Apakah Keringat Dingin Pada Bayi Berbahaya?


Munculnya keringat dingin ini bisa terjadi pada anak di berbagai rentang usia. Ada yang mengalaminya setiap hari, ada pula yang hanya sesekali. Selama tidak ada gejala berarti, keringat dingin pada bayi adalah kondisi normal.

0,0
19 Jul 2021|Azelia Trifiana
Keringat dingin pada bayi adalah normal, selama tidak ada gejala berat lainnyaKeringat dingin pada bayi adalah normal, selama tidak ada gejala berat lainnya
AC sudah menyala. Kamar tidur pun terasa sejuk. Namun rasanya hampir setiap malam, keringat dingin pada bayi seakan menyertai waktu istirahat mereka. Ini memang hal yang umum terjadi, terutama pada bayi dan anak-anak.Munculnya keringat dingin ini bisa terjadi pada anak di berbagai rentang usia. Ada yang mengalaminya setiap hari, ada pula yang hanya sesekali. Terkadang, hal ini juga berkaitan dengan masalah kesehatan tertentu.

Gejala keringat dingin pada bayi

Memperkuat fakta bahwa munculnya keringat dingin pada bayi adalah hal yang wajar, ada sebuah studi dari Department of Paediatrics, The Chinese University of Hong Kong. Dalam penelitian itu, sebanyak 12% dari 6.381 anak-anak mengalami keringat dingin di malam hari. Rentang usia responden adalah 7-11 tahun.Setidaknya, ada dua kategori keringat dingin yang bisa terjadi pada anak-anak. Pertama adalah berkeringat lokal hanya di satu area. Mungkin di kulit kepala, wajah, atau leher. Sementara pada anak yang lebih besar, bisa jadi hanya keringatnya yang basah.Kedua adalah keringat secara umum. Artinya, seluruh tubuhnya berkeringat. Sprei dan bantalnya bahkan bisa lembap akibat keringat, begitu pula dengan bajunya.Selain itu,ada gejala lain yang juga turut menyertai, seperti:
  • Wajah dan tubuh memerah
  • Tangan dan tubuh hangat saat disentuh
  • Kulit lembap karena keringat
  • Rewel atau menangis di tengah malam
  • Mengantuk di siang hari karena tidur tidak nyenyak

Apa penyebabnya?

Berdasarkan penyebabnya, keringat di malam hari pada bayi bisa terjadi karena dua hal. Mungkin terasa gerah saja atau bisa juga berkaitan dengan faktor kesehatan. Apabila dirangkum, berikut ini beberapa penyebab adanya keringat dingin pada bayi:

1. Suhu ruangan

Bayi dan anak-anak rentan berkeringat di malam hari. Terlebih jika kamar tidurnya terlalu hangat atau dikelilingi selimut. Terlebih, anak kecil belum memiliki refleks untuk memindahkan selimut tebal dan bantal di sekitarnya.Tetap ingat bahwa bayi berusia di bawah satu tahun tidak disarankan tidur dengan bantal, selimut, atau mainan lain di sekitarnya karena risiko sindrom kematian mendadak pada bayi.

2. Aktivitas kelenjar keringat

Meski suhu kamar sudah sejuk dan tidak ada terlalu banyak selimut di sekitarnya, si kecil bisa saja masih berkeringat. Terkadang, ini terjadi tanpa alasan.Menarik diingat bahwa bayi dan anak-anak memiliki lebih banyak kelenjar keringat ketimbang orang dewasa. Sebab, mereka berukuran lebih kecil. Tak hanya itu, tubuh mungil mereka belum fasih menyeimbangkan temperatur tubuh seperti halnya orang dewasa.

3. Faktor genetik

Terkadang, si kecil juga bisa mengadopsi faktor genetik dari orangtuanya. Jadi, apabila orangtua cenderung mudah berkeringat, besar kemungkinan si kecil juga mengalaminya. Mungkin ada faktor genetik yang membuat kelenjar keringat bekerja lebih keras.

4. Common cold (batuk pilek)

Sakit yang paling umum diderita bayi dan anak-anak adalah common cold. Saat terinfeksi virus ini, anak bisa saja berkeringat dingin saat terlelap. Selain itu, ada gejala lain yang juga menyertai seperti pilek, bersin, batuk, hidung tersumbat, dan juga panas dalam.

5. Kondisi kesehatan hidung, tenggorokan, dan paru

Terkadang, keringat dingin pada bayi dan anak-anak juga bisa berkaitan dengan kondisi kesehatan hidung, tenggorokan, dan paru-paru. Intinya adalah keseluruhan organ yang terlibat dalam sistem pernapasan manusia.Masih menurut penelitian tim asal Hong Kong pada tahun 2012, anak-anak yang berkeringat di malam hari mungkin saja mengalami masalah kesehatan lain, seperti:
  • Alergi
  • Asma
  • Eksim
  • Sleep apnea
  • Tonsilitis
  • Hiperaktif
  • Masalah emosi

6. Paru-paru sensitif atau meradang

Lebih langka terjadi, keringat dingin juga bisa berkaitan dengan masalah paru-paru yang sensitif atau mengalami peradangan. Contohnya hypersensitivity pneumonitis, jenis radang paru yang mirip seperti alergi. Pemicunya bisa karena menghirup debu.Biasanya, kondisi hypersensitivity pneumonitis bisa terjadi dalam rentang waktu dua hingga sembilan jam setelah menghirup debu. Gejalanya akan mereda dengan sendirinya setelah 3 hari terutama ketika pemicunya sudah hilang.Baik anak-anak maupun orang dewasa bisa mengalaminya. Namun ini berbeda dengan infeksi seperti pneumonia dan tidak efektif diatasi dengan antibiotik.

7. Kanker

Tak ada seorang pun yang mengharapkan hal ini, namun kemungkinan keringat dingin terjadi karena anak menderita kanker juga ada. Contohnya limfoma Hodgkin yang bisa terjadi pada anak-anak berusia di bawah sepuluh tahun.Tapi tenang saja, apabila gejala yang muncul hanya keringat dingin saja, Anda bisa yakin bahwa itu bukan kanker. Ada gejala lain yang turut menyertai seperti demam, tidak nafsu makan, muntah, berat badan turun, batuk, hingga kesulitan bernapas.

Bagaimana mengatasinya?

Sebenarnya, tidak perlu ada penanganan apa-apa ketika si kecil kerap berkeringat di malam hari. Sebab, hal ini sangat umum pada anak-anak, terutama laki-laki. Namun tak ada salahnya memakaikan baju yang lebih tipis dan menyerap keringat.Apabila ada pemicu lain seperti demam atau flu, keringat dingin akan mereda dengan sendirinya setelah si kecil sembuh. Menangani kondisi seperti asma atau alergi juga bisa membuat masalah keringat dingin lebih terkendali.Anda perlu mempertimbangakn ke dokter apabila ada gejala lain yang menyertai seperti mendengkur, bernapas lewat mulut, kesulitan bernapas, muntah parah, dan rasa sakit di telinga.Untuk berdiskusi lebih lanjut kapan keringat dingin pada bayi ini perlu penanganan serius dan tidak, tanyakan langsung pada dokter di aplikasi kesehatan keluarga SehatQ. Download sekarang di App Store dan Google Play.
bayi & menyusuibayi pilektumbuh kembang bayi
Healthline. https://www.healthline.com/health/childrens-health/night-sweats-in-children#symptoms
Diakses pada 6 Juli 2021
Archives of Disease in Childhood. https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/21427123/
Diakses pada 6 Juli 2021
Verywell Health. https://www.verywellhealth.com/excessive-sweating-2634570
Diakses pada 6 Juli 2021
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait