Kerap Dituding Sebagai Dalang Penyakit, Sebenarnya Apa Peranan Bakteri?


Bakteri adalah organisme mikroskopik yang ada di tubuh. Berdasarkan jenisnya, ada bakteri baik dan juga bakteri jahat yang bisa menyebabkan penyakit.

(0)
31 Jan 2021|Azelia Trifiana
Tak semua bakteri jahat dan menyebabkan penyakitTak semua bakteri jahat dan menyebabkan penyakit. Ada juga bakteri baik yang berguna bagi tubuh
Bakteri adalah organisme mikroskopik yang tidak bisa dilihat dengan mata telanjang. Berdasarkan jenisnya, sebenarnya peranan bakteri tidak selalu menjadi penyebab penyakit. Manusia juga memerlukan bakteri baik atau probiotik yang justru menjadi pelindung dari infeksi.Ada bakteri baik, ada pula bakteri jahat. Setiap jenisnya bisa bertahan dalam kondisi ekstrem. Bahkan untuk organisme penyebab penyakit, mereka seakan punya “tameng” sehingga tidak mudah dikalahkan sel darah putih.

Jenis bakteri baik dan jahat

Pada manusia, bakteri baik bisa ditemukan terutama di perut dan mulut. Selain itu, ada juga bakteri yang terletak di permukaan dan zat-zat seperti air, tanah, dan makanan.Ada bakteri yang memiliki ekor disebut flagellum. Ini membantu mereka agar bisa bergerak. Di sisi lain, ada juga organisme dengan bulu-bulu tambahan yang bisa membantu melekat satu sama lain. Bulu lengket ini juga membuat mereka bisa menempel pada permukaan benda serta sel tubuh manusia.Untuk membedakan lebih jauh lagi antara kedua jenis bakteri itu, penjelasannya adalah:
  • Bakteri jahat

Inilah biang kerok yang membuat seseorang bisa jatuh sakit ketika terinfeksi. Ketika masuk ke tubuh manusia, mereka bisa memperbanyak diri dan menghasilkan racin sehingga membuat seseorang jatuh sakit.Tak bisa diatasi dengan obat biasa, bakteri harus diobati dengan antibiotik. Itulah mengapa, bakteri jenis ini disebut patogen karena memicu beragam penyakit.Tak hanya itu, imbauan untuk selalu mencuci tangan juga tak lain demi menghindari terkontaminasi si jahat. Begitu pula sudut-sudut rumah yang rentan menjadi tempat berkembang biaknya bakteri, harus dibersihkan secara berkalaReputasi bakteri yang paling sering menyebabkan penyakit seperti Streptococcus pneumoniae penyebab pneumonia, Haemophilus influenzae penyebab meningitis, Streptococcus grup A penyebab strep throat, hingga Salmonella dan Escherichia coli yang berkaitan dengan masalah keracunan.
  • Bakteri baik

Di sisi lain, tubuh manusia merupakan rumah bagi sekitar 100 triliun bakteri baik. Sebagian besar ada di dalam sistem pencernaan. Peran bakteri ini sangatlah krusial bagi manusia.Berkat si baik, tubuh bisa menyerap nutrisi serta mencerna makanan dengan optimal. Mereka pula yang memproduksi beberapa jenis vitamin di saluran pencernaan, seperti asam folat, niacin, vitamin B6, dan juga vitamin B12.Bayangkan betapa vitalnya peran mereka: ketika ada zat yang bisa memicu masalah, bakteri baik akan mengepungnya di dalam usus serta memproduksi asam sehingga zat itu tidak bisa berkembang biak. Ini yang kemudian menjadi sinyal agar sistem imun tubuh mulai bekerja.Sayangnya, tidak selamanya bakteri baik dan jahat berada dalam kondisi seimbang. Contoh mudahnya ketika seseorang tengah menderita infeksi dan harus mengonsumsi antibiotik, bisa saja bakteri baik juga ikut mati karenanya.Konsekuensinya, akan ada ketidakseimbangan bakteri dalam tubuh. Ciri utamanya adalah muncul masalah pada sistem pencernaan hingga diare.

Mengenal peran bakteri baik

Jenis bakteri jahat seperti Streptococcus sudah tersohor dikenal sebagai penyebab penyakit. Di sisi lain, tubuh manusia sebagai rumah dari begitu banyak bakteri baik juga menarik untuk dikulik lebih jauh.Beberapa jenis bakteri baik bisa ada di saluran pencernaan, sistem reproduksi, dan juga sistem urinaria. Sejak dulu, juga tertanam konsep bahwa probiotik yang mengandung bakteri baik membantu tubuh bekerja dengan baik.Lalu, apa saja jenis probiotik?

1. Lactobacillus

tempe
Bakteri lactobacillus bisa ditemui di tempe
Lebih dari 50 spesies berbeda Lactobacillus ada dalam tubuh manusia, terutama di dalam sistem pencernaan. Selain itu, Lactobacillus juga bisa ditemukan dalam makanan seperti yogurt, susu, keju, miso, sauerkraut, tempe, cokelat, kimchi, hingga sourdough.Peran dari probiotik ini beragam, di antaranya mencegah dan mengatasi penyakit-penyakit seperti:
  • Diare
  • Sindrom iritasi usus
  • Crohn’s disease
  • Gigi berlubang
  • Eksim

2. Bifidobacteria

Bakteri Bifidobacteria juga banyak ditemukan di saluran pencernaan. Bahkan, mereka sudah ada dalam sistem sejak seseorang lahir. Ada lebih dari 30 jenis Bifidobacteria dalam tubuh manusia dengan perannya yang berbeda-beda.Mulai dari melindungi dari bakteri jahat, meredakan masalah di sistem pencernaan, hingga membantu mewujudkan kadar kolesterol normal wanita.

3. Streptococcus thermophilus

Ini adalah jenis bakteri yang memproduksi enzim laktase. Enzim ini penting untuk mencerna gula pada susu dan produk olahan susu lainnya. Menurut beberapa studi, Streptococcus thermophilus juga berpotensi mencegah terjadinya alergi laktosa.Selain lewat makanan, ada juga suplemen probiotik yang diklaim bisa membantu menambah jumlah bakteri baik dalam tubuh. Meski demikian, pastikan sudah berkonsultasi dengan dokter sebelum mengonsumsinya.

Tak hanya menjaga agar jumlah bakteri baik terjaga, pastikan pula melindungi diri dari kontaminasi bakteri jahat. Caranya dengan menjaga kebersihan serta mencuci tangan setiap kali melakukan kontak dengan benda-benda yang mungkin menjadi tempat berkembangnya bakteri.Untuk berdiskusi lebih lanjut seputar peranan bakteri baik dan juga jahat, tanyakan langsung pada dokter di aplikasi kesehatan keluarga SehatQ. Download sekarang di App Store dan Google Play.
makanan sehathidup sehatpola hidup sehat
Healthline. https://www.healthline.com/health/bacteria
Diakses pada 14 Januari 2021
Healthline. https://www.healthline.com/health/cold-flu/good-bad-germs
Diakses pada 14 Januari 2021
Cleveland Clinic. https://my.clevelandclinic.org/health/articles/14598-probiotics
Diakses pada 14 Januari 2021
PubMed. https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/14507586/
Diakses pada 14 Januari 2021
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait