Tahapan kerusakan hati dimulai dari peradangan, fibrosis hati, sirosis hati, dan kerusakan hati tahap akhir
Mengonsumsi alkohol berlebihan dapat menyebabkan kerusakan hati tahap akhir

Hati adalah organ yang berfungsi melawan infeksi dan membersihkan darah dari zat-zat toksin. Gagal hati terjadi apabila fungsi hati tidak berjalan sebagaimana mestinya. Kondisi gagal hati dapat terjadi secara kronis, biasanya diakibatkan oleh sirosis hati, yaitu tahap terakhir dari kerusakan hati yang disebabkan oleh penyakit-penyakit hati dan konsumsi alkohol.

Pada kondisi normal, hati berperan memecah alkohol yang dikonsumsi tubuh. Namun, jika jumlah alkohol yang masuk ke dalam tubuh melebihi kemampuan kerja hati untuk memecah alkohol dengan cukup cepat, toksin dari alkohol akan menyebabkan peradangan bahkan dapat berlanjut hingga kerusakan hati tahap akhir. Selain alkohol, kondisi hepatitis kronis juga dapat menyebabkan kerusakan hati.

4 tahapan kerusakan hati

Kerusakan hati pada gagal hati kronis berlangsung secara perlahan dalam jangka waktu lama. Perjalanan kerusakan hati yang terjadi melalui empat tahapan, di antaranya:

1. Inflamasi (Peradangan)

Pada tahap awal terjadinya kerusakan hati, ukuran hati akan mengalami pembesaran akibat adanya peradangan. Proses ini terjadi sebagai reaksi tubuh melawan infeksi dan menyembuhkan diri dari kerusakan yang terjadi. Apabila peradangan berlangsung dalam waktu lama, maka kerusakan hati bisa menjadi permanen.

2. Fibrosis hati

Kondisi hati yang mengalami fibrosis terjadi apabila peradangan tidak segera teratasi, Fibrosis menandakan mulai terbentuknya jaringan parut pada hati. Sel yang rusak akan membentuk jaringan parut dan menggantikan jaringan hati yang sehat.

Jaringan parut tidak bisa menggantikan fungsi yang dijalankan oleh sel hati sehat. Jaringan parut pada kerusakan hati akan mengganggu aliran darah menuju hati. Bagian hati yang masih sehat akan bekerja lebih keras untuk mengambil alih kerja sel yang digantikan oleh jaringan parut. Jika kompensasi tidak mencukupi, hati dapat kehilangan fungsinya.

3. Sirosis hati

Sirosis hati merupakan kelanjutan dari fibrosis, dimana jaringan hati yang sehat digantikan oleh jaringan parut yang keras. Semakin lama tidak diobati, jaringan hati yang sehat semakin berkurang dan gagal hati mungkin terjadi. Hati dapat mengalami penurunan fungsi hingga tidak dapat berfungsi sedikit pun.

Berbagai komplikasi dapat terjadi pada tahap sirosis. Terkadang kerusakan hati tidak disadari hingga muncul gejala sirosis hati. Beberapa gejala yang dapat ditemukan, antara lain:

  • Mudah memar dan berdarah
  • Penumpukan cairan pada perut (asites) dan kaki
  • Kulit dan mata tampak berwarna kuning (jaundice)
  • Kulit terasa gatal
  • Lebih sensitif terhadap obat-obatan dan efek sampingnya
  • Terjadi resistensi insulin dan diabetes tipe 2
  • Toksin terakumulasi pada otak dan menyebabkan gangguan konsentrasi, ingatan, tidur, serta gangguan mental.

4. Kerusakan hati tahap akhir

Kondisi ini terjadi akibat perjalanan penyakit hati yang terus berlanjut. Kerusakan hati tahap akhir terjadi pada seseorang dengan sirosis hati. Fase ini memiliki tanda dekompensasi berupa asites, gangguan paru, gagal ginjal, perdarahan varises, dan ensefalopati hepatik.

Dalam perjalanannya, kerusakan hati dapat berkembang menjadi kanker hati. Penyebab utama kanker primer di hati adalah sirosis dan hepatitis B.

[[artikel-terkait]]

Cara mencegah kerusakan hati

Salah satu cara termudah untuk mencegah terjadinya kerusakan hati adalah mengurangi konsumsi alkohol. Konsumsi alkohol yang diperbolehkan pada wanita adalah sebanyak 1 gelas per hari. Sementara untuk pria berusia <65 tahun, batas konsumsi alkohol yang disarankan adalah 2 gelas per hari. Pada usia >65 tahun, batasan yang diperbolehkan adalah 1 gelas per hari.

Tindakan pencegahan lain yang bisa dilakukan adalah dengan melakukan hubungan seksual yang aman. Infeksi hati yang paling sering terjadi, yaitu hepatitis B dan C, dapat ditularkan melalui hubungan seksual. Selain itu, hindari menggunakan jarum suntik yang tidak steril atau secara bergantian. Konsumsi obat-obatan juga perlu diperhatikan.

Adanya vaksinasi terhadap hepatitis A dan B dapat mengurangi risiko mengalami kerusakan hati, terutama yang diakibatkan oleh hepatitis B. Melalui imunisasi, tubuh akan membentuk antibodi yang akan melawan virus hepatitis jika masuk ke dalam tubuh.

Healthline. https://www.healthline.com/health/liver-failure-stages
Diakses pada Mei 2019

Cleveland Clinic. https://my.clevelandclinic.org/health/diseases/17819-liver-failure/diagnosis-and-tests
Diakses pada Mei 2019

American Liver Foundation. https://liverfoundation.org/for-patients/about-the-liver/the-progression-of-liver-disease/
Diakses pada Mei 2019

Artikel Terkait

Banner Telemed