Kerap Kejang Otot Saat Tidur? Tenang, Anda Tak Sendiri

Kram dan kejang otot pada saat tertidur biasa dialami oleh sebagian orang di area betis hingga telapak kaki
Kejang otot saat tidur biasanya berlangsung selama beberapa menit

Pernah merasakan kejang otot di malam hari saat lelap tertidur? Anda tidak sendirian. Kejang otot di malam hari atau nocturnal leg cramps adalah hal yang umum terjadi.

Kejang ini bisa berlangsung singkat dalam hitungan detik hingga beberapa menit. Rata-rata kejang otot berlangsung selama sembilan menit.

Biasanya, kram atau kejang otot ini terjadi di area betis. Otot akan terasa tertarik dan sukar digerakkan. Mari kenali lebih jauh apa penyebab kejang otot di malam hari.

[[artikel-terkait]]

Apa penyebab kejang otot?

Umumnya, kram terjadi saat tubuh sedang beraktivitas seperti berenang atau berlari. Namun lain halnya dengan kejang otot di malam hari. Tanpa aba-aba, kram bisa terjadi tanpa sebab yang jelas.

Beberapa hal yang kerap dikaitkan dengan kejang otot adalah:

  • otot terlalu tegang
  • usai duduk dalam jangka waktu lama
  • duduk dengan postur yang salah
  • bekerja atau berdiri di atas lantai beton
  • struktur kaki rata (flat feet)

Jika dikaitkan dengan penyakit, ada beberapa kondisi medis yang terhubung dengan kejang otot:

Salah satu faktor lain yang bisa menyebabkan kejang otot di malam hari adalah otot yang tegang karena olahraga.

Gerakan-gerakan yang terlalu memaksa otot bisa menyebabkan kram. Terlebih, jika pemanasan dan pendinginan tidak dilakukan dengan optimal.

Kejang otot pada kondisi tertentu

Orang lanjut usia lebih rentan mengalami kejang otot di malam hari dibandingkan dengan mereka yang lebih muda. Biasanya, otot mulai kendur di usia pertengahan 40an apabila orang tersebut tidak aktif berolahraga.

Selain itu, 50-60% orang dewasa serta 7% anak-anak pasti pernah merasakan kejang otot.

Bagi wanita hamil, kejang otot bisa terjadi lebih sering. Selama kehamilan, rahim menekan saraf tertentu sehingga sirkulasi darah di kaki tidak lancar.

Selain itu, kekurangan kalsium dan magnesium juga menyebabkan kejang otot. Ditambah lagi, dehidrasi turut berperan dalam meningkatkan risiko terjadinya kram.

Bagaimana mencegahnya?

Sebenarnya, kejang otot tidak berbahaya dan memerlukan penanganan medis segera. Terlebih, kram ini hanya berlangsung singkat dan hilang dengan sendirinya.

Lalu, adakah cara untuk mencegah mengalami kejang otot?

Berikut ini beberapa cara yang bisa Anda coba:

  • pastikan tubuh terhidrasi dengan cukup minum, setidaknya 8 gelas air per hari
  • jika berolahraga, lakukan pemanasan dan pendinginan dengan maksimal
  • stretching dengan cara berdiri di depan tembok, satu kaki di depan kaki lainnya. Tekan dinding hingga otot betis seperti ditarik. Lakukan selama 15-30 detik.
  • gunakan alas kaki yang sesuai dengan ukuran kaki Anda
  • hindari posisi selimut yang dapat membelit kaki Anda secara tak sadar selama tidur

Meski kejang otot tidak mengancam, namun tetaplah jeli dengan sinyal yang terjadi di malam hari ini. Apabila kejang otot terjadi semakin sering, cari tahu apakah ada gejala lain yang terjadi di tubuh Anda.

Artikel Terkait

Diskusi Terkait di Forum

Banner Telemed