerja, seperti:

1. Pelayanan kesehatan

Manfaat ini berupa perawatan atau pengobatan saat Anda sakit akibat pekerjaan. Pelayanan yang Anda dapatkan bisa berupa rawat jalan, rawat inap, operasi, transfusi darah, hingga rehabilitasi medik.

2. Santunan

BPJS Ketenagakerjaan juga memungkinkan Anda untuk mendapat santunan dalam bentuk uang tunai. Besarannya tergantung pada kondisi Anda, dengan ketentuan seperti berikut ini.
  • Penggantian biaya pengangkutan:

    Kecelakaan kerja di darat/sungai/danau memperoleh penggantian maksimal Rp 1 juta, di laut maksimal Rp 1,5 juta, dan di udara maksimal Rp 2,5 juta.
  • Sementara tidak mampu bekerja (STMB):

    Pada 6 bulan pertama diberikan 100% dari upah, 6 bulan kedua 75% dari upah, 6 (enam) bulan ketiga dan seterusnya 50% dari upah.
  • Cacat:

    Misalnya cacat sebagian anatomis, dengan penghitungan sebesar % sesuai tabel x 80 x upah sebulan.
  • Kematian:

    Sebanyak 60% x 80 x upah sebulan, sekurang-kurangnya sebesar jaminan kematian.
  • Biaya pemakaman:

    Sebesar Rp 3 juta.
  • Santunan berkala selama 24 bulan yang dapat dibayar sekaligus:

    Sebesar Rp 4,8 juta.

3. Beasiswa pendidikan anak

Manfaat ini akan diberikan kepada anak setiap peserta BPJS Ketenagakerjaan yang meninggal dunia atau mengalami cacat permanen akibat kecelakaan kerja. Beasiswa dari BPJS Ketenagakerjaan adalah senilai Rp 12 juta untuk setiap peserta.Selain ketiga poin di atas, BPJS Ketenagakerjaan juga memiliki manfaat lain seperti pendampingan bagi tenaga kerja yang mengalami kecelakaan. Hanya saja, manfaat itu baru bisa Anda klaim bila melaporkan kecelakaan kerja maksimal 2 tahun setelah tanggal kejadian.Untuk mengetahui lebih banyak tentang keselamatan kerja, tanyakan langsung pada dokter di aplikasi kesehatan keluarga SehatQ. Download sekarang di App Store dan Google Play.
bpjs kesehatanasuransi swastabpjs ketenagakerjaaniuran bpjspeserta bpjs
Repository Unimus. http://repository.unimus.ac.id/1081/3/BAB%20II.pdf
Diakses pada 3 Oktober 2020
BJPS Ketenagakerjaan. https://www.bpjsketenagakerjaan.go.id/berita/6313/Semua-Perusahaan-Wajib-Daftar-Pekerjanya-ke-BPJS-Ketenagakerjaan.html
Diakses pada 3 Oktober 2020
BPJS Ketenagakerjaan. https://www.bpjsketenagakerjaan.go.id/page/Program-Jaminan-Kecelakaan-Kerja-(JKK).html
Diakses pada 3 Oktober 2020
Kementerian Tenaga Kerja RI. https://jdih.kemnaker.go.id/data_puu/peraturan_file_32.pdf
Diakses pada 3 Oktober 2020
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait