Ketahui Cara Merawat Penis agar Tetap Prima dan Sehat


Ada berbagai cara merawat penis yang sebaiknya diterapkan oleh para pria. Pasalnya, kesehatan penis menjadi sangat penting mengingat fungsinya sebagai alat reproduksi.

0,0
15 May 2019|Asni Harismi
Cara merawat penis salah satunya adalah memperhatikan kebersihannyaMerawat kesehatan penis akan menghindarkan Anda dari beragam gangguan kesehatan.
Merawat penis agar tetap sehat dapat dilakukan dengan berbagai macam cara. Ya, sebagai bagian dari sistem reproduksi pria, fungsi penis tentu saja sangatlah penting. Oleh sebab itu, menjaga agar 'Mr. P' tetap dalam kondisi prima sudah menjadi suatu keharusan bagi para pria.
Tidak hanya agar fungsi reproduksi berjalan baik, kesehatan penis yang terjaga juga akan mencegah pria mengalami penyakit kelamin yang bisa saja membahayakan dirinya sendiri. Lantas, bagaimana cara merawat penis yang benar? Simak informasi selengkapnya berikut ini.

Bagaimana cara merawat penis agar tetap sehat?

Membicarakan kesehatan penis tidak melulu soal ereksi, ejakulasi dini, maupun fungsinya sebagai alat reproduksi pria. Lebih dari itu, para pria sudah sepatutnya juga paham bagaimana cara merawat kemaluannya tersebut.Pasalnya, kesehatan penis turut memengaruhi aspek lain dalam hidup, misalnya, tingkat stres, kepercayaan diri, hingga keharmonisan rumah tangga.Banyak cara untuk merawat penis yang bisa Anda terapkan. Apa sajakah itu?

1. Membersihkan penis secara rutin

Membersihkan area penis direkomendasikan untuk dilakukan setidaknya setiap kali Anda mandi. Saat itu, Anda juga bisa sekalian memeriksa kondisi penis Anda dan mewaspadai tanda-tanda tertentu dari penyakit menular seksual.Perlu diperhatikan, saat membersihkan penis hindari menggunakan sabun yang memiliki kandungan zat pewangi. Pasalnya, sabun ini berpotensi menyebabkan iritasi pada penis.

2. Mengganti pakaian dalam

Cara merawat kesehatan alat vital pria berikutnya adalah dengan mengganti celana dalam setidaknya 1 kali dalam sehari.Celana dalam yang tidak diganti akan menyebabkan penis dan area di sekitarnya menjadi lembap. Ini tentu akan menjadi tempat ideal bagi jamur maupun bakteri untuk tumbuh dan berkembang.Akibatnya, penis Anda jadi berbau kurang sedap. Selain itu, penis berpotensi mengalami infeksi yang bisa memengaruhi kesehatannya.

3. Mencukur bulu kemaluan

Mencukur bulu kemaluan juga menjadi cara yang bisa Anda lakukan untuk merawat penis agar tetap bersih dan sehat.Bulu kemaluan merupakan tempat yang lembap dan memiliki konsentrasi keringat tinggi. Jika tidak dicukur secara berkala, ini bisa menjadi "rumah" bagi bakteri maupun mikroorganisme jahat lainnya yang bisa mengganggu kesehatan penis.

4. Menghindari seks bebas

Cara merawat kemaluan pria lainnya adalah dengan tidak melakukan seks bebas.Melakukan seks bebas, apalagi sering bergonta-ganti pasangan, berisiko menyebabkan penyakit menular seksual seperti klamidia atau gonorea.

5. Tidak merokok

Di iklan rokok maupun pada bungkusnya, diungkapkan bahwa merokok bisa menyebabkan impotensi. merujuk pada studi tahun 2014, merokok terbukti menyebabkan gangguan kesehatan penis, yakni disfungsi ereksi.Aktivitas ini juga bisa menyebabkan gangguan reproduksi, salah satunya membuat Anda mandul.Oleh sebab itu, tidak merokok juga menjadi cara menjaga kesehatan penis yang patut untuk Anda terapkan. Jika selama ini Anda adalah seorang perokok aktif, maka cobalah untuk mulai meninggalkan kebiasaan ini.

6. Olahraga teratur

Menurut sebuah tinjauan ilmiah tahun 2018, olahraga teratur adalah salah satu cara merawat penis karena aktivitas ini bisa menurunkan potensi disfungsi ereksi. Anda tidak perlu repot-repot pergi ke pusat kebugaran (gym). Berjalan kaki sejauh beberapa kilometer setiap hari pun sudah dianggap cukup untuk menjaga kesehatan penis Anda sekaligus terapi untuk mengatasi disfungsi ereksi jika memang mengalaminya.

7. Makan makanan bergizi

Cara menjaga penis agar senantiasa sehat adalah dengan turut mengonsumsi makanan bergizi.Dalam sebuah studi, ditemukan bahwa pria yang gemar mengonsumsi makanan yang mengandung flavonoid bisa terhindari dari disfungsi ereksi di masa tuanya. Flavonoid merupakan kelompok senyawa fitokimia yang banyak ditemukan pada sayur maupun buah.Selain itu, Anda juga bisa mengonsumsi makanan yang mampu meningkatkan kadar testosteron dalam tubuh. Mulai dari bayam, alpukat, hingga makanan pedas yang mengandung capsaicin.

8. Menjaga berat badan

Menjaga berat badan menjadi cara merawat penis agar tetap sehat yang juga tidak boleh Anda lewatkan. Berat badan berlebih (obesitas) berisiko menyebabkan penyakit seperti diabetes, kolesterol tinggi, dan penyakit jantung. Ketiganya turut menyebabkan penurunan kesehatan dan fungsi penis.

9. Mengendalikan stres

Dilansir dari Mayo Clinic, salah satu cara merawat penis agar tetap sehat dan berfungsi dengan baik adalah dengan mengendalikan stres, depresi, gangguan kecemasan, maupun masalah mental lainnya.Masalah mental memang kerap dikaitkan dengan disfungsi seksual seseorang. Menurut studi tahun 2018 dari Indian Journal of Psychiatry, sebanyak 62,5 persen responden yang mengalami depresi ringan hingga sedang dilaporkan mengidap disfungsi seksual.

10. Hindari minum alkohol berlebihan

Cara merawat penis selanjutnya ialah menghindari alkohol atau mengurangi pengonsumsiannya. Sebagaimana yang dilansir dari Mayo Clinic, mengonsumsi alkohol secara berlebihan dapat menyebabkan menurunnya gairah seksual hingga disfungsi ereksi.

Seperti apa penis yang dianggap sehat?

Setidaknya terdapat tiga poin yang menandakan bahwa penis Anda dalam keadaan sehat, yakni:
  • Kemampuan penis untuk mengeluarkan urin (buang air kecil) dengan nyaman dan khususnya tanpa rasa sakit.
  • Kemampuan penis untuk ereksi. Tidak hanya sesaat, tetapi mempertahankan kondisi ereksi untuk beberapa waktu.
  • Tingkat kesuburan yang normal.
Jika Anda tidak merasakan salah satu dari tiga kondisi di atas, segera konsultasikan dengan dokter kepercayaan Anda untuk mendapatkan diagnosis dan penanganan yang tepat.

Penis yang sehat memiliki beberapa ciri-ciri fisik khusus. Beberapa faktor yang dapat dilihat dari ciri-ciri penis sehat adalah sebagai berikut ini.
  • Warna. Warna penis yang sehat biasanya memiliki rona yang sama dengan kulit bagian tubuh lain dari orang tersebut. Jika rona warna kulit penis Anda tidak terlalu beda atau justru sama dengan warna kulit lainnya, hal ini menunjukkan penis yang sehat.
  • Tekstur. Penis yang sehat dan normal juga terlihat tidak mulus dan memiliki tekstur.
  • Ukuran. Ukuran penis bervariasi tergantung dengan ukuran buah zakarnya. Penis yang normal dan sehat umumnya akan berubah ukurannya ketika terkena rangsangan yang menyebabkan ereksi atau kedinginan. Ketika ereksi, penis yang sehat akan membesar. Lalu ketika kedinginan akan mengecil dan mengerut ke dalam tubuh, namun akan kembali ke ukuran semula ketika sudah mendapatkan kehangatan lagi.
  • Sensitivitas. Penis yang sehat biasanya memiliki sensitivitas yang baik apalagi jika pria tersebut masih berusia muda. Namun, sensitivitas ini juga dapat mengalami penurunan sering bertambahnya usia.

Risiko penyakit apabila penis tidak terawat

Kondisi kesehatan penis yang buruk dapat memunculkan berbagai macam gangguan, misalnya penumpukan smegma. Smegma adalah cairan kental yang berminyak, berbau tidak sedap, dan bisa menyebabkan iritasi. Umumnya, smegma akan menumpuk di bawah kulup. Ketika smegma makin banyak, kulit bagian ujung penis akan mengalami peradangan (balanitis). Kondisi ini ditandai dengan munculnya warna kemerahan dan bahkan bengkak pada ujung penis. Akibatnya, Anda akan merasa sakit ketika buang air kecil.Oleh sebab itu, jangan sepelekan kondisi kesehatan penis Anda, terutama kebersihannya. Kondisi penis yang tidak sehat dapat mendatangkan beragam penyakit yang bahkan dapat memengaruhi kesuburan.Untuk tahu lebih lanjut seputar cara merawat penis yang benar, Anda bisa berkonsultasi dengan dokter melalui fitur chat dokter di aplikasi kesehatan keluarga SehatQ. Download sekarang juga di App Store dan Google Play.
kesehatan organ intimkesehatan priareproduksi pria
Healthline. https://www.healthline.com/health/penis-health
Diakses pada 7 Mei 2019
Indian Journal of Psychiatry. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC6278224/ Diakses pada 15 Februari 2021Journal of Andrologia. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC4485976/ Diakses pada 15 Februari 2021Journal of Sexual Medicine. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC5960035/ Diakses pada 15 Februari 2021Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/healthy-lifestyle/mens-health/in-depth/penis-health/art-20046175 Diakses pada 15 Februari 2021The American Journal of Clinical Nutrition. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC4733263/ Diakses pada 15 Februari 2021NHS. https://www.nhs.uk/conditions/balanitis/
Diakses pada 7 Mei 2019
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait