Kerap Tak Timbulkan Gejala, Polip Kolorektal Jarang Berpotensi Menjadi Kanker

(0)
20 Aug 2020|Azelia Trifiana
Polip kolorektal tumbuh pada bagian ususPolip kolorektal bisa tumbuh pada bagian usus
Polip kolorektal adalah tumbuhnya jaringan bertangkai pada dinding usus. Ukurannya bervariasi dari kecil hingga besar. Semakin besar, ada kemungkinan polip kolorektal berkembang menjadi kanker.Pada sebagian besar kasus, polip kolorektal tidak menimbulkan gejala apapun. Polip ini bisa terdeteksi saat pemeriksaan kanker usus rutin. Jika ada polip kolorektal yang tumbuh mengarah ke usus besar, dokter akan mengambil tindakan medis untuk mencegah kondisinya semakin parah.

Gejala polip kolorektal

Meski ada kemungkinan polip kolorektal tidak menimbulkan gejala, beberapa hal berikut bisa menjadi indikasi seseorang mengalaminya, seperti:
  • Muncul darah saat buang air besar
  • Konstipasi atau diare yang berlangsung lebih dari sepekan
  • Nyeri perut
  • Mual dan muntah
Adanya darah saat buang air besar bisa jadi mengindikasikan pendarahan usus dan perlu evaluasi menyeluruh dari dokter. Selain itu, mual dan muntah biasanya terjadi pada orang yang memiliki polip kolorektal dengan ukuran cukup besar.

Jenis polip kolorektal

Jumlah dan bentuk polip kolorektal di usus seseorang bisa bervariasi. Tiga jenis polip kolorektal adalah:

1. Polip hiperplastik

Jenis polip kolorektal ini cenderung tidak berbahaya. Selain itu, tidak ada risiko polip hiperplastik berkembang menjadi kanker.

2. Polip adenomatous

Polip ini termasuk yang paling umum terjadi. Sebagian besar jenis polip ini tidak akan berkembang menjadi kanker. Namun, tetap ada potensi berkembang lebih besar dan memicu kanker usus.

3. Polip ganas

Jenis polip kolorektal ketiga ini berarti memiliki sel kanker di dalamnya. Deteksi ini diketahui setelah pemeriksaan mikrosopik.

Penyebab polip kolorektal

Tidak diketahui pasti penyebab polip kolorektal, namun polip ini muncul karena ada pertumbuhan jaringan yang abnormal. Idealnya, tubuh secara berkala memproduksi sel sehat untuk menghancurkan sel yang telah rusak atau tak lagi diperlukan. Pertumbuhan sel ini seharusnya berjalan sesuai dengan fungsinya.Namun pada beberapa kasus, sel baru tumbuh dan membelah diri ketika belum benar-benar diperlukan. Kelebihan pertumbuhan jaringan ini menyebabkan munculnya polip, termasuk polip kolorektal.Beberapa faktor risiko yang membuat seseorang lebih rentan mengalami polip kolorektal adalah:
  • Berusia di atas 50 tahun
  • Kelebihan berat badan
  • Riwayat keluarga menderita polip atau kanker usus
  • Pernah memiliki polip sebelumnya
  • Menderita kanker rahim sebelum usia 50 tahun
  • Menderita penyakit yang berpengaruh terhadap usus seperti Crohn’s disease
  • Menderita diabetes parah
  • Menderita penyakit turunan seperti Lynch syndrome atau Gardner’s syndrome
  • Merokok
  • Minum alkohol berlebihan
  • Konsumsi makanan tinggi lemak dalam jangka panjang
Mempertimbangkan beberapa faktor risiko di atas, seseorang bisa menurunkan kemungkinan memiliki polip kolorektal jika menjalani gaya hidup sehat. Makan dengan pola seimbang dan menambahkan kalsium juga bisa mencegah munculya polip.Mengonsumsi makanan tinggi vitamin D dan kalsium seperti brokoli, yogurt, susu, keju, telur, dan juga ikan bisa membantu mencegah munculnya polip kolorektal. Kurangi pula konsumsi makanan yang diproses berlebihan.

Cara diagnosis dan mengatasi polip kolorektal

Mengingat beberapa kasus polip kolorektal tidak menunjukkan gejala apapun, dokter bisa melakukan rangkaian pemeriksaan untuk mendeteksinya, seperti:
  • Kolonoskopi

Prosedur memasukkan selang tipis fleksibel yang terdapat camera kecil di depannya lewat anus untuk melihat apakah ada polip yang tumbuh di usus besar. Jika terdeteksi polip, dokter bisa mengangkatnya atau mengambil sampel jaringan untuk dianalisis.
  • Sigmoidoskopi

Metode mirip seperti kolonoskopi, namun tidak bisa mengambil sampel jaringan. Jika terdeteksi ada polip, dokter bisa meminta dilakukan kolonoskopi untuk mengangkatnya.
  • Barium enema

Dokter menyuntikkan barium cair dan menggunakan X-ray untuk memindai usus. Barium akan membuat usus tampak berwarna putih dan jika ada polip akan berwarna kontras atau gelap dibandingkan dengan sekitarnya.
  • CT colonography

Prosedur CT scan untuk melihat kondisi usus besar dan rektum. Setelah pemindaian dilakukan, komputer akan menggabungkan gambar untuk melihatnya secara 2 dan 3 dimensi. Dari sini, bisa terlihat apakah ada luka, jaringan, atau polip yang tumbuh di usus.
  • Pemeriksaan feses

Dokter akan mengambil sampel dari feses untuk melihat secara mikroskopik apakah ada pendarahan. Jika ini terjadi, bisa mengindikasikan tumbuhnya polip kolorektal di usus.

Catatan dari SehatQ

Cara terbaik untuk mengatasi polip kolorektal adalah dengan mengangkatnya lewat prosedur kolonoskopi. Jika polip kolorektal berukuran kecil, maka tak perlu dilakukan prosedur operasi.Namun jika polip kolorektal sudah cukup besar dan tak bisa diangkat lewat kolonosopi, perlu dilakukan operasi laparoskopi. Ini adalah jenis operasi kecil dengan selang panjang yang dimasukkan lewat sayatan kecil di perut.Sebagian besar polip kolorektal bersifat jinak dan tidak berpotensi berkembang menjadi kanker. Deteksi sesegera mungkin dapat mencegah risiko lebih berbahaya berupa kanker usus.
penyakitpolippolip usus
Healthline. https://www.healthline.com/health/colorectal-polyps
Diakses pada 7 Agustus 2020
Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/colon-polyps/symptoms-causes/syc-20352875
Diakses pada 7 Agustus 2020
WebMD. https://www.webmd.com/colorectal-cancer/colon-polyps-basics
Diakses pada 7 Agustus 2020
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait