Kertas Thermal: Bahan Karsinogenik dalam Struk Belanja

Penyerapan zat dalam kertas thermal meningkat apabila Anda memegangnya dengan tangan yang basah
Struk belanja dan struk ATM yang menggunakan kertas thermal ternyata dapat menyebabkan kanker

Berbelanja ke minimarket, pergi mengambil uang di ATM, jajan bubble tea di mal, atau bayar parkir, pasti Anda pernah mendapatkan kertas bukti pembayaran. Apa yang biasanya Anda lakukan setelah menerima struk belanja atau struk ATM?

Beberapa orang ada yang menyimpannya di dompet atau di tas, beberapa lagi memilih untuk meremasnya sebelum membuang ke tong sampah. Namun ternyata tindakan menyimpan atau meremas struk belanja ini bisa membahayakan tubuh.

[[artikel-terkait]]

Ada apa dengan struk belanja?

Struk belanja terbuat dari kertas thermal yang sebagian besar mengandung bisphenol A (BPA) atau bisphenol S (BPS). Kedua zat kimia ini bersifat karsinogenik atau dapat menyebabkan kanker.

Tidak hanya pada struk belanja, struk-struk lain yang dicetak, seperti tiket kereta, struk ATM, dan lainnya juga memiliki kandungan BPA. Namun, akhir-akhir ini, penggunaan BPA sebagian besar diganti dengan BPS. Ironisnya, BPS juga memiliki bahaya yang sama dengan BPA.

Mengapa BPA dan BPS berbahaya?

Sebuah riset di tahun 2015 menyatakan bahwa BPA memicu penyakit endokrin, kanker prostat, kanker payudara, sindrom ovarium polikistik (PCOS), infertilitas pada pria dan wanita, serta gangguan metabolisme lainnya.

Riset tersebut juga menekankan bahwa paparan BPA tiap harinya dapat terakumulasi dalam tubuh. Oleh karenanya, BPA dalam kertas thermal yang digunakan sebagai struk belanja bisa menjadi salah satu sumber zat karsinogenik yang berbahaya bagi tubuh.

BPS yang menjadi pengganti BPA untuk kertas thermal juga ditemukan dapat memberikan efek negatif terhadap tubuh manusia. Selain penyakit yang telah disebutkan di atas, BPS juga berpotensi meningkatkan agresivitas kanker payudara dan mengganggu hormon endokrin.

Hormon endokrin berfungsi untuk mengendalikan reproduksi, perkembangan dan pertumbuhan, respon terhadap cedera, stres, dan lingkungan, serta tingkat metabolisme tubuh.

Sebuah penelitian di tahun 2017 mendapati bahwa BPS juga mengganggu fungsi darah dan meningkatkan risiko penyakit kardiovaskular atau penyakit yang berhubungan dengan jantung dan pembuluh darah.

Penelitian terakhir tersebut baru dilakukan pada spesimen tikus, dan masih membutuhkan penelitian lebih lanjut. 

Bahaya kontak langsung dengan kertas thermal

BPA dan BPS disebut bisa terserap melalui kulit ke dalam tubuh. Bahkan, BPA yang masuk ke dalam tubuh melalui kontak kulit lebih lama dikeluarkan dari tubuh daripada BPA yang masuk ke dalam tubuh karena tertelan.

Penemuan tersebut dilakukan dengan memeriksa urine para sukarelawan setelah mereka memakan kue yang berisi beberapa miligram BPA. Hasilnya, BPA mulai menghilang dari urine 24 jam setelah konsumsi kue berisi BPA.

Setelahnya para sukarelawan diminta untuk memegang beberapa struk belanja. Serupa dengan bagian sebelumnya, urine sukarelawan juga diperiksa untuk diketahui kadar BPA-nya.

Berbeda dengan bagian awal penelitian, BPA dalam urine sukarelawan yang telah memegang beberapa struk belanja terus meningkat kurang lebih selama dua hari. Bahkan, beberapa urine para sukarelawan masih mengandung BPA seminggu setelah memegang struk belanja.

Riset di tahun 2010 mendapati bahwa saat Anda memegang kertas thermal selama lima detik, sekitar satu mikrogram BPA akan terserap ke dalam kulit yang kering.

Namun, bila Anda memegang kertas thermal dengan jari yang basah atau berminyak, maka kadar BPA yang terserap ke dalam kulit 10 kali lipat lebih banyak daripada memegang kertas thermal menggunakan jari yang kering.

Tidak hanya jari yang basah atau berminyak, penyerapan BPA juga akan meningkat ketika Anda menggunakan pembersih tangan (hand sanitizer) ataupun produk untuk kulit lainnya.

Hal ini karena produk-produk tersebut mengandung zat yang meningkatkan penyerapan melalui kulit sebanyak 100 kali lipat.

Apa yang harus dilakukan?

Memegang struk belanja ataupun struk lain yang menggunakan kertas thermal tidak dapat dihindari, tetapi terdapat beberapa cara yang bisa dilakukan untuk mencegah Anda terpapar dengan zat-zat karsinogenik dalam struk belanja.

  • Tolak pemberian struk belanjaan atau minta tiket dan struk lainnya dikirimkan melalui surel (e-mail).
  • Bila Anda perlu menyimpan struk belanja yang menggunakan kertas thermal, masukkan struk belanja dalam tas plastik yang bisa disegel daripada di dompet.
  • Selalu cuci tangan setelah menyentuh struk belanja ataupun struk lain yang menggunakan kertas thermal.
  • Hindari menyentuh struk belanja dari kertas thermal saat Anda sedang hamil.
  • Gunakanlah sarung tangan jika Anda memiliki pekerjaan yang mengharuskan Anda mengelola struk belanja ataupun struk lain yang menggunakan kertas thermal secara rutin

Consumer Reports. https://www.consumerreports.org/cro/news/2014/03/the-health-risk-of-bpa-in-receipts/index.htm
Diakses pada 19 Juni 2019

Endocrine Society. https://www.endocrine.org/news-room/current-press-releases/exposure-to-bpa-substitute-bps-multiplies-breast-cancer-cells
Diakses pada 19 Juni 2019

Environmental Defence. https://environmentaldefence.ca/2019/02/07/canadian-experiment-bpa-bps-receipts/
Diakses pada 19 Juni 2019

Johns Hopkins Medicine. https://www.hopkinsmedicine.org/health/conditions-and-diseases/hormones-and-the-endocrine-system
Diakses pada 19 Juni 2019

Medical Xpress. https://medicalxpress.com/news/2017-09-bisphenol-exposure-skin-receipts-longer.html
Diakses pada 19 Juni 2019

NCBI. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC4206219/
Diakses pada 19 Juni 2019

NCBI. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/25813067
Diakses pada 19 Juni 2019

NCBI. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/20623271
Diakses pada 19 Juni 2019ScienceDirect. https://www.sciencedirect.com/science/article/pii/S2214750017300732
Diakses pada 19 Juni 2019

Artikel Terkait

Banner Telemed