10 Cara Mendidik Anak yang Salah Bisa Berdampak Buruk Bagi Psikologi Anak

Cara mendidik orangtua yang salah bisa menjadi pemicu anak depresi dan merusak perilaku serta psikologi anak
Didikan orangtua yang salah dapat membuat anak depresi

Tak hanya pengaruh dari luar, orangtua pun bisa menjadi salah satu penyebab anak menjadi depresi. Anak akan semakin rentan mengalami depresi, jika sering menyaksikan pertengkaran orangtua ataupun merasa ayah dan ibunya selalu mencampuri kehidupannya.

Terlebih, masih banyak orangtua yang menerapkan didikan yang kurang baik bagi anak. Cara mendidik yang buruk pada anak, bisa merusak perilaku dan psikologi anak.

10 Penyebab Depresi anak akibat cara mendidik yang salah

Mendidik anak dengan baik dan konsisten, memang menjadi tugas yang menantang bagi orang tua. Meski demikian, bukan berarti hal itu mustahil. Untuk bisa mendidik anak dengan baik, hindarilah 10 kesalahan ini.

1. Terlalu mengatur

Anda hanya mengatur apapun yang dilakukan anak Anda, tanpa mendukung hobinya. Anda tidak memberikannya pilihan, hingga hal tersebut membuat anak merasa terkekang. Depresi pun dapat terjadi pada anak, karena cara mendidik seperti ini.

2. Menegur secara berlebihan

Jika anak melakukan suatu kesalahan, dan Anda menegur atau memarahinya secara berlebihan maka hal tersebut dapat memengaruhi psikologi anak secara negatif.

Anak dapat merasa malu dan pesimis dalam melakukan berbagai hal karena takut salah, sehingga membuatnya depresi.

3. Tidak menunjukkan kasih sayang dan dukungan

Anda tidak menunjukkan kasih sayang pada anak. Misalnya dengan tidak memberi pelukan. Hal tersebut akan membuat anak merasa tidak memiliki ikatan emosional yang kuat dengan orangtua.

Selain itu, jika Anda tidak memberi dukungan, ketika anak membutuhkannya, dan malahan memilih mementingkan pekerjaan semata, anak bisa merasa depresi.

4. Membandingkan

Anda terus membandingkan Si Kecil dengan anak-anak lain, dan memintanya menjadi seperti mereka. Hal itu tentu dapat membuat anak merasa tidak berguna, dan menanamkan amarah dalam dirinya, hingga berujung pada depresi.

5. Tidak meluangkan waktu maupun menghormati perasaan anak

Anda tidak meluangkan waktu untuk bermain atau berbicara dengan, untuk memahami perasaannya. Anda mengabaikan anak, dan malah sibuk dengan handphone atau pekerjaan.

Anak pun akan merasa sendirian dan tidak diperhatikan, hingga mencari perhatian selain dari orangtua, yang dapat menyebabkannya depresi.

6. Terlalu protektif

Anda terlalu melindungi anak dari berbagai hal, hingga membuatnya banyak mengalami ketakutan. Selain itu, anak Anda juga akan takut mengambil risiko apapun, menjalin pertemanan baru, atau bahkan mencoba kegiatan baru.

Akan tetapi, anak juga dapat menjadi lebih liar bila Anda terlalu protektif.

7. Mendisiplinkan anak di depan orang lain

Anda mungkin kehilangan kesabaran, marah, berteriak dan bahkan memukul anak Anda di depan orang lain. Hal tersebut justru akan berdampak serius pada kepercayaan diri anak. Anak akan merasa depresi karena malu, dan tidak berdaya.

8. Tidak menerapkan peraturan

Anak-anak membutuhkan aturan, struktur, dan batasan untuk tumbuh dengan sehat, baik secara fisik maupun mental. Jika tidak tumbuh dengan disiplin atau tanpa aturan apapun, maka anak akan menjadi pribadi yang tak teratur dan dibenci orang lain di luar lingkungan rumah.

9. Tidak bangga dengan prestasinya

Anda tidak pernah memuji anak atas prestasinya, dan tidak menunjukkan kebanggaan pada kerja kerasnya. Hal tersebut dapat membuatnya merasa tidak diinginkan, dan berpikir bahwa usahanya sia-sia. Hal ini dapat menyebabkan anak merasa depresi.

10. Menjadi contoh yang buruk

Anak akan memahami semua kebiasaan, dan perilaku Anda. Jika Anda memberi contoh yang buruk, maka anak akan menirunya. Tentu anak akan dijauhi oleh teman-temannya jika memiliki perilaku yang buruk.

Cara mendidik yang buruk seperti itu memang dapat berpengaruh pada gejala depresi anak. Berdasarkan peran dan kehadirannya dalam kehidupan anak, orangtua memiliki peran yang sangat penting, baik secara langsung, maupun tidak langsung.

Cara mendidik yang baik untuk mencegah depresi anak

Didikan yang baik tentu dapat berpengaruh positif bagi psikologi anak. Anda harus menerapkan didikan yang baik untuk mencegah terjadinya depresi pada anak.

Anak dengan banyak dukungan orangtua, memiliki gejala depresi yang lebih rendah, dibanding dengan anak yang kurang mendapat dukungan dari ayah dan ibunya. Tunjukkan empati, kehangatan, dan perhatian pada anak.

Buatlah obrolan terbuka, dan pahamilah perasaan anak. Berikanlah batasan yang sesuai, dan tak berlebihan. Hal tersebut merupakan cara terbaik dalam membantu anak Anda menghindari depresi.

Anda juga dapat membantu anak Anda menghadapi tekanan emosional dengan memberi respons emosional yang positif. Pahamilah perasaan anak Anda, dan jangan menghakiminya sehingga membantu anak menghindari depresi.

Jangan panik pula bila anak Anda memiliki banyak teman atau sedikit teman. Anda dapat berbicara dengan anak Anda tentang perbedaan dalam pertemanan yang merupakan hal biasa. Selain itu, Anda juga perlu melibatkan anak Anda dalam menentukan pilihan untuk hidupnya.

Firstcry Parenting. https://parenting.firstcry.com/articles/bad-parenting-signs-effects/?amp
Diakses pada 3 Mei 2019

Reuters. https://mobile.reuters.com/article/amp/idUSBRE9BC0VR20131213
Diakses pada 3 Mei 2019

Live Strong. https://www.livestrong.com/article/560572-the-effects-of-bad-parenting-on-children/
Diakses pada 3 Mei 2019

Greater Good Magazine.
https://greatergood.berkeley.edu/article/item/five_ways_parents_can_help_prevent_teen_depression
Diakses pada 3 Mei 2019

Artikel Terkait

Banner Telemed